<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354</id><updated>2011-08-01T10:01:28.866-07:00</updated><category term='HIKMAH'/><category term='LPJ FORMIL 2008-2009'/><category term='BERITA'/><category term='OPINI'/><category term='CERPEN'/><category term='UPMB'/><category term='PUISI'/><category term='ISLAMI'/><category term='HUMOR'/><category term='ARTIKEL'/><category term='HEARTMOAN'/><title type='text'>Aqwam Media</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>146</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-66331710556577512</id><published>2010-07-09T08:06:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T08:07:45.955-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HUMOR'/><title type='text'>Wanita Berbagai Usia</title><content type='html'>Gambaran tentang wanita berbeda tergantung usianya.Jika ada tempat di dunia yang bisa mewakini wanita dari berbagai usia maka inilah beberapa diantaranya:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita usia 20 tahun ibarat Afrika yang separuhnya belum tergali dan tergarap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawnita usia 30 ibarat India gemerlap dan misterius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita usia 40 ibarat Amerika berteknologi canggih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita usia 50 ibarat eropa,semua tampak kuno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita usia 60 ibarat Siberia ,semua oran g tahu letaknya tapi tak satupun yang mau kesana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-66331710556577512?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/66331710556577512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/wanita-berbagai-usia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/66331710556577512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/66331710556577512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/wanita-berbagai-usia.html' title='Wanita Berbagai Usia'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-8968938059806375709</id><published>2010-07-09T08:01:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T08:11:59.638-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CERPEN'/><title type='text'>Lentera yang tak pernah padam</title><content type='html'>Oleh : Saeva*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang alif telah memulai menulis sejak tiga jam yang lalu. Tidak tahu mengapa jarinya tidak mau berhenti. Penanya pun terus terayun meliuk-liuk seperti pemain sepk bola yang sedang menggiring bola melewati musuh-musuhnya. Lembar demi lembar terpenuhi dengan goresan hitam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selesai" tiba-tiba kata itu muncul dari mulutnya diikuti dengan gerakan menegakan bahu, yang dari tadi condong mendekatitulisnya, dan mengangkat pena menjauhi kertas. Ia meneliti tulisannya dari halaman satu. Saya sendiri tidak tahu apa yang ia tulis.tapi, dari kebiasaannya, jika ia menulis dengan cepat dan lama, berarti ia menulis cerita. Jika ia menulis sembari senyum-senyum berarti cerita lucu atau pengalaman menarik yang ia alami. Dan jika ia menulis dengan hati-hatisambil sesekali menatap keatas seperti gerakan orang sedang berfikir, berarti ia sengan menulis sesuatu yang ilmiah atau sedang mengerjakan tugas. Hanya saja kebiasaannya selalu meluncurkan kat  "selesai" setelah memberi tanda titik terakhir pada tulisannya adalah sama. sepertinya kali ini ia menulis sesuatu yang beda dari hari-hari sebelumnya. Karena ekspresinya saat menulis tidak sama dengan kebiasaan yang saya sebutkan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai meneliti dan membetulkan beberapa kesalahan, menarik nafas panjangdan menghembuskannya dengan panjang pula.ia menggerakan kepalanya ke kiri dan e kanan untuk menghilangkan ketegangan di leher. Kemudian ia merebahkan diri di ranjang yang ada di belakangnya sambil menatap atap yangberwarna putih. Setelah lima menit, tiba-tiba hp-nya berdering..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; " assalamaualikum.."sapanya untuk memulai pembicaraan. Kemudian ia tampak mendengarkan orang yang di seberang sana berbicara. Tak lama kemudian ia menjawab :&lt;br /&gt; "ia.. semuanya sudah siap. Tinggal diketik… besok aku bawa ke kampus. Kamu tunggu aja di bawah pohon beringin ditaman sebelah utara kampus."&lt;br /&gt;"ia, sama-sama"&lt;br /&gt;"waalikumussalam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu persis siapa yang baru saja meneleponnya. Tapi,dari pembicaraannya saya yakin kalau orang itu ada hubungannya dengan tulisan yang baru saja ia buat. Setelah semua tu, akhirnya kang alif pergi ke kamar mandi. Saya tidak tah apa yang ia lakukan. Biasanya, jika sebelum tidur ia akan ke kamar mandi untuk wudhu kemudian shalat sunah dan membaca surat almulk. Ternya kali ini pun sama, ia wudhu sholat dan membaca surta almulk. Setelah selesai ia siap untuk tidur sambil jemarinya memutar tasbih dan bibirnya komat-kamit membaca sholawat hingga ruhnya naik ke Arsy Robna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu adalah seminggu yang lalu. Pada keesokan hariya, setelah pulang dari kampus, ia tampakberubah drastic. Ia tidak lagi kelihatan menulis. Ia jarang menyapa kami. Ia hanya sering menangis  di sholat malamnya yang kii semakin bertambah panjang. Alquran terus ia baca setiap kali ada waktu luang. Dan saya baru sadar kalau ia tak lagi berangkat ke kampus sejak hari itu. Ada apa gerangan dengan kang alif? Hanya ia dan Allah swt yang tahu kalau ternyata yang ia tulis adalah surat lamaran pinangan sahabatnya terhadap seorang wanita yang baru ia ketahui pada hari itu ternyata wanita itu adalah dambaannya sejak dua tahun terakhir.memang sahabatnya tidak tahu bahwa alif menyukai perempuan hafidhoh itu. Dan tak seorangpun tahu, karena sifatnya yang arif, sopan dan supel membuat semua sahabatnya memahami secar lahiriah bahwa ia tidak menaruh hati pada siapapun teman sekampusnya. Posisinya sebagai imam musholla kampusmembuat para wanita segan untuk mencoba merayu atau sekedar PDKT. Sebagai sahabat yang baik, ia takan menggagalkan rencana tunangan sahabatnya hanya karena ambisi pribadinya. Dan ia memilih menenangkan diri dengan munajat pada Robbnya, memperpanjang sholat malam dan memperbanyak baca Alquran. Hingga seminggu inisaya tidak pernah tah, kang alif sedang mengobati luka yang bisa dikatakan tidak setiap orang bisa selamat darinya. Dan saya pun tak pernah tahu. Karena kang alif tidak ingin ada orang yang tahu bahwa sahabatna telah memangkas tunas  harapannya. Biar ia sendiri yang menikmatinya. Biar Allah yang memberi balasannya. Biar sahabatnya bahagia.&lt;br /&gt;Sebulan kemudian, kang alif datang memenuhi undangan sahabatnya untuk memberikan ucapanselamat berbahagia untuk mengukuhkan hatinya bahwa jodohnya adalahwanita lain yang lebih baik pilihan Robbnya. Senyumpun enggan meninggalkan bibirnya yang semakin menambah berseri wajahnya.&lt;br /&gt;05/06/2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Mahasiswa Al-Ahgaff, Mustawa IV&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-8968938059806375709?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/8968938059806375709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/lentera-yang-tak-pernah-padam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/8968938059806375709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/8968938059806375709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/lentera-yang-tak-pernah-padam.html' title='Lentera yang tak pernah padam'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-7821019854351219836</id><published>2010-07-09T07:59:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T08:01:00.445-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>Tujuan Mendirikan Halaqoh Taklim</title><content type='html'>(bagian 5 : Tujuan Yang Pertama)&lt;br /&gt;Oleh : Musa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pada halaqoh-halaqoh yang telah lalu kita membahas muqoddimah dari kitab "Maqoshid Halaqotta'lim wa wasailuha", kita akan mulai membahas dari tujuan yang pertama dan cara untuk mewujudkan tujuan ini.&lt;br /&gt;Tujuan yang pertama dari mendirikan halaqoh ta'lim adalah&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; "Menanamkan keagungan agama Islam dalam hati setiap pelajar." Sebenarnya, keagungan agama Islam memang harus ada di hati setiap muslim. Karena orang muslim yang hatinya tidak tunduk sepenuhnya pada agama Islam, masih diragukan keislamannya. Meskipun ia mengerjakan lima rukun Islam. Tidak sedikit umat Islam yang mengerjakan kewajiban-kewajiban itu dengan terpaksa. Lebih-lebih kewajiban yang berkaitan dengan harta benda, zakat. Andaikan dalam hati mereka ada rasa hormat dan ketundukan yang total, niscaya kewajiban-kewajiban itu akan dikerjakan dengan penuh keikhlasan. &lt;br /&gt;Jika setiap orang awam wajib mengagungkan agama Islam, maka kewajiban ini lebih ditekankan bagi kaum terpelajar. Karena kaum terpelajar dengan ilmunya telah mengetahui sisi-sisi keagungan agama Islam. Disamping itu, kaum terpelajar adalah sebagai percontohan bagi orang awam, sebagaimana para Nabi menjadi contoh bagi umatnya. Seperti yang telah diterangkan dalam hadits "kaum terpelajar (ulama) adalah pewaris para Nabi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna mengagungkan agama Islam&lt;br /&gt;Apakah makna sikap mengagungkan agama Islam sebagaimana yang diharapkan dari pendirian halaqoh ta'lim? Cara mengagungkan agama Islam adalah dengan memposisikannya sebagai agama yang sangat tinggi dan mulia, menerapkan segala ajaran-ajarannya secara totalitas, merasa bertanggungjawab atas keberadaannya dengan terus menebarkan kesyi'arannya, berkorban jiwa dan raga untuk kepentingan-kepentingannya, membelanya dari gangguan orang luar. Dengan kata lain mengagungkan agama Islam adalah mengibarkan panji-panjinya dengan bangga, baik di dalam dada, di keluarga maupun di lingkungan masyarakat.&lt;br /&gt;Semua sikap diatas tidak akan terwujud dalam diri seseorang tanpa melalui pendidikan (tarbiah) dengan segala jenisnya. Baik pendidikan keluarga, lingkungan maupun pendidikan di instansi-instansi resmi. Karena orang yang tidak mengenal sesuatu tidak akan dapat mencintainya, apalagi mengagungkannya. Oleh sebab itu, kita perlu mengenalkan Islam kepada seluruh masyarakat melalui halaqoh ta'lim yang kita dirikan. Dengan harapan agar keagungan agama Islam tertanam di setiap dada insan muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Untuk Menanamkan Keagungan Agama Islam&lt;br /&gt;Ada beberapa cara yang perlu ditempuh pendiri atau penyelenggara halaqoh ta'lim untuk merealisasikan tujuan yang pertama ini. Diantaranya adalah :&lt;br /&gt;1. Sebaiknya para penyelenggara halaqoh ta'lim menampakkan sikap-sikap yang agung dalam ucapan, perbuatan dan tingkah lakunya, agar sikap ini disaksikan oleh para peserta halaqoh ta'lim. Sehingga mereka dapat meniru serta menerapkannya. Hal itu dapat terlihat pada saat dia mengucapkan Lafadh Jalalah (Allah), hatinya dipenuhi dengan rasa hormat dan cinta yang sangat dalam, disertai dengan pengucapan sifat-sifat keagungan Allah swt semisal : jalla jalaluhu, azza wajalla, subhanahu wata'ala dan jalla fii 'ula. Diantara sikap agung dalam ucapan penyelenggara ta'lim adalah ketika menyebutkan nama Nabi Muhammad saw atau Nabi-nabi yang lain disertai dengan kata sayyid (tuan), disertai rasa kecintaan dan mendoakan sholawat serta salam untuk mereka dan keluarga mereka. Begitu juga ketika menyebutkan nama seorang alim ulama, maka harus disertai dengan mendoakan ridho serta rahmat Allah swt untuk mereka.&lt;br /&gt;2. Dengan memperbanyak mengingat akhirat serta segala sesuatu yang akan terjadi disana, semisal balasan setiap amal perbuatan.&lt;br /&gt;Cara ini digunakan untuk memberi motivasi kepada para peserta halaqoh ta'lim dalam mengerjakan amal-amal kebaikan dan menjauhi gemerlap kehidupan dunia. Dengan mengingatkan mereka akan hal ihwal hari kiamat sebagai hari pembalasan, jiwa mereka akan merasa menyesal atas dosa-dosa, merasa sangat membutuhkan ampunan dan rahmat Allah swt serta merasa sudah saatnya kembali kepada Allah swt Penguasa hari pembalasan. Dengan demikian, ketika mereka kembali dari halaqoh ta'lim, hati mereka dipenuhi dengan rasa tanggungjawab yang tinggi akan perbuatan-perbuatan yang telah, sedang dan akan ia kerjakan. Semangatnya untuk mengerjakan kebaikan kembali berkobar setelah sempat terpadamkan oleh air dosa-dosa yang mengguyur dari berbagai arah. &lt;br /&gt;3. Dengan mengulang-ulang kisah-kisah para Nabi dan orang-orang sholeh.&lt;br /&gt;Dalam kisah para Nabi dan salafus sholih ada hikmah-hikmah dan pelajaran penting yang dapat kita petik. Karena kisah kehidupan mereka diliputi dengan teladan dan rahasia-rahasia Allah swt. Keberhasilan metode ini telah terbukti dengan keberhasilan Al-Quran dalam mengingatkan orang-orang kafir. Sehingga tidak sedikit dari mereka masuk Islam setelah mendengar kisah para Nabi saw.&lt;br /&gt;4. Mengulang-ulang pembicaraan tentang agama Islam sebagai pemberian paling agung dari Allah swt terhadap umat manusia. Dengan agama inilah kebahagiaan abadi, ketinggian derajat serta keselamatan dari api neraka akan kita gapai. Dan kehidupan dunia tidak ada artinya jika dibandingkan dengan segala sesuatu yang ada di sisi Allah swt.&lt;br /&gt;Dengan membicarakan pemberian Allah swt, kita telah bersyukur kepada Allah swt atas karunia-Nya. Karena membicarakan kenikmatan yang kita terima adalah salah satu dari jenis syukur dengan lisan. Dengan membicarakan nikmat pula kita semakin merasa berhutang dan sudah sepantasnya senantiasa mengerjakan apa yang telah menjadi kewajiban kita.&lt;br /&gt;Dengan membicarakan tentang agama Islam yang membawa kita pada kebahagiaan abadi, ketinggian derajat serta keselamatan dari api neraka, diharapkan para peserta halaqoh lebih merasa yakin akan ajarannya dan lebih gigih dalam mempelajarinya.&lt;br /&gt;5. Menyimak dengan seksama setiap pembacaan ayat Al-Quran. Tidak menyentuh Al-Quran kecuali dalam keadaan suci. Bahkan dianjurkan untuk menjaga kesucian selama halaqoh berlangsung dan dalam keadaan apapun.&lt;br /&gt;Point ini mengajarkan kepada kita agar benar-benar mengagungkan Al-Quran dengan menyimak secara hikmat ketika ia dibaca, dan tidak menyentuhnya ketika kita dalam keadaan hadats. (bersambung Insya Allah swt).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-7821019854351219836?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/7821019854351219836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/tujuan-mendirikan-halaqoh-taklim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/7821019854351219836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/7821019854351219836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/tujuan-mendirikan-halaqoh-taklim.html' title='Tujuan Mendirikan Halaqoh Taklim'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-7947275781301834166</id><published>2010-07-09T07:56:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:58:38.204-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Kontekstualisasi Rahmatan Lil `Alamin</title><content type='html'>Dari Nabi Muhammad Untuk Ummat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Umamelsamfanie*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmah, atau bila ditranslit bebas berbahasa Indonesia keseharian, bermakna kasih sayang. Seperti kita ketahui bersama, bahwa nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlaq, "innama buitstu li utammima makarimal akhlaq", dalam al Quran ditegaskan pula "innaka la `ala khuluqin adzim", dan banyak lagi ayat lain yang mengisyaratkan hal itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Pada dasarnya, lafadz "rahmah" adalah titik sentral sukses penyebaran agama islam di muka bumi ini, hal itu berpangkal pada firman Allah subhanahu wa ta`ala "inna arsalnaka rahmatan lil alamin" yang melahirkan dua pokok pengertian; Pertama, tentang proses penyempurnaan karakter atau akhlaq mulia. Kedua, posisi dan fungsi nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang berperan sebagai promotor nilai kasih sayang tersebut. Dari dua titik inilah, islam dengan segala target utamanya disosialisakan sejak empat belas abad lalu sampai kini, artinya, islam bukan sekedar ingin mewujudkan perdamaian semata tanpa mengindahkan nilai belas kasih sayang ketika menyebarkannya. Prinsip yang dianut adalah menyebar perdamaian dengan kedamaian yang penuh cinta, kasih sayang dalam mewujudkan cita-cita mulia itu. Kemudian hal penting yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah, apa yang dimaksud dengan rahmah atau belas kasih sayang dalam perspektif agama islam? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmah dalam perspektif Islam&lt;br /&gt;Terlepas dari kooptasi pengertian bahasa yang hanya melingkupi bagian terkecil dari sekian tujuan utama lafadz rahmah, secara umum, rahmah atau apapun arti padanannya, yang pasti ia bukan kalimat cinta kasih sayang yang kebablas dan tanpa aturan jelas, pun juga tidak hanya terbatas pada pemahaman temporal. Rahmah dalam konteks agama, adalah nilai kasih sayang yang tetap mengindahkan aturan syariat yang berlaku sesuai petunjuk agama, ambil contoh misalnya; Ketika ada seorang dengan semena-mena datang menghampiri pembaca, kemudian mencaci maki, lalu merampas harta benda yang jelas-jelas bukan hak miliknya, memukul, mengancam, melempari muka dengan batu, memberi hadiah bogem mentah, meludahi atau menampar wajah, dan bentuk penganiayaan serta kekerasan tak berprikemanusian lainnya, lantas dengan alasan hak asasi atau demi nilai belas kasih sayang sebagaimana pengertian umum firman Allah subhanahu wa ta`ala "inna arsalnaka rahmatan lil `alamin", lalu pembaca diam pasrah tak melawan dan menerima begitu saja tindakan amoral tersebut dengan dalih dzahir ayat tersebut. Tentu kita harus bertanya kembali apa sesungguhnya makna ayat itu?, bagaimanakah semestinya kita mengimplementasikan dalam kenyataan? inilah yang banyak disalah tafsirkan, ada sebagian kita menyalahkan kekerasan yang dilakukan seseorang dengan dalih ayat "rahmah" ini secara serampangan dan apa adanya, ada yang memaknai tujuan ayat tersebut dengan banyak versi sesuai tujuan masing-masing kelompok, sehingga dengan dalih makna ayat sesuai versi makna yang diyakini itu pulalah, seseorang bertindak beda, walaupun kenyataannya banyak tindakan yang tidak seperti difahami mayoritas kita, sebagaimana realitas yang kini banyak terjadi, sekadar contoh saja: bila kita ditanya sepintas kilas, kalau ada orang dipotong tangannya atas dasar teks agama, dimanakah menurut penulis nilai belas kasihan agama padanya, dimana letak nilai kerahmatan islam untuk seru alam semesta?, sekilas kontradiktif bukan?!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, coba kita pahami alasan berikut ini: Bila ada seseorang dengan keringat membasahi badannya, ia telah lelah, letih, bekerja keras tak kenal siang dan malam, ia bekerja banting tulang, -meminjam istilah Zainuddin MZ.-, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, ia rela dengan semua itu hanya untuk mendapatkan sesuap nasi, sepeser uang demi menyambung hidup keesokan hari, namun keringat belum kering, uang yang didapat yang mestinya mampu mengembalikan semangat kerjanya untuk terus bertahan hidup, dengan tanpa perasaan, semua itu dirampas oleh seorang penjambret bertopeng ala ninja, dengan sebilah kapak merah seraya membentak dan mengancam mati, tidak sampai di situ, tindakan premanisme tersebut dilanjutkan aksi melukai bagian punggung korban, bahkan untuk lolos dari kepungan masyarakat, penjambret berani beraksi nekat dan lebih bejat lagi dengan menabrakkan sepeda motornya pada korban yang berprofesi pekerja serabutan itu, pelaku tidak ambil pusing dengan umur korban yang sudah udzur, dan sikorban harus jatuh tersungkur, bersimbah darah segar, sementara uang hasil jerih payahnya hilang dibawa kabur manusia berotak hewan itu, sungguh sial betul nasib yang dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika gambaran kasus ini ditanyakan pada korban, besar kemungkinan secara sepontanitas, ia akan berkata: … dasar penjambret, tidak tahu rasa kasihan, manusia tidak berperasaan, itulah kiranya jawaban spontan yang penulis yakini. Alasan penulis dengan kesimpulan jawaban itu cukup sederhana, karena penjambret tidak lagi berprikemanusiaan sebagaimana diajarkan pancasila, ia bukan hanya melanggar dalil al Qur`an dan al Hadits, ia bahkan melanggar batas rasio normal manusia, ia tidak mengenal indahnya cinta perdamaian, ia tidak belas kasihan, sungguh dimanakah nilai kerahmatan sipenjambret pada sikorban? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, Pantas jika al Quran demi tegaknya normalisasi akal dan nilai kemanusiaan yang sejati, lalu dengan tegas mewajibkan bagi pencuri yang sudah memenuhi syarat-syarat menurut hukum syari`at islam harus di"potong tangan". Lalu masih sangsikah sangsi ini jika dihadapkan pada realitas kehidupan yang amat kejam seperti dialami banyak korban penjambretan di kota metropolitan, atau korban kekerasan tak beradab lainnya?!, Sementara pencuri yang terang-terangan mengancam jiwa kian marak beraksi, bahkan sudah tidak segan lagi mengancam keselamatan jiwa, disinilah rahmah dalam persepsi agama harus dipertimbangkan kontekstualisasinya. Bukankah guru tatkala memberi sangsi pada murid yang tidak mengerjakan tugas pelajaran, hal itu demi tujuan kebaikan simurid itu sendiri? Itulah rahmah dalam persepsi agama, bukan kasihan yang tak berlandaskan tujuan demi mewujudkan cita mulia, bila kita yakin islam datang demi sebuah perdamaian dunia, maka semua tindakan yang mengarah pada kerusakan dimuka bumi harus dihapuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmah dalam islam adalah mewujudkan cita melalui cinta, bukan pengrusakan dan penistaan harga diri, satu diantara kecintaan serta kerahmatan islam terkait kasus pembunuhan, pemerkosaan, pencurian dan lain sebagainya adalah dengan menegakkan hukum yang mengatur hal itu- tentu harus melalui tahapan-tahapan-, tahapan itu penting ditegaskan di sini untuk mewujudkan rasa aman dan damai bagi semua orang, karena pelaku kerusakan di muka bumi pada prinsipnya harus dienyahkan, mereka harus diperangi dengan cara yang tidak menimbulkan efek kerusakan yang lebih parah, tapi mampu membuat jera pelaku, agama menyerukan hal itu, namun proses demi proses menuju tindakan hukum yang berefek besar itu harus melalui jalur normative dan hukum yang benar sesuai aturan syariat, sehingga tidak membentur tembok kokoh yang sudah jelas pondasi hukumnya, menegakkan keadilan harus berasas adil, memerangi tindakan pengrusakan harus dengan tidak menimbulkan efek kerusakan lebih besar, mewujudkan cita harus dengan empati dan rasa cinta, memimpikan tegaknya hukum dan kebenaran harus melalui kebenaran pula, bukan rekayasa, itulah prinsip dasar rahmah yang harus diketahui sebelum memutuskan tindakan atas nama agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam aturan hukum islam telah dijabarkan bahwa tindakan brutal harus dienyahkan dari muka bumi, maka implementasi untuk tujuan hukum itu sudah tidak lagi berurusan dengan perasaan dan keterkaitan emosi antara sesama manusia, karena dalam persepektif agama tidak hanya menggunakan pertimbangan kemashlahatan rasional semata, tapi ada nilai ta`abbudi dan ta`aqquli dilain sisi yang harus dianut, artinya apakah rasional atau tidak menurut kita, jika aturan yang mewajibkan manusia untuk melakukan hal tertentu dalam konteks agama, maka hal itu harus dilakukan dan ditegakkan, ta`abbudan lillahi ta`al'a ( sebagai bentuk penghambaan kita pada Allah). Yang paling penting diperhatikan adalah; Bagaimana kita dapat melaksanakannya  penuh tanggungjawab, dengan melalui tahapan-tahapan prinsip yang telah dijabarkan dalam berbagai macam referensi keagamaan, bukan mengingkari kewajiban hal itu atau bahkan menegasikannya secara total, yang dengan tegas telah disebutkan dalam sumber dasar hukum agama; al Qur`an dan al Hadits, serta telah dijabarkan melalui tafsir-tafsir yang kontekstual dalam banyak reference keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca…, Bukankah Negara kita sudah biasa mengekskusi para perusak tatanan nilai kemanusiaan atas dasar hukum positif? apa bedanya menyebut qishah dengan ekskusi mati pelaku criminal untuk tingkatan pengrusakan yang berakibat kecelakaan tertentu?. Masih tidak yakinkah kita dengan kebenaran islam? atau sekali lagi, apakah karena kemunafikan berdalaih "rahmatan lil alamin" yang diissukan tidak pada tempatnya, lalu kita mementahkan substansi hukum islam? Kalau semua prilaku yang merugikan masyarakat umum harus dilindungi terus-menerus dan dianulir dengan rasa kasihan, padahal agama telah memberi rambu hukum yang jelas demi melindungi kenyamanan manusia, maka menurut penulis, muslim Indonesia sejak lama telah berada pada jalan bengkok yang sampai sekarang belum sempat diluruskan, kita menginginkan Negara yang makmur, adil, sejahtera, aman dan sentosa, terjemah bahasa jawanya: gemah ripah loh jinawi, toto tentrem raharjo, atau kaum santri akrab menyebut; baldah toyyibah wa rabbun ghafur. Tapi harapan itu terlalu idealis sekali, kalau untuk memahami kewajiban potong tangan dan qishas saja harus terus diperdebatkan keabsahannya, dipersangsikan validitas tafsirnya, sementara di lain ranah, hukum yang jelas dibenarkan agama, seperti poligami, pernikah dini dan sirri yang telah memenuhi syarat menurut ulama madzahib terus disoal dan dipertentangkan dengan alasan melanggar hukum Negara atau hak asasi manusia, bias gender, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada juga sebagian pembaca yang bertanya-tanya, kenapa Indonesia sebagai  negera berpenduduk muslim mayoritas, hukum negaranya pada sebagian praktik keagamaan sering bertentangan, ini aneh, mestinya selaras atau setidaknya tidak bertolak belakang mengingat penduduknya yang mayoritas muslim, apalagi hal-ihwal yang bersifat ahwal syahsiyat, seperti pernikahan dini atau ta`addud zaujat (poligami)?. Bagi penulis realitas hukum Negara kita menjadi sering bertentangan dengan prinsip asasi islami, lebih karena kurangnya pemahaman holistic terhadap tuntunan dan tuntutan agama, terputusnya informasi keagamaan antara ulama dan umara (penguasa), dan banyaknya pemahaman trans yang berusaha diakomodir melebihi batas proporsional. Nah, berpangkal mula dari hal  yang tidak berdasar pengetahuan secara menyeluruh itulah, perasaan kasihan, melanggar hak asasi manusia, hukum islam tidak tidak relevan, kurang ramah, menghapus hak anak-anak, bias gender, anti persamaan dan argument apologis hukum wadh`i lainnya terus diopinikan dan dibangun sebegitu rupa untuk menutupi kemunafikan, sejatinya kita sudah meyakini semua itu, tapi nafsu dan ajakan kebatilanlah yang sering membawa kita tak berdaya untuk mempraktikkan tuntutan agama yang sesungguhnya mudah dan tak perlu banyak pertimbangan, jika kita juga mengikutinya sesuai procedural yang mengatur hal itu sebagaimana dijelaskan dalam reference hukum-hukum agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca…, dalam hati penulis terbetik kata, mungkin perspektif agama yang dikemukakan ini akan dituding sebagai pemikiran radikal, wacana gawat darurat atau transformasi pemahaman tekstualis-skriptual yang akan mengancam kerahmatan islam dimuka bumi, tapi..., bersabarlah sejenak dan mari kita teruskan membaca terlebih dahulu, kemanakah arah yang akan penulis tuju?. Sesungguhnya Islam bukan agama anti perdamaian, justru islam adalah substansi damai itu, kedamaian yang ditargetnya bukan hanya di dunia fana, tapi juga di akhirat kelak, karena itu, islam adalah kedamaian sebagaimana yang banyak dipersepsikan akal pikir manusia, ia bukan pula anti cinta dan kasih sayang, tapi seperti apakah kedamaian dan prinsip cinta serta kasih sayang dalam islam itulah yang perlu ditegaskan. Islam adalah agama yang jelas aturan dan sumber hukumnya, ia memiliki konsep dasar final dalam segala aspek, mulai dari keyakinan, hubungan social-kemasyarakatan, politik, budaya dan aktifitas kemanusian lainnya, ia bukan lembaga tempaan manusia yang tata hukumnya bisa dikondisikan sesuai waktu dan tempat, sehingga dapat diatur sebutuhnya saja. Bagi islam, praktik rahmah harus diaplikasikan tepat waktu, tempat dan siapa pelaku serta obyeknya, sehingga sebagai muslim kita tahu posisi, kapan kita harus mengasihi, menyayangi, mencintai dan berdamai sesuai bimbingan islam, begitupun sebaliknya. Jadi sudah ada waktu, tempat yang pas untuk semua itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang peran akal manusia, kita tidak mengingkari pengetahuan dan kemampuan yang dihasilkan melalui media akal, tetapi kita tetaplah manusia yang berakal biasa, bukan manusia luar biasa, kemampuan akal kita tetap terbatas ruang dan waktu, bisa berubah sesuai pengaruh situasi dan kondisi, maka menjadikan akal sebagai barometer utama dalam menjalankan aktifitas keberagamaan, dalam perspektif agama hal itu dapat dikelompokkan layaknya manusia dungu, karena kita terus menerus dikalahkan akal yang tak pernah memberi kepuasan alasan dan jawaban jelas, kita butuh bimbingan agama yang dipandu al Qur`an, al Hadits, Ijma` dan al Qiyas, atau singkatnya, dapat mengikuti apa yang telah diperaktikkan Nabi dalam bentuk kata, perbuatan dan ketetapannya, karena hal itu adalah aplikasi nyata dari ayat-ayat al Qur`an yang telah dikontekstualisasikan mengikuti konsep dasar yang dibutuhkan manusia pada umumnya, lalu diikuti para khulafaur rasyidin, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, yang dilanjutkan para shahabat kemudian para pengikutnya (tabi`in) dan pengikut-pengikutnya (tabi`in attabiin) sampai kemudian kepada para alim ulama yang disebutkan dalam hadist sebagai warasatul anbiya, pada mata rantai terakhir inilah penafsiran tentang siapakah ulama warasatul anbiya banyak diperdebatkan, sama halnya ketika perdebatan dimasa-masa lalu tentang posisi keutamaan para shahabat nabi. Bedanya, kalau ulama, yang diperdebatkan sekitar siapa yang berhak disebut sebagai pewarits anbiya, sementara shahabat berkisar pada siapa diantara mereka yang lebih utama keshahabatannya, dan tentu masih banyak perbedaan substansi lainnya. Jelasnya, dalam kehidupan kita, tidak cukup hanya sekedar berpangku pada akal belaka, karena akal lebih mengarah pada kepuasan nafsu yang tak berkesudahan bila tidak diiringi bimbingan agama. Point ini terkait langsung dengan keyakinan kita dalam beberapa aktifitas keagamaan yang kadang hanya bernilai ta`abbudi saja (penghambaan).  dan dilain aktifitas ada banyak yang berbarengan dengan nilai ta`aqquli, sesuai rasio manusia, dari dua kenyataan itu, nilai ibadah yang bersifat ta`abudi saja sering mendapat perlawanan cukup banyak dari sebagian kita yang pro ta`aqquli dan sulit untuk cepat menerima begitu saja, beda halnya dengan aktifitas agama yang menjamak antara keduanya, hal itu lebih mudah diterima setiap kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Free lance Kontributor, Mahasiswa Universitas Al Ahgaff  Yaman, Program Syari`ah/IV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-7947275781301834166?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/7947275781301834166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/kontekstualisasi-rahmatan-lil-alamin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/7947275781301834166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/7947275781301834166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/kontekstualisasi-rahmatan-lil-alamin.html' title='Kontekstualisasi Rahmatan Lil `Alamin'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-1984967158820117374</id><published>2010-07-09T07:50:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:54:48.136-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>MEDIA DAKWAH ON-LINE BUYA YAHYA</title><content type='html'>Oleh: Abu Muhammad*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Yahya, demikian saya dan teman-teman menyapa. Beliau adalah alumnus Fakultas Syariah Universita al-Ahgaff Yaman, termasuk generasi "as-saabiquun al-awwaluun" yang mengecap tarbiyah di kota penuh berkah Tarim-Hadhramaut. Pertama kali kami berinteraksi secara langsung dengan beliau di pertengahan tahun 2004 adalah ketika kami digembleng dalam kelas persiapan &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;sebelum akhirnya diterima untuk juga dapat mengecap pendidikan di tempat ustadz kami menuntut ilmu, Fakultas Syariah di Tarim. Yang saya tahu sedikit tentang kepribadian beliau adalah tawadhu' dan penuh disiplin, beliau benar-benar mewanti-wanti kami untuk menggunakan waktu dengan proporsional antara belajar dan aktifitas yang lainnya, selalu berkomunikasi dengan bahasa arab secara aktif sebagai salah satu syiar ke-Islaman, pula kegigihan beliau dalam berdakwah ilallah. Dan kini, setelah kira-kira 5 tahun berpisah dengan beliau, tidak dinyana nama ustadz Yahya semakin dikenal luas masyarakat Indonesia khususnya di sekitar tempat saya berdomisili, Cirebon. Beliau dengan jeli dan telaten berdakwah menggunakan berbagai wasilah modern semisal media internet yang tengah diasuhnya.&lt;br /&gt;Buya Yahya dan Dunia Dakwah Modern&lt;br /&gt;Sebagaimana yang beliau pahami tentang dakwah bahwa dakwah dalam makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan dan menjauhkan diri dan orang lain dari kemungkaran, boleh dilakukan oleh siapa saja yang merasa bergelar ummat Rasulullah SAW. Siapapun kita baik yang kaya atau miskin, yang pandai maupun yang bodoh selagi umat Rasulullah SAW ia harus ikut berperan aktif dalam program mengajak kepada kebaikan dan menjauhi kemungkaran.&lt;br /&gt;Dalam upaya mengimbagi gebyar dan gemerlapnya laju kehidupan modern yang dirasa semakin jauh dari nilai-nilai ke-Islaman, Buya Yahya berupaya menghadirkan risalah Rasulullah sebagi cahaya di tengah gelapnya kejahilan dan kelalain masyarakat. Keharusan untuk senantiasa menghadirkan risalaha Rasulullah ini agar seirama dengan setatus kemulyaan umat Rasulullah SAW sebagai (khoiro ummatin ukhrijat linnasi) yakni umat terbaik yang dihadirkan oleh Allah ke muka bumi ini. Mulya karena mambawa cahaya, mengantar cahaya kepada yang membutuhkanya. &lt;br /&gt;Maka sebagai upaya pencapaian setatus "khoiro ummatin ukhrijat linnasi" Buya Yahya bersama al-Bahjahnya menghadirkanlah portal dakwah yang diharapkan dapat menembus sekat pemisah ruang dan waktu yang beralamatkan: www.buyayahya.org&lt;br /&gt;Konten Media Dakwah On-line&lt;br /&gt;Seperti media dakwah pada umumnya, konten  tidaklah memiliki perbedaan yang mencolok dengan portal dakwah yang lain. Dimana pengunjung akan disuguhi materi kajian ringan baik tasawuf maupun fiqih serta pemecahan problematika kehidupan sehari-hari, portal buyayahya.org juga menyediakan ruang diskusi Tanya-jawab ditambah jadwal majlis taklim yang menurut informasi beliau mangasuh 29 majlis taklim dalam sebulan di daerah Cirebon dan sekitarnya. Selain memanfaatkan media internet, beliau juga memanfaatkan media radio untuk menyebarkan dakwah di tengah masyarakat yang beliau bina&lt;br /&gt;Diantara jadwal majelis beliau sebagaimana yang tertera di www.buyayahya.org adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Kajian Kitab Bidayatul Hidayah Karya Imam Al Ghozali;  Senin malam selasa  Pk. 20.00- 21.30 Wib; tempat Masjid Raya At taqwa Alun-alun Kota Cirebon. &lt;br /&gt;2.  Tausiah Umum;  Selasa Minggu ke 2 (20.00-21.30)  Masjid Agung Sumber Jl. Sunan kalijaga Komplek Pemda Kab Cirebon.&lt;br /&gt;3. Kajian Kitab Adabu Sulukil Murid Karya Imam Abdullah Bin Alwi Al Haddad; &lt;br /&gt;Sabtu malam minggu  Pk. 20.00- 21.30 Wib  Masjid Raya Al Mustaqim Weru Kab Cirebon  &lt;br /&gt;4. Tausiah Umum (Program Mutiara Dakwah);  Jumat 05.00-06.00 Radio RRI Pro1 Cirebon  &lt;br /&gt;5. Majelis Al Bahjah; Sabtu  06.30-07.30  Majelis Al Bahjah Jl. Raya Sendang ( Belakang SDN 1 Sendang )&lt;br /&gt;6. Tausiah Umum (Program Da'i); Sabtu 16.00-17.30 Wib  Radio Db Fm Cirebon  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangakan jadwal on-air adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Live Masjid Attaqwa Cirebon; Kajian Kitab Bidayatul Hidayah ( Imam Al Ghazali ); Senin Malam Selasa Pk 20.00 s/d 21.30&lt;br /&gt;2. Live Masjid Al Mustaqim Cirebon; Kajian Kitab Adabu Sulukil Murid (Imam Al Haddad); Sabtu Malam Minggu Pk. 20.00 s/d 21.30&lt;br /&gt;3. Live Majelis Al Bahjah; Sabtu Pagi Pk.06.30 s/d 07.30&lt;br /&gt;4. Forum Komunikasi Dakwah; Minggu Pagi Pk. 06.30 s/d 07.30&lt;br /&gt;5. Live RASFM Jakarta; Setiap Rabu Minggu 1 &amp; 3 &lt;br /&gt;Dan akhirnya, kafilah dakwah beliaupun terus eksis hingga kini, menebarkan cahaya benderang ilmu agar padam gelapnya jahil di tengah masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Fakultas Syariah Universitas Al-Ahgaff, tingkat akhir. Mantan redaksi mading Formil 07/08&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-1984967158820117374?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/1984967158820117374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/media-dakwah-on-line-buya-yahya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/1984967158820117374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/1984967158820117374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/media-dakwah-on-line-buya-yahya.html' title='MEDIA DAKWAH ON-LINE BUYA YAHYA'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-6794795102202650920</id><published>2010-07-09T07:49:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:50:11.922-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUISI'/><title type='text'>Sang Pendusta</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kau masih disana&lt;br /&gt;Berlagak dengan seragam kantor itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kau masih disana&lt;br /&gt;Sok gagah dengan jabatan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau engkau tau tanggung jawab&lt;br /&gt;Takkan pernah kau dustai mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanyalah rakyat jelata&lt;br /&gt;Yang mengharap suara darimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kau hanya bungkam seribu  bahasa&lt;br /&gt;Mana tanggung jawabmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana belas kasihan buat mereka?&lt;br /&gt;Mereka hanya menginginkan haknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sang pendusta &lt;br /&gt;Mesti tau penderitaan mereka&lt;br /&gt;Tapi kau menutup mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sedikitpun perhatian buat mereka&lt;br /&gt;Mereka yang jelata&lt;br /&gt;Hidup seadanya&lt;br /&gt;Matipun mereka rela&lt;br /&gt;Karma tiada lagi yang mereka punya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kau hanya menumpuk harta&lt;br /&gt;Sikat sini, sikat sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah keadilan&lt;br /&gt;Apakah ini permainan dunia?&lt;br /&gt;Ataukah hanya fatamorgana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Pisces boy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-6794795102202650920?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/6794795102202650920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/sang-pendusta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/6794795102202650920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/6794795102202650920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/sang-pendusta.html' title='Sang Pendusta'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-8205570031809945379</id><published>2010-07-09T07:46:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:48:29.807-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>ETIKA BERTEMAN</title><content type='html'>Oleh: Sarianto*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: membantu kebutuhan teman, dalam hal ini ada beberapa tingkatan; yang paling rendah yaitu membantunya dengan senang hati  ketika diminta, tingkatan selanjutnya memenuhi kebutuhannya tanpa harus dipinnta dan yang paling tinggi tingkatannya yaitu mendahulukan kebutuhan teman  daripada kebutuhan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: mulut  kita terkadang berkata-kata dan terkadang diam.&lt;br /&gt;Adapun yang dimaksud dengan diam disini yaitu diam dari membicarakan aib teman, baik ketika didepan kita maupun tidak di depan kita. Selanjutnya diam dari menanyakan sesuatu yang tidak dia sukai dan jangan bertanya ketika bertemu dengannya; Mau kemana? Karena terkadang teman kita tidak mau ada orang lain tahu tujuan dia pergi, menyimpan rahasianya, jangan mencela keluarga dan orang-orang yang dicintainya dan jangan menyampaikan celaan orang lain kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: sebaiknya kita diam dari sesuatu yang tidak dia sukai, kecuali ada kewajiban bagi kita untuk berbicara seperti dalam hal amar ma'ruf nahi mungkar dan tidak ada celah untuk diam, karena pada hakekatnya hal ini adalah perbuatan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketahuilah, jika kamu mencari teman yang bersih dari aib, maka kamu tidak akan pernah menemukannya, tapi orang yang kebaikannya lebih banyak dari kejelekannya, maka itulah yang seharusnya kita cari , sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Mubarok: Orang mukmin memaafkan sedang orang munafik mencari kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya jangan pernah berburuk sangka (su'uddzan), sebagaimana sabda Rosul Saw: takutlah kamu dengan prasangka, karena prasangkaitu adalah perkataan yang paling bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketahuilah bahwa iman seseorang  tidak akan sempurna sampai mencintaisaudaranya seperti mencintai dirinya sendiri dan  kamu menginkan apa yang tidak kamu inginkan terhadap temanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: lisan kita harus bicara sebagaimana harus diam dari sesuatu yang tidak dia sukai.lisan kita harus bicara dalam hal-hal yang dia senangi, karena orang yang menerima dengan kediaman, maka dia seperti berteman dengan ahli kubur dan gunanya teman adalah agar kita mendapatkan faedah, selain itu diam dapat diartikan menahan dari menyakiti, maka sebaiknya kita menyayangi teman kita dengan lisan kita dan merasa kesepian ketika dia tidak ada, menanyakan masalah yang datang kepadanya dan memperlihatkan rasa senang dengan apa yang menjadikannya senang, sebagaimana yang hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi: ketika salah satu dari kalian suka dengan saudaranya maka katakanlah kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari adab juga memanggilnya dengan panggilan yang dia sukai, Umar bin Khattab Ra berkata: Tiga perkara membersihkan kasih sayangmu terhadap saudaramu, salam kepadanya ketika kamu bertemu dengannya, memberi tempat duduk di majlis dan memberi panggilan yang paling dia sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari adab juga menasehati dan mengajari, tidaklah kebutuhan saudaramu kepada ilmu lebih sedikit  daripada kebutuhannya kepada arta, jika kamu kaya dengan ilmu, maka berikanlah ilmu itu kepadanya. Sebaiknya nasehatmu kepadanya tidak terang-terangan, perbedaan antara mencela dan menasehati adalah terang-terangan atau tidak. Memaafkan dari kesalahannya, jika kesalahannya dalam masalah agama, maka nasehatilah secara lembut selagi bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: mendoakan yang baik ketika dia masih hidup maupun ketika dia sudah mati dengan semua yang kamu doakan untuk dirimu sendiri, dalam Shahih Muslim dari Abu Darda' Ra. Bahwasanya Nabi Saw bersabda: do'a seorang Muslim terhadap saudaranya tanpa diketahui, dikabulkan, diatas kepalanya ada malaikat yaang ditugaskan ketika mendoakan temannya dengan kebaikan, berkata malaikatyang ditugaskan tersebut; kabulkanlah do'anya dan bagimu seoerti itu. Abu Darda' mendoakan banyak saudaranya dengan menyebutkan namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapn do'a setelah menninggal, berkata Amr bin Haris: ketika seorang hamba mendoakan saudaranya yang sudah meninggal, datang malaikat ke kuburnya kemudian berkata: Hai penghuni kubur yang asing, ini hadiah dari sudaramu untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: tetap menyayanginya sampai menngga dunia dan sesudah meningglnya saudara dengan anak-anaknya dan teman-temannya, Nabi Saw memuliakan seorang nenek dan berkata: sesungguhnya dia membantu kami ketika khadijah masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa tidak termasuk kasih sayang, mengikuti saudaranya dalam sesuatu yang bertentangan dengan  agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh: meringankan dan meninggalkan membebani teman yaitu tidak membebani teman dengan  sesuatu yang memberatkan, tetapi tujuan pertemananmu adalah Allah Ta'ala, mencari berkah dengan doanya, mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dengan melaksanakan hak-haknya. Wallohu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mustawa III, Al-Ahgaff  university, Tarim-Hadromaut-Yaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-8205570031809945379?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/8205570031809945379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/etika-berteman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/8205570031809945379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/8205570031809945379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/etika-berteman.html' title='ETIKA BERTEMAN'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-4530621575011351596</id><published>2010-07-09T07:41:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:45:25.275-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>TUJUAN MENDIRIKAN HALAQOH TA'LIM</title><content type='html'>(Mukadimah 4)&lt;br /&gt;Oleh : Musa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlul Ilmi&lt;br /&gt;Al-Habib mengutip pernyataan Imam Al-Ghozali dalam kitab Ihya tentang kewajiban setiap muslim yang telah mengetahui sebuah permasalahan untuk menyampaikannya.&lt;br /&gt;"ketahuilah bahwa pada zaman sekarang (zaman Imam Ghozali RA) setiap rumah dimana pun berada tidak lepas dari kemungkaran.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Yaitu ketika mereka enggan menunjukan masyarakat pada kebaikan (ma'ruf). Kebanyakan masyarakat perkotaan  bodoh akan hal-hal agama (syariat islam), lebih-lebih masyarakat pedukuhan dan pedalaman. Maka setiap masjid dan perumahan di sebuah kota harus ada orang ahli fikih yang mengajari masyarakat tentang agama mereka. Begitu juga di setiap desa-desa. Dan wajib bagi orang fakih yang telah selesai dari belajar hal-hal yang bersifat fardhu ain dan telah menginjak pelajaran yang fardhu kifayah, untuk keluar dari kotanya (pemukimannya) menuju ke pedukuhan dan pedalaman untuk mengajari kebutuhan agama mereka. .... Dan setiap orang awam yang telah mengetahui salah satu syarat sholat maka ia wajib mengajarkannya pada orang lain. Jika ia tidak mengajarkannya maka ia berdosa juga. Sebagaimana telah maklum bahwa seorang Nabi tidak dilahirkan dalam keadaan pandai (alim) akan hukum-hukum agama. Akan tetapi sudah menjadi kewajiban bagi setiap ahli ilmu untuk menyampaikan ilmunya. Dan setiap orang yang mengetahui satu permasalahan maka ia adalah ahlu ilmi tentang permasalahan itu."&lt;br /&gt;Demikianlah, bahwa menurut Imam Ghozali setiap orang yang telah mengetahui sesuatu, berkewajiban menyempaikannya pada orang yang belum mengetahuinya, karena ia merupakan ahlu ilmi tentang masalah itu.&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi, maksud dari pengutipan pernyataan Imam Ghozali diatas adalah untuk memberi motivasi kepada setiap pelajar ilmu agama untuk membuka halaqoh ta'lim. Tidak ada alasan untuk mengelak meskipun ia baru mengetahui sedikit permasalahan agama.&lt;br /&gt;Perlu diketahui, bahwa keterangan diatas adalah kewajiban kita mengajarkan apa yang telah kita pelajari. Dan bukan kewajiban untuk membuka halaqoh ta'lim tanpa ilmu. Oleh karena itu, kita harus mengajarkan sesuai dengan apa yang telah kita pelajari. Kita tidak boleh melampauinya dan memaksakan diri mengajarkan apa yang tidak kita ketahui. Karena hal itu adalah menyesatkan dan bukan menunjukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-Sebab Kendornya Semangat Dakwah&lt;br /&gt;Kendornya semangat dakwah kebanyakan disebabkan oleh beberapa prasangka dan alasan yang tidak benar. Maka perhatikanlah pernyataan Imam Al-Haddad dalam kitab Al-Da'wah Al-Taamah berikut ini : "terkadang di benak para ahli ilmi muncul beberapa prasangka yang menghalanginya dari berdakwah menuju kebenaran dan menyebarkan ilmu. Diantaranya adalah ungkapan -saya tidak mengamalkan ilmu saya, bagaimana saya akan mengajarkan dan mengajak (orang lain) untuk mengerjakannya, sedangkan hal itu ancamannya berat. Maka, jawabannya adalah bahwa mengajarkan ilmu merupakan bagian dari mengamalkannya. Orang yang mengajarkan dan tidak mengamalkan jauh lebih baik dari pada orang yang tidak mengamalkan dan tidak mengajarkan. Jika engkau tidak mampu mengerjakan kebaikan secara utuh, maka janganlah engkau lemah dari mengerjakan sebagiannya. Dan kamu harus terus belajar dan berusaha untuk mengamalakan apa yang telah engkau ketahui. Tidak diragukan lagi bahwa ancaman terhadap orang yang tidak mengamalkan dan tidak mengajarkan lebih berat daripada ancaman terhadap orang yang mengajarkan meskipun belum mengamalkan. Karena orang yang telah mengajarkan dan belum mengamalkan telah mengerjakan salah satu dari dua kewajibannya, sedangkan orang yang tidak mengajarkan dan tidak mengamalkan telah meninggalkan dua kewajibannya sekaligus, maka ia lebih berhak untuk mendapatkan ancaman dan siksanya.&lt;br /&gt;Diantara alasannya yang lain adalah ucapannya pada diri sendiri : bahwa seruan menuju Allah SWT (dakwah) serta menuntun masyarakat menuju kepada-Nya merupakan kedudukan yang sangat tinggi lagi mulia, hal itu adalah tugas para imam yang mampu menunjukan pada hidayah dan agama Allah SWT, sedangkan saya tidak termasuk salah satu dari mereka. Maka, kekerdilannya itu menjadikannya terbungkam dari dakwah serta enggan untuk menuntun masyarakat. ia menyangka bahwa itu adalah termasuk dari sifat tawadhu' yang terpuji serta sifat tahu diri yang sudah sepantasnya. Ini adalah salah satu dari prasangka yang salah. Karena kebenaran tidak akan menghalangi kebenaran, serta kebaikan takan memalingkan dari kebaikan. Maka, ia wajib berusaha dan menyingsingkan lengan baju untuk berdakwah menuju hidayah serta menunjukan jalan kebaikan dengan disertai sifat tawadhu', rendah hati, merasa takut pada Allah SWT, khusyu' serta  pengakuan akan kekurangan dan kehinaan dirinya. Inilah sifat kesempurnaan (yang hakiki), serta tabiat orang-orang besar yang mana dakwah mereka tidak pernah terhalangi hanya karena bisikan syaitan, tidak pula terpalingkan hanya karena propaganda-propagandanya.  ... Prasangka-prasangka yang telah kami sebutkan di atas dan sejenisnya, terkadang juga menimpa para ulama yang telah mengamalkan ilmunya serta telah memiliki sifat takwa kepada Allah SWT." &lt;br /&gt;Semoga Allah SWT membalas beliau dengan kebaikan atas nasihat yang penuh kasih sayang ini. Semoga Allah SWT memberikan pertolongan dan taufiq.&lt;br /&gt;Selanjutnya, kata Al-Habib : maka wajib bagi setiap orang islam yang berambisi untuk menegakkan agamanya serta berharap untuk mendapatkan ridho Allah SWT, bergerak bersama untuk mendirikan halaqoh ta'lim dan memperluas jaringannya dengan  mengajar bagi yang memiliki keahlian dan mensuportnya bagi yang tidak mampu. Caranya adalah dengan mengorbankan harta dan segala kemampuannya, baik kemampuan jasmani ataupun rohani.&lt;br /&gt; "وتعاونوا على البر والتقوى" &lt;br /&gt;وصلى الله على سيد المعلمين والداعين حبيب الله محمد وآله وصحبه وسلم&lt;br /&gt;Demikianlah sedikit keterangan dari kami tentang sambutan Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh dalam mukadimah buku Maqoshid Halaqoh Ta'lim wa Wasa'iluha yang telah kami tulis selama empat edisi. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Untuk membuka edisi berkutnya akan saya sebutkan tujuan menyelenggarakan halaqoh ta'lim secara global sebagaimana dalam kitab tersebut. Yaitu :&lt;br /&gt;1. Menanamkan keagungan agama Islam dalam hati setiap pelajar.&lt;br /&gt;2. Menyampaikan ilmu pengetahuan ke dalam otak mereka serta memahamkan agama mereka. &lt;br /&gt;3. Menghiasi mereka dengan akhlak islamiah yang sangat terpuji.&lt;br /&gt;4. Menautkan hati mereka dengan tugas dakwah menuju Allah SWT serta rasa bertanggungjawab atas tugas agama dan Risalah Muhammadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT melanggengkan rahmat-Nya kepada kita untuk terus mengais hikmah-hikmah yang menyejukan hati dan jiwa kita. Amin.&lt;br /&gt;(bersambung Insya Allah SWT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-4530621575011351596?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/4530621575011351596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/tujuan-mendirikan-halaqoh-talim_09.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4530621575011351596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4530621575011351596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/tujuan-mendirikan-halaqoh-talim_09.html' title='TUJUAN MENDIRIKAN HALAQOH TA&apos;LIM'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-9163158758032181655</id><published>2010-07-09T07:35:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:40:39.992-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>Tujuan Mendirikan Halaqoh Ta'lim</title><content type='html'>(Mukadimah 3)&lt;br /&gt;Oleh : Musa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertolongan Allah swt dan Tawakkal&lt;br /&gt;Setelah Al-Habib menganjurkan pada kita tentang niat ikhlas, beliau memberi wejangan selanjutnya, yaitu tentang memohon pertolongan pada Allah dan bertawakkal kepada-Nya. Beliau menyebutkan ayat "barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia-lah yang yang akan mencukupinya." (al-Tholaq : 3)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menyelenggarakan halaqoh ta'lim memang sangat berat. Karena halaqoh ta'lim memerlukan kesabaran, memerlukan tenaga, memerlukan modal dan masih banyak lagi hal-hal yang menjadikan sebagian dari kita enggan menyelenggarakan halaqoh ta'lim atau tidak kuat bertahan lama. Dari sinilah kita perlu memohon pertolongan kepada Allah swt.&lt;br /&gt;Banyak cara memohon pertolongan kepada Allah swt. Diantara adalah berdoa. Berdoa merupakan ibadah termudah. Karena doa dapat kita lakukan dimana saja, kapan saja dan dalam keadaan apa saja. Disamping itu berdoa merupakan senjata orang mukmin yang paling ampuh seperti yang diterangkan dalam hadits.&lt;br /&gt;Cara lain memohon pertolongan adalah dengan mengerjakan sholat. Karena dalam sholat terdapat banyak doa. Dengan mengerjakan sholat berarti seorang hamba sedang memohon pertolongan kepada Allah swt. Semua jenis sholat merupakan cara memohon pertolongan Allah yang paling efektif. Hanya saja ada beberapa sholat yang memang dikerjakan khusus untuk memohon pertolongan. Diantara jenis sholat yang khusus untuk memohon pertongan Allah adalah sholat hajat. Cara mengerjakan sholat hajat sangat masyhur terdapat di banyak buku-buku tuntunan sholat. &lt;br /&gt;Adapun bertawakkal kepada Allah sebagaimana yang dianjurkan oleh Al-Habib adalah salah satu dari kewajiban seorang hamba terhadap Allah swt. Makna tawakal adalah berserah diri kepada Allah swt dengan menyerahkan segala urusan kita kepada Allah swt setelah kita mengerjakan ikhtiar. Banyak orang awam yang salah paham dengan makna tawakal. Mereka menyangka bahwa tawakkal adalah menyerahkan segala urusan kepada Allah swt tanpa didahului dengan ikhtiar. sedangkan Nabi Muhammad saw pernah menegur seorang sahabat yang membiarkan hewan yang ia tunggangi tanpa diikat. Alasan sahabat tersebut adalah tawakal. Namun, Nabi saw mengingatkan bahwa tawakkal adalah setelah berikhtiar. Begitu juga sayidina Umar Ra yang pernah menegur orang-orang yang duduk-duduk di Masjid dan tidak bekerja. Mereka beralasan tawakkal. Namun, Sayidina Umar Ra mengingatkan mereka bahwa orang yang bertawakkal adalah orang yang telah menebarkan benihnya di sawah kemudian menyerahkan segala urusan hasil tumbuh dan tidaknya kepada Allah swt.&lt;br /&gt;Sebagai penyelenggara halaqoh ta'lim kita harus berikhtiar dengan berusaha semaksimal mungkin agar halaqoh kita bisa berhasil mewarnai masyarakat. keberhasilan itu dapat kita lihat dari perubahan prilaku masyarakat. dari masyarakat awam menjadi masyarakat yang berilmu. Dari masyarakat yang jauh dari adab islami menjadi masyarakat yang beradab islami. Dari masyarakat jahili menjadi masyarakat yang madani. Jika kita telah berikhtiar dengan sekuat tenaga kemudian kita belum melihat hasil yang kita inginkan, maka kita serahkan saja semua urusan kita pada Allah swt. Karena semua hasil yang kita capai tiada lain adalah atas pertolongan Allah swt. Dari sinilah seorang penyelenggara halaqoh ta'lim diharuskan bertawakkal.&lt;br /&gt;Termasuk tawakkal yang diperlukan penyelenggara halaqoh ta'lim adalah tawakkal tentang urusan pemasukan biaya operasional halaqoh. Yang penting kita telah ikhtiar dengan usaha sekuat tenaga. Jika ternyata pendapatan kita masih pas-pasan sehingga tidak mencukupi keperluan operasional halaqoh, maka kita harus menyerahkan semuanya kepada Allah swt. Karena Allah swt Mahakaya, Mahakuasa, Mahatahu segala urusan yang diperlukan hamba-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawadhu' dan Shilaturrahim&lt;br /&gt;Selanjutnya, Al-Habib menganjurkan kepada para penyelenggara halaqoh ta'lim untuk bertawadhu' dan rendah hati. Dua sikap ini adalah satu makna. Yaitu kebalikan dari sifat takabbur atau sombong. Sikap tawadhu' adalah sikap seseorang yang merasa dirinya jauh di bawah derajat orang lain. Dengan kata lain orang tersebut tidak pernah merendahkan orang lain. Orang tawadhu' akan selalu berbaik sangka pada siapapun. Karena dia merasa bahwa orang yang ada di hadapannya adalah lebih baik dan lebih sempurna.&lt;br /&gt;Seorang penyelenggara halaqoh ta'lim harus memiliki sifat ini. Karena tidak sedikit saudara kita yang telah mendirikan halaqoh ta'lim kemudian merasa dirinya paling pintar, paling hebat dan merasa dirinya telah berjasa. Dari sifat-sifat ini penyelenggara halaqoh sering merendahkan orang lain. Terutama terhadap murid-muridnya. Tidak jarang penyelenggara halaqoh dengan tidak segan-segan menyuruh orang yang lebih tua darinya dengan alasan karena ia muridnya.  Banyak juga yang merendahkan ustadz halaqoh lain karena ia merasa lebih pandai. Lebih-lebih jika ustadz itu ternyata hanya lulusan Safinah di pesantren sedangkan dirinya telah membaca Fathul Wahab atau Minhaj. &lt;br /&gt;Penulis teringat penuturan seorang guru yang juga lulusan Al-Ahgaff dan telah menjadi da'i : "Kamu harus mulai belajar rendah diri, karena kamu sekarang keilmuannya sudah melebihi orang-orang di kampungmu. Apalagi setelah kamu lulus dari Al-Ahgaff, kamu harus menghormati guru-guru di kampung yang telah lebih dulu membuka halaqoh. Apalagi jika dulu dia adalah gurumu."&lt;br /&gt;Selanjutnya Al-Habib memotivasi kita untuk meresapi dan menghayati "tujuan-tujuan halaqoh ta'lim" yang insya Allah akan saya terangkan pada lembaran-lembaran berikutnya. Semoga Allah memanjangkan umur kita untuk terus mengumpulkan serpihan-serpihan rahmat-Nya sebagai penghapus dosa-dosa yang telah kita lakukan.&lt;br /&gt;Anjuran berikutnya adalah mengenai hubungan kita dengan orang-orang sholeh di daerah kita. Beliau menganjurkan agar kita mempererat hubungan kita dengan mereka. Nasehat ini masih berkaitan dengan nasehat sebelumnya yaitu tawadhu'. Karena diantara hal-hal yang mempererat hubungan kita dengan orang lain adalah sikap tawadhu' kita yang dapat memposisikan orang lain pada posisi yang terhormat. Dan masih banyak akhlak-akhlak mulia lain yang dapat mempererat hubungan bermasyarakat.&lt;br /&gt;Diantara rahasia menjaga hubungan baik dengan orang-orang sholeh di daerah kita adalah keberkahan dan doa mereka yang akan menambah keberhasilan halaqoh kita. Sebuah contoh kecil adalah ketika kita tidak memahami beberapa masalah yang kemungkinan diketahui oleh mereka, kita dapat bertanya pada mereka. Jika hubungan kita dengan mereka tidak baik maka kita pasti akan merasa malu untuk bertanya. Bahkan kita akan gengsi bertanya pada orang yang kita benci. Contoh lain adalah ketika kita mengalami beberapa kesulitan. Insya Allah dengan senang hati mereka akan membantu kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi &lt;br /&gt;"Jangan sampai semangatmu mengendor hanya karena orang-orang yang berusaha mengendorkan semangatmu, baik karena hasud, dengki atau yang lainnya. Jangan pula engkau merasa minder hanya dengan beberapa kritik yang pedas dan memojokan. Atau hanya karena penghinaan, cacian, peremehan dan keraguan orang-orang yang membencimu. Karena hal itu sering terjadi. Bahkan hal itu terjadi juga pada orang-orang yang sudah matang dan mantap dalam kebaikan. Semua ini tiada lain adalah ujian dari Allah swt. Oleh karena itu tidak ada motivasi yang lebih baik setelah adanya motivasi dari Allah swt, Rasul-Nya dan para salafussholeh dari umat ini. Juga tidak ada keterangan yang lebih jelas dari keterangan mereka semua. Maka dengarkanlah keterangan itu dan bersaksilah."&lt;br /&gt;Pesan-pesan pada alenia diatas adalah motivasi Al-Habib kepada kita para penyelenggara halaqoh ta'lim. Semua itu menunjukan betapa beratnya tantangan yang akan kita hadapi. Namun, insya Allah dengan motivasi diatas kita akan tetap bersemangat untuk menyelenggarakan halaqoh ta'lim. Amin.&lt;br /&gt;(bersambung insya Allah swt)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-9163158758032181655?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/9163158758032181655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/tujuan-mendirikan-halaqoh-talim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/9163158758032181655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/9163158758032181655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/tujuan-mendirikan-halaqoh-talim.html' title='Tujuan Mendirikan Halaqoh Ta&apos;lim'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-8362457646777442193</id><published>2010-07-09T07:29:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:33:58.620-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CERPEN'/><title type='text'>AKHIR PENCARIAN</title><content type='html'>Oleh: Ali candra (Mustawa IV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jalan yang berliku telah dilewatinya, tebing yang terjal telah didakinya, samudra yang luaspun telah diseberanginya. Tidak ada di dunia ini yang belum dia lakukan dan rasakan, kecuali hanya satu hal saja yaitu menemukan makna "cinta sejati". Entah seperti apakah sejatinya cinta itu belum pernah dia merasakannya, bahkan wujud dan bentuknyapun belum pernah dia lihat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Dia hanya sering mendengar dari para pemuja cinta bahwa cinta itu indah, cinta itu manis, cinta itu seperti mawar yang sedang merekah, cinta adalah wanginya melati, cinta adalah bla..bla…bla…. masih banyak lagi makna cinta yang dia dengar dari para pemujanya. Akan tetapi begitu terkejutnya dia ketika mendengar hal serupa dari orang-orang yang merasa terluka karena cinta. Mereka bercerita bahwa cinta itu hantu, cinta itu racun, cinta adalah mawar berduri yang dengan mudah melukai pemegangnya, cinta adalah bla..bla…bla…sederetan kata-kata penuh cacian diarahkan pada "CINTA".&lt;br /&gt;Mbah karto, begitulah orang-orang di kampung menyebutnya. Hartawan tua yang telah ditinggal mati istrinya tanpa mendapatkan keturunan itu sekarang sedang gundah hatinya. Hartanya yang menumpuk bagaikan tingginya gunung Semeru itu tak akan habis dimakan tujuh keturunan. Akan tetapi tanpa anak cucu, siapa yang akan menghabiskannya?. Kehidupan dunia telah dirasakannya semua, hanya cinta dan kasih sayang dari istri dan anak yang belum pernah dia rasakan. Cinta sejati belum pernah dia temukan. Istrinya kelewat cepat meninggalkannya sebelum dia sempat mendapatkan makna kesejatian cinta.&lt;br /&gt;Sebenarnya apa itu cinta? Benar-benar membuat dia semakin penasaran untuk dapat menemukan dan merasakan sebuah cinta. Dia ingin membuktikan apakah benar cinta itu manis dan indah seperti yang di ceritakan para pemuja cinta, ataukah cinta itu pahit dan busuk seperti yang di ceritakan para pencacinya.&lt;br /&gt;Bertahun-tahun dia terus berjalan mencari makna dari cinta, tapi belum sedetikpun dia menjumpai makhluk yang bernama cinta. Kekecewaan sudah terlihat di wajahnya. Kerut-kerut di wajah tanda penuaan sudah muncul, tapi belum muncul tanda-tanda pencariannya akan segera berakhir.&lt;br /&gt;Suatu malam yang hening ketika sebagian besar makhluk tuhan sedang beristirahat karena lelah dengan aktivitas mereka seharian penuh, ketika makhluk-mkhluk malam telah keluar dari sarangnya, berpesta, menari, dan menyanyi mendendangkan munajat malam kepada tuhannya. Dia yang ada di pembaringan tak dapat sekejapun memejamkan mata. Rasa lelah yang dia rasakan sejak tadi sore tidak dapat dia lampiaskan dengan nikmatnya menyaksikan indahnya mimpi malam. Jiwa dan hatinya galau luar biasa karena sampai detik ini belum bisa menemukan makna dari cinta. Tidak seperti biasanya, kegalauannya kali ini benar-benar membuncah. Ledakan emosi dalam dirinya yang selama ini dia pendam rasa-rasanya ingin dia keluarkan. Sampai akhirnya sampailah dia pada keputusan terakhir, "cinta…malam ini aku harus menemukanmu, entah bagaimanapun caranya dan dimanapun tempatnya…" begitu tekadnya.&lt;br /&gt;Keluarlah dia berjalan seorang diri dalam keheningan malam dan keramaian para makhluk tuhan yang sedang bermunajat dalam nyanyiannya. Tanpa bekal dia keluar dari rumah, hanya baju yang melekat di tubuh saja yang terbawa, dinginnya malam sudah tidak dihiraukannya, hatinya sudah mantap malam ini aku harus menemukan cinta. Pikirannya sudah kosong dari segala polah tingkah para makhluk tuhan, hanya ada kata cinta dalam pikirannya. &lt;br /&gt;Baru beberapa langkah berjalan bertemulah dia dengan dua makhluk yang sedang terbuai mesra dengan indahnya hembusan nafsu jiwa mereka. "ah……apakah ini cinta yang selama ini aku cari?" Dirinya membatin. "Bukan…ini bukan cinta yang selama ini aku cari, mereka hanyalah dua ekor anjing yang sedang asyik bermesraan tanpa malu diketahui manusia". Berjalan lagi dia dengan hati yang lebih galau, hingga tiba-tiba muncul dihadapannya dua orang manusia berbeda jenis yang sedang terlibat adu mulut dengan hebatnya, salah satunya dengan tanpa segan-segan menuding kearah lawannya dan menyebut satu persatu nama binatang yang dihapalnya. "Kamu anjing, kamu babi, kamu keledai" dan bla..bla…bla...entah apa lagi yang diucapkannya. Tidak mau kalah sang lawan pun menjawab "biar saja aku anjing karena kamu adalah anjing betinanya, biar saja aku babi karena kamu juga babi betinanya…" dan begitulah seterusnya. Mengetahui hal tersebut segera saja dia lewat tanpa mau mendengarkan lagi kalimat-kalimat yang keluar dari mulut mereka berdua. "Ah…..bukan ini juga cinta yang aku cari, mungkin ini adalah arti cinta dari para pencacinya" pikirnya. "Ternyata cinta mereka hanya sampai sebatas nama-nama binatang" lanjutnya.&lt;br /&gt;Terus dan terus dia berjalan dengan hati yang semakin galau, "fajar semakin dekat tapi aku belum juga menemukan cinta yang aku cari" batinnya. Di tengah-tengah kegalauannya yang begitu mendalam lewatlah dia di sebuah bangunan yang di dalamnya terlihat segerombolan makhluk yang sedang berpesta, berjoget dan menari, "ah…apalagi yang kutemui ini". Diperhatikannya dengan cermat, dan rupanya segerombolan babi tengah asyik berpesta tanpa menghiraukan keadaan di sampingnya. "Oh…..ternyata aku melewati kandang babi" begitu batinnya. Tak dihiraukannya pesta joget para babi tersebut, semakin dia percepat langkahnya untuk dapat segera menemukan "cinta"nya.&lt;br /&gt;Akhir malam menjelang subuh sampailah dia pada suatu tempat, hening, sejuk dan damai. Begitulah perasaan yang dia temukan ketika pertama kali mencoba mendekatinya. "Semoga saja inilah akhir dari pencarianku" doanya. Dicobanya untuk masuk kedalam, "Ya tuhan……..damainya tempat ini" jerit hatinya senang. Diamatinya orang-orang yang ada disekelilingnya, "ah….siapakah mereka itu, tubuh putih bersih yang diselimuti cahaya keemasan?" Tanyanya dalam hati. "Aku yakin disinilah akhir pencarianku, akan kutemukan cintaku di sini, cinta yang bertahun-tahun aku cari dengan susah payah" terusnya. "Tapi bagaimanakah aku harus mencarinya? Haruskah aku berteriak? atau hanya diam saja aku menunggu kemunculannya?...Ya Tuhan….bagaimanakah ini? Apa yang harus aku lakukan untuk menemukan sang cinta? Bantu aku Tuhan!!! Aku sudah tidak kuat, sudah hilang daya tenagaku untuk menemukannya, Bantu aku temukan dia Tuhan…." jerit hatinya. "Cinta…dimanakah engkau berada? Datanglah!! muncullah!!! Muncullah meskipun hanya sekejap…cinta…..datanglah…datanglah…muncullah….."&lt;br /&gt;Tak kuat dia berdiri menyangga berat badannya. Habis sudah tenaganya, semuanya telah dia curahkan untuk dapat menemukan makna cinta. Berpuluh-puluh tahun dia kerahkan tenaganya hanya mendapatkan sejatinya cinta. "Bukk….!!" Suara dia terjatuh begitu kerasnya bersamaan dengan berkumandangnya adzan subuh.&lt;br /&gt;"INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN…." Telah meninggal dunia dengan tenang mbah karto dalam sujudnya. Berakhir sudah pencariannya untuk menemukan cinta yang selama ini dicari-carinya. Sepertinya dia telah menemukan cinta sejatinya, dia temukan di akhir hidupnya dalam sujud terakhirnya.       &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-8362457646777442193?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/8362457646777442193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/akhir-pencarian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/8362457646777442193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/8362457646777442193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/akhir-pencarian.html' title='AKHIR PENCARIAN'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-5285298035190841447</id><published>2010-07-09T07:27:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:29:08.910-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAMI'/><title type='text'>SAYYIDINA ABBAD BIN BISYIR RA</title><content type='html'>Oleh: Adems (Mustawa akhir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarim sebagaimana dikenal luas dengan kota budaya dan sejarah sekaligus kota ilmu nampaknya akan terus lestari mengingat kultur masyarakat yang sentiasa melestarikan peninggalan leluruh mereka. kita akan menemukan acara ritual keagamaan yang kontinyu dilaksanakan setiap bulannya (qomariyyah) bahkan setiap pekan atau hari.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara contoh dari acara ini adalah haul seorang sahabat Rasulullah Saw. Yang terkenal dengan 'Abbad bin Bisyir Ra. Beliau adalah sahabat nabi yang mendapatkan amanah menyebar cahaya Islam hingga ke Hadhramaut. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa Tarim adalah kota tua yang telah dikenal sejak zaman ke-emasan Islam yang disebut nabi sebagai khairul qurun. &lt;br /&gt;Siapakah sahabat nabi yang mulia ini, yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk dakwah Islam? terlepas dari kontroversi perbedaan turbah beliau di bilangan Tarim sini, demikian adalah sekelumit cerita tentang sahabat nabi yang bernama 'Abbad bin Bisyir ra.&lt;br /&gt;Ketika Mush'ah bin Umeir tiba di Madinah-sebagai utusan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasalam untuk mengajarkan seluk beluk Agama kepada orang-orang Anshar yang telah bai'at kepada Nabi dan membimbing mereka melakukan shalat, maka'Abbad bin Bisyir radhiallahu anhu adalah seorang budiman yang telah dibukakan Allah hatinya untuk menerima kebaikan. la datang menghadiri majlis Mush'ab dan mendengarkan da'wahnya, kemudian diulurkan tangannya mengangkat bai'at memeluk Islam. Dan semenjak saat itu mulailah ia menempati kedudukan utama di antara orang-olang Anshar yang diridlai oleh Allah serta mereka ridla kepada Allah .... &lt;br /&gt;Kemudian Nabi pindah ke Madinah, setelah lebih dulu orang-orang Mu'min tiba di sana. Dan mulailah terjadi peperangan-peperangan dalam mempertahankan diri dari serangan-serangan kafir Quraisy dan sekutunya yang tak henti-hentinya memburu Nabi dan ummat Islam. Kekuatan pembawa cahaya dan kebaikan bertarung dengan kekuatan gelap dan kejahatan. Dan pada setiap peperangan itu 'Abbad bin Bisyir berada di barisan terdepan, berjihad di jalan Allah dengan gagah berani dan mati-matian dengan cara yang amat mengagumkan .... &lt;br /&gt;Dan mungkin peristiwa sekelumit dari kepahlawanan tokoh Mu'min ini dapat menjadikan buktinya.... &lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu alaihi wasalam  dan Kaum Muslimin selesai menghadapi perang Dzatur Riqa', mereka sampai di suatu tempat dan bermalam di sana, Rasulullah shallallahu alaihi wasalam :memilih beberapa orang shahabatnya untuk berkawal secara bergiliran. Di antara mereka terpiiih 'Ammar bin Yasir dan 'Abbad bin Bisyir yang berada pada satu kelompok. &lt;br /&gt;Karena dilihat oleh 'Abbad bahwa kawannya 'Ammar sedang lelah, di usul kannyalah agar 'Ammar tidur lebih dulu dan ia akan berkawal. Dan nanti bila ia telah mendapatkan istirahat yang cukup, maka giliran 'Ammar pula berkawal menggantikannya. &lt;br /&gt;'Abbad melihat bahwa lingkungan sehelilingnya aman. Maka terbersit dalam fikirannya, kenapa ia tidak mengisi waktunya dengan melakukan shalat, hingga pahala yang akan diperoleh akan jadi berlipat ... ? Demikianlah ia bangkit melakukannya .... &lt;br /&gt;Tiba-tiba sementara ia berdiri sedang membaca sebuah surat Al-Quran setelah al-Fatihah sebuah anak panah menancap di pangkal lengannya. Maka dicabutnya anak panah itu dan diteruskannya shalatnya..... &lt;br /&gt;Tidak lama antaranya mendesing pula anak panah kedua yang mengenai anggota badannya. &lt;br /&gt;Tetapi ia tak hendak menghentikan shalatnya hanya dicabutnya anak panah itu seperti yang pertama tadi, dan dilanjutkannya bacaan surat. &lt;br /&gt;Kemudian dalam gelap malam itu musuh memanahnya lalu untuk ketiga kalinya. 'Abbad menarik anak panah itu dan mengakhiri bacaan surat. Setelah itu ia ruku' dan sujud ...,sementara tenaganya telah lemah disebabkan sakit dan lelah. &lt;br /&gt;Lalu antara sujud itu diulurkannya tangannya kepada kawanya yang sedang tidur di sampingnya dan ditarik-tariknya ia sampai terbangun. &lt;br /&gt;Dalam pada itu ia bangkit dari sujudnya dan membaca tasyahud, lalu menyelesaikan shalatnya. &lt;br /&gt;'Ammar terbangun mendengar suara kawannya yang tak putus-putus menahan sakit: "Gantikan daku mengawal ..., karena aku telah kena... !"'Ammar menghambur dari tidurnya hingga menimbulkan kegaduhan dan takutnya musuh yang menyelinap. Mereka melarikan diri, sedang 'Ammar berpaling kepada temannya seraya katanya: "Subhanallah ... ! Kenapa saya tidak dibangunkan ketika kamu dipanah yang pertama kali tadi...," Ujar 'Abbad: - &lt;br /&gt;"Ketika daku shalat tadi, aku membaca beberapa ayat al-Quran yang amat mengharukan hatiku, hingga aku tak ingin untuk memutuskannya ... ! Dan demi Allah, aku tidaklah akan menyia-nyiakan pos penjagaan yang ditugaskan Rasul kepada kita menjaganya, sungguh, aku lebih suka mati daripada memutuskan bacaan ayat-ayat yang sedang kubaca itu ... !" &lt;br /&gt;'Abbad amat cinta sekali kepada Allah, kepada Rasul dan kepada Agamanya .... Kecintaan itu memenuhi segenap perasaan dan seluruh kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-5285298035190841447?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/5285298035190841447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/sayyidina-abbad-bin-bisyir-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/5285298035190841447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/5285298035190841447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/sayyidina-abbad-bin-bisyir-ra.html' title='SAYYIDINA ABBAD BIN BISYIR RA'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-2134390212589302468</id><published>2010-07-09T07:25:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:27:04.134-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Need For Achievment</title><content type='html'>Oleh : Bin Hasyim *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nilai-nilai sosial masyarakat madani (civil society) dalam peradaban manusia selalu mengalami goncangan dan perubahan dalam setiap kurunnya. Dalam dasawarsa terakhir ini –abad millenium- lapisan masyarakat yang memiliki kebudayaan dan mengutamakan progresifitas inovasi selalu merasa unggul dibanding dengan kebudayaan lain. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sehingga mereka menganggap kebudayaan yang mereka miliki selalu lebih tinggi dari kebudayaan lainnya. Nilai-nilai peradaban yang mereka miliki didasarkan dengan paham materialisme yang diusung marxisme yang mempengaruhi jiwa-jiwa materialis (maaddy) yang mereka kampanyekan.&lt;br /&gt;Yahudi dalam hal ini sangat berperan dalam proses evolusi dan revolusi materialistis yang terjadi di berbagai belahan dunia saat ini. Dalam semua agama yang terjadi sekarang sangat berbeda dengan dahulu disebabkan adanya radikalisme pemikiran yang diusung secara implisit oleh mereka.&lt;br /&gt;Masuni (free mansorry) yang memiliki titik di seluruh dunia saat ini merajalela merasuk ke dalam berbagai sekte yang dianggap mudah untuk dipengaruhi melalui berbagai media. Mereka juga mempengaruhi masyarakat sosial melalui pemikiran yang diusung berbagai pakar yang punya kredibilitas tinggi.&lt;br /&gt; Dalam term sejarah, perubahan ini jauh sebelumnya telah diusung dengan gamblang oleh para filosofi barat yahudi yang terpengaruh dengan paham marxisme. Mereka memasuki dunia pemikiran, karenanya hal itu sangat merubah secara cepat. Dengan adanya revolusi industri dan revolusi gereja pada abad 16 yang mereka banggakan dapat merubah dunia secara cepat dan tepat. Walaupun kesenjangan sosial dan protes sosial tak terelakan terjadi di berbagai belahan dunia, khususnya eropa.&lt;br /&gt; Perubahan secara drastis dan cepat (revolusi) sangat dipengaruhi oleh ideologi yang mereka pakai. Prinsip be influence yang mereka gunakan sebagai stake holder melalui agent of change (al-waazi' addiiny) yang mereka miliki terbukti dapat mendistorsi semua hal yang hakiki.&lt;br /&gt; Paham yang mereka miliki sebenarnya telah diusung jauh oleh baginda Nabi Muhammad saw. sebagai insan kamil. Rasul mampu berinteraksi secara sempurna dalam berbagai hal baik interaksi horizontal (habl min an-nas) ataupun vertikal (habl min Allah), dengan kaum kecil ataupun kaum bangsawan, dalam bidang sosial politik, ekonomi, budaya, toleransi agama dan semua hal yang berkaitan dengan aktifitas kehidupan makhluk, dengan akhlaknya  yang mulia yang bukan hanya diakui kaum muslimin, namun juga oleh semua agama. Al-quran dalam hal ini berkomentar tentang akhlak Rasul&lt;br /&gt;وإنك لعلى خلق عظيم. القلم 4 &lt;br /&gt; "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be influence dalam hal ini sangat mempengaruhi dakwah Rasul pada saat itu. Dengan semangat dakwah yang dimiliki Rasul dengan cepat dan mudah bisa memperluas wilayah dakwah beliau. Selain itu kecerdasan yang dimiliki beliau dapat mempercepat perubahan di jazirah arab pada khususnya. Intelektual, spiritual, serta emosional question perfect dimiliki Rasul.  Bukan hanya Intelektualitas yang dimiliki Rasul sebagai seorang yang jenius dapat berpengaruh tetapi interaksi sosial secara fleksibel menjelma dalam diri baginda nabi dapat merubah seseorang, bukan hanya pengaruh sosial yang dimiliki beliau tetapi akidah mereka pun diubah dengan mudah.&lt;br /&gt; Manhaj  dakwah baginda seperti apa yang disebutkan dalam Al-qur'an surat ali-imran :159-160 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فبما رحمة من الله لنت لهم  ولو كنت فظا غليظ القلب  لانفضوا  من حولك فاعف عنهم واستغفر لهم  وشاورهم  في الأمر فإذا عزمت   فتوكل على الله إن الله يحب المتوكلين (159) إن ينصركم الله  فلا غالب لكم وإن يخذلكم  فمن ذا الذي ينصركم من بعده  وعلى الله  فليتوكل  المؤمنون (160)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati keras, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka,mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawkkal kepada-Nya".(159) "Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberikan pertolongan ), maka siapakah geranangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu'min bertawakal".(160)  &lt;br /&gt;Dakwah yang ada dalam masa Rasul dan sahabat terpusat dalam beberapa point  :&lt;br /&gt;1. Ideologi tentang pusat kosmos yang bertitik pada keesaan tuhan;&lt;br /&gt;2. Etika yang didasarkan syari'ah (akhlaq);&lt;br /&gt;3. Gairah kesuksesan  (Need For Achievment) dalam memberikan pengaruh (be enfluence) dakwah;&lt;br /&gt;4. Tidak adanya paksaan dalam berdakwah.&lt;br /&gt;Sangat berbeda dengan komunis yahudi yang mendasarkan teori mereka terhadap karl mark sebagai buah dari darwinisme yang berkembang di barat hingga sekarang. Point penting penyebaran ideologi mereka adalah :&lt;br /&gt;1. Ideologi yang mendasarkan pada materi sebagai pusat kosmos;&lt;br /&gt;2. Rusaknya etika dan moral ;&lt;br /&gt;3. Need for Achievment yang didasarkan pada imperialisme (isti'mary) barat;&lt;br /&gt;4. Pemaksaan, perusakan, dan pembunuhan jiwa manusia.&lt;br /&gt;Dalam manhaj dakwah yang mendasarkan pada zaman imperialime, kolonialisme, marxisme, dan darwinisme sebagai ideologi yang dapat merusak dan membunuh berjuta-juta jiwa yang bertebaran. Lenin, Stalin, dan Hitler sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam pembunuhan 50 juta lebih, karena mendasarkan ideologi seperti itu. Namun pembunuhan jiwa manusia pada zaman mereka, tidak jauh berbeda dengan zaman sekarang yang melebihi dari jumlah yang hilang karena kebengisan jiwa mereka. Bukan hanya pembunuhan secara terang-terangan yang terjadi, tetapi pembunuhan jiwa manusia melalui berbagai media yang mereka kuasai. Semua hal itu akan mengembalikan kita pada zaman jahiliyah yang mendasarka peradaban terhadap materialisme sehingga mengakibatkan rusaknya etika dan moral.&lt;br /&gt;Sangat berbeda dengan manhaj yang diterapkan Rasul yang mendasarkan pada ketuhanan sebagai titik kosmos dan Akhlaq sebagai dasar interaksi sosial masyarakat. Sehingga perubahan yang terjadi adalah keselarasan, keseimbangan sosial didalam kehidupan dalam semua aspek. Need for achivmen yang ada dalam islam bukan didasarkan pada nafsu dan syahwat setan, tetapi selalu didasarkan  pada kesabaran dan keikhlasan seorang al-Waazi'ad-Diiny dalam memperluas dakwah islam. Bukan karena kepentingan pribadi atau golongan, tetapi karena ikhlas menegakan, membela, dan berjihad di jalan Allah. Kalau itu bisa terimplementasikan,  maka kita akan kembali merasakan kehidupan zaman Rasul sebagai zaman yang paling baik, tertata sesuai syariat islam.&lt;br /&gt;Mungkin semua itu akan terjadi, tapi kapan? Sesudah bertebarannya mahasiswa al-ahgaff? mahasiswa ahqaff yang mana? Yang rajin, yang mumtaz, atau para putra bangsawan dari kalangan pesantren, atau para habib selaku pewaris dan generasi rasul? atau akan muncul seseorang dari kalangan biasa yang dapat fleksibel dalam semua aspek? &lt;br /&gt;Anda yang akan menjawabnya sendiri!!&lt;br /&gt;Atau, akan kembali ke teori barat ketika ada kebaikan maka white color crime (kejahatan kerak putih) dan black color crime (kejahatan kerak hitam) akan selalu ada. Atau, semangat meraih sesuatu yang hanya kita inginkan (Need For Achievment).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Mahasiswa al Ahgaff Univ. tingkat II, Pemerhati Sosial dan Budaya Islam. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-2134390212589302468?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/2134390212589302468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/need-for-achievment.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2134390212589302468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2134390212589302468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/need-for-achievment.html' title='Need For Achievment'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-7841087756456460596</id><published>2010-07-09T07:23:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:24:59.262-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HUMOR'/><title type='text'>Badui dan Keledai</title><content type='html'>Bebicara tentang orang baduwi, selalu ada alasan bagi kita untuk sekedar tersenyum geli karena ulahnya. Seorang baduwi datang ke Masjid jami' membawa seekor keledai.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika dia masuk masjid keledainya ditinggal di luar tanpa diikat. Kemudian saat dia keluar ternyata keledainya tidak ada. Diapun berteriak mengumpulkan orang-orang di sekitar masjid dan berkata dengan nada marah dan mengancam : "wahai para hadirin tetangga masjid, cepat kembalikan keledaiku yang hilang...!!!! jika tidak...." dia tidak meneruskan ancamannya. Salah satu hadirin pun bertanya : "jika tidak kenapa?" sang badui hanya menjawab dengan nada marah : "pokoknya kembalikan keledaiku, jika tidak...." kali ini tangannya diangkat sambil mengacungkan jari telunjuknya sebagai tanda ancaman. Orang-orang pada ketakutan dan akhirnya mereka bubar untuk segera mencari keledai itu. Tidak lama kemudian ternyata keledainya sudah ditemukan. Sebelum keledai itu diserahkan, ada salah satu yang hadir bertanya lagi : "tadi, jika kami tidak mengembalikan keledaimu, kamu mau apa?" badui itu menjawab : " jika tidak dikembalikan AKU AKAN BELI YANG BARU LAGI." Diapun pergi sambil membawa keledainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Musa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-7841087756456460596?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/7841087756456460596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/badui-dan-keledai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/7841087756456460596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/7841087756456460596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/07/badui-dan-keledai.html' title='Badui dan Keledai'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-1149705703445308322</id><published>2010-03-27T11:12:00.001-07:00</published><updated>2010-03-27T11:16:33.922-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUISI'/><title type='text'>INDAHNYA CERITA</title><content type='html'>Kadang aku teringat, saat saat semua disana&lt;br /&gt;Bercanda ria, penuh senyum  dan tawa&lt;br /&gt;Berkarya dengan dunia&lt;br /&gt;Mengukir cerita bersama&lt;br /&gt;Tampak indah.. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terlukiskan oleh kanfas&lt;br /&gt;Dan tak terbayangkan oleh angan angan&lt;br /&gt;Hanya jiwa yang setia nan abadi selamanya&lt;br /&gt;Tapi sekarang, hanya tatapan hampa&lt;br /&gt;penuh fatamorgana&lt;br /&gt;Inginku mendobrak masa &lt;br /&gt;dan kembali mengukir cerita&lt;br /&gt;tapi ternyata Hanya kenangan masa&lt;br /&gt;Tak mungkin lagi menghampirinya&lt;br /&gt;Biarlah pelangi itu sebagai saksinya&lt;br /&gt;Berikan warna indah dalam setiap jiwa&lt;br /&gt;Goresan indahnya cerita kita&lt;br /&gt;Hanya waktu yang akan membawa kita&lt;br /&gt;Penuhi cerita lalu &lt;br /&gt;Cerita indah kita bersama.&lt;br /&gt;Meski masa telah tiada&lt;br /&gt;Tapi hati akan selalu terjaga &lt;br /&gt;Mengingat masa lalu&lt;br /&gt;Masa saat kita bersama.&lt;br /&gt;Penuhi goresan tinta&lt;br /&gt;Dalam sebuah memori indahnya cerita&lt;br /&gt;Cerita kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarim, By: Pisces boy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-1149705703445308322?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/1149705703445308322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/indahnya-cerita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/1149705703445308322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/1149705703445308322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/indahnya-cerita.html' title='INDAHNYA CERITA'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-7390560126865339042</id><published>2010-03-27T11:09:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T11:10:58.212-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>COBALAH KELEZATAN AQWAMMEDIA</title><content type='html'>Oleh : saeva (Mustawa IV)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terima kasih kepada seluruh penulis aktif aqwammedia. Semoga karya-karya Anda selalu memberikan sumbangan pencerahan untuk segenap warga FORMIL dan sekitarnya. &lt;br /&gt;Dalam tradisi tulis-menulis di media umum, kritik-mengkritik merupakan hal yang wajar. Dan lebih dari itu beberapa tikaman kritik pedas yang sifatnya ditujukan kepada seseorang atau kelompok tertentu sangat tepat sasaran dan tidak jarang menimbulkan reaksi jauh melebihi maksud dari kritik itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah, sangat indah sekali tradisi yang telah dilahirkan oleh aqwammedia, saling menuangkan pemikiran masing-masing individu untuk saling memberi masukan yang diharapkan dapat memberikan kemajuan bersama melalui media tertulis yang dapat dinikmati semua orang. Tradisi seperti ini lebih baik daripada tradisi ghibah. Karena pembicaraan yang disampaikan melalui tulisan langsung dapat dibaca oleh orang yang dituju, sehingga seolah-olah kedua belah pihak pengkritik dan terkritik saling berhadapan. Dari sinilah tradisi tulis-menulis dapat dikatakan tidak termasuk dalam definisi ghibah. &lt;br /&gt;Namun, beberapa rakyat FORMIL yang tidak masuk dalam kelompok pengkritik atau yang dikritik sering sekali acuh dan bahkan enggan untuk sekedar menengok opini-opini tersebut. Karena dia tidak terlibat dalam maudlu' yang sedang dibicarakan para penulis aktif mading tersebut. Sehingga pembaca aqwammedia (untuk kolom opini) hanya beberapa orang saja. Dan hampir semua pembaca itu adalah orang yang berkepentingan dengan tema opini tersebut. Hal ini bukan salah para penulis, karena mereka telah melakukan jalur yang benar dalam mengutarakan opini mereka. Permasalahannya adalah rakyat FORMIL yang peduli pada FORMIL sangat minim. Sehingga tulisan-tulisan dalam aqwammedia yang bertema kritik atau masukan tidak mereka pedulikan. Bahkan ada yang hanya membaca judulnya saja kemudian berkomentar : "kurang kerjaan, bisanya hanya menyalahakan orang. mendingan menulis sesuatu yang ilmiah atau humor dari pada mempersoalkan permasalahan klasik seperti ini". Dari kalimat itu sangat tercermin ketidak pedualian orang tersebut terhadap perkembangan problem sosial. Dan orang seperti ini biasanya belum pernah mengirim tulisan di Aqwammedia.&lt;br /&gt;Selain kolom opini, kolom cerpen dan humor adalah kolom favorit pembaca yang tidak boleh dikesampingkan. Sayangnya dalam tiap edisi aqwammedia tidak banyak menampilkan kolom tersebut. Mungkin hanya kolom-kolom kecil saja. Ada dua kemungkinan mengapa tim redaksi tidak banyak memuat kolom humor. Pertama, kekurangan pengirim tulisan humor. Kedua, pengirimnya banyak akan tetapi karena arena yang sempit dan terlalu banyaknya halaman opini dan artikel akhirnya kolom humor banyak yang ditunda. Persoalan yang kedua dapat diatasi dengan cara memperkecil tulisan atau menyettingnya sebisa mungkin agar aqwammedia bisa optimal. Namun, untuk persoalan pertama, solusinya sangat sulit. Bukan karena rakyat FORMIL tidak suka humor, atau karena mereka tidak suka cerpen. Akan tetapi karena kebudayaan menulis belum kita miliki. Kebanyakan dari kita lebih suka bercerita dengan lisan dari pada bercerita dengan tulisan.&lt;br /&gt;Kolom lain yang sangat bermanfaat adalah artikel. Kolom ini sangat jarang sekali. Jika ada biasanya isinya sedikit sekali. Padahal dunia kita adalah dunia ilmiah yang sarat dengan pengetahuan. Akan tetapi, karena alasan waktu banyak penulis-penulis handal FORMIL yang tidak sempat mengirimkan artikelnya. Kepada para pembaca yang ahli dalam bidang ini, mohon untuk menyempatkan diri mengirimkan sedikit fawaid yang Anda ketahui. Karena pengetahuan yang anda sampaikan disini akan sangat bermanfaat untuk kami. Ala kulli hal, saya berterimakasih kepada teman-teman yang telah memberikan sumbangan artikel di aqwammedia ini terutama mas Gali.&lt;br /&gt;Rekan-rekan senasip dan seperjuangan, sebaiknya kita melihat Aqwammedia sebagai sarana untuk mengasah kemampuan kita. Kita coba untuk mengirimkan karya kita apapun bentuknya. Kemudian kita perhatikan, apakah karya kita digemari oleh masyarakat atau tidak. Atau apakah karya kita sudah baik atau belum. Atau apakah karya kita masih banyak memiliki kesalahan sehingga ada kemungkinan tulisan kita akan ditentang, dijawab atau akan dikritisi.&lt;br /&gt;Kepada Anda yang telah merasa mahir dalam bidang jurnalistik dan sudah tidak perlu lagi mengasah kemampuan, Jadikanlah Aqwammedia sebagai ajang menuangkan pemikiran Anda sekaligus mengajari kami tulis-menulis dari sela-sela karya Anda.&lt;br /&gt;Setelah kita mencoba untuk memproduksi karya, kemudidan kita hidangkan dalam papan mading,  mari kita bersama-sama menikmati kelezatan Aqwammedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-7390560126865339042?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/7390560126865339042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/cobalah-kelezatan-aqwammedia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/7390560126865339042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/7390560126865339042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/cobalah-kelezatan-aqwammedia.html' title='COBALAH KELEZATAN AQWAMMEDIA'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-2329863702341686801</id><published>2010-03-27T11:08:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T11:09:31.072-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>ASPEK BELAJAR PESANTREN VS ARAB</title><content type='html'>Oleh: Muhammad Ufi Isbar Bin Naufal*&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terkadang realita itu membuat kita terkecoh. Tak jarang seorang yang mulanya rajin ibadah, tersandung dengan realita akhirnya dia mengesampingkan ibadahnya dan diganti dengan bekerja. Tak sedikit pelajar yang rajin dan sering mendapatkan 'medali' penghargaan, harus berbalik setir untuk bekerja dikarenakan realita yang memaksa. Dan hal ini tidak dapat dipungkiri dengan mudah. Bisa dikatakan bahwa realita adalah 'si pemaksa ulung'. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat zaman modern ini, banyak realita yang menuntut untuk instant. Sarana dan prasarana dicurahkan untuk menginstankan semua hal. Mulai diciptakan mi instant yang siap saji hanya dengan beberapa menit saja, ada kereta yang berkecepatan tinggi, tentunya ini akan menginstankan waktu. Instant dan efesien merupakan ukuran masa sekarang. Dan tak ketinggalan pula, kurikulum pendidikan diolah se-instan dan se-efesien mungkin. Kursus kilat, les-les dan tetek bengeknya dimunculkan dan tak lain alasannya agar instant dan efesien waktu. &lt;br /&gt;Diantara lembaga pendidikan yang mulai "terkena polusi", yakni terpengaruh realita ini adalah pesantren. Lembaga ini merupakan lembaga tertua di Indonesia yang menelorkan pejuang-pejuang saat masa peperangan, mencetak kader yang dapat mewarnai bangsa. Lembaga ini pun mulai banyak menuai kritik dikarenakan tidak sesuai dengan realita, dan tidak relevan. Tidak relevan disini ditujukan pada metode pendidikan, bukan ajaran. Metode atau manhaj ta'lim dan ta'allum dengan system makna gundul ini yang mendapat sorotan. Banyak kalangan yang menilai ngaji bandongan dengan makna gandul ini tidak relevan dan sudah saatnya ditanggalkan. Mereka mempunyai beberapa argumen yang sangat tajam, diantaranya :&lt;br /&gt;1. kurang efesien&lt;br /&gt;Manhaj ini tidak efesien, karena membuang waktu. Waktu yang semestinya dialokasikan cukup satu jam untuk menerangkan,  akibatnya memakan waktu dua sampai tiga jam. Bahkan yang sering terjadi di lapangan adalah prioritas berlebih terhadap makna ketimbang pemahaman. padahal yang lebih vital adalah memahami isi kitab itu, sebab makna bukan kebutuhan primer. &lt;br /&gt;2. Melahirkan Ketergantungan&lt;br /&gt;Efek negatif lain dari manhaj ini adalah melahirkan rasa ketergantungan pada makna bagi santri. Seringkali kang santri (sebutan untuk anak yang belajar di kurikulum ini/pesantren, red) merasa sulit untuk membaca karena makna tidak tertera di kitabnya. &lt;br /&gt; Tapi, pendapat ini tidak semua benar. Tentunya, dalam semua hal terdapat sisi baik disamping sisi buruk. Dua hal ini, baik-buruk, siang-malam, cantik-jelek dan sebagainya adalah fenomena umum yang selalu berhadapan. &lt;br /&gt; Sisi positif dari metode "ngaji badongan" dengan dimaknai adalah membantu kang santri dalam masalah I'rob. Secara tidak langsung, kitab yang bermakna akan mengurangi kesulitan murid dalam ilmu gramatikanya. Contoh:&lt;br /&gt;Kalimat ALHAMDULILLAHI ROBBIL 'ALAMIN. &lt;br /&gt;Jika dimaknai akan menjadi: utawi sekabeani puji patang perkara iku tetep kagungane Allah kang mengerani wong alam kabeh. &lt;br /&gt;Di sini sangat jelas. Dalam metode memberi makna atau bahasa lain maknani sangat membantu. Dalam  perspektif gramatika arab alif lam yang tertera pada kata-kata AL HAMDU merupakan alif lam yang berfungsi istighroqul jinsi (mengandung arti menyeluruh dan luas serta memuat arti kull  (setiap/seluruh) ). Maka layak kiranya jika al hamdu diartikan setiap pujian atau seluruh pujian yang bahasa makna jawanya adalah sekabehan pujii patang perkara. Maksudnya adalah segala puji empat perkara. Kenapa harus empat? Karena pujian itu hanya berpusat pada empat hal. Yakni Sang Khaliq memuji makhluknya, atau sebaliknya yaitu makhluk memuji Sang Khaliq, atau Sang Khaliq memuji dzatNya sendiri dan yang terakhir adalah makhluk memuji sesama makhluk. Jadi tepatlah makna jawa yang diartikan utawi sekabehani puji patang perkara. Dan pada lafadz alamin itu merupakan bentuk plural dari kata alam. Maka tepat pula jika diartikan kang mengerani wong alam kabeh. Kata kabeh disini menunjukkan kata alamin adalah jama'. &lt;br /&gt;Sekarang mari kita komparasikan dengan terjemahan Indonesia. Maka kata ALHAMDULILLAHIROBBIL 'ALAMIN memiliki arti "segala puji bagi Allah yang menjadi tuhan alam semesta. Tentunya kita sudah dapat melihat titik kelemahannya. Yakni kurang jelas dalam arti 'segala puji'. Karena kata segala itu lebih global dan belum tahshilul maqsud, belum tercapai maksud. Meskipun sudah mendekati. Dan kata 'alam semesta' itu hanya mengartikan 'alam. 'alam adalah ma siwallahi, semua hal selain Allah. &lt;br /&gt;Jelas sudah sisi positif makna jawa. Dan sisi lain adalah melatih kesabaran dan membantu memahami. Dengan memaknai maka pemahaman kang santri akan terangsang sebelum ustadz menerangkannya. Bisa jadi rentang waktu untuk memaknai ini dijadikan even berharga bagi kang santri untuk meraba-raba maksud kata itu. Dan ketika ustadz menerangkan, kang santri hanya mengulangi memori pemahamannya. Dengan banyak mengulangi memahami, maka kang santri akan semakin lekat pemahamannya. Dengan tanpa memaksa kita dapat mengambil kesimpulan sebenarnya metode maknani itu lebih efesien. Kenapa? Karena makna jawa lebih membantu dalam gramatikalnya. Hal ini sangat mengurangi murid dalam menguras waktu untuk menilik lagi kitab gramatika (nahwu-shorof)&lt;br /&gt;Dan sistem yang sangat menguntungkan adalah banyak fase untuk memahami pelajaran. Fase pertama kang santri disuruh menulis bahan yang akan dikaji, kedua ustadz memaknai jawa bahan yang sudah ditulis kang santri dan terakhir dijelaskan. Patrian tiga sistem ini tentunya sangat membantu. Pada  fase pertama yakni tahapan menulis bahan yang akan disajikan. Santri dapat memahami sekilas dan melatih kemandirian dan ketelitian. Disamping tujuan yang lain yakni  melatih menulis dengan baik. Dan fase-fase berikutnya juga dipusatkan agar murid dapat memahami kitab dengan sempurna. &lt;br /&gt;Sekarang mari kita bandingkan dengan metode simposium, lokakarya, seminar atau yang lain. Dalam sistem seminar misalnya, hadirin akan disodorkan lembaran kertas yang sudah diketik dan ditulis oleh pemakalah. Kemudian hadirin akan dijadikan audiens atau mustami'in. benar ini merupakan metode efesien. Karena audiens hanya dipusatkan pada memahami makalah. Akan tetapi yang sering terjadi di lapangan adalah audiens sibuk (baik sibuk dengan hp, atau yang lain) dan tidak memahami makalah dengan benar, banyak pula yang tampak jenuh dan mengantuk. Daya serap tiap hadirin juga harus diperhitungkan. Apakah daya serap hadirin akan cepat seperti pemakalah menyampaikan lembaran makalahnya? Jawabnya adalah tidak semua bisa cepat memahami. Padahal waktu seminar ini terbatas. Maka efesiensi dalam memahami ini pun menjadi gugur. &lt;br /&gt;Lantas setelah menjajaki dan membandingkan beberapa metode tadi, kita akan mencoba menemukan titik temu. Dengan manhaj tanpa makna jawa ( sebut saja metode ala arab) keunggulannya adalah efesiensi waktu dan relevan dengan situasi, metode jawa mempunyai kelebihan seperti tersebut di atas. Maka metode yang tepat adalah penggabungan. Metode makna jawa tidak ditinggal sepenuhnya, dan metode langsung memahami tidak diterapkan sepenuhnya. Maka the mind solution adalah metode langsung memahami dengan menyuruh murid menyelami gramatika tiap katanya dengan sedikit menanyakan I'rab dan posisi kalimat itu. . Wallahu A'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Penulis adalah Mahasiswa tingkat III Univ. Al-Ahgaff, Tarim-Hadhromaut-Yaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-2329863702341686801?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/2329863702341686801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/aspek-belajar-pesantren-vs-arab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2329863702341686801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2329863702341686801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/aspek-belajar-pesantren-vs-arab.html' title='ASPEK BELAJAR PESANTREN VS ARAB'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-6017283903583187676</id><published>2010-03-27T11:01:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T11:06:53.368-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Peringatan Hari Anti-Korupsi</title><content type='html'>Oleh : Amir Faqih Qodafy*&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sehari sebelum pelaksanaan, tepatnya tanggal 8 Desember 09, direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti dalam seminarnya berkata, “Besok adalah momentum yang tepat untuk menyatakan kepada pemerintah yang korup, Polisi dan Kejaksaan yang korup bahwa tidak ada tempat bagi koruptor didunia ini”. Kompas.com 8/12/09.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Rabu tanggal 9 Desetmber 2009 kemarin, seluruh dunia bergemuruh memperingati hari antikorupsi. Tak ketinggalan, Negara Indonesia yang merupakan Negara terkorup juga turun lapangan dengan aksi Demonstrasi yang dilakukan di ibu kota Jakarta, wilayah dan daerah-daerah. Aksi besar-besaran ini menurunkan beberapa ribu Simpatisan, Aliansi, Ormas dan Organisasi-organisasi yang bergabung dalam anti-korupsi. Kepolisiaan  pun menurunkan lebih dari separuh personel untuk mengamankan aksi tersebut.&lt;br /&gt;Aksi demonstran tersebut menyadarkan kita bahwa korupsi adalah perbuatan yang sangat terkutuk dan dibenci oleh masyarakat, ini cukup menegur pemerintah yang selama ini berada dalam kemelut korupsi. Sepatutnya pemerintah menganggap aksi tersebut sebagai kritik membanguan, masyarakat sudah muak dan geram dengan kata korupsi,  Sejak awal reformasi bergulir hingga sekarang yang sudah berjalan lebih dari sepuluh tahun, korupsi belum saja tuntas, malah tambah merajalela. Korupsi seakan sudah membudaya. Tindakan korupsi merupakan tindakan yang selama ini menjerat bangsa berada dalam keterpurukan dan kesengsaraan.  Terlalu lama Negara Indonesia diobok-obok oleh kaum koruptor, Neoliberal, Neokolonial dan Neoimpreal, saatnya pemerintah sadar bahwa selama ini Negara disetir bahkan dikendalikan oleh para Mafia Hukum dan Markus (makelar khusus).&lt;br /&gt;Kasus yang menimpa dua pimpinan KPK Chandra M.  Hamzah dan Bibit dengan alasan penyalahgunaan wewenang tidak dapat dibuktikan secara konkrit oleh kepolisian. Ini salah satu bukti bahwa memang ada proses untuk mengkerdilkan dan mengkriminalisasi KPK yang selama ini aktif memerangi korupsi. Akibat kasus tersebut. Indonesia Corruption Watch (ICW), transparansi international Indonesia, dan lembaga swadaya masyarakat anti korupsi melaporkan Indonesia kepada sekretaris jendral PBB Ban Ki Moon di Jakarta, bahwa ada usaha menghalangi pemberantasan korupsi di Indonesia. Dilain pihak, BEM SI (Se Indonesia) bersuara. Dalam aksinya BEM SI mensinyalir “rangkain peristiwa tersebut merupakan suatu skenario besar dan serangan balik para koruptor dengan melemahkan KPK dan pengadilan Tipikor sebagai produk reformasi yang progresif dalam memberantas korupsi”. Tapi sayang,  yang benar tetaplah yang akan menang, kini keduanya (Chandra dan Bibit) diaktifkan kembali sebagai Pimpinan KPK.&lt;br /&gt;Disaat lembaga lain tidak dapat diharapkan. KPK datang membawa dan memberi sejuta harapan masyarakat, karena KPK lahir dari rahim masyarakat. Ini sebabnya, ketika KPK mau dikerdilkan fungsi dan wewenangnya, seluruh aktivis dan masyarakat berdoyon-doyon mengecam Polri dan Kejaksaan. Anies Baswedan (intelektual muda sedunia) yang juga Rektor Paramadina mengatakan, “bagaimana caranya kita menjaga semangat Indonesia untuk memerangi korupsi, bukan memerangi lembaga yang selama ini memerangi korupsi”. Masak jeruk-minum jeruk (sesama penegak hukum  saling menjatuhkan).&lt;br /&gt;Semoga aksi sosial tersebut, bisa membuka hati Para Koruptor yang Kotor Profokator. Selanjutnya kami ucapkan “selamat menjalankan kehidupan yang bersih Indonesiaku, semoga Tuhan yang maha kuasa mengangkis Indonesia dari keterpurukan moral dan semoga Allah selalu membimbing Negara Indonesia kepada jalan yang benar”. Wallahua’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*  Penulis adalah Pemerhati Sosial Kemasyarakatan, Mustawa  Tsani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-6017283903583187676?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/6017283903583187676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/peringatan-hari-anti-korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/6017283903583187676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/6017283903583187676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/peringatan-hari-anti-korupsi.html' title='Peringatan Hari Anti-Korupsi'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-4569040019620445479</id><published>2010-03-27T10:58:00.001-07:00</published><updated>2010-03-27T11:00:49.005-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT PINGGIRAN</title><content type='html'>(Kajian Analogisasi Teori Huruf Dalam Gramatikal Arab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Umamelsamfani*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alam diskursus tata bahasa Arab, aqsam kalam dibagi menjadi tiga; Kita mengenal kalimat isim, fi`il dan huruf. Tiga komponen itu merupakan pokok pembahasan gramatikal Arab. Secara singkat, pengertian kalimat isim ialah kata yang menunjuk langsung pada suatu benda tertentu, sementara kalimat fi`il sebagaimana masyhur, terbagi menjadi tiga bagian; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang merujuk pada kegiatan lampau (fi`il madli), ada pula yang berorientasi pada kejadian kini, proses yang sedang berlangsung dan yang akan terjadi (fi`il mudlari`, lil hal wa istiqbal), dan terakhir berbentuk perintah (fi`il amar, listiqbal). Selain dua kelompok tersebut, dalam gramatikal Arab dikenal juga kelompok ma siwa huma, la isma wala fi`la. Kelompok terakhir inilah yang saya analogisasikan sebagai kelompok masyarakat pinggiran, kekuatan akar rumput (gress root power ) yang dalam  terma nahwu disebut Huruf. &lt;br /&gt;Huruf sebagai kelompok masyarakat pinggiran, tentunya tidak berstatus apa-apa, ia bukan isim berkelas social elitis, ia bukan fi`il yang mempunyai kepentingan program jangka pendek atau jangka panjang sesuai keterlibatannya dalam lingkaran kekuatan jumlah ismiyah ataupun fi`liyah, hurufpun seakan tidak dapat memposisikan diri sebagai subyek yang mampu berdikari, ia sama sekali tidak memiliki kekuatan sempurna, kecuali keberadaannya bersanding dengan kalimat isim atau fi`il, karena hal itulah, bagi saya, huruf sangat tepat bila dianalogisasikan sebagai kelompok pinggiran yang perlu diberdayakan, disebut pinggiran karena secara bahasa huruf berarti pinggir, sementara secara power ia berada dalam posisi lemah (dla`ful makanah), sehingga untuk memastikan dan mengetahuinyapun, hanya cukup dengan tidak adanya tanda atau alamat yang terdapat pada isim atau fi`il. Ibn Malik dalam nadzam al Fiyah menyatakan; "Wal harfu lam yashluh lahu `alamah, Illantifa qabulihil `alamah", nadzam ini menurut saya -dengan tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau- sedikit menyisakan isykal dalam proses reaktualisasi substansi maknanya, ketika coba dianalogikan dengan upaya pemberdayaan masyarakat pinggiran yang memasang huruf sebagai ikon utamanya, namun demikian, keberadaannya sebagai inspirasi kajian ini sangatlah bernilai istimewa, setidaknya bagi saya pribadi, hal ini penting diapresiasi, sedikit isykal yang saya isyaratkan itu, karena pengertia umum nadzam tersebut seakan menutup pintu kemungkinan memberdayakan kekuatan huruf yang sesungguhnya amat potensial, walaupun secara kasat mata tidak bisa diketahui melalui tanda khusus yang ada pada isim atau fi`il, tetapi kekuatan maknawi yang ada pada huruf, sangat bisa dibuktikan efeknya, sebab huruf sendiri berperan sebagai penanda (alamat) bagi isim atau fi`il, ia memang tidak perlu tanwin untuk disebut huruf, ia pula tidak perlu menerima ta` ta`nits, karena ta` ta`nits sendiri adalah huruf, ia juga tidak butuh nun taukid, sebab nun itu sendiri adalah huruf, dan beberapa huruf lain yang khusus menandai isim atau fi`il. &lt;br /&gt;Itulah sebabnya, tawaran solusi suksesi pemberdayaan huruf, dengan memposisikannya sebagai penentu utama dalam satu waktu dan penyempurna jumlah dalam situasi dan kondisi berbeda ini, patut diwacanakan, ia bukan lagi sekedar huruf yang tidak mempunyai arti apa-apa, ia adalah huruf (masyarakat pinggiran) yang diproyeksi berpotensi menjadi motor perubahan tanpa harus diawasi, didikte dan dikawal ketat kekuatan system tertentu, dan karenanya, huruf bisa saja menjadi ikon massal bagi kelompok isim dan fi`il sebagai representative masyarakat modern berkelas social tinggi, walaupun demikian, kemandirian karakter huruf dan independensinya dalam merubah diri dan masyarakat bangsa masih tetap dapat diandalkan. Posisi huruf laksana Tsuraya dalam gugusan bintang, planit merkurius dalam tata surya dan asas membentuk kalimat. Tanpa huruf, selamanya tidak akan pernah ada kalimat. Huruflah yang menentukan ada tidaknya kata, huruflah yang menjadikan keserasian bahasa (fashahah kalimat) atau kerancuan dalam susunan kalimat (tanafur), ialah yang jika satu sama lain berpisah, dengan sendirinya susunan kalimatpun akan bubrah, huruf sangat mungkin didayagunakan potensi juangnya bila diberdayakan dengan merapatkan barisannya, ia akan menjadi kekuatan pinggiran yang siap menggulingkan kemapanan system yang sewenang-wenang, kekuatan huruf yang ada pada masing-masing karakternya, secara alamiah sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi sebagai kekuatan dahsyat yang mematikan, dan ia akan lebih bernilai istimewa ketika bersatu padu dalam rangkaian kata-kata mutiara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huruf, Representasi Masyarakat Pinggiran&lt;br /&gt;Dari argumentasi pengantar itu, dapat disimpulkan, bahwa keberadaan huruf muncul sebagai representasi kekuatan masyarakat bumi yang benar-benar membumi, tanpa menafikan makna filosofi "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung", karena apapun profesi atau posisi kita dalam masyarakat, berstatus social tinggikah, menengah, bahkan lemah sekalipun, kita wajib memainkan peran nyata layaknya tradisi fi`il, atau seperti isim yang selalu berperan aktif mengharumkan status social masyarakat setempat melalui predikatnya. Tentu semua kita sepakat dengan ide-ide segar itu, tapi bagaimanakah cara kita memberdayakan masyarakat pinggiran (huruf) menjadi bagian penting dalam menyempurnakan makna filosofis tamsil tersebut. Kita harus melaksanakan nilai-nilai ajaran yang bersumber pada kekuatan persatuan dan kebersamaan membangun karakter bangsa, yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur dengan saling memberi peluang beraktifitas positif, berkarya kreatif, inovatif, konstruktif bagi setiap elemen masyarakat di lingkungan kita dalam segala hal yang dapat memacu terciptanya tatanan masyarakat pinggiran yang lebih baik, membangun kekuatan relasi dan kemitraan dalam berorganisasi, membudayakan sharing idea dan take and give demi kesempurnaan proses pemberdayaan masyarakat disegala lini kehidupan. Dari sinilah, huruf dapat diprediksi sebagai kekuatan baru yang paling siap menggantikan posisi struktur kalimat isim atau fi`il dalam situasi krisis power (minal huruf  lidzdzuruf).&lt;br /&gt;Ibn Malik dengan tegas menyebut status huruf (masyarakat pinggiran) sebagai mustahiq lil bina, yang kerap disandarkan pada pengertian konservatifisme, anti modernisasi, kampungan, ndeso, tulalit, oneng, oon, bloon, dan istilah miris lainnya. Bagi saya, dalam kajian social, masyarakat huruf tidak berarti sama sekali tidak memiliki kekuatan, karakteristik, potensi, budaya dan kemampuan intelektual di atas rata-rata, kenyataan ini saya kemukakan bukan tanpa validitas data riil, bahkan jika menganut pendapat Ibn Khaldum, sejarawan muslim berdarah Hadhramaut dalam Muqaddimahnya, justru kemajuan besar dan kekuatan mental superior itu banyak tumbuh dari kaum badawi (kelompok masyarakat pedalaman Arab) yang disebutnya sebagai pemberani, anti basa-basi dalam mengungkap kebatilan penguasa demi tegaknya kebenaran. Dalam diskripsinya, Ibn Khaldun menyebut keberanian mereka para badawi itu tampak ketika datang menemui seorang raja atau penguasa, ketika itu mereka datang dengan tombak terangkat tinggi seakan menantang kekuatan istana (raja atau penguasa) yang dzalim dan semena-mena dalam menerapkan kebijakan public, bahasa mereka lugas namun tegas, mereka seakan ingin memudarkan pamor protokoler yang menjadi pakem pemerintahan atau kerajaan, mereka meninggalkan aksi sakralisasi penghormatan dalam bentuk sujud dan membungkukkan badan di depan penguasa dzalim, mereka datang dengan dada tegap, mereka itulah yang oleh Ibn Khaldun disebut sebagai pioner perubahan sejati, masyarakat pinggiran yang mampu mendobrak kebatilan dengan segala kemampuan yang dimilikinya, mereka itulah simbol perubahan, modernisasi yang sesungguhnya, hanya masyarakat kampunglah (badawi) yang lebih pantas disebut sebagai kelompok anti kemapanan, mereka lebih memilih berubah menuju kesempurnaan dari pada bertahan dalam himpitan dan genjetan penguasa dzalim yang tak berprikemanusiaan. Bahkan mereka berani mempertaruhkan darah, harta benda atau nyawa sekalipun, mereka leluasa melakukan segala keinginannya itu, karena tidak terikat aturan-aturan berlatar belakang kastanisasi, status social (priyai, abangan), material (kaya, miskin), intelektual (pintar, bodoh) dan pembeda lainnya.&lt;br /&gt;Ironisnya, pengelompokan masyarakat banyak pula ditemui di lingkungan lembaga pendidikan kita dengan memfokuskan tingkatan title atau besar-kecilnya nilai dalam beberapa materi pelajaran yang dievaluasi temporal dalam memulyakan dan memposisikan seseorang sebagai bagian penting dalam masyarakat. Menyikapi hal itu, Mahbub Junaidi, mantan ketua PBNU, kolomnis kondang era tujuh puluhan itu pernah menyatakan, bahwa karya tulis yang disebut ilmiah sering diidentikkan oleh sebagian masyarakat, dengan tulisan-tulisan atau karya-karya yang sulit difahami, atau yang membawa istilah bahasa asing yang tidak biasa digunakan (gharabah), al hasil, Mahbub menyimpulkan, bahwa wacana "aneh" itu sebagai aliran neo primordialisme, dengan mengindikasikan tulisan ilmiyah yang harus ditulis seorang sarjana, magister, doctor, professor atau harus paham bahasa asing, harus sulit dimengerti banyak kalangan dan tidak seperti biasanya, wacana ini jelas sangat mempengarui proses pemberdayaan kualitas pendidikan masyarakat pinggiran (huruf) yang mayoritas hanya berpendidikan rendah atau menengah, karena dengan wacana "intimidasi" itu, berarti telah membunuh kesempatan masyarakat awam dalam berekspesi dan berkarya. &lt;br /&gt;Relevansi dan kekuatan substansi kritik Mahbub Junaidi itulah yang dalam kajian ini, ingin saya jadikan pelecut semangat bagi saya pribadi dan shabat mahasiswa universitas al Ahgaff untuk terus berlatih otodidak dalam berkarya melalui media tulis yang telah tersedia, dengan berani mewacanakan ide, serius menaggapi opini atau essai, demi percepatan proses pemberdayaan kita sebagai bagian pinggir kekuatan kelompok lain yang meligkupi. Dalam teori nahwu, upaya memasyarakatkan masyarakat dengan tanpa membedakan kelas sosialnya, adalah target awal yang harus dicapai oleh kaum huruf untuk memposisikan diri sebagai subyek dan bukan selamanya sebagai obyek dengan memberdayakan fungsi huruf istifham yang memiliki kekuatan control, mengawasi, menanyakan tentang suatu hal terkait laju aktifitas, kekuatan institusi dan organisasi-organisasi yang melingkupi, terkait beberapa kebijaksanaannya yang berimplikasi langsung terhadap keberadaan kita sebagai kaum hurufi. Melalui proses pemberdayaan kelompok huruf (istifham) ini, diharapkan mampu mengimbangi kerancuan informasi dan kesimpangsiuran aturan atau kebijakan dengan pro aktif bertanya, mengawasi dan mengkritisi, menggunakan media "institusi huruf istifham" seperti, hal, kam, mata, aina, man, ma dan lain sebagainya, atau  dengan cara melengkapi struktur jumlah ismiyah dengan menyisipkan huruf jar, dan cara lain seperti menjadi tanda bagi kalimat isim atau fi`il yang menunjuk makna mudzakkar atau mua`annats, seperti  karim, karimah, shahih, shahihah, ya`lamu, ta`lamu dan lain-lain. &lt;br /&gt;Setelah memahami potensi dan kekuatan huruf yang cukup menjanjikan harapan dalam mewujudkan perubahan dan pemberdayaan masyarakat pinggiran, maka tinggal satu hal yang harus segera kita lakukan bersama, yaitu kesanggupan kita saling bersatu padu mewujudkan harapan mulia itu dengan menyandingkan huruf-huruf yang masih terpisah, untuk dijadikan kekuatan "kalimat isim" atau "kalimat fi`il" baru yang siap menggeser kemapanan "kalimat isim" atau "kalimat fi`il" lama melalui  penggabungan persepsi (tajmi` `ara`). Bila keberadaan huruf-huruf itu dihimpun dan disatupadukan, maka kekuatan menyampaikan aspirasi dalam bentuk kalimat, segera dapat terwujud nyata. Kita tinggal memilih desain bahasanya saja, sehingga "kalimat isim atau fi`il" baru itu dapat disampaikan dengan sangat mengesankan, terhindar dari kerancuan (tanafur), tidak saling berbenturan kepentingan antar sesama huruf,  tidak terkesan asing didengar (gharib), dan tidak sulit difahami penerimanya. &lt;br /&gt;Lantas pertanyaannya, seperti apakah bentuk "kalimat isim atau fi`il" baru yang memenuhi kriteria ideal?. Tentang hal itu, tentu sangat bergantung situasi dan kondisi tertentu untuk mengekspresikan tulisan untuk menjadi sebuah kalimat yang mencerahkan. Apakah kalimat baru itu harus berbentuk sya`ir, puisi, cerita, natsar, diskripsi, argumentasi, opini, esssai, counter wacana dan lain sebagainya, itu bukan masalah. Tapi secara pribadi, saya lebih cendrung memilih menguatkan karakter yang ada pada masing-masing huruf itu sendiri sebelum melangkah lebih jauh menyusun kata-kata, seperti contoh; Kelompok huruf istiham (masyarakat pinggiran yang memiliki kekuatan kritik konstruktif) umpamanya, harus diberdayakan untuk terus melakukan koreksi konstruktifnya dengan menempel ketat setiap statemen jumlah ismiyah atau fi`liyah (kekuatan system) yang tidak jelas arah maknanya, sementara huruf "inna littaukid" diberdayakan sebagai penguat dan penegas kebijakan tertentu yang diambil demi kemashlahatan bersama, di sisi lain huruf lam, berupaya memberdayakan fungsi kontrolnya dengan menegasikan tuduhan miring yang dihembus untuk melemahkan semangat pengawasan antar sesama yang kini mulai tumbuh dalam bentuk kritik-kreatif dalam beropini melalui wacana citizen journalism (jurnalistik warga), atau dalam istilah nahwu akrab dikenal dengan sebutan "amil nawasikh" yang bertugas sebagai "kekuatan sayap" dalam merubah kemapanan jumlah (struktur kalam). Kekuatan yang saya maksud mengacu pada kekuatan huruf yang memiliki peran taghlib, taqlib, takhrif, ta`kid dan lain sebagainya, bahkan huruf  illat dan ziyadah sekalipun (masyarakat pedalaman yang sama sekali tidak memiliki kekuatan materi maupun immateri) dalam teori gramatikal Arab masih dapat mempengaruhi kalkulasi makna politik kekuasaan (tarkib kalam), seperti merubah makna lazim ke muta`addi, dengan menyisipkan huruf hamzah atau memasang huruf nafi sebelum fi`il mudlari` untuk merubah makna menjadi madli, dan masih banyak contoh lain upaya pemberdayaan huruf dalam rangka ikut serta membangun kesuksesan bersama menyampaikan makna pesan kebaikan yang terorganisir dalam struktur kalam yang rapih, mengesankan, menarik perhatian, tepat sasar (muqtadlal hal) dan dapat diterima dengan baik oleh semua kelas social masyarakat. Analogisasi konsep yang diserap dari ilmu nahwu itu, kemudian dipadukan secara cermat ke dalam ilmu balaghah seputar pengertian fashahat kalimah wal kalam, yang mengharuskan struktur kalimat rapi, tidak rancu bahasa (tanafur), dan tepat dalam memilah kata popular (ghair gharibah wa mukhalafatul wadli`) dengan memperhatikan kemampuan penerima pesan bahasa yang disampaikan (mukhatab). &lt;br /&gt;Klaim bahwa masyarakat huruf tidak berdaya, dicap mustahiq lil bina, statis, anti peradaban dan perubahan ternyata masih mampu membalik kenyataan dan bahkan merombak arah makna jumlah ismiyah atau fi`liyah yang sudah mapan, dengan berbekal keyakinan, ia bisa menembus tembok kategoris kalimat isim dan kalimat fi`il, ia berani mengetuk pintu berulang kali dan boleh jadi mendobraknya, bila cara diplomasi santun berbahasa tidak sukses mencairkan situasi yang membelit kehidupannya dan menghimpit status sosialnya. Seakan-akan bagi huruf, status kehurufan bukan berarti harus lemah secara maknawi, atau bahkan tidak bisa berbuat apa-apa, padahal ia mampu bermakna dan memaknai kehidupan, sebagaimana kalimat isim atau fi`il yang memiliki status makna berbeda, ia pun kadang hadir mengacak pemahaman dan kemapanan yang ada, sebagai bentuk protes keras dan perlawanan atasnama institusinya, hal ini sebagaimana silang pendapat nahwiyin dalam menentukan status "laysa", antara disebut sebagai kelompok fi`il menurut madzhab jumhur yang diyakini Ibn Siraj, ulama gramatikal Arab pertama yang menyatakan laysa bukanlah huruf, atau seperti al Farisi dalam sebagian pendapatnya yang didukung oleh Abu Bakar bin Syuqair dengan menyebutnya sebagai huruf. &lt;br /&gt;Ketidak selarasan pendapat para nuhat ini pulalah yang memicu huruf sebagai kelompok oposan cukup kuat, disegani dikalangan struktur jumlah ismiyah ataupun fi`liyah, koreksi dan intensitas reaksinya yang sangat tinggi sekali tampak dalam target kelompok huruf (masyarakat pinggiran) yang berafiliasi langsung dalam wadah masyarakat anti penguasa (nawasikh al mubtada), mereka mayoritas memilih garda depan sebagai pangkalan melancarkan  &lt;br /&gt;aksi-aksinya, sebut misalnya "inna corporation" (inna wa akhawatuha), al huruf al musyabbah bi laysa (ma, lata dan in), atau huruf nafi dan nahi, ada pula yang di tengah kalimat, seperti istitsna` bi illa, taqdir bi huruf jar, washal bi huruf athaf dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Jika teori hitam di atas putih ala ulama nahwu itu dapat dikaji seara kontekstual, atau dianalogisasikan sedemikian rupa, selayaknyalah bagi kita mengapresiasi hal itu dengan mencoba mereaktualisasikan konsep dasarnya pada tataran praksis. Kenapa teori gramatikal Arab ini tidak kita coba untuk dijadikan pedoman penyeimbang beberapa konsep lain dalam proses membangun kekuatan masyarakat pinggiran (huruf) melalui pemberdayaan karakter bertahap, sebagaimana teori Ibn Malik dalam al Fiyahnya, al Imriti, Ajurumi, Qatrunnada, Syudurudzahab, Usul Nahwu, Ibn Aqil dan lain-lain, sehingga kita tidak harus selalu menganut teori-teori hitam di atas putih yang dibangun melalui kegamangan berfikir dan skeptisme nalar tentang apa sesungguhnya alam berikut makhluk social yang mengitarinya, apalagi ada missi destruktif dan banyak pemahaman yang meracuni kesucian dan kemurnian keyakinan kita pada   Allah sebagai dzat sang pencipta. Sudah sangat banyak hasil penelitian akademisi yang dikembangkan sebagai teori sosial pemberdayaan masyarakat pinggiran yang teorinya lebih didominasi kekuatan akal belaka dan sedikit sekali -untuk tidak menegasikan keseluruhan- yang merujuk pada sense kekuatan bahasa agama (mukjizat alqur`an dan proses pewahyuannya) yang ghair ma`qul menurut para orientalis, karena mereka memang tidak mengimani keberadaan al qur`an sebagai mu`jizat Nabi, sementara kita mengimaninya sebagai al ghaibiyat dan bentuk nyata ta`abbudiyah. &lt;br /&gt;Dengan mencoba mengaplikasikan muatan arti dari teori huruf ini ketataran praksis, sedikit demi sedikit kita memulai langkah menggali kembali kekuatan fitur bahasa al Qur`an yang mulai memudar di kalangan kita sendiri, padahal sesungguhnya, untaian bahasa Al qur`an sangat mengagumkan pembacanya dan mengesankan bagi para pendengarnya. Benar…, "Inna hadzal qur`ana yahdi lillati hiya aqwam, wa yubassyirul mu`minimal ladzina ya`malunash shalihati anna lahum ajran kabira" (al Isra`/9). &lt;br /&gt;Akhirnya, bila Rosihan Anwar, wartawan senior Indonesia kerap menutup tulisannya dengan meminjam gaya bahasa penyiar radio BBC; "for now good bye", maka saya lebih enjoy mengutip koreksi Imam Assubqi atas kesimpulan Ibn Hajib dan al Amidi tentang masalah khilaf lafdzi dalam ushul fiqh, dengan bahasa khas yang memukau, beliau berkata; "Laula hadzal ikhtishar, la`awqaftuka `ala a`jabil `ujab". Andai saja tidak karena demi meringkas tulisan ini, sungguh akan saya jadikan anda terdiam seraya berdecak kagum atas banyak hal lain yang sangat sensasional (terkait diskursus gramatikal Arab seputar teori huruf ini). "Wahwa bisabqin haizun tafdlila mustaujibun tsanaiyal jamila". Yassalam isy min kalam !  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Jurnalis dan Mantan Ketua Umum FORMIL 2008-2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-4569040019620445479?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/4569040019620445479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/memberdayakan-masyarakat-pinggiran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4569040019620445479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4569040019620445479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/memberdayakan-masyarakat-pinggiran.html' title='MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT PINGGIRAN'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-6423782214103967183</id><published>2010-03-03T01:19:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T01:21:14.807-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>DISKUSI PERDANA; FIQIH ANTROPOSENTRIS</title><content type='html'>Oleh: Departemen Pendidikan&lt;br /&gt;Di akhir presentasinya, Saudara Birrul Alim menyatakan, proyek besar yang sengaja dibangun oleh pencetus fiqih antroposentris ini adalah masyarakat Islam ke depan akan lebih leluasa melakukan apa yang dianggapnya keadilan tanpa harus mempertimbangkan apakah perbuatannya ini selaras dengan pesan-pesan yang tersirat dalam al-Quran dan al-Hadits atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;. “Sejauh manakah kebenaran argument fiqih antroposentris? Apakah konsep-konsep yang diracik dalam fiqih ini sudah benar relevan untuk zaman modern sekarang?” Itulah point yang mengemuka dalam diskusi perdana FoKuS Indo – Forum Diskusi Mahasiswa Indonesia – yang bertajuk FIQIH ANTROPOSENTRIS. Dalam seri pertama, Pemakalah mempresentasikan item-item utama terkait konsep dan tujuan fiqih antroposentris. Pemakalah malam itu (Lailatul ‘Arafah, Rabu, 25/11/2009 M) Saudara Birrul Alim, Ketua Departemen Pendidikan FORMIL ( Forum Mahasiswa Indonesia Al-Ahgaff ). Turut hadir dalam meramaikan diskusi perdana ini, ketua FORMIL ‘09-‘10 M, Saudara Abdul Mu’iz, dan Saudara Khotibul Umam, mantan ketua FORMIL tahun lalu. &lt;br /&gt;Selama kurang lebih tiga puluh menit, Birrul Alim memperkenalkan wacana fiqih antroposentris ini. Antroposentris, apa tuh? Fiqih yang lebih memihak terhadap ‘hak-hak kemanusiaan’ ketimbang ketuhanan, ujar sang pemakalah. Dari katanya, kelihatannya asing. Ternyata, fiqih antroposentris sebenarnya nama ‘keren’ dari Fiqih Lintas Agama. Terbukti sebagian besar isi makalah mengutip dari buku Fiqih Lintas Agama karya Tim Penulis Paramadina. Fiqih ini lahir dari keprihatinan terhadap konsep fiqih klasik yang cenderung mengedepankan pandangan antogonistik bahkan penolakan terhadap komunitas agama lain hingga berimplikasi meng-exclude atau mendiskreditkan mereka. Sebelum mengenalkan konsep, Birrul Alim memaparkan bahwa Masyarakat Islam Indonesia secara khusus dan masyarakat Islam Internasional secara umum membutuhkan fiqih wajah baru yang lebih acceptable dan aplikatif untuk menjawab tantangan masyarakat modern yang selalu berkembang dan membangun masyarakat yang inklusif-pluralis. &lt;br /&gt;Di akhir presentasinya, Saudara Birrul Alim menyatakan, proyek besar yang sengaja dibangun oleh pencetus fiqih antroposentris ini adalah masyarakat Islam ke depan akan lebih leluasa melakukan apa yang dianggapnya keadilan tanpa harus mempertimbangkan apakah perbuatannya ini sesuai dengan pesan-pesan yang tersirat dalam al-Quran dan al-Hadits atau tidak. &lt;br /&gt;Selanjutnya, sesi tanya-jawab sepintas teks makalah. Ada sekitar empat peserta yang mengajukan pertanyaan sekaligus kritikan. Diantaranya, Saudara Khotibul Umam. Penasihat FORMIL ini mengkritik struktur atau sistematika penulisan makalah yang menurutnya cukup amburadul dan kurang proporsional. Masih amburadul sebab peletakan tujuan yang seharusnya sebelum penutup malah justru diletekkkan di awal sebelum pendahuluan. Dia pun menilai kurang proporsional karena penulis tidak menyinggung terlebih dahulu pembahasan fiqih teosentris melainkan langsung mengangkat judul fiqih antroposentris padahal buku yang dijadikan acuan jelas sedang membandingkan antar-keduanya serta mengajak maju dari fiqih teosentris menuju fiqih antroposentris. “Jadinya, kita agak bingung, kog langsung antropo? Mana lawannya?. Namun, terlepas dari itu semua, saya sangat menghargai dan memberi dukungan setinggi-tingginya”, tegas Saudara Umam menutup pembicaraan.&lt;br /&gt;Acara malam itu kemudian beranjak ke bagian inti. Pada sesi utama ini, ternyata tidak sedikit yang membantah konsep-konsep di atas bahkan boleh dikatakan semua peserta masih memilih dan sangat berpihak pada fiqih rintisan ulama salafus sholih. Untuk mengkaji kebeneran dan relevansi fiqih ini, Saudara Badrut Tamam menyarankan, “Mestinya, kita fokus ke inti dasar perumusan fiqih antroposentris ini, bahwa fiqih ini berkiblat penuh pada kemaslahatan yang hanya diukur oleh akal sehingga mengabaikan al-Quran dan al-Hadits. Jikalau dasar ini diterima, maka konsep-konsep lain tidak perlu dibahas. Hemat saya, Jelas sekali dasar ini amat bertentangan dengan cara pandang islam itu sendiri. Meski diberi akal, Manusia tanpa tuntunan wahyu justru tak akan mencapai maslahat tapi malah terjerembab dalam lembah mafsadah”, tegas ketua pendidikan PPI Hadlromaut ini dengan mengutip pendapat Dr. Muhammad Sa’id Ramadan al-Buti dalam Kubro al-Yaqiniyatnya. &lt;br /&gt;Masih sekitar maslahat, Saudara Abdul Mu’iz menambahkan. Dengan refrensi kitab al-Muwafaqot karya Abi Ishak Asy-Syathibi, Maqoshid as-Syari’ah karya Ibnu ‘Asyur, dan Mausu’ah Islamiyah karya Dr. Wahbah Zuhaily, Muiz menjabarkan bahwa Ulama sepakat menjadikan Hifdzud Din (menjaga agama) sebagai nomor satu dan paling utama di atas empat tujuan syari’at yang lain. Dengan menggunakan konsep kunci seluruh pemikiran Islam, Mashalih al-‘Ammah  (atau memperhatikan kepentingan umum), asy-Syatiby (w. 790 H), seorang ulama fiqih kondang dari Andalusia, mujaddid abad ke-8 H, berusaha melueskan teori kaku dari ushul fiqih dengan merumuskan Maqashid asy-Syar’iyyah (Tujuan Syariat), yaitu memelihara –dalam arti luas- agama, akal, jiwa, keturunan, dan harta benda. Komponen-komponen itu secara bulat dan terpadu menata bidang-bidang pokok dari kehidupan manusia.“Bahkan Ibnu ‘Asyur”, lanjut Mu’iz, “menambahkan satu tujuan syariat lagi”. Kemudian untuk mengahapus asumsi bahwa fiqih klasik lebih memihak kapada Tuhan, Mu’iz masih mengutip statement Ibnu ‘Asyur. “Menurut beliau, Manusia diciptakan Allah untuk beberapa tujuan dan misi; Liya’budun, sebagai Kholifah fil Ardl, dan sebagainya. Lah, dari semua tujuan tersebut, terbukti bahwa pada hakikatnya, Allah tidak butuh semua itu dan justru amat menguntungkan manusia”. Ada lagi peserta yang mendukung pendapat Mu’iz dengan landasan Hadits Qudsi riwayat Abi Dzar al-Ghifari, Ya ‘Ibadiy, Law Anna Awwalakum wa Akhirokum wa Insakum wa Jinnakum kanu ‘ala Atqo Qolbi Rojulin wahidin minkum, Maa Zada Dzalika fiy Mulkiy Syaian…..(Hadits ke-24 dalam Kitab Arba’in Nawawi).            &lt;br /&gt;Namun, Sang Pemakalah tetap konsisten pada presentasinya. Birr berusaha menopang serangan-serangan forum dengan memetik kisah Raja Anusyarwan yang tak jarang dikutip dalam berbagai kitab tafsir, katanya. Singkatnya, Raja yang beragama majusi ini mampu membangun masyarat yang amat makmur dan tentram tanpa tuntutan wahyu.&lt;br /&gt;Berbeda dari rekan-rekan sebelumnya, Saudara Candra mengambil posisi yang fair terhadap fiqih antroposentris. Dia lebih menilai unsure-unsur yang melatarbelakangi terlahirnya fiqih macam ini. “Latar belakang tercipatanya fiqih ini adalah semacam pemberontakan terhadap fiqih klasik yang terlalu indinvidualis”, terangnya. Maklum saja konsep-konsep dalam fiqih ini sengaja didesain sedemikian rupa yang amat modernis, populis, dan memprioritaskan yang sosial. Begitu pula dengan Risan. Dia menganggap fiqih ini merupakan trobosan baru dari sekian desakan-desakan dan syubah fitnah yang terus berkecamuk dalam dunia terutama setelah ledakan gedung WTC. &lt;br /&gt;Banyak sekali diskusan yang ingin menyumbang pikiran. Mereka terus mengangkat tangan ingin ikut andil. Moderator, Saudara Hafidz, sampai bingung mau milih siapa sambil mengingat waktu yang semakin larut malam. Malam itu memang penuh kritik dan counter  dari para diskusan atas fiqih yang –menurut pengusungnya- lebih bijak dari fiqih klasik.&lt;br /&gt;Meski makalah baru dipublikasikan dua hari sebelum hari-H, Diskusi ini dihadiri cukup banyak peserta. Bahkan tempat duduk yang disediakan tak tersisa. Sampai panitia berinisiatif untuk menggelar dua karpet lagi untuk menampung peserta yang tidak kebagian tempat. Ini menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi dari para peserta diskusi. &lt;br /&gt;“Semoga iklim ini dapat dijaga dengan baik”, harap penulis dalam hati ^_^.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarim-Hadhramaut, Sore Jumat 10 Dzulhijjah&lt;br /&gt;Happy ‘Iedul Adlha Day&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-6423782214103967183?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/6423782214103967183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/diskusi-perdana-fiqih-antroposentris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/6423782214103967183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/6423782214103967183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/diskusi-perdana-fiqih-antroposentris.html' title='DISKUSI PERDANA; FIQIH ANTROPOSENTRIS'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-5893990113748492036</id><published>2010-03-03T01:15:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T01:17:22.569-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUISI'/><title type='text'>AKU TAK PEDULI</title><content type='html'>Ketika jemari lincah berselancar di tulis komputer merangkai kata, ada ragu mencela tanya: “zhen menulis puisi?”.  Mungkin ya, mungkin tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepeninggal rindu, aku menetap bersamamu mengosongkan peluru. tabir pernah terbuka di depan mata kita, tapi kita tak pernah tahu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segalanya seperti kegelapan yang sempurna, utuh, dan komplit. berulang kali kita bilang, "kesunyian adalah teman". di antara lekuk wajahmu yang kuraba selagi kau tertidur itulah tempat kesunyian berada. lekuk-lekuk itu bukan milikku dan tak pernah aku miliki. asal kau mengerti" aku tak peduli”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin telingaku sudah tak lagi mendengar bunyi. bahkan tiktak jarum jam tak ingin menggiring waktu menjemput malam dan pagi. hanya asap berterbangan, menjingkati wajahku. kelopak matamu terkatup tak terganggu, menyisakan sejuta damai yang tak pernah lagi kuimpikan. dunia sudah terlalu bising, seperti tanganku yang tak henti berbicara kepada dawai-dawai gitar. ingin kubisikkan di telingamu: "waktu sudah berhenti", tapi kau harus kembali, membawa segala kepalsuanmu dan meninggalkanku di sini bersama benih mati matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambaian pelangi dimalam tadi menemai aspirasi dimensiku coba tuk mengambil takdir tuhan dan menguburanya di samudra kedamaian, dikesendirianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu bagi hatiku adalah permata yang enggan hilang dari gulungan darah dan aliran nadi nadiku, tapi ku mohon pada putri penakluk "biarkan aku membawamu kelahatku" walupun kau harus dibawa pangeran dari pelangi yang kau impikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lekuk tubuhmu dihatiku hanya pengantar cinta dan kerinduan yang di titipkan tuhan padamu untukku, karena aku nyakin kedamain mentari di akhir malam dan cahaya bulan di senja ini adalah bagian dari cintamu untuku bukan cahaya untuk istana pangeran penjemputmu.&lt;br /&gt;Tak ada sesal yang menjatuhkan samudraku karena ku yakin kau bahagia disana, diujung kepediahan perihnya jiwaku tanpa bulatnya rona matamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu kenyakinanku bintang yang kita tanam di dalam hati yang tak akan menghianati kasih suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila cinta suci hanya cerita dari negri dongeng berikan padaku peta menuju negri itu.&lt;br /&gt;Luapan rindu membatu ketika kau yakinkan kepergianmu yang tak berujung kembali.&lt;br /&gt;Debu dan ombak pantai penghias kisah kisah kesempurnaan duniaku kau redupkan bersama tidurmu, tak kau sisakan sedikit embunpun untuk sekedar sandaranku ketika aku haus di kemarau yang tak mungkin dijemput hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik mata bulan menemani luapan cinta kita saat itu&lt;br /&gt;Tapi lihatlah dia saat ini mencoba lupakan kita.&lt;br /&gt;Nyanyian alam tak lagi ku dengar hanya senyum halilintar temani kekosonganku.&lt;br /&gt;Wanitaku bahagia diluar istanaku,bahagiakah aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah aku bisikan "ini duniamu"&lt;br /&gt;Tapi apakah kau tau dimana duniaku saat ini?&lt;br /&gt;Harum tubuhmu masih terpatri di otakku walau selalu kukatakan "aku tak peduli" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Laskar Patah Hati &lt;br /&gt;Penyair  adalah Mahasiswa tingkat III Kuliyah Syari'ah wal Qonun, Univ. Al-Ahgaff, Tarim-Hadhromaut-Yaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-5893990113748492036?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/5893990113748492036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/aku-tak-peduli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/5893990113748492036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/5893990113748492036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/aku-tak-peduli.html' title='AKU TAK PEDULI'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-2797610768781424503</id><published>2010-03-03T01:10:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T01:12:12.989-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUISI'/><title type='text'>YANG TERINDAH</title><content type='html'>Rona wajah, senyum indah, tutur kata lembut&lt;br /&gt;Slalu hiasi hari hari&lt;br /&gt;Berikanku warna indah, seindahnya pelangi&lt;br /&gt;Takkan terlupa &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meski dunia tlah tiada&lt;br /&gt;Takkan pudar meski terhempas masa&lt;br /&gt;Dan takkan hilang meski tersapu angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan aku hidup dengan hati ini&lt;br /&gt;Takkan sepi dalam kelamnya malam&lt;br /&gt;Takkan sendiri kala mentari pagi&lt;br /&gt;Dan takkan rela dalam tiada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada canda tawa&lt;br /&gt;Hanya ada riangnya suasana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai yang terindah&lt;br /&gt;Kaulah yang mampu buatku tersenyum&lt;br /&gt;Kaulah yang mampu buatku tertawa&lt;br /&gt;Kaulah yang mampu buatku menangis&lt;br /&gt;Kaulah yang mampu buatku gila&lt;br /&gt;Gila akan cinta.&lt;br /&gt;Abadi selamanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarim, Oktober 2009&lt;br /&gt;By: The Hunter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-2797610768781424503?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/2797610768781424503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/yang-terindah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2797610768781424503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2797610768781424503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/yang-terindah.html' title='YANG TERINDAH'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-5448166022624510914</id><published>2010-03-03T01:07:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T01:09:42.420-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>AKHLAK SABAR</title><content type='html'>(AM. Saputra)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas'ud R.A. berkata: Seolah-olah saya masih melihat pada Rasulullah SAW ketika mencontohkan kejadian seorang Nabi yang dianiya kaumnya hingga berlumuran darah, sambil mengusap darah dari mukanya berkata "ALLAHUMMAGHFIR LI QOUMI FAINNAHUM LA YA'LAMUN" (ya Allah ampunilah kaumku karena mereka tidak mengetahui). (H.R Bukhari, Muslim).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak atau etika islami merupakan tema penting yang seringkali dibahas dalam kajian tazkiyatunnufus (pensucian diri), akhlak juga merupakan salah satu poin penting yang karenanya diturunkan Rasul pilihan, Nabi akhir zaman Muhammad Saw. "sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak". Akhlak islami merupakan sifat kepribadian yang sangat dianjurkan oleh agama yang hanif ini, dan menyerukan kepada segenap kaum muslimin untuk menghiasi diri mereka dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak adalah manifestasi batin seorang muslim yang mana pada hari akhir nanti akan ditampakkan segala hakikatnya. Sebagaimana pada diri manusia ada sisi jasmani yang dhohir, yang merupakan postur tubuh manusia itu sendiri manusia juga memiliki kerangka rohaniyahnya yang jika ditempa dengan baik dan dirawat maka akan menghasilkan bentuknya yang indah sebagaimana jasmani kita yang sering kita rawat dengan telitinya. Tetapi Allah hanya menilai bentuk rohaniyah dari seorang hamba-Nya saja, "seseunggunhnya Allah  Swt tidak melihat kepada bentuk tubuh kalian melainkan pada hati kalian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar adalah sepenggal kata yang sering diucap dan enteng untuk dituturkan, namun dengan konsekuensi yang luar biasa berat.  Sabar lebih sebagai sebuah hasil tempaan panjang takwiniyah ketimbang sebuah bekal untuk belajar.  Dia wujud ka- rena kematangan fikrah dan kelembutan khusyu'.  Dia adalah sebuah karakter yang diidamkan, kokoh, ibarat karang di tengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gelombang pasang.  Ibarat black hole yang menyerap semua sinar tanpa membuatnya kehilangan pegangan.  Maka Allah bersama orang-orang yang sabar.  Maka Nabi-nabi Allah selalu dengan kesabaran.  Tanpa akhlaq islami ini da'wah islamiah tak akan tegak.&lt;br /&gt;Tanpa sabar al Haq tak dapat ditegakkan.  Karena, jalan bersama al haq, jalan yang lurus, jalan orang-orang yang diberi ni'mat, jalan para Nabi, Shiiddiqiin, syuhada dan shalihiin, jalan ketaqwaan adalah jalan yang sukar lagi mendaki, jalan yang penuh celaan dari orang-orang yang suka mencela, jalan penuh hasutan dari orang-orang yang suka menghasut, jalan yang penuh hinaan dari orang-orang yang suka menghina, jalan penuh fitnah, teror, interogasi dan intimidasi.  Tanpa sabar jalan yang mendaki menjadi lebih mendaki dan tak dapat dilalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saat di Tha'if berlumuran darah dilempari batu, begitu juga Nabi-nabi lain, karena kaumnya belum faham, tidak tahu kebenaran Allah, mereka jahil.  Kalau saja mereka tahu, mereka faham, maka mereka akan lebih banyak menangis karena kesalahan-kesalahan mereka.  Apa yang harus dilakukan untuk mereka yang tidak tahu, selain memohonkan pengampunan pada Sang Khalik ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasukkan kebenaran ke dalam kepala, hati lalu mewujud dalam amaliah seseorang mad'u, bukanlah pekerjaan sederhana.&lt;br /&gt;Ini adalah pekerjaan para anbiya, makhluk pilihan Allah.  Coba kita bermuhasabah, baru saja perkataan kita disinggung saudara kita, ditanggapi dengan sedikit sinis atau dibiarkan, segenap ketersinggungan meluncur, meluap, lalu kita serang mereka yang bersinis-sinis kepada kita dengan kata-kata tajam-menusuk jantung.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja nasehat-nasehat kita dibalas dengan canda, dibalas dengan tawa, dibalas dengan olok-olok, segera saja segenap kebencian melanda.  Belum lagi menghadapi fikrah rekan-rekan yang lain, yang tidak sama dengan kita, yang nampak kacau yang merugikkan, yang nampak munafiq, segenap kebencian penuh menghiasi layar kaca.  Setumpuk buruk sangka menghiasi muka. Lalu dimana letak sabar ?  Akankah kebenaran merasuk dalam hati rekan-rekan yang kepada mereka ingin kita sampaikan kebenaran, dengan tetap memelihara ketidaksabaran ?  Apakah kita menganggap orang lain segera akan menerima kata-kata kita, meresapinya, lalu mengamalkannya, dengan sangat mudahnya ?  Apakah kita berharap masuk surga, padahal belum datang cobaan kepada kita sebagaimana cobaan datang kepada mereka yang terdahulu ?  Astaghfirullah, kita sering bermimpi.  Kita sering bermimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sabar.  Dia muncul dari proses panjang pembinaan pribadi. Dia mesti mewujud, memancarkan sinar, melembutkan hati-hati yang memandangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasbunallah wani'mal wakil..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;1. Diskusi isnet.org, Materi Tarbiyah Abu Zahra&lt;br /&gt;2. Muhadhorot Habib Umar bin Hafidz &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis adalah aktifis sekaligus jurnalis dan sudah tingkat V Univ Al-Ahgaff.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-5448166022624510914?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/5448166022624510914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/akhlak-sabar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/5448166022624510914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/5448166022624510914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/akhlak-sabar.html' title='AKHLAK SABAR'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-4048809813734161680</id><published>2010-03-03T00:49:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T01:03:24.499-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>Tujuan Mendirikan Halaqoh Ta'lim</title><content type='html'>(Mukadimah 2)&lt;br /&gt;Oleh : Musa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada edisi kemarin kita telah membahas tentang arti halaqoh ta'lim, perkataan Habib Umar bin Muhammad bin Salim dalam muqoddimah, serta beberapa hadits yang beliau sampaikan.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini kita akan membahas lebih lanjut perkataan Al-Habib dalam Muqoddimah. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dua hadits yang kemarin telah kita bahas, Al-Habib juga menyebutkan dua hadits yang lain. Yaitu :&lt;br /&gt;Pertama, Hadits &lt;br /&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ   (رواه الترمذي)&lt;br /&gt;Dalam hadits ini diterangkan bahwa Allah, Malaikat, penghuni langit dan bumi, hingga seekor semut di rumahnya serta ikan semuanya mendoakan orang yang mengajari manusia tentang kebaikan. Yang dimaksud dengan sholawat dari Allah adalah pemberian rahmat. Sedangkan sholawat dari para malaikat dan makhluk yang lainnya adalah istighfar.* &lt;br /&gt;Mengajar Sungguh merupakan kedudukan yang sangat mulia. Rahmat dari Allah yang selalu diharapkan setiap insan, dalam hadits diatas dijaminkan kepada orang yang mengajarkan kebaikan. Ia juga mendapat doa ampunan dari seluruh makhluk Allah swt baik yang di Bumi maupun Langit. Saya rasa dua hal tersebut sudah cukup untuk memotivasi setiap orang yang memiliki ilmu untuk mengajarkan apa yang telah ia ketahui.&lt;br /&gt;Kemudian, apa yang dimaksud dengan 'kebaikan' dalam hadits tersebut? yang dimaksud dengan kebaikan dalam hadits tersebut adalah ilmu agama dan segala sesuatu yang dapat menyelamatkan manusia (dari kerugian dunia dan akhirat)**. &lt;br /&gt;Kedua, hadits :&lt;br /&gt; فوالله  لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّه بِك رَجُلًا وَاحِدًا خَيْر لَك مِنْ حُمُر النَّعَم (رواه البخاري ومسلم)&lt;br /&gt;Artinya kurang lebih : Demi Allah, sesungguhnya kamu menjadi sebab pemberian hidayah Allah terhadap satu orang adalah lebih baik daripada mendapat binatang ternak. (HR : Bukhori Muslim)&lt;br /&gt;Hadits di atas adalah penggalan hadits dari kisah perang di Khaibar. Yang intinya adalah kita harus menyampaikan ajaran Islam kepada musuh sebelum kita perangi. Ketika musuh yang kita perangi mendapatkan hidayah Allah dan memeluk islam adalah lebih baik daripada mereka kita kalahkan dan kita ambil harta mereka. Ada juga yang mengatakan bahwa maksud hadis tersebut adalah ketika kita menjadi sebab hidayah satu orang adalah lebih baik dari pada mendapatkan harta kemudian kita sedekahkan.&lt;br /&gt;Bukan hanya orang kafir yang membutuhkan hidayah (untuk masuk islam), akan tetapi orang islam pun memerlukan hidayah. Yaitu hidayah untuk mengamalkan apa yang ada dalam agama islam. Banyak orang islam yang tidak mendapatkan hidayah untuk mengerjakan sholat, membayar zakat, cara berpuasa yang benar dan bagaimana cara bersikap kepada orang lain. Karena tak seorangpun yang dapat mengerjakan amal sholeh kecuali setelah mendapatkan hidayah Allah swt.&lt;br /&gt;Dalam hadits diatas lafadh hidayah tidak dibatasi dengan hidayah tertentu. Maka hadits tersebut mencakup dua hidayah diatas, hidayah masuk islam dan hidayah mengamalkan apa yang ada di dalam islam. Tidak diragukan lagi bahwa penyelenggara halaqoh ta'lim adalah orang yang menjadi sebab orang-orang awam mendapatkan hidayah untuk mengamalkan apa yang ada dalam islam. &lt;br /&gt;Peran kita dalam hidayah sesuai hadits diatas adalah sekedar hidayah irsyad. Karena hidayah taufik hanya milik Allah swt. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;Pada halaman berikutnya Al-Habib menyebutkan ayat 122 surat Al-Taubah yang berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat diatas diterangkan –wallahu a'lam bimurodihi- agar sebagian umat islam ada yang pergi untuk mempelajari agama islam. Kemudian setelah mereka pulang ke kampung halaman mereka harus mengajarkan apa yang telah mereka pelajari kepada kaum mereka*** . Ini adalah salah satu dari beberapa maksud ayat diatas yang disebutkan oleh mufassirin. Selengkapnya bisa anda baca di buku-buku tafsir. &lt;br /&gt;Setelah Al-Habib memotivasi kita untuk menyelenggarakan halaqoh ta'lim, beliau mengingatkan kita untuk memperbaiki niat kita. &lt;br /&gt;Niat merupakan rukun terpenting dalam setiap kegiatan kita. Banyak orang yang mengerjakan amal kebaikan akan tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa karena niatnya yang tidak baik. Banyak pula pekerjaan mubah yang menjadikan sebab mendekatkan diri kepada Allah swt karena niatnya yang baik. Ketika kita menyelenggarakan halaqoh ta'lim, kita harus berniat ikhlas karena Allah swt, menunaikan kewajiban seorang yang telah mengetahui sebagian ilmu, jihad di jalan Allah swt dan niat-niat yang lain selama dalam koridor niat baik****. &lt;br /&gt;Tidak sedikit orang menyelenggarakan halaqoh ta'lim tapi niatnya tidak baik. Misalnya menyelenggarakan halaqoh agar dianggap pandai, dihormati,  diberi harta, atau karena menyaingi halaqoh di masjid kampung sebelah. Biasanya halaqoh seperti itu tidak akan langgeng dan tidak bermanfaat. Dan yang terpenting adalah penyelenggaranya tidak mendapatkan apa-apa selain jerih payah dan buang-buang waktu. &lt;br /&gt;Sebagian dari kita biasanya sulit untuk ikhlas dalam mengerjakan apapun, termasuk menyelenggarakan halaqoh ta'lim. Jika kita belum bisa ikhlas, maka yang terpenting adalah kita tidak berniat buruk. Kita jauhi niat-niat yang bisa merusak amal. Kemudian kita usahakan untuk memasukan niat-niat yang baik. Insya Allah seiring berjalannya waktu kita akan ikhlas karena Allah swt. &lt;br /&gt;Selain kita -sebagai penyelenggara halaqoh ta'lim- berniat dengan baik, peserta halaqoh kita juga harus diajari niat ikhlas. Maka akan lebih baik jika hari pertama pembukaan halaqoh ta'lim diisi dengan ceramah tentang pentingnya niat. Niat apa saja yang harus dijauhi. Kemudian mengajarkan niat apa saja yang sebaiknya dilakukan. Sehingga pada pertemuan kedua, baik pengajar maupun murid semuanya akan datang dengan niat yang baik. Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;   *Al-Taisir syarh al-Jami' al-Shoghir juz : 2 hal : 330 maktabah syamilah.&lt;br /&gt;   **Tuhfatul Ahfadzi, juz : 6 hal. : 484 maktabah syamilah.&lt;br /&gt;   ***Tafsir Ibnu Katsir, surat al-taubah 122.&lt;br /&gt;   ****Untuk lebih lengkapnya bisa lihat kitab al-Niat karangan Habib Sa'ad Al-Idrus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; (Bersambung insya Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-4048809813734161680?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/4048809813734161680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/tujuan-mendirikan-halaqoh-talim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4048809813734161680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4048809813734161680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/tujuan-mendirikan-halaqoh-talim.html' title='Tujuan Mendirikan Halaqoh Ta&apos;lim'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-553792764909008828</id><published>2010-03-03T00:36:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T00:42:09.723-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>“DARAH” SEJARAH ISLAM</title><content type='html'>Oleh: Muhammad Ufi Isbar Bin Naufal (Mustawa III)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;istoria vitae magistra, "sejarah adalah guru terbaik". Merupakan ungkapan yang tidak berlebihan. Sang Proklamator, Bung Karno pun mengungkapkan JAS MERAH (jangan melupakan sejarah). Karena dengan sejarah kita dapat becermin dan mengintropeksi diri kita, menilik kembali kekurangan di hari kemarin untuk tidak terulang lagi di hari esok,&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; kesalahan dan kelengahan di masa lalu jangan sampai terekam lagi, sekarang dan mendatang. Sejarah merupakan rekaman yang harus dijadikan ‘ibroh dan tolak ukur. &lt;br /&gt;Sejarah 11 September penghancuran gedung WTC yang berdampak menyakitkan dan merugikan kaum Islam. Dengan dampak Afghanistan di kambing-hitamkan, dibombardir dan sebagainya dengan dalih tempat sarang teroris dan mencari Osama Bin Laden, dan Irak yang banyak menyimpan puing-puing Islam dan menjadi pusat Madrasah ro'yi diluluhlantahkan. Dengan alasan mengamankan dunia karena Negara seribu satu malam ini menyimpan bom, dan sangat membahayakan dunia. Seakan-akan mereka menjadi dewa dengan mencoba melindungi dunia. Akan tetapi itu hanya sepihak. Ya kita harus teliti itu hanya sepihak dan tentunya pihak lain sangat dirugikan. Karena menguntungkan pihak satu dan merugikan pihak yang lain. &lt;br /&gt;Dampak besar setelah peristiwa 11 September, agama Islam dianggap sebagai agama teroris, brutal, penuh dengan kekerasan. Dan hal ini dijadikan semboyan bagi yang membenci Islam dan selalu disematkan dalam tubuh mereka. Tapi sekarang benarkah seperti itu?. Benarkah Islam teroris?&lt;br /&gt;Padahal, seandainya kita melihat dengan mata kita, berpikir terbuka dengan akal dan  dengan hati terbuka. Maka kita dapat menyaksikan betapa indahnya Islam, betapa bagusnya Islam, betapa harmonisnya Islam, Islam penuh dengan keteraturan dan Islam rahmatan lil'alamin. &lt;br /&gt;Coba kita berpikir bersama!&lt;br /&gt;Islam mengatur segala aspek kehidupan. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, mulai 'allaqoh (hubungan) manusia dengan Sang Khaliq contoh shalat, 'allaqoh manusia dengan sesama contoh sedekah, persamaan derajat, dan sebagainya. Hingga renik-renik kehidupan pun diaturnya, contoh etika ke kamar mandi dan sebagainya. &lt;br /&gt;Islam pun menjaga keselarasan dan keserasian umatnya pada khususnya dan non muslim pada umumnya. Pernah terbayangkankah faedah dalam zakat. Tentunya banyak mengandung fungsi dan hikmah yang terpendam didalamnya. Karena dengan zakat, Islam mencoba mengentas kemiskinan dan kerenggangan social, mencoba memusnahkan rasa acuh tak acuh, rasa egosi dan gak mau tahu. &lt;br /&gt;Setelah muslimin tahu betapa indah agamanya, janganlah merasa puas. Karena musuh Islam banyak, baik musuh nyata maupun musuh “terselubung”. Umat muslim harus lebih berhati-hati dan waspada. Dan musuh yang amat berbahaya adalah umat muslim itu sendiri, muslim yang memberanikan diri mengobok-obok ajarannya. Banyak dari mereka yang tidak percaya dengan al-Qur'an. Al-Qur'an perlu direvisi.&lt;br /&gt;Sungguh aneh! Ayat Allah yang kekal dan termasuk mu'jizat mau direvisi. Kalau begitu alangkah hinanya ayat Allah tersebut karena tidak ada bedanya dengan buku-buku hasil karya manusia, bisa-bisa setelah direvisi akan jadi kitab loakan dan dijual kiloan di pasar-pasar. Dan apakah mereka bukan termasuk orang yang menghinakan Al Qur'an?. Belum yang menafsiri qur'an semau gue. Kalau seperti ini yang bingung mereka yang tidak paham dengan Islam sama sekali atau yang mau masuk Islam, Karena mereka bingung siapa yang akan diikuti. Belum kritikan-kritikan, keraguan-keraguan yang timbul dari sanubari mereka. Mulai keraguan tentang Assunnah, kerelevanan fiqh dan sebagainya. &lt;br /&gt;Seorang muslim harus jeli dan teliti, jeli dalam melihat lingkungan dan teliti tentang ajaran yang diadopsi. Tidak membabi buta mengadopsi ajaran yang dapat menghancurkan Islam itu sendiri. Seperti ajaran yang meragukan tentang Qur'an dan assunah. Karena keduanya ini sangat vital. Kalau keduanya tidak hadir di dunia ini atau diragukan kebenarannya, umat Islam akan mengikuti siapa dan akan dibawa kemana?. &lt;br /&gt;Kemudian setelah mengetahui lembaran merah dan menyakitkan bagi kita umat Islam pada khususnya dan umat dunia pada umumnya, lembaran merah bagi saudara kita yang tertimpa serangan, teman kita yang bersimbahkan darah. Lalu apa yang harus dilakukan? Kita harus segera menata barisan untuk membangun Islam seutuhnya dan bersatu dengan tanpa pandang siapapun untuk men"hijaukan" dunia ini, untuk menebarkan rahmat di alam ini. Wa Allah a’lam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-553792764909008828?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/553792764909008828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/darah-sejarah-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/553792764909008828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/553792764909008828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/darah-sejarah-islam.html' title='“DARAH” SEJARAH ISLAM'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-487217423369026865</id><published>2010-03-03T00:33:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T00:35:07.095-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Mengasah Keindahan Seni Berinteraksi</title><content type='html'>AM Saputra* &lt;br /&gt;ebih kurang sepuluh tahun yang lalu tepatnya ketika saya masih duduk di bangku madrasah, saya sering mendapatkan wejangan dari Pak Miftah guru kaligrafi untuk sering berlatih dan berlatih dalam menekuni suatu bidang tertentu. Ketika mendapatkan pelajaran dasar menulis kaligrafi di kelas, beliau bilang lebih baik latihan menulis satu kalimat sebanyak 100 kali dari pada menulis 100 kalimat tetapi cuman sekali (1x100 lebih baik dari 100x1).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Apalagi bagi pemula, kaedah-kaedah menulis kaligrafi "khot naskhi" yang merupakan khat wajib dalam seni kaligrafi membutuhkan ketelitian dan ketelatenan tersendiri dimana kehalusan menulis tidak akan dihasilkan kecuali dengan terus menerus berlatih. Saya yang tulisannya tidak lebih baik dari batik ceker ayam merasa mendapatkan support, setelah sekian lama alhadulillah usaha itu mendatangkan hasil yang tidak sia-sia, tulisan arab saya sudah dapat dibaca dengan nyaman meski tidak sebagus guru saya.&lt;br /&gt;Kaitannya dengan seni berinteraksi antar sesama manusia (fan ta'amul ma'a an-naas), dalam kehidupan sehari-hari sering sekali kita mendapati orang yang sangat disayang oleh keluarga, teman, sahabat dan sanak familinya. Keberadaannya benar-benar memberikan kesejukan dan keteduhan, tutur katanya bak air segar menyirami padang hati yang gersang, sikapnya santun dan tidak pernah menyakiti atau mengecewakan, subhanallah kita sampai bergumam betapa beruntungnya dia. Keberadaanya menenangkan sementara kepergiannya senantiasa dinantikan. Sementara di sisi kehidupan yang lain, kita juga kerap kali menemukan orang yang sama sekali tidak disukai, sikapnya keras, perkataannya tajam bak sembilu menyayat kulit dan qolbu, keberadaanya tidak diharapkan serta keperginya sentiasa dinantikan, masayaAllah!? Betapa sulitnya kehidupan tipe orang yang kedua ini dalam bergaul dengan masyarakat.&lt;br /&gt;Melihat kenyataan itu, tentunya kita sangat berharap untuk dapat menjadi orang yang pertama bukan. Siapa sich yang tidak ingin mempunya kawan banyak, dikasihi dan disayangi, kehadiran kita selalu diharapkan dan seterusnya. Adakah hal itu bisa kita lakukan? Ataukah bakat itu hanya bisa dimiliki oleh orang-orang pilihan saja? Untuk menjawab pertanyaan ini mari kita rujuk kembali as-Sunnah sumber falsafah hidup seorang muslim, bagaimana Rasulullah menyampaikan misi diutusnya ke dunia ini seraya berkata: "hanyalah aku diutus untuk menyempurnakan akhlak." Dari sini dapat kita ambil kesimpulan bahwa bagaimanapun rupa dan bahasanya, selagi itu manusia maka ia pasti bisa mendapatkan bakat seni berinteraksi. Apa lagi ditambah dukungan wahyu yang membuat kita lebih optimis untuk dapat mengasah kemampuan seni berinteraksi, karena jika itu diniatkan untuk mendapatkan ridho-Nya maka ia akan mendapatkan hitungan pahala tersendiri. Bukankah Rasulullah mengajarkan bahwa senyuman itu sedekah? Bukan kita diajarkan Rasulullah untuk selalu memberikan kedamaian pada sesama apa lagi kepada saudara kita seiman.&lt;br /&gt;Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, selagi ada niat dan kemaun insyaAllah semuanya akan dimudahkan. Melatih senyum misalnya, mungkin bagi sebagian kita amatlah sulit dilakuin, tapi jika terus menerus dibiasakan lama-lama akan jadi mudah, malahan kalau gak senyum rasanya ada yang hilang dari kita. Yah gak apa, asal jangan jadi senyum-senyum sendiri tar malah dikira gak waras kan repot juga.&lt;br /&gt;Dari sini marilah kita coba niatkan untuk dapat meniru suri tauladan kita, junjugan kita Sayyidana Muhammad Saw. Sungguh betapa berharganya hidup ini jika hanya untuk disia-siakan, betapa mahalnya nilai hidup ini jika digunakan hanya untuk bermusuhan dan sering mengecewakan orang, terlebih orang-orang yang kita sayangi. Sudah saatnya kita sematkan niat untuk merubah sikap agar lebih dapat diterima orang lain sekaligus menjadi pribadi yang menyenangkan demi meraih ridho-Nya. Kita rawat bersama niat ini ditambah usaha untuk mewujudkannya sehingga pada saatnya nanti Allah memberikan kemudahan kepada kita untuk mewarisi "uswah" yang terkejewantahkan dalam kehidupan Rasulullah, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis adalah aktifis sekaligus jurnalis dan sudah tingkat V Univ Al-Ahgaff&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-487217423369026865?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/487217423369026865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/mengasah-keindahan-seni-berinteraksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/487217423369026865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/487217423369026865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/mengasah-keindahan-seni-berinteraksi.html' title='Mengasah Keindahan Seni Berinteraksi'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-2843317763128581184</id><published>2010-03-03T00:30:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T00:32:12.197-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAMI'/><title type='text'>Filosofi Ibadah Haji</title><content type='html'>Oleh: M. Robi Uz*&lt;br /&gt;“ Mereka datang dari segenap  penjuru yang jauh * Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka” (QS al-Hajj; 27-28).&lt;br /&gt;Ibadah haji merupakan Anugrah Besar sekaligus pamungkas Rukun Islam. Ibadah yang hanya diwajibkan sekali dalam sepanjang hidup bagi orang-orang Islam yang mampu atau dalam Al-Qur'an disebut "man istatho’a".&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sayangnya, tafsir atas kalimat man istatho’a ini seringkali diidentikkan dengan uang. Padahal, sesungguhnya tidaklah demikian. Sama sekali tidak ada kaitan antara haji dengan uang. Nyatanya, banyak orang kaya yang tidak naik haji. Sebaliknya, banyak orang miskin yang berhaji. Bahkan, tidak sedikit yang beranggapan; tanpa haji, Islam seseorang belumlah sempurna. Sampai Rosulullah pernah bersabda, “Siapa yang wafat tapi belum pernah haji, maka mati saja dengan beragama yahudi atau nashroni”. Tentu orang yang dikecam Beliau adalah orang yang sudah mampu haji tapi masih enggan melaksanakan hingga ajal menjemput. Na’udzubillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah Haji dikumandangkan untuk kali pertama oleh Nabi Ibrahim a.s. sekitar 3.600 tahun lalu. Sedangkan Nabi Muhammad saw. melaksanakan haji bersama kaum muslimin pada tahun sepuluh hijriah. Ibadah Haji inilah salah satu bukti tali penghubung antara dakwah Nabi Ibarahim a.s dan Nabi Muhammad saw meski  prektek-praktek Haji yang telah diajarkan Nabi Ibrahim sedikit demi sedikit telah mengalami perubahan dan penyelewengan, seperti thowaf dalam keadaan telanjang dan penyembahan berhala di depan Ka’bah. Namun kemudian  diluruskan kembali oleh Nabi Muhammad saw. &lt;br /&gt;Di antara lima fondasi Islam, mungkin hanya hajilah rukun Islam yang sangat sulit dinalar bahkan bisa saja irrasional. Memang Allah sengaja bahkan sering menguji para hambaNya, diantaranya dengan memerintahkan iman terhadap sesuatu yang tidak terjangkau rasio. Kita harus rela mengorbankan harta, waktu, bahkan nyawa demi memenuhi panggilan Allah SWT ini. Dan Dalam Haji, kita melakukan aktivitas-aktivitas yang boleh dikatakan aneh, tak bisa dicerna logika kita seperti melempar batu, keliling ka’bah tujuh kali, bolak-balik jogging antara bukit Shafa dan Marwa, dan masih banyak lagi. Dengan segala pengorbanan dan aktivitas-aktivitas semacam inilah, kehambaan dan keimanan kita akan semakin tampak dan teruji karena tidak mungkin kita bersedia melaksanakan hal-hal seperti ini dengan tulus selama akal dijadikan ‘Hakim nomor Wahid’ dengan mengesampingkan ajaran Ilahy. Nabi Muhammad pun mengakui Ibadah Haji bukan sesuatu yang rasioanal. Beliau bersabda, “Labbaik Bihajjah Haqqon Ta’abbudan wa Riqqon”. Dengan kegiatan-kegiatan haji ini, Iman dan Penghambaan kita bisa bertambah sempurna.&lt;br /&gt;Namun demikian, banyak sekali hikmah dan makna-makna yang tercermin dalam pelaksanaan haji, baik dalam acara-acara ritual atau dalam tuntutan nonritualnya, dalam bentuk kewajiban atau larangan, dan dalam bentuk real atau simbolik. Kesemuanya itu pada akhirnya mengantarkan jamaah haji semakin meyakini akan keesaan Tuhan, semakin mengingatkan tentang adanya neraca keadilan Tuhan dalam kehidupan ini yang akan dirasakan setiap makhluk pada hari kebangkitan kelak, serta para jamaah haji akan semakin mengerti makna kemanusiaan yang universal tanpa perbedaan antara satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;Semua itu akan terasa begitu dahsyat dalam hati seorang yang haji ketika dia berupaya benar-benar menghayati makna-makna yang ada di balik ibadah haji. Berikut ini akan dikemukakan secara sepintas kilas beberapa hal yang berkaitan dengannya:&lt;br /&gt;1) Ibadah Haji dimulai dengan niat sambil menanggalkan pakaian biasa dan mengenakan pakaian ihrom.&lt;br /&gt;Niat merupakan landasan moral, dasar, dan bentuk bagi sebuah perbuatan. Niat tidak hanya sekadar melafalkan kata-kata tapi upaya menghadirkan kesadaran jiwa dan pikiran dalam ibadah haji maupun yang lainnya. Bila kesadaran sudah tertanam dengan kuat, seorang dapat menampilkan kualitas ibadah haji secara optimal dan mampu meningkatkan wawasan wisata spiritualnya.&lt;br /&gt;Pada umumnya, perbedaan pakaian juga menunjukkan perbedaan status social, ekonomi, atau profesi. Bahkan pakaian juga dapat memberi pengaruh psikologis kepada pemakainya. Di Miqot Makaniy, tempat memulai haji, perbedaan dan pembedaan pakaian tersebut harus ditinggalkan. Semuanya berpakaian sama. semuanya mengenakan dua helai pakaian berwarna putih-putih sebagaiman kain kafan yang akan membalut dirinya saat mengakhiri perjalanan hidup di dunia ini. &lt;br /&gt;Seorang yang melaksanakan ibadah haji secara langsung atau tidak akan dipengaruhi oleh pakaian ini. Seharusnya ia merasakan kelemahan dan keterbatasannya serta pertanggungjawabannya kelak di hadapan Tuhan. &lt;br /&gt;Saat Ihram, Ia pun disunnahkan terus memperbanyak bacaan talbiyah; menyeru bahwa tiada sekutu bagi-Nya, segala puji, kenikmatan, dan kerajaan  hanya milik-Nya.&lt;br /&gt;2) Dengan dikenakannya pakaian ihram, maka sejumlah larangan harus dihindari oleh pelaku ibadah haji.&lt;br /&gt;Dilarang membunuh, Jangan menumpahkan darah, tidak boleh mencabuti pepohonan. Mengapa? Karena manusia berperan memelihara makhluk-makhluk Allah serta memeberinya kesempatan seluas mungkin untuk mencapai tujuan penciptaanNya.&lt;br /&gt;Dilarang juga memakai wangian, bersetubuh dan permulaannya, serta berhias. Mengapa pula? Supaya setiap pelaksana haji menyadari betul bahwa manusia bukan materi semata-mata, bukan pula birahi. Dan bahwa hiasan yang dipandang Tuhan adalah hiasan ruhani.&lt;br /&gt;Sedang hikmah dari larangan menggunting rambut dan kuku adalah kesadaran akan jati dirinya dan menghadap Tuhan sebagaimana adanya. &lt;br /&gt;3) Ka’bah yang dikunjungi mengandung pelajaran yang amat berharga dari segi kemanusiaan. &lt;br /&gt;Disana, misalnya, ada Hijr Isma’il yang arti harfiahnya “pangkuan Isma’il”. Al-kisah, disanalah Isma’il putra Ibrahim pernah berada dalam pangkuan ibunya bernama Hajar, seoarang wanita hitam, budak, yang konon kuburannya pun di tempat itu. Dari Siti Hajar yang demikian ini, seorang pelaksana haji lebih bisa merenungi bahwa Allah SWT memberi kedudukan untuk seseorang bukan karena nasab atau status sosialnya, tetapi karena kedekatannya kepada Allah SWT dan geliatnya untuk berhijrah dari kejahatan munuju kebaikan, dari keterbelakangan menuju berperadaban. &lt;br /&gt;4) Thawaf menjadikan pelaku-pelakunya larut dan berbaur bersama manusia-manusia lain, serta memberi kesan kekompakan menuju satu tujuan yang sama yakni berada dalam lingkungan Allah.&lt;br /&gt;5) Setelah thawaf, dilakukanlan Sa’i. &lt;br /&gt;Disini, pelaku Haji hendaknya mengenang dengan penuh penghayatan akan sosok Siti Hajar lagi. Keyakinan wanita mulia ini akan kemahakuasaan Allah -yang sedemikian kokoh dengan bukti dia bersama anaknya rela ditinggal di suatu lembah yang tandus- tidak menjadikannya berpangku tangan dengan hanya menunggu turunnya hujan dari langit. Tetapi ia berusaha dan terus berupaya mondar-mandir berkali kali demi mencari air untuk kelanjutan hidup putranya. &lt;br /&gt;Hajar memulai usahanya dari bukit Shafa yang arti harfiahnya adalah kesucian dan ketegaran, sebagai lambang bahwa untuk mencapai hidup harus dengan usaha yang dimulai dengan kesucian dan ketegaran dan harus diakhiri di Marwa yang berarti “sikap menghargai, bermurah hati, dan memaafkan orang lain”. &lt;br /&gt;Hasil usaha pasti akan diperoleh baik sebagaimana yang dialami oleh Siti Hajar bersama putranya, Isma’il a.s dengan ditemukannya air zamzam itu.&lt;br /&gt;6) Di tanah ‘Arafah, padang yang luas lagi gersang itu, seluruh jamaah haji wuquf (berhenti) sampai matahari terbenam.&lt;br /&gt;Berkumpulnya para jamaah di satu tempat memberi kesan bahwa ibadah haji sebagai media “ibadah sosial”, yakni terbangunnya relasi sosial yang kokoh dilandasi sikap saling mengenal, mengasihi dan menyanyangi diantara sesama manusia.&lt;br /&gt;Di sanalah, mereka selayaknya menemukan ma’rifah pengetahuan sejati tentang jati dirinya, akhir perjalanan hidupnya, serta di sana pula mereka seharusnya menyadari langkah-langkahnya selama ini. Di ‘Arafah pula, seharusnya mereka menyadari betapa agung Allah yang kepada-Nya bersembah seluruh makhluk, sebagaimana diperagakan secara miniature di padang tersebut. Kesadaran-kesadaran itulah yang mengantarkannya di Padang ‘Arafah menjadi ‘Arif (sadar) dan mengetahui.&lt;br /&gt;7) Dari ‘Arafah, para jamaah ke Muzdalifah untuk mengumpulkan senjata dalam menghadapi musuh utama yaitu setan. Kemudian selanjutnya ke Mina dan disanalah para jamaah haji melampiaskan kebencian dan amarahnya masing-masing terhadap musuh yang selama ini menjadi penyebab segala kegetiran yang dialaminya. Batu dikumpulkan di tengah malam sebagai simbol bahwa musuh tidak boleh mengetahui siasat dan senjata kita.&lt;br /&gt;Demikianlah, ibadah haji merupakan himpunan simbol-simbol yang begitu indah. Apabila dihayati dan diamalkan secara baik dan benar, maka pasti akan mengantarkan setiap pelakunya ke dalam lingkungan Ilahi dan kemanusiaan yang hak sesuai yang dikehendaki oleh Sang Penciptanya, Allah SWT… Wallahu A’lam&lt;br /&gt;Refrensi :&lt;br /&gt;1. Ihya’ Ulumuddin,  karya Imam Ghazaly ra.&lt;br /&gt;2. Al-Hajj wa Fadlluhu wa Fawa’iduhu, karya Syekh Abdul Muhsin al-Badr&lt;br /&gt;3. Membumikan Al-Qur’an, karya Bapak Quraish Shihab&lt;br /&gt;4. www.GusMus.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis adalah Mahasiswa tingkat II Univ. Al-Ahgaff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-2843317763128581184?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/2843317763128581184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/filosofi-ibadah-haji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2843317763128581184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2843317763128581184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2010/03/filosofi-ibadah-haji.html' title='Filosofi Ibadah Haji'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-4258993856408827932</id><published>2009-11-21T06:39:00.001-08:00</published><updated>2010-02-17T05:34:11.384-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HEARTMOAN'/><title type='text'>Tujuan Mendirikan Halaqoh Taklim</title><content type='html'>(bagian 1 : Mukadimah)&lt;br /&gt;Oleh : Musa&lt;br /&gt;Halaqoh ta'lim merupakan salah satu metode belajar-mengajar classic yang masih eksis hingga sekarang. metode ini merupakan merupakan warisan kebudayaan yang sudah seharusnya kita jaga karena alasan tertentu. Diantaranya adalah efektifitas metode ini. Kenyataan membuktikan bahwa metode belajar mengajar dengan cara halaqoh mampu menghasilkan ilmuwan-ilmuwan yang kompeten di bidangnya. Semisal Imam Syafi'i RA yang merupakan lulusan halaqoh ta'lim Imam Malik, Imam Ahmad lulusan halaqoh Imam Syafi'i dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan metode ini seorang guru dapat lebih akrab dengan muridnya karena posisi mereka yang berhadapan langsung dengan jarak yang dekat. Kedekatan jarak ini yang dapat membantu seorang murid untuk mendengar keterangan guru lebih jelas. Juga dapat membantu guru dalam memperhatikan gerak-gerik murid antara yang memperhatikan dan tidak memperhatikan. Seorang murid juga dapat dengan mudah memaparkan kesulitan-kesulitan yang tidak ia pahami dari penjelasan guru. Ia juga dapat mengusulkan pendapat-pendapatnya dengan leluasa. Dan masih banyak lagi keunggulan halaqoh ta'lim.&lt;br /&gt;Kemudian apa sih yang dimaksud dengan halaqoh ta'lim? Dan apa pula tujuan dari pendirian halaqoh ta'lim? bagaimana cara mencapai tujuan-tujuan tersebut?&lt;br /&gt;Untuk menjawab itu semua, saya –dengan izin Allah swt- akan mencoba menerangkan buku "maqoshid halaqot ta'lim wa wasa'iluha" yang ditulis oleh beberapa peserta dauroh di ribath Al-Musthofa tahun 1416 H yang dibimbing langsung oleh Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh. Bagi Anda yang telah memiliki bukunya bisa dibaca sendiri dan memberikan masukan jika nanti keterangan saya ada yang tidak sesuai dengan maksud yang ada dalam buku tersebut.&lt;br /&gt;Karena pembahasannya agak panjang maka –insya Allah swt- tulisan ini akan bersambung dari edisi ke edisi. Semoga Allah swt memanjangkan umur kita serta memberikan keberkahan waktu pada kita untuk bersama-sama mencoba mengaiz ilmu demi mendapatkan ridho-Nya. Amin.&lt;br /&gt;Baiklah, sebelum kita mulai membahas tentang buku "maqoshid halaqot ta'lim wa wasa'iluha" (selanjutnya kami singkat mahattawa) mari kita mengenali definisi halaqoh ta'lim.&lt;br /&gt;Dalam kamus kata alhalaqoh digunakan untuk menyebut segala sesuatu yang melingkar, kemudian digunakan juga untuk menyebut orang-orang yang duduk melingkar dalam sebuah majlis, yang mana termasuk di dalamnya adalah sekelompok murid yang duduk melingkar mengitari gurunya . Sedangkan kata ta'lim adalah mashdar dari fi'il allama yang mana dalam konteks (علم المدرس التلميذ العلم) artinya adalah guru menjadikan sang murid mempelajari sebuah ilmu. &lt;br /&gt;Lebih mudahnya, halaqoh ta'lim adalah kumpulan murid-murid yang duduk mengitari guru yang sedang mengajarkan ilmu dengan metode talaqqi yang bersambung dari guru ke guru . Dalam mahattawa dicontohkan seperti halaqoh-halaqoh yang ada di Darul Musthofa.&lt;br /&gt;Selanjutnya mari kita mulai memasuki mukadimah mahattawa yang ditulis oleh Al-Allamah al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim.&lt;br /&gt;Pada paragraf pertama Al-Habib menyeru kepada kita agar tidak lemah dan bermalas-malasan dalam menyelenggarakan halaqoh ta'lim baik untuk anak-anak, remaja maupun orang-orang tua. Dalam hal ini beliau mengambil sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairoh :&lt;br /&gt;((من دعا إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya kurang lebih : "barang siapa mengajak (orang lain) menuju hidayah, maka ia berhak mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun".&lt;br /&gt;Beliau juga menyebutkan hadits Nabi saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Abdullah bin Umar yang artinya kurang lebih : sampaikanlah (kepada orang lain) dariku walaupun satu ayat. Dan beberapa hadits lain yang senada dengan kedua hadits diatas.&lt;br /&gt;Sekarang mari kita coba bersama-sama menelaah pembukaan al-Habib diatas.&lt;br /&gt;Pertama, kita tidak boleh lemah ataupun malas dalam menyelenggarakan halaqoh ta'lim. Mungkin yang dimaksud Al-Habib dengan kata jangan lemah adalah jangan merasa bahwa kamu adalah orang yang lemah sehingga tidak pantas untuk membuka majlis ta'lim. Dan hal ini memang benar-benar terjadi. Sebagian dari santri (tholibul ilmi) enggan membuka majlis taklim di kampungnya dengan dalih ia merasa belum mumpuni untuk membuka halaqoh karena ia merasa hanya baru belajar di pondok tiga tahun dan hanya tahu safinah atau matan taqrib saja. Dia takut ditanya permasalahan-permasalahan yang belum ia ketahui. Dan itu pernah terjadi pada penulis ketika diminta sebaian masyarakat untuk mengisi di mushola di kampungnya. Sebenarnya jika santri yang baru mengetahui sedikit itu mendengar hadits ballighu anni walau ayat, niscaya dia akan memiliki rasa percaya diri untuk membuka halaqoh ta'lim. Karena dengan mengetahui safinatunnajah sebenarnya sang santri itu sudah mengetahui lebih dari satu ayat. Karena hukum-hukum yang ada di safinah tersusun dari banyak ayat yang akhirnya disingkat keterangannya dalam kitab matan safinah agar mudah dihapal dan diterapkan. Diantara perasaan lemah lain yang harus dihilangkan adalah perasaan takut kepada manusia. Ada sebagian santri yang enggan menyelenggarakan halaqoh ta'lim karena takut disakiti masyarakat atau dijauhi golongan tertentu. Kemungkinan lain dari perasaan lemah adalah lemah finansial. Sebagian santri merasa dirinya lemah dalam ekonomi sehingga ia enggan menyelenggarakan halaqoh ta'lim karena takut tidak makan. Padahal waktu untuk halaqoh tidak harus sehari semalam penuh. Bisa seminggu sekali atau dua kali. Dan itupun tidak harus tiga jam. Karena halaqoh ta'lim selama setengah jam sudah lumayan untuk menerangkan satu rukun wudhu. Jadi sebenarnya perasaan lemah ilmu, lemah jasad dan lemah ekonomi bukan alasan untuk meninggalkan kewajiban menyelenggarakan halaqoh ta'lim.&lt;br /&gt;Adapun untuk kata "malas" yang dimaksud oleh Al-Habib adalah isyaroh kepada orang-orang yang sebenarnya tidak merasa dirinya lemah dalam hal pengetahuan, jasad atapun ekonomi. Akan tetapi ia merasa enggan menyelenggarakan halaqoh ta'lim karena ia masih malas. Biasanya orang seperti ini memiliki dalih yang banyak untuk menutupi kemalasannya. Diantaranya adalah dalih bahwa ia belum mengamalkan . Dalih ini menunjukan ketidak pahaman santri tersebut. Karena hal itu adalah kesalahan besar yang harus dihindari seperti yang insya Allah swt akan diterangkan oleh Al-Habib melalui penjelasan Habib Abdullah bin Alawy Al-Haddad. Contoh dalih lain adalah ia merasa dirinya maih muda sehingga tidak pantas mengajari orang tua. Atau dia merasa masih banyak ulama yang menyelenggarakan majlis ta'lim. &lt;br /&gt;Kedua, adalah tentang hadits-hadits yang disebutkan oleh Al-Habib. Sebenarnya saya bukan ahli hadits jadi kurang paham tentang seluk beluk hadits. Saya hanya akan mencoba menerangkan makna dhohirnya saja. Jika nanti ada yang salah mohon koreksi.&lt;br /&gt;Hadits pertama memberikan informasi pada kita tentang pahala orang yang mengajak menuju hidayah (huda). Apa yang dimaksud dengan huda dalam hadits tersebut? Huda yang dimaksud dalam hadits ini adalah ilmu yang bermanfaat dan amal sholeh . Dan makna mengajak menuju huda adalah menyeru orang lain menuju sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk (huda) dalam hal ini adalah amal sholeh . Orang yang menyelenggarakan halaqoh ta'lim dan mengajarkan ilmu agama –tidak diragukan lagi semua yang diajarkan dalam islam adalah amal sholeh- di dalamnya, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala yang didapatkan murid-muridnya tanpa dikurangi sedikitpun. Dan pahala ini tidak akan terputus meskipun orang itu sudah meninggal. Sesuai dengan hadits Nabi saw tentang terputusnya amal anak adam kecuali tiga perkara, salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. Alangkah mulianya orang yang menyelenggarakan halaqoh ta'lim.&lt;br /&gt;Hadits kedua berisikan perintah dari Nabi saw untuk menyampaikan apa yang telah kita ketahui tentang ilmu yang dibawa Nabi saw walaupun yang kita ketahui adalah hal yang sangat sedikit. Jika kita melihat dari kata perintah yang ada dalam hadits tersebut kita dapat mengatakan bahwa menyampaikan apa yang kita ketahui tentang agama islam hukumnya wajib.  Sesuai dengan kaidah ushul bahwa kata perintah menunjukan makna wajib. wallahu a'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersambung insya Allah swt).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-4258993856408827932?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/4258993856408827932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/tujuan-mendirikan-halaqoh-taklim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4258993856408827932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4258993856408827932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/tujuan-mendirikan-halaqoh-taklim.html' title='Tujuan Mendirikan Halaqoh Taklim'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-4426605510924054091</id><published>2009-11-21T06:32:00.004-08:00</published><updated>2010-02-17T05:31:13.845-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>PENANGANAN TERORISME, TAK CUKUP DENSUS 88</title><content type='html'>Oleh: Najih Becq &lt;br /&gt;Para gembong teroris memang sudah mati, namun cita-cita mereka masih hidup. Noor din M Top cs memang sudah tewas, namun kita mesti waspada, karena mereka tentunya punya pengikut yang akan terus memperjuangkan cita teror mereka. Jadi jangan berharap aksi teror akan lenyap dari bumi pertiwi kalau cuma mengandalkan hard power, sebab tampaknya mereka lebih senang  dengan hard power yang diperankan oleh polisi dan pemerintah,&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena mereka akan menganggap diri mereka mati syahid kalau dibunuh. Terbukti setelah terjadi penggerebekan di Solo yang menewaskan Noordin M Top cs, isu teror semakin menjadi. Seperti yang dilakukan oleh anak buah Noor din M Top, Syaifudin Zuhri, yang dikabarkan akan membunuh para pejabat negara termasuk Presiden SBY. Tapi teror itu berhasil dikandaskan karena Syaifuddin keburu tewas (jumat, 9-10-2009) dalam penggerebekan yang dilakukan oleh densus 88 di tempat kosnya. Fakta ini membuktikan bahwa pendekatan represif atau hard power hanya akan menyuburkan aksi terorisme. Oleh sebab itu, diperlukan peranan seluruh elemen masyarakat untuk menumpaskan aksi terorisme, salah satunya adalah peran ulama dan cendekiawan.&lt;br /&gt;Patut kita ketahui bahwa motivasi para aksi teror itu bersembunyi dibalik ajaran agama, semisal mengira bahwa indonesia adalah negara kafir. Karenanya, peran ulama sangat urgent dalam penanganan terorisme, untuk meluruskan anggapan salah mereka. Peran mereka juga lebih efektif karena lansung ke masyarakat. Sehingga diharapkan masyarakat indonesia tidak tertular dengan ajaran radikal yang mereka pahami, juga memungkinkan untuk menyadarkan sisa-sisa pengikut Noor din M Top agar tidak mengulangi aksi teror yang  merugikan bangsa dan agama ini. Sebab, soft power yang dimiliki oleh ulama inilah yang berpeluang melumpuhkan cita-cita dan ideologi radikal yang mereka pahami. Kalau usaha hard power dan soft power sudah berpadu maka akan berimbang dan lebih berpeluang untuk melenyapkan aksi teror di bumi indonesis tercinta, insyallah. &lt;br /&gt;Kalau kita balik ke sejarah, Islam masuk ke indonesia dengan kelembutan dakwah, sehingga tak ada gesekan kekerasan dengan agama lama seperti Hindu dan Budha, artinya tolersansi sudah terwujud sejak dulu. Kalau sekarang muncul ajaran radikal, berarti itu suatu hal baru. Oleh sebab itu, sebelum ideologi radikal yang mereka pahami benar-benar menyebar, maka peran ulama sangat dibutuhkan untuk membentengi masyarakat dari ajaran keras mereka. Diharapkan ulama dan cendekiawan nanti, bisa duduk berdialog dengan orang-orang yang tampaknya mempunyai pemikiran radikal, lantas menjelaskan pada mereka bahwa teori–teori  jihad yang  diterapkan oleh teroris itu salah, mestinya dipakai dipalestina, sebab disitulah medan pertempuran, kalau dilakukan dibumi nusantara ini jelas salah sasaran.&lt;br /&gt;Dalam berjihad, islam sendiri juga telah mengajarkan etika dan tidak asal ngebom sana sini. Salah satunya adalah seperti apa yang pernah disabdakan oleh Rasul saw ketika menyiapkan bala tentara muslim, beliau lantas berpesan pada mereka : “ Berangkatlah atas nama Allah dan berkah rasulnya, ingat jangan bunuh orang jompo, anak kecil dan perempuan. Jangan melakukan penganiayaan, berbuat baiklah karena Allah mencintai orang yang berbuat baik”. Pesan yang disampaikan oleh rasul kepada tentara muslim ini menunjukan bahwa Islam pengasih dan suka damai, bahkan seharusnya berada di garda terdepan untuk mewujudkan perdamaian dunia, bukankah islam itu rahmah lil alamin. &lt;br /&gt;Alhamdulillah , sebagian ulama dan cendekiawan indonesia telah turun tangan untuk membendung ajaran terorisme. Seperti yang disitir dalam situs NU online, bahwa Maarif NU Jateng telah mewajibkan materi antiterorisme  kepada seluruh satuan pendidikan di bawah naunganya. Langkah cemerlang Maarif NU jateng ini patut diacungi jempol, mengingat korban-korban doktrin radikal kebanyakan adalah pelajar dan kaum akademikus. Lha, dengan adanya obligasi materi antiterorisme dalam sebuah lembaga pendidikan, diharapkan pelajar dan mahasiswa dapat membedakan arti jihad sesungguhnya dengan jihad yang disalah artikan oleh para teroris. Oleh sebab itu, langkah ini mesti diikuti oleh ormas-ormas islam lainya dan kalau perlu juga lembaga-lembaga pendidikan milik negara, agar tak ada ruang bagi para teroris untuk menularkan ajaran radikal mereka. Semoga harapan kita ini terwujud, amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-4426605510924054091?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/4426605510924054091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/penanganan-terorisme-tak-cukup-densus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4426605510924054091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4426605510924054091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/penanganan-terorisme-tak-cukup-densus.html' title='PENANGANAN TERORISME, TAK CUKUP DENSUS 88'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-2573464875153746517</id><published>2009-11-21T06:32:00.003-08:00</published><updated>2010-02-17T05:35:27.244-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Filosofi Ibadah Haji</title><content type='html'>Oleh: M. Robi Uz&lt;br /&gt;“ Mereka datang dari segenap  penjuru yang jauh * Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka” (QS al-Hajj; 27-28).&lt;br /&gt;Ibadah haji merupakan Anugrah Besar sekaligus pamungkas Rukun Islam. Ibadah yang hanya diwajibkan sekali dalam sepanjang hidup bagi orang-orang Islam yang mampu atau dalam Al-Qur'an disebut "man istatho’a". &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, tafsir atas kalimat man istatho’a ini seringkali diidentikkan dengan uang. Padahal, sesungguhnya tidaklah demikian. Sama sekali tidak ada kaitan antara haji dengan uang. Nyatanya, banyak orang kaya yang tidak naik haji. Sebaliknya, banyak orang miskin yang berhaji. Bahkan, tidak sedikit yang beranggapan; tanpa haji, Islam seseorang belumlah sempurna. Sampai Rosulullah pernah bersabda, “Siapa yang wafat tapi belum pernah haji, maka mati saja dengan beragama yahudi atau nashroni”. Tentu orang yang dikecam Beliau adalah orang yang sudah mampu haji tapi masih enggan melaksanakan hingga ajal menjemput. Na’udzubillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah Haji dikumandangkan untuk kali pertama oleh Nabi Ibrahim a.s. sekitar 3.600 tahun lalu. Sedangkan Nabi Muhammad saw. melaksanakan haji bersama kaum muslimin pada tahun sepuluh hijriah. Ibadah Haji inilah salah satu bukti tali penghubung antara dakwah Nabi Ibarahim a.s dan Nabi Muhammad saw meski  prektek-praktek Haji yang telah diajarkan Nabi Ibrahim sedikit demi sedikit telah mengalami perubahan dan penyelewengan, seperti thowaf dalam keadaan telanjang dan penyembahan berhala di depan Ka’bah. Namun kemudian  diluruskan kembali oleh Nabi Muhammad saw. &lt;br /&gt;Di antara lima fondasi Islam, mungkin hanya hajilah rukun Islam yang sangat sulit dinalar bahkan bisa saja irrasional. Memang Allah sengaja bahkan sering menguji para hambaNya, diantaranya dengan memerintahkan iman terhadap sesuatu yang tidak terjangkau rasio. Kita harus rela mengorbankan harta, waktu, bahkan nyawa demi memenuhi panggilan Allah SWT ini. Dan Dalam Haji, kita melakukan aktivitas-aktivitas yang boleh dikatakan aneh, tak bisa dicerna logika kita seperti melempar batu, keliling ka’bah tujuh kali, bolak-balik jogging antara bukit Shafa dan Marwa, dan masih banyak lagi. Dengan segala pengorbanan dan aktivitas-aktivitas semacam inilah, kehambaan dan keimanan kita akan semakin tampak dan teruji karena tidak mungkin kita bersedia melaksanakan hal-hal seperti ini dengan tulus selama akal dijadikan ‘Hakim nomor Wahid’ dengan mengesampingkan ajaran Ilahy. Nabi Muhammad pun mengakui Ibadah Haji bukan sesuatu yang rasioanal. Beliau bersabda, “Labbaik Bihajjah Haqqon Ta’abbudan wa Riqqon”. Dengan kegiatan-kegiatan haji ini, Iman dan Penghambaan kita bisa bertambah sempurna.&lt;br /&gt;Namun demikian, banyak sekali hikmah dan makna-makna yang tercermin dalam pelaksanaan haji, baik dalam acara-acara ritual atau dalam tuntutan nonritualnya, dalam bentuk kewajiban atau larangan, dan dalam bentuk real atau simbolik. Kesemuanya itu pada akhirnya mengantarkan jamaah haji semakin meyakini akan keesaan Tuhan, semakin mengingatkan tentang adanya neraca keadilan Tuhan dalam kehidupan ini yang akan dirasakan setiap makhluk pada hari kebangkitan kelak, serta para jamaah haji akan semakin mengerti makna kemanusiaan yang universal tanpa perbedaan antara satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;Semua itu akan terasa begitu dahsyat dalam hati seorang yang haji ketika dia berupaya benar-benar menghayati makna-makna yang ada di balik ibadah haji. Berikut ini akan dikemukakan secara sepintas kilas beberapa hal yang berkaitan dengannya:&lt;br /&gt;1) Ibadah Haji dimulai dengan niat sambil menanggalkan pakaian biasa dan mengenakan pakaian ihrom.&lt;br /&gt;Niat merupakan landasan moral, dasar, dan bentuk bagi sebuah perbuatan. Niat tidak hanya sekadar melafalkan kata-kata tapi upaya menghadirkan kesadaran jiwa dan pikiran dalam ibadah haji maupun yang lainnya. Bila kesadaran sudah tertanam dengan kuat, seorang dapat menampilkan kualitas ibadah haji secara optimal dan mampu meningkatkan wawasan wisata spiritualnya.&lt;br /&gt;Pada umumnya, perbedaan pakaian juga menunjukkan perbedaan status social, ekonomi, atau profesi. Bahkan pakaian juga dapat memberi pengaruh psikologis kepada pemakainya. Di Miqot Makaniy, tempat memulai haji, perbedaan dan pembedaan pakaian tersebut harus ditinggalkan. Semuanya berpakaian sama. semuanya mengenakan dua helai pakaian berwarna putih-putih sebagaiman kain kafan yang akan membalut dirinya saat mengakhiri perjalanan hidup di dunia ini. &lt;br /&gt;Seorang yang melaksanakan ibadah haji secara langsung atau tidak akan dipengaruhi oleh pakaian ini. Seharusnya ia merasakan kelemahan dan keterbatasannya serta pertanggungjawabannya kelak di hadapan Tuhan. &lt;br /&gt;Saat Ihram, Ia pun disunnahkan terus memperbanyak bacaan talbiyah; menyeru bahwa tiada sekutu bagi-Nya, segala puji, kenikmatan, dan kerajaan  hanya milik-Nya.&lt;br /&gt;2) Dengan dikenakannya pakaian ihram, maka sejumlah larangan harus dihindari oleh pelaku ibadah haji.&lt;br /&gt;Dilarang membunuh, Jangan menumpahkan darah, tidak boleh mencabuti pepohonan. Mengapa? Karena manusia berperan memelihara makhluk-makhluk Allah serta memeberinya kesempatan seluas mungkin untuk mencapai tujuan penciptaanNya.&lt;br /&gt;Dilarang juga memakai wangian, bersetubuh dan permulaannya, serta berhias. Mengapa pula? Supaya setiap pelaksana haji menyadari betul bahwa manusia bukan materi semata-mata, bukan pula birahi. Dan bahwa hiasan yang dipandang Tuhan adalah hiasan ruhani.&lt;br /&gt;Sedang hikmah dari larangan menggunting rambut dan kuku adalah kesadaran akan jati dirinya dan menghadap Tuhan sebagaimana adanya. &lt;br /&gt;3) Ka’bah yang dikunjungi mengandung pelajaran yang amat berharga dari segi kemanusiaan. &lt;br /&gt;Disana, misalnya, ada Hijr Isma’il yang arti harfiahnya “pangkuan Isma’il”. Al-kisah, disanalah Isma’il putra Ibrahim pernah berada dalam pangkuan ibunya bernama Hajar, seoarang wanita hitam, budak, yang konon kuburannya pun di tempat itu. Dari Siti Hajar yang demikian ini, seorang pelaksana haji lebih bisa merenungi bahwa Allah SWT memberi kedudukan untuk seseorang bukan karena nasab atau status sosialnya, tetapi karena kedekatannya kepada Allah SWT dan geliatnya untuk berhijrah dari kejahatan munuju kebaikan, dari keterbelakangan menuju berperadaban. &lt;br /&gt;4) Thawaf menjadikan pelaku-pelakunya larut dan berbaur bersama manusia-manusia lain, serta memberi kesan kekompakan menuju satu tujuan yang sama yakni berada dalam lingkungan Allah.&lt;br /&gt;5) Setelah thawaf, dilakukanlan Sa’i. &lt;br /&gt;Disini, pelaku Haji hendaknya mengenang dengan penuh penghayatan akan sosok Siti Hajar lagi. Keyakinan wanita mulia ini akan kemahakuasaan Allah -yang sedemikian kokoh dengan bukti dia bersama anaknya rela ditinggal di suatu lembah yang tandus- tidak menjadikannya berpangku tangan dengan hanya menunggu turunnya hujan dari langit. Tetapi ia berusaha dan terus berupaya mondar-mandir berkali kali demi mencari air untuk kelanjutan hidup putranya. &lt;br /&gt;Hajar memulai usahanya dari bukit Shafa yang arti harfiahnya adalah kesucian dan ketegaran, sebagai lambang bahwa untuk mencapai hidup harus dengan usaha yang dimulai dengan kesucian dan ketegaran dan harus diakhiri di Marwa yang berarti “sikap menghargai, bermurah hati, dan memaafkan orang lain”. &lt;br /&gt;Hasil usaha pasti akan diperoleh baik sebagaimana yang dialami oleh Siti Hajar bersama putranya, Isma’il a.s dengan ditemukannya air zamzam itu.&lt;br /&gt;6) Di tanah ‘Arafah, padang yang luas lagi gersang itu, seluruh jamaah haji wuquf (berhenti) sampai matahari terbenam.&lt;br /&gt;Berkumpulnya para jamaah di satu tempat memberi kesan bahwa ibadah haji sebagai media “ibadah sosial”, yakni terbangunnya relasi sosial yang kokoh dilandasi sikap saling mengenal, mengasihi dan menyanyangi diantara sesama manusia.&lt;br /&gt;Di sanalah, mereka selayaknya menemukan ma’rifah pengetahuan sejati tentang jati dirinya, akhir perjalanan hidupnya, serta di sana pula mereka seharusnya menyadari langkah-langkahnya selama ini. Di ‘Arafah pula, seharusnya mereka menyadari betapa agung Allah yang kepada-Nya bersembah seluruh makhluk, sebagaimana diperagakan secara miniature di padang tersebut. Kesadaran-kesadaran itulah yang mengantarkannya di Padang ‘Arafah menjadi ‘Arif (sadar) dan mengetahui.&lt;br /&gt;7) Dari ‘Arafah, para jamaah ke Muzdalifah untuk mengumpulkan senjata dalam menghadapi musuh utama yaitu setan. Kemudian selanjutnya ke Mina dan disanalah para jamaah haji melampiaskan kebencian dan amarahnya masing-masing terhadap musuh yang selama ini menjadi penyebab segala kegetiran yang dialaminya. Batu dikumpulkan di tengah malam sebagai simbol bahwa musuh tidak boleh mengetahui siasat dan senjata kita.&lt;br /&gt;Demikianlah, ibadah haji merupakan himpunan simbol-simbol yang begitu indah. Apabila dihayati dan diamalkan secara baik dan benar, maka pasti akan mengantarkan setiap pelakunya ke dalam lingkungan Ilahi dan kemanusiaan yang hak sesuai yang dikehendaki oleh Sang Penciptanya, Allah SWT… Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refrensi :&lt;br /&gt;1. Ihya’ Ulumuddin,  karya Imam Ghazaly ra.&lt;br /&gt;2. Al-Hajj wa Fadlluhu wa Fawa’iduhu, karya Syekh Abdul Muhsin al-Badr&lt;br /&gt;3. Membumikan Al-Qur’an, karya Bapak Quraish Shihab&lt;br /&gt;4. www.GusMus.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-2573464875153746517?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/2573464875153746517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/filosofi-ibadah-haji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2573464875153746517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2573464875153746517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/filosofi-ibadah-haji.html' title='Filosofi Ibadah Haji'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-6595137324035788341</id><published>2009-11-21T06:32:00.002-08:00</published><updated>2010-02-17T05:36:53.667-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>TERUS MELANGKAH DALAM BERSERAH</title><content type='html'>(ibnu Atho'illah)&lt;br /&gt;Jangan berkawan dengan orang yang keadaannya tidak membangkitkan semangatmu dan pembicaraanya tidak membimbing kejalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi engkau berbuat buruk tetapi tampak olehmu sebagai kebaikan lantaran engkau berkawan dengan orang yang tingkah lakunya lebih buruk darimu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-6595137324035788341?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/6595137324035788341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/terus-melangkah-dalam-berserah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/6595137324035788341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/6595137324035788341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/terus-melangkah-dalam-berserah.html' title='TERUS MELANGKAH DALAM BERSERAH'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-2497785949213664296</id><published>2009-11-21T06:32:00.001-08:00</published><updated>2010-02-17T05:40:26.330-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUISI'/><title type='text'>Beda mereka</title><content type='html'>Ketika…&lt;br /&gt;Sang surya menapak &lt;br /&gt;Jengkal demi jengkal &lt;br /&gt;Seundak perundak &lt;br /&gt;Tangga tahta kekuasaan sang Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika …&lt;br /&gt;Melenggang sombong &lt;br /&gt;Diarak jalanan langit yang gemawan&lt;br /&gt;Tampaknya ia akan semakin bengis&lt;br /&gt;Semakin ganas tatapnya menyayat ari&lt;br /&gt;Menancapkan imperial kuasanya &lt;br /&gt;Atas orang-orang bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih nyantai &lt;br /&gt;Tepekur di pojok ruangan ini&lt;br /&gt;Menikmati syahdu ayat qurani&lt;br /&gt;Dilantun mulut sendiri&lt;br /&gt;Tapi, aku harus pergi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuangkatlayangkan kaki ini &lt;br /&gt;Menerobos kejam terik siang matahari&lt;br /&gt;Panas…&lt;br /&gt;Angin datang melabrak &lt;br /&gt;Ah cuek saja, Aku tak peduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba!&lt;br /&gt;Pandangan ajib mengganjal mata&lt;br /&gt;Bocah-bocah itu, masih kecil lagi&lt;br /&gt;Lusuh pula pakaian mereka&lt;br /&gt;Hampir camping&lt;br /&gt;Berjejar berdiri disana&lt;br /&gt;Di samping rindang pohon semak&lt;br /&gt;Di pinggir jalanan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu akbar…!&lt;br /&gt;Sayup kudengar mulut mungil bersua&lt;br /&gt;Menggemakan lontas keagungan-Mu&lt;br /&gt;Aku tertegun… &lt;br /&gt;Aku terdiam …&lt;br /&gt;Aku heran …&lt;br /&gt;Aku ingin bertanya.&lt;br /&gt;Seribu tanya: siapa dan bagaimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menerawang&lt;br /&gt;Bocah-bocah seumur mereka&lt;br /&gt;Tapak tanpa alas seperti mereka&lt;br /&gt;Compang pakaian seperti mereka&lt;br /&gt;Di jalanan Jakarta&lt;br /&gt;Adakah mereka seperti mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faqihmuqaddam, PaginyaJum`at,  24 R. Tsani 1430.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-2497785949213664296?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/2497785949213664296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/beda-mereka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2497785949213664296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2497785949213664296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/beda-mereka.html' title='Beda mereka'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-364189645204053881</id><published>2009-11-21T06:32:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T05:42:31.384-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Mengasah Keindahan Seni Berinteraksi</title><content type='html'>AM Saputra &lt;br /&gt;lebih kurang sepuluh tahun yang lalu tepatnya ketika saya masih duduk di bangku madrasah, saya sering mendapatkan wejangan dari Pak Miftah guru kaligrafi untuk sering berlatih dan berlatih dalam menekuni suatu bidang tertentu. Ketika mendapatkan pelajaran dasar menulis kaligrafi di kelas, beliau bilang lebih baik latihan menulis satu kalimat sebanyak 100 kali dari pada menulis 100 kalimat tetapi cuman sekali (1x100 lebih baik dari 100x1). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi bagi pemula, kaedah-kaedah menulis kaligrafi "khot naskhi" yang merupakan khat wajib dalam seni kaligrafi membutuhkan ketelitian dan ketelatenan tersendiri dimana kehalusan menulis tidak akan dihasilkan kecuali dengan terus menerus berlatih. Saya yang tulisannya tidak lebih baik dari batik ceker ayam merasa mendapatkan support, setelah sekian lama alhadulillah usaha itu mendatangkan hasil yang tidak sia-sia, tulisan arab saya sudah dapat dibaca dengan nyaman meski tidak sebagus guru saya.&lt;br /&gt;Kaitannya dengan seni berinteraksi antar sesama manusia (fan ta'amul ma'a an-naas), dalam kehidupan sehari-hari sering sekali kita mendapati orang yang sangat disayang oleh keluarga, teman, sahabat dan sanak familinya. Keberadaannya benar-benar memberikan kesejukan dan keteduhan, tutur katanya bak air segar menyirami padang hati yang gersang, sikapnya santun dan tidak pernah menyakiti atau mengecewakan, subhanallah kita sampai bergumam betapa beruntungnya dia. Keberadaanya menenangkan sementara kepergiannya senantiasa dinantikan. Sementara di sisi kehidupan yang lain, kita juga kerap kali menemukan orang yang sama sekali tidak disukai, sikapnya keras, perkataannya tajam bak sembilu menyayat kulit dan qolbu, keberadaanya tidak diharapkan serta keperginya sentiasa dinantikan, masayaAllah!? Betapa sulitnya kehidupan tipe orang yang kedua ini dalam bergaul dengan masyarakat.&lt;br /&gt;Melihat kenyataan itu, tentunya kita sangat berharap untuk dapat menjadi orang yang pertama bukan. Siapa sich yang tidak ingin mempunya kawan banyak, dikasihi dan disayangi, kehadiran kita selalu diharapkan dan seterusnya. Adakah hal itu bisa kita lakukan? Ataukah bakat itu hanya bisa dimiliki oleh orang-orang pilihan saja? Untuk menjawab pertanyaan ini mari kita rujuk kembali as-Sunnah sumber falsafah hidup seorang muslim, bagaimana Rasulullah menyampaikan misi diutusnya ke dunia ini seraya berkata: "hanyalah aku diutus untuk menyempurnakan akhlak." Dari sini dapat kita ambil kesimpulan bahwa bagaimanapun rupa dan bahasanya, selagi itu manusia maka ia pasti bisa mendapatkan bakat seni berinteraksi. Apa lagi ditambah dukungan wahyu yang membuat kita lebih optimis untuk dapat mengasah kemampuan seni berinteraksi, karena jika itu diniatkan untuk mendapatkan ridho-Nya maka ia akan mendapatkan hitungan pahala tersendiri. Bukankah Rasulullah mengajarkan bahwa senyuman itu sedekah? Bukan kita diajarkan Rasulullah untuk selalu memberikan kedamaian pada sesama apa lagi kepada saudara kita seiman.&lt;br /&gt;Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, selagi ada niat dan kemaun insyaAllah semuanya akan dimudahkan. Melatih senyum misalnya, mungkin bagi sebagian kita amatlah sulit dilakuin, tapi jika terus menerus dibiasakan lama-lama akan jadi mudah, malahan kalau gak senyum rasanya ada yang hilang dari kita. Yah gak apa, asal jangan jadi senyum-senyum sendiri tar malah dikira gak waras kan repot juga.&lt;br /&gt;Dari sini marilah kita coba niatkan untuk dapat meniru suri tauladan kita, junjugan kita Sayyidana Muhammad Saw. Sungguh betapa berharganya hidup ini jika hanya untuk disia-siakan, betapa mahalnya nilai hidup ini jika digunakan hanya untuk bermusuhan dan sering mengecewakan orang, terlebih orang-orang yang kita sayangi. Sudah saatnya kita sematkan niat untuk merubah sikap agar lebih dapat diterima orang lain sekaligus menjadi pribadi yang menyenangkan demi meraih ridho-Nya. Kita rawat bersama niat ini ditambah usaha untuk mewujudkannya sehingga pada saatnya nanti Allah memberikan kemudahan kepada kita untuk mewarisi "uswah" yang terkejewantahkan dalam kehidupan Rasulullah, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-364189645204053881?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/364189645204053881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/mengasah-keindahan-seni-berinteraksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/364189645204053881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/364189645204053881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/mengasah-keindahan-seni-berinteraksi.html' title='Mengasah Keindahan Seni Berinteraksi'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-1631150452941775113</id><published>2009-11-21T06:29:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T05:43:40.593-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HEARTMOAN'/><title type='text'>Segera Bangkit Untuk Memperbaiki Diri Kita!</title><content type='html'>Oleh: Cakiconk&lt;br /&gt;Seorang guru wanita sedang mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya dengan penuh semangat. Ia duduk menghadap para muridnya. Tangan kirinya memegang kapur dan tangan kanannya memegang penghapus. Guru itu berkata: "Anak-anak, Saya punya satu permainan... Caranya begini: di tangan kiri saya ada kapur, dan di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka kalian bilang "Kapur!", jika saya angkat penghapus ini, maka kalian bilang "Penghapus!" setuju?". Para murid menjawab: "setuju!!!".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Murid-muridnya pun paham dan mengikuti perintah sang guru. Si Guru bergantian mengangkat antara tangan kanan dan tangan kirinya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat kemudian, guru kembali berkata: "Baik, sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka kalian bilang "Penghapus!", dan jika saya angkat penghapus, maka kalian katakan "Kapur!", oke?". Setelah mereka setuju maka diulang-ulanglah cara kedua ini seperti sebelumnya, tentu saja para murid tadi awalnya keliru dan merasa kaku serta sangat kesulitan untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka menjadi biasa dan tidak lagi kaku. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Anak-anakku, begitulah kita, umat Islam. Mula-mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas dapat membedakannya. Namun kemudian, musuh-musuh kita memaksakan kepada kita dengan berbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil dan begitu juga sebaliknya. Awalnya, mungkin terasa sulit bagi kita untuk menerima hal tersebut, tapi karena hal tersebut terus-menerus disosialisasikan oleh mereka dengan cara-cara yang menarik, akhirnya lambat laun kita pun terbiasa dengan hal itu Dan selanjutnya kita mulai mau menerima dan mengikutinya. Musuh-musuh kita tidak pernah berhenti memutar-balikkan dan menukar nilai dan etika islam. "Keluar berduaan, pacar-pacaran bukan lagi suatu yang aneh, Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi sudah jadi hal yang lumrah tanpa rasa malu, sex sebelum nikah sudah menjadi suatu kebiasaan dan trend, dugem, hiburan yang asyik nan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup (life style) baru, meninggalkan shalat, puasa sudah jadi doyanan tanpa penyesalan sedikit pun dan lain-lainnya. Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, sedikit demi sedikit kita menerimanya tanpa merasa bahwa hal itu adalah suatu kesalahan dan kemaksiatan besar. Paham?" tanya Guru kepada murid-muridnya. "Paham bu guru..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik, permainan kedua..." sang Guru melanjutkan. "Ibu Guru punya mushaf al-Qur'an, Ibu Guru akan metakkan mushaf ini di tengah karpet. Sekarang, kalian berdiri di luar sisi karpet tanpa menginjaknya. Aturan mainnya adalah, bagaimana cara mengambil mushaf al-Qur'an yang ada di tengah itu tanpa menginjak karpet?" para murid pun berpikir. Ada yang mencoba alternatif memakai bantuan tongkat dan lain-lain. Namun sang guru menganggap itu kurang tepat. Akhirnya Guru memberitahukan jalan keluarnya, digulungnya karpet itu, lalu dia ambil mushaf al-Qur'an yang ada di tengahnya. Ia memenuhi syarat, yaitu tidak menginjak karpet. "Anak-anakku, begitulah gambaran umat Islam dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-injak islam kita dengan terang-terangan. Karena tentu kita akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasa pun tidak akan rela kalau Islam dihina di hadapan mereka. Melainkan langkah yang mereka ambil adalah mereka akan menggulung kita perlahan-lahan dari pinggir, sedikit demi sedikit agar kita tidak sadar bahwa kita sedang di serang". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika seseorang ingin membangun sebuah rumah yang kuat dan kokoh, maka harus dibuat pondasi yang kokoh pula. Sama halnya dengan Islam, jika kita ingin islam tegak dengan kuat dan kokoh, maka kita harus membangun aqidah yang kuat pada diri kita sebagai pondasinya dan syari'ah yang kokoh sebagai pilar-pilarnya. Begitu juga sebaliknya, jika seseorang ingin membongkar sebuah rumah, tentu akan kesulitan kalau pembongkaran dimulai dari pondasinya, untuk itu tentu saja mereka akan menurunkan hiasan-hiasan dinding terlebih dahulu, kursi-kursi dan meja dikeluarkan, lemari dan lain-lainnya dikeluarkan satu persatu, setelah itu baru rumah dihancurkan. Begitulah musuh-musuh Islam dalam menghancurkan islam. mereka tidak akan menyerang kita terang-terangan, melainkan mereka akan perlahan-lahan mengerogoti nilai-nilai keislaman dari para pemeluknya. Mulai dari akhlak/perangai kita, cara hidup, cara berfikir, berpakaian, makanan dan lain sebagainya, sehingga meskipun kita muslim, tapi kita telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang diam-diam mereka masukkan sebagai pengganti nilai-nilai keislaman. Dan seperti itulah yang mereka inginkan. Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang sedang dijalankan oleh musuh-musuh kita". "Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak islam, bu Guru?" tanya seorang murid. "Memang dulunya mereka terang-terangan menyerang islam, seperti peristiwa Perang Salib, Perang Tartar dan lain sebagainya. Tapi serangan semacam itu mudah diketahui dan mudah diatasi. Dan sekarang sudah tidak lagi. Karena mereka sudah tahu akibatnya. Ya, Begitulah Islam. kalau diserang serentak secara terang-terangan, maka semua akan bangkit secara serentak, melawan dan memberontak. mereka akan sadar kalo agamanya sedang diserang musuh dan mereka pun akan bergegas membelanya. Tapi kalau diserang perlahan-lahan dari dalam maka mereka, umat islam, tidak akan sadar kalo agamanya tengah dirongrong. Sedikit demi sedikit nilai-nilainya pudar dan pada akhirnya mereka hancur lebur". Dengan intonasi laun, Sambil menutup buku dan memasukkannya kedalam tas, sang guru pun mengakhiri jam pelajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, mari kita akhiri pelajaran kita kali ini, dan sebelumnya mari kita berdoa terlebih dahulu sebelum pulang...." Matahari bersinar dengan teriknya tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENUNGILAH SOBAT!&lt;br /&gt;SEMOGA ALLAH MEMBERI TAUFIQ DAN HIDAYAH PADA KITA DAN KELUARGA KITA... MARILAH KITA SAMA-SAMA SADAR BAHWA AGAMA, BANGSA DAN TANAH AIR KITA SEMAKIN TERANCAM, UMAT ISLAM SEMAKIN MUDAH DIBELI DENGAN UANG, DILALAIKAN DENGAN KEINDAHAN DAN KESERAKAHAN HIDUP, HINGGA HILANG MARTABAT DAN HARGA DIRINYA!! INI LEBIH PENTING BAGI KITA UNTUK BERSATU DARIPADA NGELADENI SAUDARA-SAUDARA KITA YANG TIDAK SEPAHAM. Wabillahit taufiq wal hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-1631150452941775113?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/1631150452941775113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/segera-bangkit-untuk-memperbaiki-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/1631150452941775113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/1631150452941775113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/segera-bangkit-untuk-memperbaiki-diri.html' title='Segera Bangkit Untuk Memperbaiki Diri Kita!'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-2573105386742927184</id><published>2009-11-07T08:59:00.000-08:00</published><updated>2009-11-07T09:04:16.387-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Kisah Seekor Anak Singa*</title><content type='html'>Oleh: Cakiconk* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, di sebuah hutan belantara ada seekor induk singa yang mati setelah melahirkan anaknya. Bayi singa yang lemah itu hidup tanpa perlindungan induknya. Beberapa waktu kemudian serombongan kambing datang melintasi tempat itu. Bayi singa itu menggerak-gerakkan tubuhnya yang lemah. Seekor induk kambing tergerak hatinya. Ia merasa iba melihat anak singa yang lemah dan hidup sebatang kara. Dan terbitlah nalurinya untuk merawat dan melindungi bayi singa itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sang induk kambing lalu menghampiri bayi singa itu dan membelai dengan penuh kehangatan dan kasih sayang. Merasakan hangatnya kasih sayang seperti itu, si bayi singa tidak mau berpisah dengan sang induk kambing. Ia terus mengikuti ke mana saja induk kambing pergi. Jadilah ia bagian dari keluarga besar rombongan kambing itu.&lt;br /&gt;Hari berganti hari, anak singa tumbuh dan besar dalam asuhan induk kambing dan hidup dalam komunitas kambing. Ia menyusu, makan, minum, bermain bersama anak-anak kambing lainnya. Tingkah lakunya juga layaknya kambing. Bahkan anak singa yang mulai berani dan besar itu pun mengeluarkan suara layaknya kambing yaitu mengembik, bukan mengaum!. la merasa dirinya adalah kambing, tidak berbeda dengan kambing-kambing lainnya. Ia sama sekali tidak pernah merasa bahwa dirinya adalah seekor singa.&lt;br /&gt;Suatu hari, terjadi kegaduhan luar biasa. Seekor serigala buas datang memburu kambing untuk dimangsa. Kambing-kambing berlarian panik. Semua ketakutan. Induk kambing yang juga ketakutan meminta anak singa itu untuk menghadapi serigala:&lt;br /&gt;”Kamu singa!, cepat hadapi serigala itu!, cukup keluarkan aumanmu yang keras dan serigala itu pasti lari ketakutan!.” Kata induk kambing pada anak singa yang sudah tampak besar dan kekar. &lt;br /&gt;Tapi, anak singa yang sejak kecil hidup di tengah-tengah komunitas kambing itu justru ikut ketakutan dan malah berlindung di balik tubuh induk kambing. Ia berteriak sekeras-kerasnya dan yang keluar dari mulutnya adalah suara embikan, sama seperti kambing yang lain, bukan auman. Anak singa itu tidak bisa berbuat apa-apa ketika salah satu anak kambing yang tak lain adalah saudara sesusuannya diterkam dan dibawa lari serigala.&lt;br /&gt;Induk kambing sedih karena salah satu anaknya tewas dimakan serigala. Ia menatap anak singa dengan perasaan nanar dan marah. &lt;br /&gt;”Seharusnya kamu bisa membela kami!, seharusnya kamu bisa menyelamatkan saudaramu!, seharusnya kamu bisa mengusir serigala yang jahat itu!”. &lt;br /&gt;Anak singa itu hanya bisa menunduk. Ia tidak paham dengan maksud perkataan induk kambing. Ia sendiri merasa takut pada serigala sebagaimana kambing-kambing lain. Anak singa itu merasa sangat sedih karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;Hari berikutnya, serigala ganas itu datang lagi. Kembali memburu kambing-kambing untuk disantap. Kali ini induk kambing tertangkap dan telah dicengkeram oleh serigala. Semua kambing tidak ada yang berani menolong. Anak singa itu tidak kuasa melihat induk kambing yang telah ia anggap sebagai ibunya dicengkeram serigala. Dengan nekat ia lari dan menyeruduk serigala itu. Serigala kaget bukan kepalang melihat ada seekor singa di hadapannya. Ia melepaskan cengkeramannya. Serigala itu gemetar ketakutan!, nyalinya habis!. Ia pasrah, ia merasa hari itu adalah akhir hidupnya!. Dengan kemarahan yang luar biasa anak singa itu berteriak keras, ”Emmbeeek!” Lalu ia mundur ke belakang, mengambil ancang-ancang untuk menyeruduk lagi. Melihat tingkah anak singa itu, serigala yang ganas dan licik itu langsung tahu bahwa yang ada di hadapannya adalah singa yang bermental kambing. Tak ada bedanya dengan kambing. Seketika itu juga ketakutannya hilang. Ia menggeram marah dan siap memangsa kambing bertubuh singa itu atau singa bermental kambing itu. Saat anak singa itu menerjang dengan menyerudukkan kepalanya layaknya kambing, sang serigala telah siap dengan kuda-kudanya yang kuat. Dengan sedikit berkelit, serigala itu merobek wajah anak singa itu dengan cakarnya. Anak singa itu terjerembab dan mengaduh, seperti kambing mengaduh. Sementara induk kambing menyaksikan peristiwa itu dengan rasa cemas yang luar biasa. Induk kambing itu heran, kenapa singa yang kekar itu kalah dengan serigala. Bukankah singa adalah raja hutan?. Tanpa memberi ampun sedikitpun serigala itu menyerang anak singa yang masih mengaduh itu. Serigala itu siap menghabisi nyawa anak singa itu. Di saat yang kritis itu, induk kambing yang tidak tega, dengan sekuat tenaga menerjang sang serigala. Sang serigala terpelanting. Anak singa bangun. Dan pada saat itu, seekor singa dewasa muncul dengan auman yang dahsyat!. Semua kambing ketakutan dan merapat!. Anak singa itu juga ikut takut dan ikut merapat. Sementara sang serigala langsung lari terbirit-birit. Saat singa dewasa hendak menerkam kawanan kambing itu, ia terkejut di tengah-tengah kawanan kambing itu ada seekor anak singa. Beberapa ekor kambing lari, yang lain langsung lari. Anak singa itu langsung ikut lari. Singa itu masih tertegun. Ia heran kenapa anak singa itu ikut lari mengikuti kambing?. Ia mengejar anak singa itu dan berkata: &lt;br /&gt;”Hai kamu jangan lari!, kamu anak singa, bukan kambing!, aku tak akan memangsa anak singa!.”&lt;br /&gt;Namun anak singa itu terus berlari dan berlari. Singa dewasa itu terus mengejar. Ia tidak jadi mengejar kawanan kambing, tapi malah mengejar anak singa. Akhirnya anak singa itu tertangkap. Anak singa itu ketakutan:&lt;br /&gt;”Jangan bunuh aku, ammpuun!.”&lt;br /&gt;”Kau anak singa, bukan anak kambing!, aku tidak membunuh anak singa!.” &lt;br /&gt;Dengan meronta-ronta anak singa itu berkata, ”Tidak!!, aku anak kambing!, tolong lepaskan aku!”. Anak singa itu meronta dan berteriak keras. Suaranya bukan auman tapi suara embikan, persis seperti suara kambing.&lt;br /&gt;Sang singa dewasa heran bukan main. Bagaimana mungkin ada anak singa bersuara kambing dan bermental kambing. Dengan geram ia menyeret anak singa itu ke danau. Ia harus menunjukkan siapa sebenarnya anak singa itu. Begitu sampai di danau yang jernih airnya, ia meminta anak singa itu melihat bayangan dirinya sendiri, lalu membandingkan dirinya dengan singa dewasa.&lt;br /&gt;Begitu melihat bayangan dirinya, anak singa itu terkejut: &lt;br /&gt;”Oh, rupa dan bentukku sama dengan kamu, sama dengan singa, si raja hutan!.”&lt;br /&gt;”Ya, karena kamu sebenarnya anak singa. Bukan anak kambing!”. Tegas singa dewasa.&lt;br /&gt;”Jadi aku bukan kambing?, aku adalah seekor singa!.”&lt;br /&gt;”Ya kamu adalah seekor singa, raja hutan yang berwibawa dan ditakuti oleh seluruh isi hutan!. Ayo aku ajari bagaimana menjadi seekor raja hutan!.” Kata sang singa dewasa. &lt;br /&gt;Singa dewasa lalu mengangkat kepalanya dengan penuh wibawa dan mengaum dengan keras. Anak singa itu lalu menirukan, dan mengaum dengan keras. Ya, mengaum, menggetarkan seantero hutan. &lt;br /&gt;Tak jauh dari situ serigala ganas tadi lari semakin kencang. Ia ketakutan mendengar auman anak singa itu. Anak singa itu kembali berteriak penuh kemenangan: &lt;br /&gt;”Aku adalah seekor singa!, raja hutan yang gagah perkasa!”. &lt;br /&gt;Singa dewasa tersenyum bahagia mendengarnya.&lt;br /&gt;Penulis tersentak oleh kisah anak singa di atas. Jangan-jangan kondisi kita (umat islam secara umum, bangsa Indonesia secara khusus dan warga FORMIL lebih khususnya lagi) mirip dengan anak singa di atas. Sekian lama hidup tanpa mengetahui jati diri dan potensi terbaik yang dimilikinya.&lt;br /&gt;Betapa banyak manusia yang menjalani hidup apa adanya, biasa-biasa saja, ala kadarnya. Hidup dalam keadaan terbelenggu oleh "siapa dirinya sebenarnya". Hidup dalam tawanan rasa malas, langkah yang penuh keraguan dan kegamangan. Hidup tanpa semangat hidup yang seharusnya. Hidup tanpa kekuatan nyawa terbaik yang dimilikinya.&lt;br /&gt;Kalau kita amati orang-orang di sekitar kita. Di antara mereka ada yang telah menemukan jati dirinya. Hidup dinamis dan prestatif. Sangat faham "untuk apa ia hidup" dan "bagaimana ia harus hidup". Hari demi hari ia lalui dengan penuh semangat dan optimis serta penuh tujuan pasti. Detik demi detik yang dilaluinya adalah kumpulan prestasi dan rasa bahagia. Semakin besar rintangan menghadang, semakin besar pula semangatnya untuk menaklukkannya.&lt;br /&gt;Namun, tidak sedikit yang hidup apa adanya. Mereka hidup apa adanya karena tidak memiliki arah yang jelas. Tidak faham "untuk apa dia hidup", dan "bagaimana ia harus hidup". Kita sering mendengar orang-orang yang ketika ditanya:&lt;br /&gt;”Bagaimana Anda menjalani hidup Anda?,” atau ”Apa prinsip hidup Anda?,” mereka menjawab dengan jawaban yang filosofis:&lt;br /&gt;”Saya menjalani hidup ini mengalir bagaikan air, santai saja.” &lt;br /&gt;Tapi sayangnya mereka tidak benar-benar tahu filosofi "mengalir bagaikan air". Mereka memahami hidup mengalir bagaikan air itu, ya hidup santai. Sebenarnya, jawaban itu mencerminkan bahwa mereka tidak tahu bagaimana mengisi hidup ini. Bagaimana cara hidup yang berkualitas. Sebab, mereka tidak tahu siapa sebenarnya diri mereka?, potensi terbaik apa yang telah dikaruniakan oleh Tuhan kepada mereka. Bisa jadi mereka sebenarnya adalah "seekor singa" tapi tidak tahu kalau dirinya "seekor singa". Mereka menganggap dirinya adalah "seekor kambing", sebab selama ini, mereka hidup dalam kawanan kambing. Entah, mungkin kita termasuk di dalamnya.&lt;br /&gt;Filosofi menjalani hidup mengalir bagaikan air yang dimaknai dengan hidup santai saja, atau hidup apa adanya bisa dibilang prototipe; gaya hidup sebagian besar kita di kuliah syariah khususnya (yang tidak mau muroja`ah kalau tidak dekat ujian, ikut muhadloroh yang penting hadir meski tidur atau chating-an, ujian yang penting tidak rosib meski nilai cuma maqbul, dst.) dan di Indonesia umumnya. Bahkan, bisa jadi itu adalah gaya hidup sebagian besar masyarakat dunia Islam saat ini.&lt;br /&gt;Tidak jarang kita mendapatkan kondisi di sekitar kita yang dari waktu ke waktu tidak mengalami perubahan berarti. Cara berpikirnya masih sama. Cara hidupnya masih begitu-begitu saja. Bahkan mengalami penurunan. Si Anu yang saat awal kuliah belum mampu berbahasa arab, sekarang masih berada dalam kondisi yang sama. Atau sudah mampu, tapi orang yang mendengarkan masih harus berfikir untuk memahami maksudnya. Bahkan, tak jarang terjadi salah paham. Si Dia yang pada hari-hari pertama studinya, belajarnya giat dan rajin bangun malam; kini, kalau tidak ujian tidak mau belajar. Bahkan, malam ujian pun masih sempat main-main dengan hp, komputer dll; solat malamnya sudah libur, shalat Subuh tidak berjamaah dan lebih parah lagi; shalat Subuh sudah biasa dia jamak dengan shalat Dluha, dan segudang contoh lainnya. Kita yang dulu datang dengan kondisi "nol" ternyata sampai sekarang kita masih mendapat poin nol koma sekian atau poin satu saja. Sungguh perubahan yang tak berarti jika dibandingkan dengan lamanya kita berada disini. Tegasnya, kita belum berubah.&lt;br /&gt;Kenapa tidak berubah?.&lt;br /&gt;Jawabannya adalah karena kita tidak mau berubah.&lt;br /&gt;Kenapa tidak mau berubah?.&lt;br /&gt;Jawabannya adalah karena kita belum mengetahui bahwa kita harus berubah. Bahkan, kalaupun kita mengetahui keniscayaan sebuah perubahan, kita masih belum mengetahui bagaimana caranya mewujudkan perubahan itu. Sebab, kita telah terbiasa dengan kehidupan yang pasrah dan santai. Hidup tanpa rasa berdaya dalam keluh kesah. Hidup tanpa semangat hijrah. Dan cara hidup seperti inilah yang telah tertanam dan terus tumbuh dalam diri kita. &lt;br /&gt;Ada seorang sastrawan terkemuka, yang demi melihat kondisi bangsa yang sedemikian akut rasa ketidak berdayaanya sampai dia mengatakan, ”Aku malu jadi orang Indonesia!.”&lt;br /&gt;Di mana-mana; di Indonesia atau lainnya, kita lebih banyak menemukan orang orang bermental lemah, hidup apa adanya dan tidak terarah. Orang-orang yang tidak tahu potensi terbaik yang diberikan oleh Allah kepadanya. Orang-orang yang rela ditindas dan dijajah oleh kesengsaraan, kesantaian dan kehinaan. Padahal sebenarnya; jika mau, pastilah mereka bisa hidup merdeka, maju, jaya, berwibawa dan sejahtera. Di Indonesia saja, tak terhitung berapa jumlah masyarakat negeri kita yang bermental kambing. Meskipun sebenarnya mereka adalah singa!. Banyak yang minder dengan bangsa lain. Seperti mindernya anak singa bermental kambing pada serigala dalam kisah di atas. Padahal sebenarnya, kita adalah bangsa besar!, kita adalah umat yang besar!, kita sebenarnya adalah singa dewasa yang sebenarnya memiliki kekuatan dahsyat. Bukan komunitas sekawanan kambing. Sekali rasa berdaya itu muncul dalam jiwa anak kita, maka ia akan menunjukkan pada dunia bahwa ia adalah singa yang tidak boleh diremehkan sedikitpun. &lt;br /&gt;Kita (umat Islam di Indonesia), sebenarnya adalah Sriwijaya yang perkasa menguasai Nusantara. Juga sebenarnya adalah Majapahit yang digjaya dan adikuasa. Lebih dari itu, kita sebenarnya, -dan ini tidak mungkin disangkal- adalah umat Islam terbesar di dunia. Ada sekitar 200.000.000 (dua ratus juta) umat Islam di negeri tercinta kita Indonesia. Banyak yang tidak menyadari apa makna dari "dua ratus juta" jumlah umat Islam Indonesia. Banyak yang tidak sadar dan menganggapnya biasa saja. Sama sekali tidak menyadari jati diri sesungguhnya. Dua ratus juta umat Islam di Indonesia, maknanya adalah dua ratus juta singa. Penguasa belantara dunia; itulah yang sebenarnya. Sayang, dua ratus juta yang sebenarnya adalah singa, justru bermental kambing dan berperilaku layaknya kambing, bukan layaknya singa. Baik saudara-saudara kita di sana maupun kita sendiri di sini. Lebih memprihatinkan lagi, ada yang sudah menyadari dirinya sesungguhnya singa tapi memilih untuk tetap menjadi kambing. Karena telah terbiasa menjadi kambing, maka ia malu menjadi singa!. Malu untuk maju dan berprestasi!. Yang lebih memprihatinkan lagi, mereka yang memilih tetap menjadi kambing itu menginginkan yang lain juga tetap menjadi kambing. Mereka ingin tetap jadi kambing sebab merasa tidak mampu jadi singa dan merasa nyaman jadi kambing. Yang menyedihkan, mereka tidak ingin orang lain jadi singa. Bahkan mereka ingin orang lain jadi kambing yang lebih bodoh!.&lt;br /&gt;Marilah!, kita sadari diri kita (sebagai umat Islam) sebagai seekor singa yang betul-betul singa. Allah telah memberi predikat kepada kita sebagai umat terbaik di muka bumi ini, ”Kalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia, karena kalian menyuruh berbuat yang makruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah!”. &lt;br /&gt;Marilah kita bermental umat terbaik. Jangan bermental umat yang terbelakang. Kita mulai langkah maju dan perubahan itu dari diri kita sebagai warga FORMIL, untuk Indonesia kita khususnya dan Islam pada umumnya. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*  Di kutip dari Novel "Ketika Cinta Bertasbih 2" disertai beberapa perubahan&lt;br /&gt;** Penuis adalah mahasiswa tingkat II Univ. Al-Ahgaff &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-2573105386742927184?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/2573105386742927184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/kisah-seekor-anak-singa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2573105386742927184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2573105386742927184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/kisah-seekor-anak-singa.html' title='Kisah Seekor Anak Singa*'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-4218846040851936317</id><published>2009-11-07T08:54:00.000-08:00</published><updated>2009-11-07T08:56:15.529-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HUMOR'/><title type='text'>ular goblok</title><content type='html'>Suatu hari ada dua ekor ular sedang menyusuri sawah mencari mangsa.&lt;br /&gt;Ular A: hei.. kita ini ular jenis apa yach?&lt;br /&gt;Ular B: Manaketehe'..&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ular A: kita ini termasuk jenis ular berbisa ngga'?"&lt;br /&gt;Ular B: "emangnya kenapa, kok pake Tanya-tanya berbisa atau ngga'nya?"&lt;br /&gt;Ular A: "nggak.. soalnya tadi tak sengaja bibir saya tergigit".&lt;br /&gt;Ular B: "hahaha.. awas loeh.. bisa-bisa kita ini ular berbisa".&lt;br /&gt;Ular A: Ha…#@_*&amp;$#!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-4218846040851936317?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/4218846040851936317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/ular-goblok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4218846040851936317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4218846040851936317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/ular-goblok.html' title='ular goblok'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-8329851514135206977</id><published>2009-11-07T08:51:00.000-08:00</published><updated>2009-11-07T08:52:27.067-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUISI'/><title type='text'>sahabat setia</title><content type='html'>Indahnya, saat bersama&lt;br /&gt;Ku tersenyum, kaupun tertawa&lt;br /&gt;Sahabat setia, pelipur lara&lt;br /&gt;Dimanakah dia?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meski telah tiada&lt;br /&gt;Kau tetap abadi dalam jiwa&lt;br /&gt;Hanya maaf yang akan terucap&lt;br /&gt;Ketika ada kata tersilap&lt;br /&gt;Hanya senyum bahagia saat bersama&lt;br /&gt;Canda tawa dalam cerita&lt;br /&gt;Kan abadi selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarim, 02 okt 2009&lt;br /&gt;By: The Hunter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-8329851514135206977?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/8329851514135206977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/sahabat-setia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/8329851514135206977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/8329851514135206977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/sahabat-setia.html' title='sahabat setia'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-4834004231755753275</id><published>2009-11-07T08:48:00.001-08:00</published><updated>2009-11-07T08:50:07.103-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>IDEALISME KRITIK DEMOKRATIK</title><content type='html'>Oleh : Amir Faqih Ahgaffy* &lt;br /&gt;“Aku Cinta Demokrasi-Q”. Pernyataan ini mungkin sudah cukup untuk mewakili warga Ahgaff sebagai rasa kecintaan kepada demokrasinya. Bahwa mereka cinta terhadap FORMIL. Meskipun cinta itu tidak cukup hanya dengan kata-kata, namun juga perlu bukti nyata. Dan bukti nyata itu sudah kami buktikan dengan memberikan masukan saran dan kritik yang -Insya Allah- konstruktif, legal, dan prosedural melalui media yang tersedia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau ada yang tidak cinta terhadap FORMIL, maka mereka adalah orang-orang yang tidak tahu diuntung karena FORMIL tempat deking yang mengasuh dan mengayomi kita selama ini. &lt;br /&gt;Tulisan ini kami buat sesederhana mungkin, dekralatif, kategoris, taktis cerdas tapi lugas, tepat sasaran, mengena, tanpa harus melupakan substansi. Dan bukan berarti penulis tidak mampu untuk membuat tulisan ini selebar mungkin, Insya Allah sangat mungkin melihat fenomena-fenomena dan problem sosial yang mengembang, kami berharap tulisan ini dapatabel admisibel di tengah gejolak para aktor.&lt;br /&gt;Kami menyambut baik tanggapan tulisan Kakak kelas tanpa mengurangi rasa hormat dan kewibaannya sebagai panutan yang harus digugu dan ditiru. Namun demikian, tulisan ini bukan pembangkangan dari kami yang berujung ke hostilitas. Alhamdulillah, dengan adanya tanggapan dari tulisan kami, berarti kita sudah saling mengoreksi plus intropeksi yang berbuah kepada kesadaran. Dan kami akan tetap mandiri independen serta kritis terhadap problem, namun sikap kritis itu akan disertai dengan solusi alternatif bagi kebijakan-kebijakan yang diambil. Inilah yang dinamakan kritik akuntabel dengan idealisme kritik.   &lt;br /&gt;Apa yang kami lakukan ini adalah sebuah konfigurasi rasa filantropi sesama, lebih-lebih kepada organisasi yang mengayomi pelajar Indonesia. Kausa finansial ini muncul  dari kausalitas yang terjadi. Ini bukan gerakan separatis konspirasi yang ingin memperpecah integritas apalagi mengklaim sentimen kapiran. Dalam demokrasi, sepatutnya rakyat juga ikut mengawasi langsung  demokrasinya. Dengan begitu, rakyat sudah mulai beranjak memahami paradigma yang berkembang. Rakyat mulai memahami demokrasinya sendiri dan ini merupakan bagian dari pelajaran politik. &lt;br /&gt;Kritikan tidak harus membuat kita paranoid. Hemat kami, tindakan yang kami lakukan konstruktif dengan tetap menjaga integritas. Walaupun disana-sini masih terjadi perdebatan yang sangat alot. Wrong mekanisme seharusnya ada teguran dari pihak-pihak tertentu. Ini untuk meminimalisasi  kita agar lebih berhati-hati untuk yang kedua kalinya. Dengan begitu, roda demokrasi akan lebih efektif. Bagi kami, kritikan adalah sebuah wadah yang harus ditampung, dijaga, dan dijamin haknya. Kritikan adalah sebuah motivator untuk menuju tangga keberhasilan.  Muhaimin Iskandar , Mentri KIB jilid II, pernah berkata, "silahkan kritisi kami kalau itu awal dari sebuah prestasi". Kalau kritikan itu merupakan awal dari prestasi, kenapa kita harus ciut ? Sangat salah jika kami mengajak untuk berdebat ataupun mengungkit masa lalu kembali. Kita hanya belajar dari sejarah dengan mengambil hikmahnya. Ini yang kami wanti-wanti dari tulisan yang pertama. Orang  yang tidak mau belajar dari sejarah kemungkinan besar sejarah yang pahit akan menerpa kembali. Demokrasi mengajarkan kita untuk berproses. Dan proses adalah sesuatu yang alamiah, tidak statis dan stagnan. Dari proses dan perubahan ini, kita berharap lebih baik dari sebelumnya.&lt;br /&gt;Dalam demokrasi  ada beberapa kebebasan yang dilindungi oleh payung hukum karena merupakan hak setiap warga. Yang diantaranya adalah kebebasan berpendapat, baik lisan maupun tulisan. Sekarang zaman demokrasi, Reformasi telah bergulir dan  Rezim Otoriter  anti-demokrasi telah tumbang. Pada zaman ORBA, segala tulisan yang berbau kritikan dan nasionalisme dibredel, bahkan penulisnya dijebloskan ke penjara.  Kalau kita lihat koran-koran Indonesia seperti Jawa Pos, Republika, kompas, dan lain-lain. Di ruang Opini Artikel atau Berita, kita akan menemukan beberapa tekanan kata yang mengandung unsur disilusi, kecaman, makian dan cacian. Seperti Ketua KPU dan antek-anteknya yang dinilai tidak becus, acuh tak acuh dalam menyelenggarakan pemilu. Kecaman pun datang dari berbagai arah, DPR, Pengamat dan Pakar  untuk segera melengserkan KPU dan antik-aktiknya. Dan akhir-akhir ini yang menjadi sorotan media diulang-ulang oleh stasiun TV, bahkan di facebook Ketua MPR RI, Taufik Kiemas dikatakan “baru keluar SD” lantaran dalam pelantikan Presiden &amp; Wakil Presiden banyak kesalahan lek lak lik luk, tidak ada penghormatan kepada JK yang masih berstatus Wapres, penyebutan gelar SBY yang salah dari “Doktor menjadi Dokter”. Dan masih banyak yang lain. Kecaman, cacian, makian ,dan pujian datang dari berbagai penjuru membanjiri media massa. Dan itu harus ditampung sebagai check and balance biar mereka lebih berhati-hati sebagai Wakil Rakyat bahwa segala tingkah laku maupun ucapan mereka, tidak akan dapat lari dari kejelian tangan para jurnalis.&lt;br /&gt;Kami pun juga seperti itu. Kami harus meletakkan kata-kata yang menekan dengan tetap memberikan solusi. Sebenarnya, masih banyak kata-kata yang lebih sangar. Meski tak menutup diri memang ada etika jurnalistik. Kenapa kami memilih media massa? Karena media lebih ampuh, mengena dan tajam setajam silet. Seorang pemimpin seharusnya mempunyai transparansi dialogis sosialis kapabelis dengan jurus andalan komunikatif, jangan terkesan Redialogis/Rekomunikatif, berbaurlah sedikit dengan rakyatnya, dengarkan keluhan mereka. Jangan seperti Pribahasa “bagai menara gading” yang terpisah atau malah memisahkan diri dari rakyat. Adapun anggapan antipacasila itu sangat jauh meleset dari sasaran, meskipun sila keempat menerangkan Kerakyatan Yang Dipimpin …….. kami pun juga bisa balik bertanya. Adakah AD/ART di PLENOKAN atau di Amendemen? Tidak kan, Kalau begitu tetap jadi rujukan. Kalau kita memang pancasilais, kenapa kita harus keluar dari koridor konsessus.&lt;br /&gt;Judul “Tanda Demokrai Masih Muda” muncul dari realita yang ada. Kami pun harus pintar-pintar menempatkan realita dalam teks. Kalau Gus Dur mengklaim DPR RI tak ubahnya taman Kanak-Kanak lantaran keributan dan pertengakaran, itu sangat pantas. Tapi sebaliknya, Adakah pertengkaran dalam PEMILU Formil ? tidak, berarti sesuai dengan realita. Demokrasi sangat berhubungan erat dengan Adab/Perilaku, Demokrasi adalah sebuah system Pemerintahan/birokrasi, sedangkan birokrasi dijalankan oleh Para Aktor/Pejabat, jika para aktor birokrat berakhlak mulia, InsyaAllah, demokrasi yang dibawa akan menuai keberhasilan tapi juga sebaliknya. Jika amoral, maka hanya akan mencemarkan lembaga yang bersangkutan. Contoh, tentu masih ingat Mantan Legislator Yahya Zeini yang tersandung sekandal Seks dengan Maria Eva, Al_Amin Nasution sang Koruptor dll. Kehadirannya pun akan jadi bomerang bagi lembaga itu. Makanya dalam alenia terakhir dari tulisan Mading yang pertama penulis menyinggung “mulailah dari aktor Demokrasi dan seterusnya”, kami pun juga akan mulai tanpa harus menunggu.&lt;br /&gt;Dari tulisan mading  yang pertama tertulis. ”Seharusnya kita tidak mengeluarkan statemen yang memperkeruh suasana dan memperpecah integritas, apalagi kita berasal dari ibu pertiwi yang sama "INDONESIA". Seharusnya kita berada dalam ikatan tali persatuan, boleh kita berbeda tapi tetap dalam Bhineka Tunggal Ika”, begitulah kira bunyinya. Tapi fakta bicara lain, What ever will be will be. Meskipun begitu, kami bersyukur dan berterimakasih atas keberaniannya menegur kami, itu merupakan Dobrakan yang patut diapresiasi. Dan bagi kami itu merupakan cobaan. Sesuai dengan Pribahasa  “Pohon Yang Besar Akan Lebih Kencang Di Terpa Badai&amp;Angin, semoga  kami akan  menjadi orang yang lebih berbiogenesis.&lt;br /&gt;Inilah mungkin yang dinamakan  dengan “Dunia Politik”,  kalau tidak ramai, bukan politik namanya. Meskipun begitu bukan berarti kita menciptakan keramaian. Dan ini tidak harus membuat kita bermusuhan karena dalam politik sejatinya tidak ada musuh, yang ada hanyalah kompetitor, jika pun dianggap musuh, jelas tidak ada musuh yang abadi, mengabadikan musuh adalah tradisi dendam yang selayaknya dijauhkan dalam kehidupan demokrasi. Dari sini akan muncul suasana baru yang konstruktif, ini tentunya menjanjikan pola relasi baru yang lebih bersahabat untuk Membangun Kesepahaman dalam demokrasi. &lt;br /&gt;Akhirnya, tulisan ini dapat di inferensialkan. Karakterbuilding plus vorming, kualifier, koperatif harus kita tanam demi terciptanya konsiliasi koeksistensif yang plural/multi komunitas. Dan bagi Kakak-kakak yang lebih banyak makan garam, kami tetap mengharapkan masukan dari kalian bagaimanapun caranya. Terimakasih atas teguran dan tanggapannya. Kami senang mempunyai Kakak yang peduli akan nasib adik-adiknya dan maaf jika ada yang kurang berkenan dari kami, baik Aqwal, Af’al &amp; Ahwal. Salam Hormat. Sukses Semua and Go FORMIL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; *  Penulis adalah aktivis sekaligus jurnalis dan sudah tingkat II di Universitas Al-Ahgaff&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-4834004231755753275?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/4834004231755753275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/idealisme-kritik-demokratik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4834004231755753275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4834004231755753275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/idealisme-kritik-demokratik.html' title='IDEALISME KRITIK DEMOKRATIK'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-4600169257140620355</id><published>2009-11-07T08:48:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T05:20:54.490-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>IDEALISME KRITIK DEMOKRATIK</title><content type='html'>Oleh : Amir Faqih Ahgaffy* &lt;br /&gt;“Aku Cinta Demokrasi-Q”. Pernyataan ini mungkin sudah cukup untuk mewakili warga Ahgaff sebagai rasa kecintaan kepada demokrasinya. Bahwa mereka cinta terhadap FORMIL. Meskipun cinta itu tidak cukup hanya dengan kata-kata, namun juga perlu bukti nyata. Dan bukti nyata itu sudah kami buktikan dengan memberikan masukan saran dan kritik yang -Insya Allah- konstruktif, legal, dan prosedural melalui media yang tersedia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau ada yang tidak cinta terhadap FORMIL, maka mereka adalah orang-orang yang tidak tahu diuntung karena FORMIL tempat deking yang mengasuh dan mengayomi kita selama ini. &lt;br /&gt;Tulisan ini kami buat sesederhana mungkin, dekralatif, kategoris, taktis cerdas tapi lugas, tepat sasaran, mengena, tanpa harus melupakan substansi. Dan bukan berarti penulis tidak mampu untuk membuat tulisan ini selebar mungkin, Insya Allah sangat mungkin melihat fenomena-fenomena dan problem sosial yang mengembang, kami berharap tulisan ini dapatabel admisibel di tengah gejolak para aktor.&lt;br /&gt;Kami menyambut baik tanggapan tulisan Kakak kelas tanpa mengurangi rasa hormat dan kewibaannya sebagai panutan yang harus digugu dan ditiru. Namun demikian, tulisan ini bukan pembangkangan dari kami yang berujung ke hostilitas. Alhamdulillah, dengan adanya tanggapan dari tulisan kami, berarti kita sudah saling mengoreksi plus intropeksi yang berbuah kepada kesadaran. Dan kami akan tetap mandiri independen serta kritis terhadap problem, namun sikap kritis itu akan disertai dengan solusi alternatif bagi kebijakan-kebijakan yang diambil. Inilah yang dinamakan kritik akuntabel dengan idealisme kritik.   &lt;br /&gt;Apa yang kami lakukan ini adalah sebuah konfigurasi rasa filantropi sesama, lebih-lebih kepada organisasi yang mengayomi pelajar Indonesia. Kausa finansial ini muncul  dari kausalitas yang terjadi. Ini bukan gerakan separatis konspirasi yang ingin memperpecah integritas apalagi mengklaim sentimen kapiran. Dalam demokrasi, sepatutnya rakyat juga ikut mengawasi langsung  demokrasinya. Dengan begitu, rakyat sudah mulai beranjak memahami paradigma yang berkembang. Rakyat mulai memahami demokrasinya sendiri dan ini merupakan bagian dari pelajaran politik. &lt;br /&gt;Kritikan tidak harus membuat kita paranoid. Hemat kami, tindakan yang kami lakukan konstruktif dengan tetap menjaga integritas. Walaupun disana-sini masih terjadi perdebatan yang sangat alot. Wrong mekanisme seharusnya ada teguran dari pihak-pihak tertentu. Ini untuk meminimalisasi  kita agar lebih berhati-hati untuk yang kedua kalinya. Dengan begitu, roda demokrasi akan lebih efektif. Bagi kami, kritikan adalah sebuah wadah yang harus ditampung, dijaga, dan dijamin haknya. Kritikan adalah sebuah motivator untuk menuju tangga keberhasilan.  Muhaimin Iskandar , Mentri KIB jilid II, pernah berkata, "silahkan kritisi kami kalau itu awal dari sebuah prestasi". Kalau kritikan itu merupakan awal dari prestasi, kenapa kita harus ciut ? Sangat salah jika kami mengajak untuk berdebat ataupun mengungkit masa lalu kembali. Kita hanya belajar dari sejarah dengan mengambil hikmahnya. Ini yang kami wanti-wanti dari tulisan yang pertama. Orang  yang tidak mau belajar dari sejarah kemungkinan besar sejarah yang pahit akan menerpa kembali. Demokrasi mengajarkan kita untuk berproses. Dan proses adalah sesuatu yang alamiah, tidak statis dan stagnan. Dari proses dan perubahan ini, kita berharap lebih baik dari sebelumnya.&lt;br /&gt;Dalam demokrasi  ada beberapa kebebasan yang dilindungi oleh payung hukum karena merupakan hak setiap warga. Yang diantaranya adalah kebebasan berpendapat, baik lisan maupun tulisan. Sekarang zaman demokrasi, Reformasi telah bergulir dan  Rezim Otoriter  anti-demokrasi telah tumbang. Pada zaman ORBA, segala tulisan yang berbau kritikan dan nasionalisme dibredel, bahkan penulisnya dijebloskan ke penjara.  Kalau kita lihat koran-koran Indonesia seperti Jawa Pos, Republika, kompas, dan lain-lain. Di ruang Opini Artikel atau Berita, kita akan menemukan beberapa tekanan kata yang mengandung unsur disilusi, kecaman, makian dan cacian. Seperti Ketua KPU dan antek-anteknya yang dinilai tidak becus, acuh tak acuh dalam menyelenggarakan pemilu. Kecaman pun datang dari berbagai arah, DPR, Pengamat dan Pakar  untuk segera melengserkan KPU dan antik-aktiknya. Dan akhir-akhir ini yang menjadi sorotan media diulang-ulang oleh stasiun TV, bahkan di facebook Ketua MPR RI, Taufik Kiemas dikatakan “baru keluar SD” lantaran dalam pelantikan Presiden &amp; Wakil Presiden banyak kesalahan lek lak lik luk, tidak ada penghormatan kepada JK yang masih berstatus Wapres, penyebutan gelar SBY yang salah dari “Doktor menjadi Dokter”. Dan masih banyak yang lain. Kecaman, cacian, makian ,dan pujian datang dari berbagai penjuru membanjiri media massa. Dan itu harus ditampung sebagai check and balance biar mereka lebih berhati-hati sebagai Wakil Rakyat bahwa segala tingkah laku maupun ucapan mereka, tidak akan dapat lari dari kejelian tangan para jurnalis.&lt;br /&gt;Kami pun juga seperti itu. Kami harus meletakkan kata-kata yang menekan dengan tetap memberikan solusi. Sebenarnya, masih banyak kata-kata yang lebih sangar. Meski tak menutup diri memang ada etika jurnalistik. Kenapa kami memilih media massa? Karena media lebih ampuh, mengena dan tajam setajam silet. Seorang pemimpin seharusnya mempunyai transparansi dialogis sosialis kapabelis dengan jurus andalan komunikatif, jangan terkesan Redialogis/Rekomunikatif, berbaurlah sedikit dengan rakyatnya, dengarkan keluhan mereka. Jangan seperti Pribahasa “bagai menara gading” yang terpisah atau malah memisahkan diri dari rakyat. Adapun anggapan antipacasila itu sangat jauh meleset dari sasaran, meskipun sila keempat menerangkan Kerakyatan Yang Dipimpin …….. kami pun juga bisa balik bertanya. Adakah AD/ART di PLENOKAN atau di Amendemen? Tidak kan, Kalau begitu tetap jadi rujukan. Kalau kita memang pancasilais, kenapa kita harus keluar dari koridor konsessus.&lt;br /&gt;Judul “Tanda Demokrai Masih Muda” muncul dari realita yang ada. Kami pun harus pintar-pintar menempatkan realita dalam teks. Kalau Gus Dur mengklaim DPR RI tak ubahnya taman Kanak-Kanak lantaran keributan dan pertengakaran, itu sangat pantas. Tapi sebaliknya, Adakah pertengkaran dalam PEMILU Formil ? tidak, berarti sesuai dengan realita. Demokrasi sangat berhubungan erat dengan Adab/Perilaku, Demokrasi adalah sebuah system Pemerintahan/birokrasi, sedangkan birokrasi dijalankan oleh Para Aktor/Pejabat, jika para aktor birokrat berakhlak mulia, InsyaAllah, demokrasi yang dibawa akan menuai keberhasilan tapi juga sebaliknya. Jika amoral, maka hanya akan mencemarkan lembaga yang bersangkutan. Contoh, tentu masih ingat Mantan Legislator Yahya Zeini yang tersandung sekandal Seks dengan Maria Eva, Al_Amin Nasution sang Koruptor dll. Kehadirannya pun akan jadi bomerang bagi lembaga itu. Makanya dalam alenia terakhir dari tulisan Mading yang pertama penulis menyinggung “mulailah dari aktor Demokrasi dan seterusnya”, kami pun juga akan mulai tanpa harus menunggu.&lt;br /&gt;Dari tulisan mading  yang pertama tertulis. ”Seharusnya kita tidak mengeluarkan statemen yang memperkeruh suasana dan memperpecah integritas, apalagi kita berasal dari ibu pertiwi yang sama "INDONESIA". Seharusnya kita berada dalam ikatan tali persatuan, boleh kita berbeda tapi tetap dalam Bhineka Tunggal Ika”, begitulah kira bunyinya. Tapi fakta bicara lain, What ever will be will be. Meskipun begitu, kami bersyukur dan berterimakasih atas keberaniannya menegur kami, itu merupakan Dobrakan yang patut diapresiasi. Dan bagi kami itu merupakan cobaan. Sesuai dengan Pribahasa  “Pohon Yang Besar Akan Lebih Kencang Di Terpa Badai&amp;Angin, semoga  kami akan  menjadi orang yang lebih berbiogenesis.&lt;br /&gt;Inilah mungkin yang dinamakan  dengan “Dunia Politik”,  kalau tidak ramai, bukan politik namanya. Meskipun begitu bukan berarti kita menciptakan keramaian. Dan ini tidak harus membuat kita bermusuhan karena dalam politik sejatinya tidak ada musuh, yang ada hanyalah kompetitor, jika pun dianggap musuh, jelas tidak ada musuh yang abadi, mengabadikan musuh adalah tradisi dendam yang selayaknya dijauhkan dalam kehidupan demokrasi. Dari sini akan muncul suasana baru yang konstruktif, ini tentunya menjanjikan pola relasi baru yang lebih bersahabat untuk Membangun Kesepahaman dalam demokrasi. &lt;br /&gt;Akhirnya, tulisan ini dapat di inferensialkan. Karakterbuilding plus vorming, kualifier, koperatif harus kita tanam demi terciptanya konsiliasi koeksistensif yang plural/multi komunitas. Dan bagi Kakak-kakak yang lebih banyak makan garam, kami tetap mengharapkan masukan dari kalian bagaimanapun caranya. Terimakasih atas teguran dan tanggapannya. Kami senang mempunyai Kakak yang peduli akan nasib adik-adiknya dan maaf jika ada yang kurang berkenan dari kami, baik Aqwal, Af’al &amp; Ahwal. Salam Hormat. Sukses Semua and Go FORMIL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Penulis adalah aktivis sekaligus jurnalis dan sudah tingkat II di Universitas Al-Ahgaff&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-4600169257140620355?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/4600169257140620355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/idealisme-kritik-demokratik_07.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4600169257140620355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4600169257140620355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/idealisme-kritik-demokratik_07.html' title='IDEALISME KRITIK DEMOKRATIK'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-1141815165454172909</id><published>2009-11-07T08:45:00.000-08:00</published><updated>2009-11-07T08:47:11.622-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>MENGGAGAS FIQIH YANG AKOMODATIF</title><content type='html'>Oleh : abdolmoeez ***&lt;br /&gt;Munculnya wajah Islam dalam kehidupan sosial yang berimplikasi pada sosialisasi fiqih, selalu menimbulkan pro-kontra para cendekiawan muslim dunia. Hal ini dipicu oleh kontrasnya panorama realitas sosial masyarakat muslim yang modern, plural dan heterogen dengan realitas sosial masyarakat muslim lainnya yang terkesan klasik, ortodok dan mu'tazil.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Pemandangan ini bisa ditelisik dari sejarah Islam yang pada jaman dahulu hanya berkembang di Jazirah Arab, Timur Tengah, dan sebagian Afrika. Namun setelah Islam berkembang pesat di Asia Tenggara, Eropa dan Amerika, sangat dirasakan adanya perbedaan realitas yang menuntut munculnya wacana fiqih baru yang bisa bersahabat dan mampu mengakomodir kemaslahatan seluruh umatnya yang tersebar di berbagai benua.&lt;br /&gt;Khazanah fiqih adalah kawasan liberalis intelektual para mujtahid dalam mentafsirkan atau menggali hukum dari sumber-sumbernya, hanya saja dengan kode etik dan dlawâbit yang telah ditetapkan oleh para cendekiawan dalam ushûl al fiqhnya. Hal ini terbukti dengan banyaknya hukum-hukum fiqih yang hanya bertendensikan 'urf atau adat, mashlahah al-mursalah, dlarurat, sadd al-dzarai' dan lain sebagainya yang termasuk dalam dalil-dalil yang mukhtalaf fîh, sehingga berimplikasi pada ketidakmenentuan dan fleksibelitas fatwa atau hukum fiqih. Perubahan itu didasarkan pada perubahan kondisi atau realitas yang terjadi dalam masyarakat sekitar sehingga menuntut terjadinya perubahan hukum yang oleh para ulama diistilahkan dengan taghayyurul hukm yang merupakan reaksi dari taghayyur al-zamân wa al-makân. &lt;br /&gt;Bertolak dari prolog di atas, fiqih yang merupakan pengetahuan atau ilmu tentang hukum-hukum Islam yang dideduksi dari sumber-sumbernya yang partikular dan bersifat dzanni yang sudah barang tentu masih bisa diamandemen atau direkonstruksi sesuai dengan realitas masyarakat setempat -namun, bukan semua hukum bisa direkonstruksi dan tidak disesuaikan dengan keinginan atau kepentingan individu, golongan, kelompok bahkan negara. Maka seyogyanya fiqih harus bisa mengakomodir dan tampil kooperatif terhadap wacana atau realitas sosial yang baru-baru ini mengemuka di panggung publik. Langkah akomodir dan kooperatif ini tidak lantas hanya diwacanakan dengan munculnya fatâwâ al-mu'âshirah atau wacana yang seringkali diistilahkan dengan fiqh al-nawâzil, namun butuh langkah-langkah praktis dan dinamis dalam mensosialisasikan bahwa Islam adalah agama yang rahmah lil'âlamîn dan murûnah selaras dengan realitas sosial masyarakat setempat (shâlih fî kull zamân wa makân).&lt;br /&gt;Fiqih Islam juga tidak lepas dari wacana pro-kontra baik dalam mazhab atau antar madzhab lainanya. Dari perbedaan pendapat antar ulama ini, berimplikasi terhadap lahirnya khilaf yang cukup tajam sehingga dengan perbedaan itu bukanlah menjadi sebuah wacana atau khazanah keragaman Islam (ikhtilâf ummatî rahmah) tetapi justru menjadikan pengikutnya terjerumus kedalam fanatisme bermadzhab ('ashabiyyah), sehingga tidak menerima dengan perbedaan dan pandangan atau pendapat madzhab lain. Di sini para cendikiawan muslim dituntut untuk mensosialisasikan arti sebenarnya tentang madzhab atau sekte, sehingga masyarakat mampu membuka pandangannya mengenai keberagaman hukum yang ada dalam fiqih Islam.&lt;br /&gt;Fiqih akomodatif dan kooperatif, akhir-akhir ini banyak diusung dan disosialisasikan oleh kalangan mu'âshirîn demi menjaga univikasi dan menjauhi perpecahan yang sampai menyentuh sakralitas beridiologi, yakni saling menyematkan label sesat dan kufur sesama muslim. Abu Bakar ibn Ali Al'adni dalam menyatakan pentingnya wacana responsif sebagai langkah apresiasi dan koreksi terhadap perkembangan jaman dan realitas masyarakat yang berbeda dengan realitas jaman dulu. Dalam bukunya, fiqh al-tahawwulât dia mengusung univikasi umat Islam di berbagai belahan dunia dengan mengedepankan wacana rukun iman yang kelima, iman kepada hari kiamat. Hal serupa telah dilakukan oleh Abdullah ibn Mahfudz ibn Bayyah dengan mengangkat fiqih minoritasnya walau masih menjadi wacana pro dan kontra antar ulama. Ia dalam fatwa-fatwanya cenderung melakukan langkah simplifikasi dan melakukan survei dan mewacanakan khilaf para ulama sebagai responsifitas dan selektifitas jawaban yang sesuai dengan realitas sosial.&lt;br /&gt;Menurut penulis, gagasan fiqih akomodatif juga dapat disosialisasikan sebagai langkah awal yang praktis dengan cara-cara sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Memahami hadits "man qâl lâ ilâh illallâh dakhal al-jannah". Hadits ini sebagai inspirasi untuk mewujudkan univikasi umat Islam (wihdah al-ummah) di berbagai belahan dunia dan menghilangkan manhaj takfir antar sesama umat Muhammad saw. Pemahaman ini merupakan catatan penting demi menghilangkan sekat atau dikotomi aliran atau madzhab tertentu sehingga antar umat Islam berbaur dan bernaung dibawah payung Islam yang rahmat lil'âlamîn.&lt;br /&gt;2. Sosialisasi tunggalisasi syari'at. Syari'at Islam yang luas dan mencakup tiga sendi penting dalam sendi-sendi Islam; iman, islam dan ihsan sangat berbeda dengan makna fiqih yang cakupannya lebih sempit dan kajiannya hanya berkaitan dengan aktifitas keseharian muslim mukallaf dalam tataran sah dan tidaknya ibadah atau muamalah seseorang. Fiqih yang sempit kadang berdampak pada kesalahfahaman sesorang dalam mengartikannya, sehingga bisa disetarakan dengan syari'at yang menurut sebagian golongan, ketika sudah berbeda dalam hukum fiqih yang dianutnya maka secara spontanitas disematkan label sesat dan tidak sesyari'at.&lt;br /&gt;3. Mereinterpretasi hadits "man ijtahad fa`ashâb falah `ajrâni, wa man ijtahad fa`akhtha` falah `ajr wâhid" sebagai bentuk sosialisasi atas legalitas madzhab-madzhab lain yang telah diakui oleh para cendikiawan muslim. Tahapan ini mengajak masyarakat luas untuk tidak saling lempar kata sesat antar satu sekte dengan yang lainnya dan menghormati perbedaan-perbedaan madzhab lain.&lt;br /&gt;4. Memahami kembali makna madzhab fiqih. Wacana ini sebagai penjelasan atas absurditas pemaknaan madzhab sehingga wawasan madzhab lebih luas dan masyarakat bisa memilih dan mengamalkan madzhab lain baik dalam darurat atau tidak agar tidak terjebak dalam hukum-hukum haram yang kadang memberatkan pengikutnya. Hal ini tentunya dengan aturan atau dlawâbit yang jelas agar tidak terjerumus dalam talfîq dan tatabbu' al-rukhash (mengamalkan pendapat-pendapat yang ringan dari berbagai madzhab).&lt;br /&gt;5. Mengenalkan fiqih muqâran (perbandingan madzhab) sebagai awal langkah mensosialisasikan wacana khilâfiyah madzhabiyah. Wawasan perbedaan pendapat antar para ulama sangatlah penting sebagai barometer keyakinan seseorang terhadap madzhab yang dianutnya dan mengetahui dalil dan hujjah dari madzhab lain dalam memandang permasalahan yang berbeda hukum.&lt;br /&gt;6. Mengumpulkan dan memungut kembali pendapat para ulama baik satu madzhab atau antar madzhab dan meninjau ulang pendapat mereka yang telah lama dibuang dan dicampakkan begitu saja sebagai langkah mengakomodir dan mencari pendapat para ulama yang sesuai dengan daerah atau realitas masyarakat tertentu. Dari kumpulan hukum tadi bisa disosialisasikan dan diaplikasikan dalam lingkungan yang sesuai dengan hukum yang ada, sehingga tidak memberatkan penganutnya dalam menjalankan aktifitas ibadah dan muamalahnya.&lt;br /&gt;7. Menghormati pendapat orang lain dan tenggang rasa antar sesama. Hal ini sebagai wujud aplikasi sosial antar sesama, dimana rasa ini harus dipupuk sehingga dapat meminimalisir terjadinya konflik antar madzhab.&lt;br /&gt;Secara global dan kesimpulan dari langkah-langkah alternatif ini bertujuan menghilangkan atau meminimalisir fanatisme bermadzhab yang berimplikasi pada musibah besar; saling melempar kata sesat dan takfir antar umat Islam. Ini merupakan langkah awal untuk mengakomodir semua pendapat ulama yang terkumpul dalam karya-karya mereka yang terdokumentasikan sejak awal munculnya Islam, sehingga bisa muncul fiqih yang akomodatif. Langkah selanjutnya dengan meninjau kembali pendapat-pendapat para ulama, terhitung dari jaman sahabat sebagai bentuk selektifitas pendapat yang bisa diaplikasikan dan dikondisikan dengan keadaan yang ada. Dan langkah terahir adalah dengan memunculkan fatâwâ mu'âshir dan fiqh al-nawâzil. Wallâh a'lam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;***) Penulis adalah Mahasiswa Univ. Al-Ahgaff tingkat III sekaligus menjabat sebagai ketua FORMIL 2009-2010 .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-1141815165454172909?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/1141815165454172909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/menggagas-fiqih-yang-akomodatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/1141815165454172909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/1141815165454172909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/11/menggagas-fiqih-yang-akomodatif.html' title='MENGGAGAS FIQIH YANG AKOMODATIF'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-2605592874198824988</id><published>2009-10-29T10:05:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T10:07:44.877-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HUMOR'/><title type='text'>SAMA-SAMA STRESS</title><content type='html'>Sarmidin adalah seorang suami yang galak terhadap istrinya, fatime istrinya sekarang sudah jadi orang stress gara2 sering mendapat perlakuan keras suaminya.&lt;br /&gt;Suatu hari sarmidin pulang kerja, dia mencari istrinya dirumah, tapi tidak ada, keadaan rumahnya kosong dan akhirnya fatime sang itri di temukan di tengah lapangan bola di bawah terik matahari panazz.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di panggillah si fatime oleh sarmidin.&lt;br /&gt;Sarmidin: "fatime.. cepet pulang.."&lt;br /&gt;Fatime: "jangan ganggu aku.. aku lagi mendayung perahu nih.."&lt;br /&gt;Sarmidin: "hooo.. "(sarmidin bingun mendengar jawaban istinya, dia berfikir, masak di tengah lapangan gini ada perahu???).&lt;br /&gt;Sarmidin: "ayo pulang.."&lt;br /&gt;Fatime: "aku bilang jangan ganggu.. aku lagi asyik mancing nih."&lt;br /&gt;Sarmidin tambah bingung, ahirnya  sarmidin kesal terhadap istrinya yang enggak mau pulang, lantas dipanggillah si fatime sekali lagi dengan nada mengancam.&lt;br /&gt;Sarmidin: "fatime.. cepet pulang.. kalu enggak, entar tak gaplok gaplok loh.."&lt;br /&gt;Fatime: "siapa takut.. sini kalau berani.."&lt;br /&gt;Sarmidin: "selamet sekarang lo yah.. kebetulan saya nggak bisa berenang????????"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;By : Tamjo&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-2605592874198824988?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/2605592874198824988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/sama-sama-stress.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2605592874198824988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2605592874198824988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/sama-sama-stress.html' title='SAMA-SAMA STRESS'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-2977559260539227529</id><published>2009-10-29T10:03:00.001-07:00</published><updated>2009-10-29T10:04:50.434-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUISI'/><title type='text'>MELUKIS PELANGI</title><content type='html'>Awan selembut kapas&lt;br /&gt;Putih, tanpa cacat sedikitpun&lt;br /&gt;Air hujan yang baru saja turun&lt;br /&gt;Meninggalkan suasana cerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari di ufuk barat&lt;br /&gt;Mulai beradu kepangkuan bumi&lt;br /&gt;Menyisakan sepercik sinar&lt;br /&gt;Menambah indahnya suasana&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelangi, dengan warna warni indah&lt;br /&gt;Menampakkan wajahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah kau disana&lt;br /&gt;Biarlah sejenak kulukis&lt;br /&gt;Kugambar dengan tatapan mata sayu&lt;br /&gt;Berkanfaskan hati&lt;br /&gt;Dan kuwarnai dengan senyuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin, dunia belum berakhir&lt;br /&gt;Bumi masih akan beredar pada porosnya&lt;br /&gt;Meskipun menusia banyak terlupa&lt;br /&gt;Terlupa akan sang pencipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku tuhan&lt;br /&gt;Aku hanyalah insan yang tercipta&lt;br /&gt;Tercipta tuk menghamba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kepada engkau ku bersyukur&lt;br /&gt;Menikmati ciptaanmu yang begitu indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelangi, dengan warna warni indah&lt;br /&gt;Penghias warna dunia&lt;br /&gt;Memberi warna cerah&lt;br /&gt;Secerah pelangi surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aidid, 02 Okt 2009&lt;br /&gt;By: The Hunter &lt;br /&gt;Pribadi yang sudah mustawa III di Univ. Al-Ahgaff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-2977559260539227529?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/2977559260539227529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/melukis-pelangi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2977559260539227529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2977559260539227529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/melukis-pelangi.html' title='MELUKIS PELANGI'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-2055517024821597544</id><published>2009-10-29T10:03:00.000-07:00</published><updated>2010-02-17T05:20:54.499-08:00</updated><title type='text'>MELUKIS PELANGI</title><content type='html'>Awan selembut kapas&lt;br /&gt;Putih, tanpa cacat sedikitpun&lt;br /&gt;Air hujan yang baru saja turun&lt;br /&gt;Meninggalkan suasana cerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari di ufuk barat&lt;br /&gt;Mulai beradu kepangkuan bumi&lt;br /&gt;Menyisakan sepercik sinar&lt;br /&gt;Menambah indahnya suasana&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelangi, dengan warna warni indah&lt;br /&gt;Menampakkan wajahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah kau disana&lt;br /&gt;Biarlah sejenak kulukis&lt;br /&gt;Kugambar dengan tatapan mata sayu&lt;br /&gt;Berkanfaskan hati&lt;br /&gt;Dan kuwarnai dengan senyuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin, dunia belum berakhir&lt;br /&gt;Bumi masih akan beredar pada porosnya&lt;br /&gt;Meskipun menusia banyak terlupa&lt;br /&gt;Terlupa akan sang pencipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku tuhan&lt;br /&gt;Aku hanyalah insan yang tercipta&lt;br /&gt;Tercipta tuk menghamba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kepada engkau ku bersyukur&lt;br /&gt;Menikmati ciptaanmu yang begitu indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelangi, dengan warna warni indah&lt;br /&gt;Penghias warna dunia&lt;br /&gt;Memberi warna cerah&lt;br /&gt;Secerah pelangi surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aidid, 02 Okt 2009&lt;br /&gt;By: The Hunter &lt;br /&gt;  Pribadi yang sudah mustawa III di Univ. Al-Ahgaff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-2055517024821597544?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/2055517024821597544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/melukis-pelangi_29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2055517024821597544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2055517024821597544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/melukis-pelangi_29.html' title='MELUKIS PELANGI'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-4864945353167239708</id><published>2009-10-29T10:00:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T10:02:34.581-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUISI'/><title type='text'>PUTRI BISU</title><content type='html'>Terlalu tega..&lt;br /&gt;Terlalu kejam..&lt;br /&gt;Terlalu menikam..&lt;br /&gt;Kau sungguh tak berperasaan!!&lt;br /&gt;Kau bisu seribu batu..&lt;br /&gt;Kau belenggu batu emasmu..&lt;br /&gt;Membakarku dengan bara api diammu..&lt;br /&gt;Adakah kau putri bisu??&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berbicara karna takut dosa!!&lt;br /&gt;Ataukah hatimu telah hangus??&lt;br /&gt;Seiring kecantikan yang terhunus!!&lt;br /&gt;Terlalu indah..&lt;br /&gt;Terlalu elok..&lt;br /&gt;Terlalu cantik..&lt;br /&gt;Lukisan wajahmu tuk lakukan itu!!&lt;br /&gt;Mengapa senyum manis penuh harapan&lt;br /&gt;Selalu mengembang di pipimu??&lt;br /&gt;Mengapa tak kau lumuri saja wajahmu??&lt;br /&gt;Kau lumuri dengan arang kegarangan!!&lt;br /&gt;Kau adalah api!!&lt;br /&gt;Menyinari tapi harus dijauhi!!&lt;br /&gt;Kau beertabur keindahan&lt;br /&gt;Namun berlumur kehinaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To: Putri bisu di Makasar sana&lt;br /&gt;By: Taura Hadromi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-4864945353167239708?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/4864945353167239708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/putri-bisu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4864945353167239708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4864945353167239708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/putri-bisu.html' title='PUTRI BISU'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-5143742811484782818</id><published>2009-10-29T09:57:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T09:59:54.529-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HEARTMOAN'/><title type='text'>RENUNGAN SEJENAK</title><content type='html'>Oleh: Ali Candra ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya begitu terharu dan takjub ketika mendengarkan cerita seorang muallaf dari Inggris tentang awal keidupannya setelah dia masuk Islam. Dalam seminggu setelah keislamannya Allah telah menguji keimanannya dengan berbagai cobaan yang begitu berat. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tuanya tidak mengakui lagi dirinya sebagai anaknya, istri dan anak-anaknya sudah tidak mempedulikan dirinya lagi, dia tinggalkan perusahaan yang dia pimpin, padahal pendapatan yang dia peroleh dari perusahaannya tersebut mencapai ribuan dolar; Dan yang terakhir ketika dia ingin berangkat ke Hadramaut untuk belajar agama disana orang tuanya mengancam akan memutuskan tali kekeluargaan dengan dirinya kalau dia nekat akan meneruskan niatnya tersebut. Dia akan kembali ke Inggris tanpa menemukan satupun kerabat atau saudara.&lt;br /&gt;Imannya telah teruji, dia telah bertekad untuk meneruskan rencananya pergi ke Hadramaut untuk belajar agama, apapun resikonya. Dia tinggalkan keluarga, harta dan negaranya untuk mencari dan menemukan kebenaran sejati, dia telah mendapatkan hidayah dari Allah SWT.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"فإن الله يضل من يشاء و يهدى من يشاء"&lt;br /&gt;Ketika hidayah telah didapat, tidak ada satupun yang bisa mencegahnya. Begitupun sebaliknya, kita tidak akan dapat memberi hidayah kepada seseorang jika Allah tidak menghendakinya. Bahkan rasulullah pun tidak bisa mengajak pamannya untuk masuk islam karena memang Allah tidak menginginkannya:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"إنّك لا تهدى من أحببت ولكن الله يهدى من يشاء"&lt;br /&gt;Saya kemudian berpikir..  Bagaimanakah dengan saya sendiri? &lt;br /&gt;Saya yang sejak lahir sudah menjadi seorang muslim, saya yang sejak kecil sudah mengenal dan mengetahui rukun islam dan rukun iman, saya yang sejak kecil sudah diajari cara berwudlu dan sholat yang benar, saya yang sejak kecil diajari membaca huruf-huruf arab. Apakah saya benar-benar sudah memiliki keimanan sekuat dan setebal seorang muallaf yang baru seminggu sudah diuji sebegitu berat oleh Allah? Bagaimana seandainya suatu saat Allah menguji dan mencoba saya dengan cobaan berat, apakah saya akan kuat untuk menghadapinya? Atau apakah saya akan lari begitu saja meninggalkan Allah karena saya menganggap Allah sudah tidak adil lagi kepada saya dengan memberikan cobaan yang saya merasa tidak mampu untuk menanggungnya.&lt;br /&gt; Lalu bagaimanakah dengan sholat saya selama ini? Bagaimanakah dengan bacaan Al- quran saya tiap hari? Mengapa sholat dan ibadah saya setiap hari belum juga mampu untuk menguatkan keimanan saya kepada Allah?&lt;br /&gt;Wallahu a'lam, saya sendiri belum menemukan jawabannya sampai saat ini. Saya maasih terus mencari hakikat keimanan yang ada dalam diri saya sendiri, saya tidak ingin kalah hanya dengan seorang muallaf, saya ingin menjadi seperti yang dijanjikan Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" ألآ إن أوليآء الله لا خوف عليهم و لا هم يحزنون"&lt;br /&gt;Saya ingin masuk golongannya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" فأولئك مع الذين أنعم الله عليهم من النبيين و الصديقين و الشهداء و  الصالحين "&lt;br /&gt;Saya ingin mendapatkan janji Allah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" أما الذين أمنوا و عملوا الصالحات فلهم جنات المأوى نزلا بما كانوا يعملون "&lt;br /&gt;يا مقلب القلوب و الأبصار ثبّت قلبي على دينك.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***) Penulis adalah Mahasiswa Tingkat IV, semester VIII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-5143742811484782818?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/5143742811484782818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/renungan-sejenak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/5143742811484782818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/5143742811484782818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/renungan-sejenak.html' title='RENUNGAN SEJENAK'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-4281422767402117948</id><published>2009-10-29T09:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T09:56:30.265-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>KADO BUAT FORMIL</title><content type='html'>Oleh: Hamidi Haris* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formil, begitulah sapaan sebuah organisasi yang sudah tidak asing lagi didengar, dari namanya sudah kerap kali dipahami kalau organisasi ini merupakan suatu badan yang mayoritas dan bahkan semua anggotanya adalah pelajar yang berasal dari indonesia yang berada di Universitas Al-Ahgaff Yaman.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dari sudut pandang motif organisasi ini adalah untuk memberikan khidmat (pelayanan) kepada semua mahasiswa yang berasal dari Indonesia khususnya baik dari segi mentalitas, wawasan akademis dan transformasi keilmuan seniornya kepada semua anggotanya, terlebih bagi mahasiswa yang baru menginjakkan kakinya di bumi Ahgaff. Hal ini sudah dialami oleh penulis sendiri semejak tiba di Universitas Al-Ahgaff satu tahun yang silam (Tahun Akademik 2008/2009) sampai detik ini.&lt;br /&gt;Mengingat dari tujuan inilah formil sendiri memberikan banyak pelayanan kepada seluruh anggotanya, hal ini terbukti dengan dibentuknya badan khusus dibidangnya seperti: Departemen Pendidikan, Seni dan Budaya, Dakwah dan lain sebagainya yang tentunya dari setiap departemen sudah ditangani oleh tenaga yang cukup proforsional  bidangnya.&lt;br /&gt;Dari sinilah organisasi ini diharapkan agar terus eksis, dari generasi ke generasi berikutnya. Penulis berharap kepengurusan formil priode 2009-2010 H agar lebih meningkatkan kinerjanya daripada tahun-tahun sebelumnya terutama pada masalah-masalah yang sifatnya sulukiyah, pengembangan wawasan anggotanya, terlebih kemampuan berbahasa arab karena sangatlah disayangkan seorang mahasiswa berlebel timur tengah tapi masih belum bisa berbahasa arab dengan baik. &lt;br /&gt;Maka dari itu penulis berharap kepada FORMIL agar bisa memberikan tenaga khusus serta adanya motivasi dan uswah dari seniornya yang tentunya juga diharapkan kepada departemen yang bersentuhan langsung degan permasalahan ini agar melakukan langkah konkrit, paling tidak bisa memberikan rangsangan dan sentuhan untuk lebih bisa efektif dalam pengembangan bahasa arab.&lt;br /&gt;Kemudian melihat dari tindak tanduk mahasiswa indonesia di Universitas Al-Ahgaff khususnya, Formil diharapkan agar bisa memberikan arahan-arahan terutama kepada mahasiswa yang baru tiba di Universitas Al-Ahgaff sebelum terjadinya masalah-masalah krusial yang hal ini sudah dialami penulis setengah tahun terakhir. &lt;br /&gt;Karena penulis tidak ingin sampai  mendengar bahasa yang kurang sedap terulang kedua kalinya dan yang paling penting, Formil bisa selalu ada kontak dengan semua anggotanya serta ada tekat untuk menjadi Formil yang betul-betul Formil, begitulah penulis berharap. Wallahu A'lam…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; *Penulis adalah Mahasiswa tingkat II kuliah Syari'ah wal-Qonun Univ. Al-Ahgaff&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-4281422767402117948?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/4281422767402117948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/kado-buat-formil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4281422767402117948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4281422767402117948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/kado-buat-formil.html' title='KADO BUAT FORMIL'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-464333794243340907</id><published>2009-10-29T09:50:00.001-07:00</published><updated>2009-10-29T09:53:02.912-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>KOMITMEN SEORANG MUSLIM TERHADAP ISLAM</title><content type='html'>Oleh: Ibnu R* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita membaca juz Amma tentu kita akan menjumpai surat Al Asr. Surat pendek ini biasanya dibaca oleh orang muslim ketika selesai dari perkumpulan atau majlis khoir. Didalam surat pendek ini ternyata mempunyai makna  yang cukup besar dan asasi bagi kehidupan manusia, sampai-sampai Imam Syafi"i rodiyallahu anhu berkomentar "Andaikata allah menurunkan satu surat ini saja kepada manusia, niscaya cukuplah untuk dijadikan pegangan hidupnya" ( Tafsir Al-Wasit). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita bertanya dan memberi pilihan antara beruntung dan merugi terhadap orang-orang disekitar kita baik itu seorang pedagang, pengusaha, kontraktor dan  lain sebagainya tentang kehidupan dunia maka mereka tentu akan memilih untuk hidup beruntung, apalagi kalau di tawari kehidupan dunia dan akhirat tentu juga mereka akan memilih hidup beruntung di dunia dan akhirat dari pada merugi sekalipun itu orang kafir, kalau kita melihat di dalam  surat tersebut bahwa Allah SWT bersabda ; Demi masa Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Masa disini adalah zaman yang disitu ada aktifitas anak cucu Adam dari aktifitas baik ataupun  buruk (Tafsir Ibnu Katsir). &lt;br /&gt;Di dalam ayat kedua tersebut Allah menjelaskan secara jelas bahwa setiap manusia berada dalam kerugian, lalu bagaimana dengan orang-orang yang menginginkan dirinya hidup beruntung didunia dan akhirat, sedangkan di dalam ayat itu Allah mengatakan bahwa manusia benar-benar berada dalam kerugian..??&lt;br /&gt;Ternyata didalam surat itu pula Allah memberi pengecualian, dalam artian bahwa seluruh manusia itu berada dalam kerugian dan mengecualikan  orang-orang yang mempunyai empat kometmen yang terikat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat kometmen tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Mengimani Islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara konsepsional seorang muslim wajib mengimani islam sebagai Manhajul Hayah (pedoman hidup) yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dimuka bumi ini. Iman dalam artian sebenarnya bukan hanya sekedar percaya seperti yang  di artikan oleh banyak orang selama ini, tapi iman yang berangkat dari sebuah keyakiaan hati dan  ikrar lewat pernyatan beserta realisasi dalam bentuk tingkah laku. Bukan mengimani islam secara akal atau karena hal itu dianggap masuk akal.&lt;br /&gt;Mengimani islam berarti iman kepada Allah Swt, para malaikat, kitab-kitab, para utusan, hari kiamat dan iman terhadap qodha' dan qodar  yang baik maupun yang buruk yang dibarengi dengan pengorbanan termasuk harta dan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Mengamalkan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai metode kehidupan islam tidak cukup hanya sekedar diyakini saja, tapi harus diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan keseharian yang berpedoman terhadap al-qur'an dan sunnah rosul secara kaffah.&lt;br /&gt;Islam dihadirkan ditengaah umat manusia dengan maksud direalisir. Ia muncul selaras dengan fitrah manusia, maka tidak ada satu persoaalan yang tidak di atur oleh islam, mulai dari persoaalan kecil sebagaimana ketika kita beretika makan sampai sampai kepada soal bagaimana mengatur sistem masyarakat atau kenegaraan, semua itu harus direalisasikan dalam bentuk amal shalih yang berkesinambungan dan perlu diketahu amal shalih tidak hanya sesuatu pekerjaan yang nampak secara dhohir dalam kehidupan kita, tapi ia juga meliputi pekerjaan yang samar yang kadang-kadang kebanyakan orang tidak menganggapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Mendakwahkan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika islam sudah diyakini kemudiaan di amalkan  dalam tindakan kesehariaan maka berikutnya seorang muslim wajib mendakwahkan islam, dakwah berarti menyebarkan islam mengajak seluruh manusia untuk masuk islam dan mentaati kebenaran dengan cara-cara yang baik dan lembut (serulah manusia kepada jalan rabmu dengan hikmah yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik) bukan dengan kekerasan yang dewasa ini, dakwah banyak disalah artikan oleh  orang hingga akhirnya kebanyakan orang yang tidak suka terhadap islam, mengecam dan menuduh bahwa islam itu agama  yang keras dan brutal, oleh karena itu mari kita ajak mereka dengan lembut dan penuh hikmah seperti apa yang di jelaskan di dalam al-qur'an yang kemudian di praktekkan oleh Rosululah SAW supaya nantinya mereka mau meangabdikan dirinya semata-mata hanya karena Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Sabar Dalam Berislam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang telah mengimani, mengamalkan islam sebagai pedoman hidup utuh maka sangat tidak mustahil jika ia berhadapan dengan berbagai hambatan, tantangan maupun ancaman yang setiap kali harus di hadapi dalam hidup.&lt;br /&gt;Ini merupakan sunnatullah, seperti yang dialami oleh Rosulullah SAW manakala islam ditegakkan sebagai metode kehidupan sampai-sampai suatu kali pernah  Rosullah bercucuran darah ketika dilempari batu oleh kafir quraisy saat berdakwah di Thaif.&lt;br /&gt;Semua ini sudah menjadi konsekwensi  bagi penganut islam yang setia, oleh karena  itu Allah SAW menganjurkan terhadap orang islam supaya bersabar atas segala cobaan dan musibah yang menimpanya, karena itu merupakan sebuah cobaan dari-Nya dan Ia pun akan membalasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*  Penulis adalah Mahasiswa tingkat III kuliah Syari'ah wal-Qonun Univ. Al-Ahgaff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-464333794243340907?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/464333794243340907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/komitmen-seorang-muslim-terhadap-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/464333794243340907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/464333794243340907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/komitmen-seorang-muslim-terhadap-islam.html' title='KOMITMEN SEORANG MUSLIM TERHADAP ISLAM'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-4561053177835605107</id><published>2009-10-29T09:50:00.000-07:00</published><updated>2010-02-17T05:20:54.521-08:00</updated><title type='text'>KOMITMEN SEORANG MUSLIM TERHADAP ISLAM</title><content type='html'>Oleh: Ibnu R* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita membaca juz Amma tentu kita akan menjumpai surat Al Asr. Surat pendek ini biasanya dibaca oleh orang muslim ketika selesai dari perkumpulan atau majlis khoir. Didalam surat pendek ini ternyata mempunyai makna  yang cukup besar dan asasi bagi kehidupan manusia, sampai-sampai Imam Syafi"i rodiyallahu anhu berkomentar "Andaikata allah menurunkan satu surat ini saja kepada manusia, niscaya cukuplah untuk dijadikan pegangan hidupnya" ( Tafsir Al-Wasit). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita bertanya dan memberi pilihan antara beruntung dan merugi terhadap orang-orang disekitar kita baik itu seorang pedagang, pengusaha, kontraktor dan  lain sebagainya tentang kehidupan dunia maka mereka tentu akan memilih untuk hidup beruntung, apalagi kalau di tawari kehidupan dunia dan akhirat tentu juga mereka akan memilih hidup beruntung di dunia dan akhirat dari pada merugi sekalipun itu orang kafir, kalau kita melihat di dalam  surat tersebut bahwa Allah SWT bersabda ; Demi masa Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Masa disini adalah zaman yang disitu ada aktifitas anak cucu Adam dari aktifitas baik ataupun  buruk (Tafsir Ibnu Katsir). &lt;br /&gt;Di dalam ayat kedua tersebut Allah menjelaskan secara jelas bahwa setiap manusia berada dalam kerugian, lalu bagaimana dengan orang-orang yang menginginkan dirinya hidup beruntung didunia dan akhirat, sedangkan di dalam ayat itu Allah mengatakan bahwa manusia benar-benar berada dalam kerugian..??&lt;br /&gt;Ternyata didalam surat itu pula Allah memberi pengecualian, dalam artian bahwa seluruh manusia itu berada dalam kerugian dan mengecualikan  orang-orang yang mempunyai empat kometmen yang terikat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat kometmen tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Mengimani Islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara konsepsional seorang muslim wajib mengimani islam sebagai Manhajul Hayah (pedoman hidup) yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dimuka bumi ini. Iman dalam artian sebenarnya bukan hanya sekedar percaya seperti yang  di artikan oleh banyak orang selama ini, tapi iman yang berangkat dari sebuah keyakiaan hati dan  ikrar lewat pernyatan beserta realisasi dalam bentuk tingkah laku. Bukan mengimani islam secara akal atau karena hal itu dianggap masuk akal.&lt;br /&gt;Mengimani islam berarti iman kepada Allah Swt, para malaikat, kitab-kitab, para utusan, hari kiamat dan iman terhadap qodha' dan qodar  yang baik maupun yang buruk yang dibarengi dengan pengorbanan termasuk harta dan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Mengamalkan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai metode kehidupan islam tidak cukup hanya sekedar diyakini saja, tapi harus diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan keseharian yang berpedoman terhadap al-qur'an dan sunnah rosul secara kaffah.&lt;br /&gt;Islam dihadirkan ditengaah umat manusia dengan maksud direalisir. Ia muncul selaras dengan fitrah manusia, maka tidak ada satu persoaalan yang tidak di atur oleh islam, mulai dari persoaalan kecil sebagaimana ketika kita beretika makan sampai sampai kepada soal bagaimana mengatur sistem masyarakat atau kenegaraan, semua itu harus direalisasikan dalam bentuk amal shalih yang berkesinambungan dan perlu diketahu amal shalih tidak hanya sesuatu pekerjaan yang nampak secara dhohir dalam kehidupan kita, tapi ia juga meliputi pekerjaan yang samar yang kadang-kadang kebanyakan orang tidak menganggapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Mendakwahkan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika islam sudah diyakini kemudiaan di amalkan  dalam tindakan kesehariaan maka berikutnya seorang muslim wajib mendakwahkan islam, dakwah berarti menyebarkan islam mengajak seluruh manusia untuk masuk islam dan mentaati kebenaran dengan cara-cara yang baik dan lembut (serulah manusia kepada jalan rabmu dengan hikmah yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik) bukan dengan kekerasan yang dewasa ini, dakwah banyak disalah artikan oleh  orang hingga akhirnya kebanyakan orang yang tidak suka terhadap islam, mengecam dan menuduh bahwa islam itu agama  yang keras dan brutal, oleh karena itu mari kita ajak mereka dengan lembut dan penuh hikmah seperti apa yang di jelaskan di dalam al-qur'an yang kemudian di praktekkan oleh Rosululah SAW supaya nantinya mereka mau meangabdikan dirinya semata-mata hanya karena Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Sabar Dalam Berislam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang telah mengimani, mengamalkan islam sebagai pedoman hidup utuh maka sangat tidak mustahil jika ia berhadapan dengan berbagai hambatan, tantangan maupun ancaman yang setiap kali harus di hadapi dalam hidup.&lt;br /&gt;Ini merupakan sunnatullah, seperti yang dialami oleh Rosulullah SAW manakala islam ditegakkan sebagai metode kehidupan sampai-sampai suatu kali pernah  Rosullah bercucuran darah ketika dilempari batu oleh kafir quraisy saat berdakwah di Thaif.&lt;br /&gt;Semua ini sudah menjadi konsekwensi  bagi penganut islam yang setia, oleh karena  itu Allah SAW menganjurkan terhadap orang islam supaya bersabar atas segala cobaan dan musibah yang menimpanya, karena itu merupakan sebuah cobaan dari-Nya dan Ia pun akan membalasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*  Penulis adalah Mahasiswa tingkat III kuliah Syari'ah wal-Qonun Univ. Al-Ahgaff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-4561053177835605107?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/4561053177835605107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/komitmen-seorang-muslim-terhadap-islam_29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4561053177835605107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4561053177835605107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/komitmen-seorang-muslim-terhadap-islam_29.html' title='KOMITMEN SEORANG MUSLIM TERHADAP ISLAM'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-2704083039178032847</id><published>2009-10-29T09:44:00.000-07:00</published><updated>2010-02-17T05:20:54.526-08:00</updated><title type='text'>KOMITMEN SEORANG MUSLIM TERHADAP ISLAM</title><content type='html'>Oleh: Ibnu R* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita membaca juz Amma tentu kita akan menjumpai surat Al Asr. Surat pendek ini biasanya dibaca oleh orang muslim ketika selesai dari perkumpulan atau majlis khoir. Didalam surat pendek ini ternyata mempunyai makna  yang cukup besar dan asasi bagi kehidupan manusia, sampai-sampai Imam Syafi"i rodiyallahu anhu berkomentar "Andaikata allah menurunkan satu surat ini saja kepada manusia, niscaya cukuplah untuk dijadikan pegangan hidupnya" ( Tafsir Al-Wasit). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita bertanya dan memberi pilihan antara beruntung dan merugi terhadap orang-orang disekitar kita baik itu seorang pedagang, pengusaha, kontraktor dan  lain sebagainya tentang kehidupan dunia maka mereka tentu akan memilih untuk hidup beruntung, apalagi kalau di tawari kehidupan dunia dan akhirat tentu juga mereka akan memilih hidup beruntung di dunia dan akhirat dari pada merugi sekalipun itu orang kafir, kalau kita melihat di dalam  surat tersebut bahwa Allah SWT bersabda ; Demi masa Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Masa disini adalah zaman yang disitu ada aktifitas anak cucu Adam dari aktifitas baik ataupun  buruk (Tafsir Ibnu Katsir). &lt;br /&gt;Di dalam ayat kedua tersebut Allah menjelaskan secara jelas bahwa setiap manusia berada dalam kerugian, lalu bagaimana dengan orang-orang yang menginginkan dirinya hidup beruntung didunia dan akhirat, sedangkan di dalam ayat itu Allah mengatakan bahwa manusia benar-benar berada dalam kerugian..??&lt;br /&gt;Ternyata didalam surat itu pula Allah memberi pengecualian, dalam artian bahwa seluruh manusia itu berada dalam kerugian dan mengecualikan  orang-orang yang mempunyai empat kometmen yang terikat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat kometmen tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Mengimani Islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara konsepsional seorang muslim wajib mengimani islam sebagai Manhajul Hayah (pedoman hidup) yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dimuka bumi ini. Iman dalam artian sebenarnya bukan hanya sekedar percaya seperti yang  di artikan oleh banyak orang selama ini, tapi iman yang berangkat dari sebuah keyakiaan hati dan  ikrar lewat pernyatan beserta realisasi dalam bentuk tingkah laku. Bukan mengimani islam secara akal atau karena hal itu dianggap masuk akal.&lt;br /&gt;Mengimani islam berarti iman kepada Allah Swt, para malaikat, kitab-kitab, para utusan, hari kiamat dan iman terhadap qodha' dan qodar  yang baik maupun yang buruk yang dibarengi dengan pengorbanan termasuk harta dan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Mengamalkan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai metode kehidupan islam tidak cukup hanya sekedar diyakini saja, tapi harus diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan keseharian yang berpedoman terhadap al-qur'an dan sunnah rosul secara kaffah.&lt;br /&gt;Islam dihadirkan ditengaah umat manusia dengan maksud direalisir. Ia muncul selaras dengan fitrah manusia, maka tidak ada satu persoaalan yang tidak di atur oleh islam, mulai dari persoaalan kecil sebagaimana ketika kita beretika makan sampai sampai kepada soal bagaimana mengatur sistem masyarakat atau kenegaraan, semua itu harus direalisasikan dalam bentuk amal shalih yang berkesinambungan dan perlu diketahu amal shalih tidak hanya sesuatu pekerjaan yang nampak secara dhohir dalam kehidupan kita, tapi ia juga meliputi pekerjaan yang samar yang kadang-kadang kebanyakan orang tidak menganggapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Mendakwahkan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika islam sudah diyakini kemudiaan di amalkan  dalam tindakan kesehariaan maka berikutnya seorang muslim wajib mendakwahkan islam, dakwah berarti menyebarkan islam mengajak seluruh manusia untuk masuk islam dan mentaati kebenaran dengan cara-cara yang baik dan lembut (serulah manusia kepada jalan rabmu dengan hikmah yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik) bukan dengan kekerasan yang dewasa ini, dakwah banyak disalah artikan oleh  orang hingga akhirnya kebanyakan orang yang tidak suka terhadap islam, mengecam dan menuduh bahwa islam itu agama  yang keras dan brutal, oleh karena itu mari kita ajak mereka dengan lembut dan penuh hikmah seperti apa yang di jelaskan di dalam al-qur'an yang kemudian di praktekkan oleh Rosululah SAW supaya nantinya mereka mau meangabdikan dirinya semata-mata hanya karena Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Sabar Dalam Berislam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang telah mengimani, mengamalkan islam sebagai pedoman hidup utuh maka sangat tidak mustahil jika ia berhadapan dengan berbagai hambatan, tantangan maupun ancaman yang setiap kali harus di hadapi dalam hidup.&lt;br /&gt;Ini merupakan sunnatullah, seperti yang dialami oleh Rosulullah SAW manakala islam ditegakkan sebagai metode kehidupan sampai-sampai suatu kali pernah  Rosullah bercucuran darah ketika dilempari batu oleh kafir quraisy saat berdakwah di Thaif.&lt;br /&gt;Semua ini sudah menjadi konsekwensi  bagi penganut islam yang setia, oleh karena  itu Allah SAW menganjurkan terhadap orang islam supaya bersabar atas segala cobaan dan musibah yang menimpanya, karena itu merupakan sebuah cobaan dari-Nya dan Ia pun akan membalasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Penulis adalah Mahasiswa tingkat III kuliah Syari'ah wal-Qonun Univ. Al-Ahgaff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-2704083039178032847?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/2704083039178032847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/komitmen-seorang-muslim-terhadap-islam_9470.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2704083039178032847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2704083039178032847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/komitmen-seorang-muslim-terhadap-islam_9470.html' title='KOMITMEN SEORANG MUSLIM TERHADAP ISLAM'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-8125181735125941334</id><published>2009-10-29T09:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T09:43:53.546-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>HIDDEN MISSION CONTROL</title><content type='html'>Mengungkap Pesan Tersembunyi "TANDA DEMOKRASI MASIH MUDA"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Umamelsamfani*&lt;br /&gt;Tidak mudah membangun kesepahaman bersama dalam multi komunitas, banyak rintangan yang akan menghalangi, apalagi perbedaan sebuah keniscayaan hidup, fithrah manusiawi sebagai corak pemikiran akal sehat, hal ini dapat kita pahami dari firman Allah swt. "Walau sya`allahu laja`alakum ummatan wahidah, walakin liyabluakum fima atakum fastabiqul khairat, ilallahi marji`ukum jami`an, fayunabbi`ukum bima kuntum fihi takhtalifun". &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah setidaknya sandaran kita menyikapi perbedaan, walaupun sejatinya al Qur`an dalam ayat lain menyebut perintah untuk bersatu dan menghindari perpecahan, "Wa`tashimu bihablillahi jami`an wala tafarraqu",  akan tetapi bukan serta merta kita dapat menghindari perbedaan yang sudah pasti mewarnai kehidupan manusia. Melalui kosa kata, "perpecahan" itulah, kemudian muncul harapan baru bagi kita untuk menjalin persatuan, bahkan konon nabiyallah Adam as. dan Siti Hawa setelah dikeluarkan dari surga Allah swt. berada di tempat berbeda, kemudian dipertemukan kembali pada satu waktu di padang Arafat, karena sebab itulah sebagian ulama menafsiri kata arafah sebagai tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa. Keduanya  berangkat dari arah yang berbeda, berjenis kelamin beda, tentunya berkarakter beda pula, walaupun pro gender masih terus bersikukuh memimpikan emansipasi wanita, tetapi pribadi saya tetap berkeyakinan, bahwa gerakan yang dihembus angin barat untuk merongrong otoritas gender tersebut tidak akan terwujud, "Walaisaddzakaru kal untsa". &lt;br /&gt;Dari diskrip dasar itu, dapat dimengerti, bahwa perbedaan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia untuk mewujudkan persatuan yang haqiqi, tentu akan lucu sekali bila semua makhluk ciptaan Allah berbentuk sama rupa. Secara rasioal, bukan hanya sulit mengidentifikasi fisiknya, terkait siapa anak siapa, tetapi untuk menjalankan aktifitas yang diamanatkan Allah sekalipun, kita akan mengalami kerancuan, betapa tidak, dunia dengan aneka ragam benda yang tampak di sekitar kita, menuntut kreatifitas manusia yang berbeda-beda, ada presiden yang mengatur Negara dibantu aparatur pemerintah, mentri, dewan perwakilan rakyat, dewan perwakilan daerah, majlis permusyawaratan rakyat, badan pengawas keuangan, komisi pemberantas korupsi, komisi pemilihan umum, pengadilan, kepolisian, tentara nasional, kiai, ustadz, mahasiswa, pelajar, pedagang, petani, nelayan, dan sekian banyak profesi masyarakat umum lainnya. Bila kehendak setiap orang selalu sama, maka kacaulah dunia ini, siapa yang akan menjadi imam sholat, bila semua kompak menjadi makmum, siapa yang akan mengingatkan yang salah bila semua sudah benar, siapa pula yang akan menjadi juru dakwah bila semua memilih menjadi pendengar, bagaimana mungkin substansi al Qur`an akan terwujud jika perbedaan tidak menjadi kenyataan, "haihata-haihata bainal masyriqi wal maghrib". &lt;br /&gt;Impossible dan irrasional, bila berharap menyatukan persepsi dalam arti yang sejati di dunia ini, kecuali hanya keinginan untuk sekedar merespon fenomena alam dalam bentuk gerakan terorganisir saja yang berlaku temporal, hal itu dapat kita lakukan bersama-sama, selebihnya, "tahsabuhum jami`an waqulubuhum syatta", maka menyadari adanya perbedaan sebagai fithrah manusia, sangat penting sekali diperhatikan, bahkan lebih penting dari sekedar memahami konsep demokrasi yang sampai sekarang masih terus diperdebatkan keunggulannya. Benar, banyak Negara menjadikan demokrasi sebagai win-win solution dengan mengenalkan trias politika ala J. Lock sebagai pilarnya. Namun demikian, tidak sedikit yang was-was akan keampuhan konsep demokrasi tanpa label lokal, karena itu, demokrasi di Indonesia mengikut sertakan pancasila sebagai ruhnya, lantas disebut demokrasi pancasila, beda halnya dengan Yaman, demokrasi di negeri yang sedang kita tempati ini, memilih mengakomodir makna Syura semaksimal mungkin, sebagaimana  firman Allah " Wa amruhum syura bainahum" hal ini dapat dilihat dari kebijakan pemerintah pusat dalam memberlakukan undang-undang tertentu sesuai pokok-pokok syari`ah Islam untuk dijadikan sumber hukum positive. Terlepas, mana yang lebih unggul secara teori, yang jelas, saya pernah mengamati langsung prosesi peradilan kasus tindak pidana, dan praktiknya secara umum antara Indonesia dan Yaman dapat dikategorikan sejajar (bukan sama persis), dalam proses peradilan kasus pidana tersebut, praktik administrasi yang diberlakukan hampir semuanya menganut ketentuan internasional, mulai dari pra peradilan, pengajuan berkas untuk diregistrasi di panitera pengadilan sesuai tingkatan kasusnya, penyidikan oleh kepolisian, kejaksaan, keterangan saksi, pengambilan sumpah, pembacaan tuntutan, pengajuan eksepsi, pelimpahan kasus pada kuasa hukum, penunjukan pengacara dan pembacaan amar putusan majelis hakim sampai proses penjeblosan ke penjara, perbedaan mencolok hanya pada simbol-simbol lahiriyah, seperti aksesoris hakim, setting ruang pengadilan, beberapa istilah hukum dan bahasa pengantar selama persidangan digelar.     &lt;br /&gt;Pentingnya memahami perbedaan makna demokrasi ala Indonesia (demokrasi pancasila, bukan demokrasi saja) adalah kunci utama mewujudkan persatuan dan perdamaian di bumi nusantara, bahkan perintah Allah swt. kepada kita untuk menjalankan amanat suci ayat al Qur`an akan menuai kritik sosial jika kita bersikukuh hanya dengan alasan demokrasi, Negara Indonesia dengan multi kulturalnya, tidak cukup bila hanya berpilar trias politika, harus ada pengamalan nilai pancasila sebagai penyempurna konsep demokrasi, itulah upaya konkrit demokratisasi Indonesia, jika demikian kenyataannya, maka sudah selayaknya bagi kita untuk memberi jalan lapang dan peluang lebar bagi setiap orang untuk memilih jalan hidupnya, sebagai konsekwensi demokrasi, demokrasi mengakui perbedaan, demokrasi menghargai hak pribadi, bahkan demokrasi menjamin gerakan oposisi "kullun ya`malu ala syakilatih, farabbukum a`lamu biman huwa ahda sabila", kita hanya bisa berharap sepenuh hati, dengan adanya perbedaan itu, kiranya kita dapat mengambil ibrah, betapa pentingnya merajut persatuan dan kesatuan. &lt;br /&gt;Hanya saja, proses menuju persatuan sejati dikalangan kita masih kurang mendapat respon baik, sehingga masih terjadi benturan-benturan kecil, riak-riak perpecahan berlatar kelas social, tajir-fakir, senior-junior, lama-baru, tua-muda, dan gap lain berbau feodalistik, padahal semua itu bukan kebutuhan hidup, karena tanpa harus dibeda-bedakan sekalipun, sudah beda sendiri, seandainya kita patuh teori alam dan mengikuti petunjuk agama, "Laisa minna man lam yarham shaghirana, walam yuwaqqir kabirana", hadits itu sudah cukup menjadi justifkasi untuk saling menghormati, tetapi karena kealpaan sebagian kita, maka kenyataan pahitlah yang terjadi, siapakah yang salah, kita yang tidak dibimbing untuk menjadi baik, atauhkah mereka yang tidak memberi uswaha kebaikan, wallahu `a`lam. Tetapi pesan tersembunyi yang dapat dipahami dari opini berjudul "Tanda Demokrasi Masih Muda" itu sangat tampak sekali arah dan missi kritiknya untuk mengawal perdebatan seputar wacana, demokrasi tak beradab atau kalau istilah saya, demokrasi apancasilais, karena mereka hanya berpedoman demokrasi tanpa mengindahkan nilai pancasila, yang satu diantaranya berbunyi "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan" itulah yang menurut hemat saya latar belakang munculnya judul opini "Tanda Demokrasi Masih Muda", hal itu diperkuat dengan banyaknya wadah-wadah organisasi daerah yang melatarbelakangi persatuan untuk mengejawantahkan tujuan-tujuan utama, namun gagal dalam memainkan menegemen kelompoknya, bahkan tidak sedikit rongrongan kepentingan bersifat subyektif hadir di antara kita, kadang kurang mengakomodir kepentingan bersama, sifat acuh tak acuh masih sering terjadi, dan sifat-sifat negatif berpretensi bumerang dalam wadah kesatuan itu, kian hari tampak menjejali ruang keceriaan dan keharmonisan kita yang sudah sekian lama bersama dalam satu wadah kesatuan tertentu. Saatnya kita memulai membangun kembali jembatan komunikasi yang sempat putus karena kurangnya intensitas silaturrahim, kita perlu saling memahami kebutuhan masing-masing mitra sejawat, mengerti situasi, memantapkan jalinan persahabatan, sebisa mungkin memposisikan orang lain sebagai kawan bukan lawan. &lt;br /&gt;Gunakan kemampuan komunikasi kita dengan membangun kesepahaman bersama melalui jalinan pertemanan -meminjam trend bahasa facebook- atau dengan serangkaian upaya mengeksplorasi diri melalui jejaring social maya maupun nyata yang kini marak dilakukan mayoritas masyarakat dunia dalam rangka menemukan kualitas jati dirinya, dan lain sebagainya. Terkait pro kontra wacana hukum atau dampak plus minus jejaring maya yang berkualitas, berefek sahih atau batil bagi pengguna piranti social tersebut secara pribadi, atau masyarakat sekitar bahkan bagi perkembangan khalayak dunia sekalipun, saya sama sekali tidak memiliki kompetensi dalam menyikapi hal itu, bukan berarti tidak hirau dengan kenyataan yang sempat menggemparkan jagat dunia maya kita (mahasiswa universitas al Ahgaff) yang sempat menyita perhatian saya, bahkan mungkin sebagian mahasiswa angkatan 2008-2009, ketika ada komentar miring yang didindingkan di facebok sahabat Ariya Muhammad, yang kemudian oleh penulis opini diklaim sebagai tindakan menghakimi komunitas tertentu, (baca: Tanda Demokrasi Masih Muda, www.aqwammedia.blogspot.com, edisi I / Oktober 2009). &lt;br /&gt;Sebagai jurnalis, saya hanya bisa mengamati dengan seksama, memperhatikan dan sesekali melakukan kroscek kebenaran informasi yang bereda disekitar kita waktu itu, untuk menjajaki tingkat akurasinya, setelah berbagai tahapan teori penelitian ringan yang saya ketahui, dalam rangka sinkronisasi validitas data melalui "triangulasi taktik" dengan melihat bukti dasar, subyek, obyek, penyeimbang opini, pewarta, informan dan supporter comment, akhirnya saya dapat menemukan titik simpul: Bahawa tindakan kebaikan tidak cukup kuat sebagai alasan membenarkan statemen apapun, oleh siapapun, di manapun, yang kurang tepat sasar (ghaira muqtadlal hal wal maqal wal maqam), mengingat masih banyak juga komunitas mahasiswa selain angkatan 2008-2009 yang juga berprilaku kurang layak, saya tidak membela komunitas tertentu, tetapi inilah fakta dari hasil pengamatan di lapangan, bahkan jauh hari sebelum komunitas mahasiswa angkatan 2008-2009 resmi menjadi mahasiswa, tindakan kurang layak itu sudah menjadi obyek sensor pihak kuliyah, sehingga komentar minor (tidak punya adab) yang bersifat umum itu menjadi polemic dikalangan kita. Saya pribadi kurang sependapat dengan pilihan kata, "tidak punya adab", karena lafadz tersebut bias makna atau ambigu, boleh saja seseorang berkilah yang dimaksud tidak punya adab itu, adalah tidak belajar ilmu adab wan nushus (materi tamhidi al Ahgaff dalam kelompok ilmu tata bahasa), walaupun alasan itu tampak dipaksakan untuk memalingkan opini public, tetapi kemungkinan makna lain (tak berakhlak mulia) yang menjadi perdebatan, karena hal itu bersifat privasi dan sangat sensitiv sekali, ada pula yang mengatakan bahwa secara defakto sudah tidak ada mustawa awwal, yang ada sudah mustawa dua, tapi sayangnya, pernyataan itu tidak bisa dibenarkan, karena sebagian dari mereka masih belum dipastikan naik tingkat (istinhaj atau takmili). &lt;br /&gt;Wal Hasil, apapun interpretasi yang diarahkan membalik tujuan komentar minor ketika itu sulit diterima dan dibenarkan, banyak dari mereka yang langsung emosi, bahkan sesudah klarifikasi tentang polemic itu dilakukan, masih ada yang kurang puas, karena privasi dan harga dirinya merasa terlangkahi, privasi atau al-irdl itulah, yang menjadi bukti kuat ketidak puasan sebagian mereka, sehingga polemic yang sudah dianggap selesai, masih dimunculkan kembali dengan menyandingkan prilaku kurang etis (mengundurkan diri dari pencalonan ketua umum forum mahasiswa Indonesia al Ahgaff masa khidmat 2009-2010 dalam Musyawarah Anggota Komplit (MAK FORMIL) 18 Agustus 2009 lalu yang dilakukan sahabat Badrut Tamam, dengan berteriak lantang,  setelah melihat  Zuhairuz Zaman membacakan surat pengunduran diri, bahkan Rifqi Tamimi ikut menyatakan tidak siap), situasi kurang mencerminkan sikap dewasa itulah yang kemudian dijadikan alasan lain menyebut demokrasi masih muda. Sesungguhnya demokrasi tak mengenal umur, kasus kericuhan di gedung DPR-RI, dengan mendatangi pimpinan sidang secara bergerombol sempat terjadi dan itu sangat mencidrai nilai demokrasi pancasila kita, patut kalau mantan presiden RI, Gus Dur, menyebut mereka layaknya taman kanak-kanak, jika anggota dewan perwakilan rakyat RI, masih alpa berprilaku kurang etis secara politis, tidak layakkah bila kekurang etisan dalam berdemokrasi itu terjadi pada kita selaku anak bangsa yang memang benar-benar masih muda secara umur atau memang sedang dalam proses pematangan jati diri dalam berorganisasi?!. Bagi saya, hal-hal seperti itu boleh-boleh saja dalam berdemokrasi, tapi alangkah eloknya, jika bisa ditempuh dengan cara bijaksana dalam permusyawaratan dan perwakilan..&lt;br /&gt;Seandainya kebebasan hak sebagaimana alasan sahabat Zuhairuz Zaman yang dibacakan dan disampaikan secara musyawarah, waktu itu dilakukan oleh sahabat Badrut Tamam, mungkin tidak akan pernah ada opini yang membandingkan pelaku utama organisasi dengan kelaikan prilaku, adab sebagian komunitas tertentu yang  dijadikan pengantar wacana menolak arogansi penilaian bagi komunitas lain yang merasa dirugikan secara mental. Polemic ini, perlu diakhiri, saya sangat yakin,  ada hidden mission control yang diselipkan di balik laras teks opini berjudul" Tanda Demokrasi Masih Muda" itu, dalam substansi tulisannya, Amir Faqih menyatakan ketidak tahuannya, apakah ada relasi antara demokrasi dan adab, yang jelas pemandangan yang terjadi dalam pesta demokrasi yang dihelat pada MAK-FORMIL itu dinilai sebagai pemandangan kurang apik, kurang menampakkan prilaku layak, dan mungkin saja penulis opini tersebut menyisipkan pesan tak beradab bila ditilik dari proses demokrasi pancasila. "Kenapa tidak mundur sejak awal, sebelum pemilihan", tulisnya bernada kesal, sambil mengutip ungkapan khas Habib Riziq, ketua front pembela islam, yang ia katakan meminjam sedikit kata, "Hapus Saja" AD/Art. FORMIL bila tidak dapat dilaksanakan, kilahnya. &lt;br /&gt;Inilah bukti impiris yang tak terbantahkan, bahwa noktah hitam itu kini telah berbekas di hati mereka, ada belang yang menghalangi ketulusan pertemanan kita, kenapa mereka tidak dengan bermusawarah dan duduk bersama sebagaimana tindakan akhir yang diambil saudara Ariya setelah mempertimbangkan kemashlahatan bersama sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, sehingga upaya mewujudkan keharmonisan antara kita di satu tempat dapat terlaksana tanpa ada curiga di antara kita, kenapa tidak dengan bahasa yang lebih rasionalis, elastis, populis dan argumentative, kenapa, kenapa?. Sederet pertanyaan itu diajukan hampir mayoritas mahasiswa angkatan 2008-2009, melalui pesan singkat pada saya ketika mendenganr "teror kecil" seputar privasi komunitasnya yang disinyalir tidak beradab itu.&lt;br /&gt;Semua sudah terjadi, biarlah yang lalu berlalu, jangan diulang kembali, kita sudah saling memahami, mema`afkan dan saling mengerti maksud dan tujuannya, "niat saya baik kok, itu saya lakukan demi kebaikan kita bersama, walaupun saya mengakui, saya salah, karena hal itu disampaikan secara umum, hanya kurang tepat cara penyampaiannya saja, sudah selesai, sudah tidak ada apa-apa" demikian pernyataan sahabat Aria Muhammad dalam kesempatan bincang ringan bersama saya. Dan sebagai ibrah bagi kita, saya perlu menegaskan kembali, bahwa niat baik untuk tujuan kebaikan, harus disampaikan dengan baik pula, sebagai manusia biasa, saya, sahabat saya Ariya Muhammad, Zuhairuz Zaman, Badrut Tamam, Rifqi Tamimi, Amir Faqih, dan semua sahabat mahasiswa Indonesia di universitas al Ahgaff khususnya, dan di Yaman pada umumnya, kita semua sangat memaklumi kealpaan masing-masing, "Al insanu mahallul khatha`I wan nisyan", marilah kita saling mengingatkan dengan niat tulus, kita bangun kembali kesepahaman baru, yang benar-benar baru, hapuskan noktah hitam itu, mari bergandeng tangan, kuatkan persatuan dan kesatuan, berdamailah "fasfahis shafhal jamil".&lt;br /&gt;Upaya mengungkap kejadian lampau itu, hanyalah sebuah usaha saling mengingatkan kembali antara kita, bahwa kita saling mengawasi, menasihati, memperhatikan, sehingga kecil peluang bagi kita untuk lalai diri, apalagi bagi komunitas tertentu yang telah banyak mendemonstrasikan pentingnya menjunjung nilai akhlak mulia, adab, sopan santun dan bahasa akhlaq  terpuji lainnya, kita harus dengan tegas dan nyata melakukannya, bukan hanya koar-koar lewat komentar saja, sudah terlalu jamak orang pintar komentar, kita tidak butuh orasi, tapi solusi, butuh bukti, praktik teori, keteladanan budi pekerti, uswah hasanah dari pelaku dan pemeran utama organisasi yang mengerti diri, "Latanha an khuluqin wata`tiya mitslahu, `Arun alaika idza fa`alta adzimu", "Aamartukal khaira lakin ma`tamartu bihi, Wamastaqamtu fama qauli lakas taqimi, Astaghfirullaha min qaulin bila `amalin, Laqad nasabtu bihi naslan lidzi uqumi,". Setelah belajar dari kasus-perkasus, kita perlu mengoreksi diri, melihat diri, memperhatikan diri, lalu sebagai bentuk kedewasaan, kitapun harus siap menerima koreksi dari pihak lain, kita berhak menyampaikan, tapi kita wajib menerima, "Ra`yuna shawabun yahtamilul khata`, Wara`yu ghairina khata`un yahtamilush shawab". Sampaikan koreksi dalam bentuk hikmah, mauidloh hasanah, atau jika perlu berpolemik, paparkan dengan gamblang, kemas dalam bahasa santun penuh nilai persahabatan, hindari komentar sinis, jauhi mencaci sesama, jauhi sifat dengki, jangan menyebut kelompok tertentu dengan sebutan kurang etis di hadapan umum, itulah kiranya kode etik publikasi massa yang harus diperhatikan pengguna media, jejaring social ataupun koniksi mitra, bijaksanalah dalam menyikapi situasi, setidaknya kita bisa meminimalisir kerentanan yang muncul sebab bias bahasa kurang berkenan di hati pembaca, jadikan media maya sebagai alat berefek manfa`at ganda untuk berdakwah bagi diri dan orang lain, sirami kegersangan jiwa diri, sambil lalu meneteskan air suci perdamaian untuk semua kalangan. wujudkan persatuan dan pertemanan maya anda dalam prilaku yang sesungguhnya, di dunia nyata. "Ata`murunannasa bil birri watausauna anfusakum, wa antum tatlunal kitab, afala ta`qilun"?!. Semoga.&lt;br /&gt;Sebelum mengakhiri tulisan ini, ucapan selamat dan sukses, Saya sampaikan kepada kedua pemimpin organisasi kita, saudara Abdul Muiz Ali Muslim, ketua umum FORMIL 2009-2010, dan Saudara Imam Nawawi, ketua umum PPI Yaman 2009-2010, Selamat belajar berkhidmah, Amanat kepemimpinan adalah tanggungjawab besar di Dunia dan Akhirat, Hati-hati mengambil kebijaksanaan, Semoga Allah memudahkan segalanya, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Jurnalis dan Mantan Ketua Umum FORMIL 2008-2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-8125181735125941334?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/8125181735125941334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/hidden-mission-control.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/8125181735125941334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/8125181735125941334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/hidden-mission-control.html' title='HIDDEN MISSION CONTROL'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-936215930525066735</id><published>2009-10-01T07:02:00.001-07:00</published><updated>2009-10-01T07:03:50.695-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUISI'/><title type='text'>111206_  أجمل بها</title><content type='html'>Dalam kelam…  lukisan wajah terlintas nyata_bidadarikah ini…  ataukah manusia biasa hanya tanpa cela… &lt;br /&gt;cuma sepintas, tapi ku nikmati keindahan sempurnamu_mata tak mau berkedip menatap, rasaku semakin hidup berdegub,&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; hatiku berdetak kencang ikuti irama asmara_darahku berhenti mengalir bawa aku terdiam…&lt;br /&gt; ku terkagum! tanpa sadar.. tanpa berrfikir pun.. ku jatuh cinta pada kecantikanmu_17 11 '06. &lt;br /&gt;Malam berlalu hanya dalam hitungan jari-jari masa_memang tak lama_tapi dalam langkah anganku tiada kebohongan_ku selalu mencarimu.. menginginkanmu_tak dapat kutemui… kau menghilang_bak malam sirna tertelan siang_21 02 '06. &lt;br /&gt;Aku masih disini terus bertanya_walau semua wajahmu tak tersisa_aku tak mengerti..    &lt;br /&gt;  bingung_jika kau pernah ada kenapa menghilang? &lt;br /&gt;tak bisakah kau datang? &lt;br /&gt;walau sekejap datanglah! Ku ingin lihat pesonamu walau tuk terahir kalinya! Hanya batu nisan yang bicara.. saat semua terpaku membisu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Ashab Rayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-936215930525066735?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/936215930525066735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/111206_01.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/936215930525066735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/936215930525066735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/111206_01.html' title='111206_  أجمل بها'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-3713541533689108112</id><published>2009-10-01T07:00:00.002-07:00</published><updated>2009-10-01T07:02:20.035-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>TANDA DEMOKRASI MASIH MUDA</title><content type='html'>Oleh : Amir Faqih*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengutip" pernyataan Presiden terpilih, SBY : "Dari sabang sampai merauke, Negara bahkan seluruh dunia pun yang menganut sistem demokrasi, tidak ada satupun sistem demokrasi yang sempurna". &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sistem demokrasi yang ideal karena ia merupakan proses yang terus menerus berjalan. Pernyataan ini singkat padat, ringkas tapi jelas. Demokrasi pada dasarnya adalah Demokratisasi yaitu suatu proses yang terus menerus untuk menjadi Demokrasi,. Dinamika tantangan dan masalah adalah "hukum sejarah" yang memaksa sistem demokrasi untuk selalu belajar dan memperbaiki diri. Itulah kelebihan sistem demokrasi yakni tersedianya ruang untuk selalu koreksi dan melakukan perbaikan secara terus-menerus.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan demokrasi yang kita miliki, Sengaja penulis memakai istilah demokrasi masih muda karena memang demokrasi yang kita miliki masih terlalu dini untuk dikatakan dewasa, apalagi tataran sempurna. Sekedar mengaca kepada apa yang telah terjadi, bukan untuk mengungkit masa lalu tapi mencoba mengambil ibroh, pelajaran untuk diambil hikmah dan dijadikan PR renungan untuk intropeksi diri.&lt;br /&gt;Tentu masih terekam dalam memori kita ketika PEMILU/PILTUM FORMIL (pemilihan ketua umum) lalu. Kalau kita mencoba untuk mengkritisi apa yang telah terjadi, tentu kita akan menemukan kajanggalan-kejanggalan yang tidak sepatutnya dipertontonkan ketika PEMILU berlangsung. Diantaranya : ada yang membuat halaqoh sendiri di belakang (rame), anggota yang memilih sembarangan (memilih calon lain di luar ketentuan), ada yang mengundurkan diri ketika PEMILU berlangsung, kalau memang mau mengundurkan diri, kenapa ketika PEMILU sedang berlangsung ?, kenapa tidak dari dulu-dulu hari ?, agar langsung dicoret dari majalah dinding, Mundur sebelum pesta demokrasi jauh lebih terhormat dari pada mundur ketika pemilihan sedang berlangsung karena itu hanya akan mencedrai Demokrasi yang telah dibangun dari tahun-tahun sebelumnya, serta spekulasi yang tidak enak didengar. Pemimpim yang benar-benar menyadari bahwa jabatan adalah amanah tidak akan memandang dimana dia berada, jabatan apa yang di tangannya, yang ada hanyalah "bagaimana bisa menjalankan amanah dengan sebaik mungkin dengan memberikan yang kemampuan terbaik", karena pada hakekatnya setiap jabatan/kekuasaan adalah berat, berat di sisi manusia, lebih-lebih di sisi Allah SWT.&lt;br /&gt;Ada pula yang melegalkan pemunduran diri CATUM (calon ketua umum) ketika PEMILU sedang dihelat. Aturan main mana yang memperbolehkan ?; yang boleh memundurkan diri ketika dia terpilih, baru dia bisa mengajukan permohonan pemunduran diri, kita punya AD/ART yang mengatur semua itu sebagai pedoman dan rujukan. Jika AD/ART sudah tidak jadi pedoman lagi, buat apa ? sedikit meminjam kata Habib Muhammad Rizieq "Hapus saja!!!", biar kita bebas menentukan takdir (jalan) demokrasi kita sendiri. Sungguh-sungguh sangat ironis.&lt;br /&gt;Pemilu yang telah digelar masih kurang menunjukkan sifat kedewasaan. Kami tidak tahu apakah dari sebelum-sebelumnya juga pernah terjadi yang demikian?. Yang jelas apa yang kita saksikan bersama menandakan elemen demokrasi kita masih terlalu muda, sportifitas, kedewasaan dan kemandirian perlu ditingkatkan. Apa yang kita lakukan bukan karena ketidaktahuan terhadap demokrasi (the mean of democraty)? Tidak, tapi sifat kekanak-kanakan masih bersemayam dalam dada, yang kadangkala kita tidak merasa dengan semua itu.&lt;br /&gt;Dan kami tidak tahu, apa itu berhubungan dengan "adab/akhlak" ? tapi yang jelas menurut hemat kami, sepanjang  tontonan yang kita saksikan tidak enak dipandang, maka itu termasuk akhlak yang tercela. Jadi, sangat ironis sekali ketika ada orang yang mengklaim salah satu komunitas tidak punya ADAB, tanpa harus mendekte di sekitar. Terus, apakah yang lain mempunyai adab ? "Melihat PEMILU yang telah terjadi", sungguh kerdil sekali pemikiran seperti itu. Sesama Pelajar seharusnya kita tidak mengeluarkan statemen yang memperkeruh suasana dan memperpecah persatuan, apalagi kita berasal dari ibu pertiwi yang sama "INDONESIA". Seharusnya kita berada dalam ikatan tali persatuan, boleh kita berbeda tapi tetap dalam Bhineka Tunggal Ika.&lt;br /&gt;Dari sini perlu yang namanya penyempurnaan demokrasi, yang terpenting kepada para aktor demokrasi untuk menjadi suri teladan yang nyata; "nyata terhadap pribadi, juga nyata terhadap lingkungan". Para pelaku utama harus lebih matang dan dewasa ketimbang pemain pembantu (rakyat FORMIL). Jika hal tersebut bisa dilakukan, harapan akan terjadinya penyempurnaan system demokrasi-kita akan terus berjalan seiring dengan putaran roda momentum demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis Adalah Mustawa Tsani (II), Pemerhati Sosiasl yang Cinta damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-3713541533689108112?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/3713541533689108112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/tanda-demokrasi-masih-muda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/3713541533689108112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/3713541533689108112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/tanda-demokrasi-masih-muda.html' title='TANDA DEMOKRASI MASIH MUDA'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-6767818980641539245</id><published>2009-10-01T07:00:00.001-07:00</published><updated>2009-10-01T07:00:48.173-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_wqjTU-tbJL4/SsS17nAq1DI/AAAAAAAAABU/ypa3D32bAsI/s1600-h/pamflet+copy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387631089930654770" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 208px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_wqjTU-tbJL4/SsS17nAq1DI/AAAAAAAAABU/ypa3D32bAsI/s320/pamflet+copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-6767818980641539245?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/6767818980641539245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/6767818980641539245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/6767818980641539245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/blog-post.html' title=''/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_wqjTU-tbJL4/SsS17nAq1DI/AAAAAAAAABU/ypa3D32bAsI/s72-c/pamflet+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-8416316698486989628</id><published>2009-10-01T06:58:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T07:00:06.218-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CERPEN'/><title type='text'>Kehidupan Malam</title><content type='html'>oleh : mamad*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo… saatnya beraksi.."  isyarat pimpinan geng pada anak buahnya.&lt;br /&gt;"mari anak-anak kita berangkat…"&lt;br /&gt;"kakak iPin, sebelah sini ada ladang strategis…" aDing memanggil kakaknya.&lt;br /&gt;"Mama, itu di sebelah sana kata aDing ada yang strategis" iPin memberi isyarat pada mama-papanya untuk menuju tempat aDing.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya tunggu bentar Pin…." Jawab mama-papanya sambil berjalan kearah aDing.&lt;br /&gt;Mereka pun berlari-lari kearah ladang masing-masing. Ada yang berlari sambil teriak-teriak karena bahagia setelah sejak pagi menahan lapar. Ada yang berjalan santai sambil bernyanyi-nyanyi. Ada yang membawa jrigen ukuran 20 liter. Ada juga yang berbondong-bondong sekeluarga. Ada yang membawa gula agar nanti bisa lebih manis santapannya. Ada yang membawa tisu untuk mengelap mulutnya agar tidak belepotan. Pokoknya ramai sekali malam itu.&lt;br /&gt;Ketika semuanya telah mulai menyantap hidangan masing-masing sambil bersuka ria, keadaan jadi semakin bising. Karena, ada yang membawa tape recorder untuk dangdutan. Ada juga yang berjoget ria sambil mabuk-mabukan. Ada yang sambil ngerumpi membicarakan artis yang lagi naik daun.&lt;br /&gt;Sementara itu Maman terbangun karena mendengarkan kebisingan yang ada di sekitarnya. Ketika ia bangun, ia merasa heran karena teman-temannnya sedang tidur semua. Sedangkan ia mendengar kebisingan itu muncul dekat sekali dari tempat tidurnya.&lt;br /&gt;"kak iPin awas itu orangnya sudah bangun, kamu harus cepat lari…." Kata aDing sambil meloncat meninggalkan ladangnya yang diikuti mama papanya.&lt;br /&gt;"iya Ding…" jawab iPin sambil meloncat menyusul kakak, mama dan papanya. "iPin….aDing…. cepat…." Teriak mama papa mereka.&lt;br /&gt;Sementara yang lainnya berlarian kearah yang tak jelas sambil berteriak-teriak.&lt;br /&gt;"awas…. lari…. "&lt;br /&gt;"orangnya bangun…. Cepat menyelinap…."&lt;br /&gt;"kakak… cepat….."&lt;br /&gt;"mama… jangan tinggalkan aku…."&lt;br /&gt;"sayang… kamu di mana…?"&lt;br /&gt;Maman jadi semakin bingung. Dari mana suara-suara itu…. Ia tampak ketakutan.. akhirnya Maman menyalakan lampu belajarnya. Dan……&lt;br /&gt;"byar….." ketika lampu itu nyala, tampak para kepinding sedang sibuk berlarian kearah sudut-sudut kasur. Ketakutannya kini berubah menjadi kemarahan. Dengan gesit ia menjulurkan tangannya, dan.. yup.. ia berhasil menangkap salah satu dari mereka.&lt;br /&gt;Maman pun kaget kembali ketika binatang yang ia tangkap itu bersuara…&lt;br /&gt;"mama….. tolong…. tolong…" ….. "kak iPin…..selamatkan aku…."&lt;br /&gt;Namun maman tetap enggan melepaskan tangkapannya.. &lt;br /&gt;Ia dekatkan tangkapannya dan ia perhatikan. Kemudian, sambil berfikir ia tiba-tiba bertanya pada binatang itu…"hey…. " kepinding yang tadinya menangis sambil menutup matanya dengan kedua tangannya kini menatap kearah Maman.&lt;br /&gt;"hey… kamu bisa berbicara? " Tanya Maman.&lt;br /&gt;Dengan ketakutan binatang itu menjawab "iya… "…&lt;br /&gt;"hai manusia…. Lepaskan anakku….!!!" Tiba-tiba sebuah suara lantang terdengar dari arah kasur Maman. Iapun menengok kebawah dan ia melihat binatang yang lebih besar dari yang ia tangkap berdiri tegak menantang dengan memasang wajah marah. Maman pun tambah bingung, maka tampaklah wajahnya dengan dahi berkerut dan bibir maju membentuk huruf O (tapi agak lebar lagi dikit).&lt;br /&gt;melihat manusia tidak mau melepaskan anaknya sang kepinding dewasa mengulangi kata-katanya "hai…!!! disuruh lepasin anak saya malah bengong….!!!".&lt;br /&gt;Maman pun tersadar dan menjawab, "enak aja lepasin…. Aku tiap malam digigit oleh kalian semua yang menyebabkan bintik-bintik merah dan gatal… sekarang kamu minta anak ini ku lepasin?!.... tidak mungkin..!" maman mencoba berargument.&lt;br /&gt;Tapi alangkah kagetnya Maman ketika kepinding tua itu menjawab : "aku pernah nyelip di bajumu dan mendengar pengajian bahwa seorang ulama di sini merahmati para hewan dengan memberi mereka makanan di lubang-lubang mereka… apakah kamu tidak ingin seperti ulama itu?" &lt;br /&gt;Maman tercengang untuk sementara. Namun akhirnya ia mampu menjawab, "tapi yang ulama itu berikan adalah serpihan roti bukan darah…. Ditambah lagi, dengan pemberian itu berarti ulama itu telah merelakan makanan itu untuk binatang bersebut… Sedangkan kamu mengambil darahku tanpa izin…"&lt;br /&gt;Kepinding pun menjawab : "aku pernah juga ikut di sela-sela buku kamu, dan di tengah-tengah pelajaran aku mendengar seorang guru menjelaskan betapa pentingnya hijamah sehingga di Kanada dibangun rumah sakit spesialis hijamah. Nah, daripada kamu buang darah kamu dengan sia-sia lebih baik kamu berikan darah itu pada kami. Kamu akan dapat pahala…."&lt;br /&gt;Maman merasa kewalahan menjawab argument kepinding itu. Dia pun berpikir… 'busyet….kepinding bisa sepandai itu…. Kalau bukan kepinding Tarim mana ada…'&lt;br /&gt;Tapi Maman tidak kehabisan akal, "memang benar hijamah memberi manfaat yang luar biasa. Tapi, tidak setiap orang bisa melakukan hijamah. Karena, tempat yang diambil darahnya adalah tempat-tempat tertentu yang tidak mudah diketahui orang-orang awam. Dan juga karena darah yang diambil oleh tukang hijamah adalah darah kotor. Apakah kamu bisa membedakan darah sehat dan darah kotor..?? apakah kamu tahu kadar pengambilannya seberapa banyak…??"&lt;br /&gt;Kepinding pun bungkam seribu bahasa….&lt;br /&gt;Akhirnya ia hanya bisa merengek… memelas… dan menangis minta belas kasihan agar anaknya dilepaskan… Maman pun kebingungan… antara membunuh hasil tangkapannya atau melepaskannya karena kasihan…. &lt;br /&gt;sementara ia berfikir….&lt;br /&gt;"assholah…. Assholah…." Tiba-tiba suara yusuf membangunkan Maman dari tidurnya. Maman pun bersyukur alhamdulillah bahwa kejadian tadi hanya mimpi. Karena ia yakin bahwa kasurnya BEBAS KEPINDING.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Maman : adalah panggilan untuk nama lengkap  Manusia.&lt;br /&gt;iPin : adalah panggilan untuk nama depan kePinding.&lt;br /&gt;aDing : adalah panggilan untuk nama belakang kepinDing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* penulis adalah mahasiswa univ. al ahgaff tingkat 4&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-8416316698486989628?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/8416316698486989628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/kehidupan-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/8416316698486989628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/8416316698486989628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/kehidupan-malam.html' title='Kehidupan Malam'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-1195841495663699947</id><published>2009-10-01T06:57:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T06:58:31.769-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Peremajaan Hukum Islam</title><content type='html'>Oleh : abdolmoeezz **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha memotret kembali bangunan pemikiran hukum Islam tampaknya akan terus berlangsung. Sebagai sebuah disiplin ilmu tradisional yang paling kokoh, fikih seringkali dianggap sebagai produk hukum yang instant dan final ketimbang sebagai suatu yang memerlukan penafsiran ulang. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berulangkali usaha-usaha pemahaman ulang terhadap produk fikih masa lampau mengalami kekandasan karena begitu kokohnya posisi fikih dalam benak umat Islam. Apa yang dialami oleh Fazlur Rahman dan kawan-kawannya sampai tragedi Nasr Hamid Abu Zayd adalah sebagian kecil bukti-buktinya. Dan di Indonesia pemikiran memotret ulang fikih banyak dilakukan oleh beberapa komunitas yang menamai dirinya dengan jaringan islam liberal yang dimotori oleh Cak Nur (alm) dan Ulil Abshar Abdalla.&lt;br /&gt;Gagasan realitas ini bermula dari lahirnya hadits Nabi Muhammad saw. yang menyatakan akan lahirnya seorang pembaharu (mujaddid) islam dalam setiap kurunnya. Bertendensi pada signal Nabi Muhammad saw. tersebut, para ulama meyikapi bahwa tajdid atau peremajaan merupakan hal yang urgen, pasti dan doruri mengingat kebenaran orang yang mengatakan hadits tersebut.&lt;br /&gt;Gagasan ini diorbitkan dihadapan publik sebagai embrio dari wacana relevansi fikih klasik yang selama ini menjadi kajian populer di berbagai instansi pendidikan,baik pesantren atau universitas. Dan Wacana ini dikampanyekan oleh para ulama dan sebagian dari mereka mengiakan tanpa melakukan filterisasi sehingga melakukan rekonstrusi bangunan fikih yang matang setelah terlebih dahulu melakukan dekonstruksi fikih yang selama ini dikultuskan oleh sebagian orang sebagai langkah final perumusan hukum-hukum islam. Adapun sebagian yang lain menerima wacana ini sebagai bentuk refleksitas dan fleksibelitas fikih terhadap realitas yang ada. Namun, dengan tanpa melakukan dekonstruksi dan rekonstruksi terhadap hukum yang telah ditelorkan oleh kerja keras ulama dalam mendeduksinya dari al-Qur'an dan al-Hadits.&lt;br /&gt;Ilmuwan al-Jazair, Moh. Arkoun mengatakan bahwa hukum-hukum islam telah terinfeksi dan terintervensi oleh realitas sosial dan campur tangan politik praktis yang dilakukan oknum tertentu demi hanya untuk menghasilkan kontrol terhadap umat pada waktu itu. Sehingga menurutnya fikih membutuhkan penafsiran atau interpretasi ulang terhadap teks-teks suci turats peninggalan Nabi Muhammad saw. atau fikih perlu peremajaan sehingga lahirlah fikih yang dinamis, proporsional, humanis dan fleksibel serta ramah terhadap lingkungan sekitarnya sebagai manivestasi makna islam adalah agama yang rahmat lil 'âlamîn.&lt;br /&gt;Ia mencontohkan kasus pemberlakuan Syariat islam di propinsi Nangroe Aceh Darussalam, Arab Saudi, Sudan dan Afghanistan di masa Taliban, membuktikan bagaimana fikih hanya dijadikan tameng untuk melanggengkan kekuasaan dan kontrol atas masyarakat. Pelanggaran HAM menjadi pengalaman dan pemandangan sehari-hari di wilayah atau negara yang disebutkan tadi.&lt;br /&gt;Peremajaan fikih islam memang merupakan sebuah keharusan dan kepastian sebagai implementasi dari kaidah "al-hukm tadûr ma' 'illatih fî wujûdih wa 'adamih" dan kaidah "taghayyur al-hukm bi taghuyyur zamân wa al-makân". Namun, tegasnya tidak semua bangunan fikih harus dibredel sampai akar-akarnya atau melakukan dekonstrusi dan kemudian merekonstruksi hukum. Bagaimanapun juga para ulama telah menetapkan kaidah-kaidah kulliyah dan 'ammah demi menjaga orisinalitas dan eksistensitas syariat islam sehingga lahirlah istilah al-tsawâbit wa al-mutaghayyirât. &lt;br /&gt;Pembredelan hukum-hukum islam sampai pada akar-akarnya hanya dilakukan oleh orang-orang yang berwawasan dangkal dan berpandangan sempit terhadap pemahaman fikih yang sebenarnya dan seutuhnya, sebagaimana yang ditegaskan oleh Dr. Wahbah al-Zuhaili. Islam adalah salah satu agama atau syari'at yang orisinalitasnya benar-benar terjaga oleh Allah swt, sehingga tidaklah mungkin semua bangunan syari'atnya bisa diintervensi oleh para mujtahid atau mujaddid dengan melihat relaitas sosial setempat.&lt;br /&gt;Dalam tulisannya Dr. Wahbah menyatakan bahwa peremajaan hukum-hukum islam hanya bisa dilakukan pada hukum yang dicetuskan dari teks-teks dhanni yang merupakan ladang kreatifitas para mujtahid dalam menggali hukum yang tersembunyi dalam kandungan teks-teks tersebut. Atau terjadi pula pada hukum-hukum yang dilahirkan tanpa teks yang hanya bertendensikan pada dalil-dalil yang mukhtalaf fîh antar para ulama seperti mashlahah al-mursalah, sadd al-dzarâi', 'urf dan lain sebagainya. Sementara teks-teks yang qath' maka tidak bisa dirambah oleh peremajaan atau tajdid dan terlepas dari intervensi para mujtahid dalam memperjuangkan kepentingannya atau kepentingan politik pemerintah pada saat itu.&lt;br /&gt;Secara konklusi, peremajaan hukum-hukum islam hanya bisa dilakukan pada tataran hukum yang mutaghayyirât dan tidak bisa menyentuh rumusan-rumusan hukum yang tsawâbit. Disamping itu peremajaan hukum hanya terjadi pada tataran fikih yang merupakan ajang kreatifitas dan liberalis ulama untuk mengaktifkan kemampuan nalar berfikir dalam berusaha menguak kandungan teks (ijtihad) dan maksud tujuan tuhan (maqâshid al-syari'ah) dan penglegislasian sebuah hukum (hikmah al-tasyri'). Peremajaan atau tajdid tidak bisa menembus kawasan syari'at yang aplikasi dan maknanya lebih luas dari pada fikih yang hanya ulasan para ulama yang selalu dikondisikan dan diselaraskan dengan realitas setempat.&lt;br /&gt;Sumber hukum dalam islam yang muttafaq 'alaîh adalah al-Qur'an dan al-Hadits, dimana keduanya merupakan sumber yang valid dan orsinil. Dari keduanya, para ulama mengklasifikasikan menjadi dua; dalil yang dhanni al-tsubût seperti hadîts al-`ahâd dan dalil yang qath' al-tsubût seperti al-Qur'an dan hadîts mutawâtir. Di sisi lain ulama juga mengklasifikasikan kedalam dalil yang qath' al-dilâlah dan dalil yang dhanni al-dilâlah.&lt;br /&gt;Dari klasifikasi dan klarifikasi ini, para ulama mampu mengidentifikasi sampai dimanakah peremajaan hukum islam berperan dalam memberikan nuansa baru yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi setempat dan menyorot karakteristik hukum yang masih bisa dinegosiasi untuk disentuh oleh peremajaan yang selalu didengungkan para reformis islam. Ayat-ayat al-Qur'an dan al-Hadits yang qath' al-dilâlah bukan merupakan kajian mujtahid sehingga peremajaan atau tajdid tidak bisa menyentuh area ini. Namun berbeda dengan ayat-ayat al-Qur'an dan al-Hadits yang bersifat dhanni al-dilâlah yang masih merupakan ladang ekspresi mujtahid dalam mendeduksi hukum. Peremajaan masih sangat rentan terjadi dan sangat bisa menyentuh kawasan ini disebabkan banyaknya hukum-hukum islam yang disesuaikan dengan realitas setempat pada waktu itu.&lt;br /&gt;Dalam masalah ini peremajaan hukum islam adalah hal yang sah-sah saja dilakukan, namun tentunya setelah membicarakan obyek tidak bisa lepas untuk membicarakan subyek yaitu siapakah mujaddid yang sebenarnya? Disinilah komentar bermunculan dan terdapat pro-kontra antar ulama dalam menjawab pertanyaan ini. Para ulama salaf telah menetapkan karakter mujaddid atau mujtahid bahkan juga mufti dan qadli dalam berbagai kajian turats yang ditinggalkannya beratus-ratus tahun lamanya.&lt;br /&gt;Teriakan lantang para mujaddid kontemporer baik lokal atau internasional merupakan ajakan yang positif, hanya saja yang perlu kita garisbawahi adalah sebuah pertanyaan apakah mereka benar-benar mujaddid yang mampu meremajakan hukum islam sehingga hukum-hukumnya bisa diaplikasikan di muka bumi ini yang shâlih fi kulli zamân wa makân atau hanya orang-orang yang berbicara lantang yang akan menyeret pada pengaburan hakikat islam itu sendiri dengan menginterpretasikan teks-teks semaunya sendiri dan meliberalisasikan islam yang murni dan merupakan satu-satunya agama yang mendapat legalitas kebenaran mutlak dari Allah swt. Allâhumm arinâ al-haqq haqqâ warzuqnâ al-tibâ'ah wa arinâ al-bâthil bâthilâ warzuqnâ ijtinâbah. Wallâh a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**) Penulis adalah ketua Formil 2009-2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-1195841495663699947?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/1195841495663699947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/peremajaan-hukum-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/1195841495663699947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/1195841495663699947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/peremajaan-hukum-islam.html' title='Peremajaan Hukum Islam'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-4845737838752153461</id><published>2009-10-01T06:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T06:57:08.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>MEMAJUKAN PERAN MADING DALAM BUDAYA TULIS-MENULIS</title><content type='html'>Oleh: Al-Masyriqy *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang dituntut masyarakat umum saat ini adalah progressifitas dalam segala bidang dan kepraktisan. Berbagai kebutuhan masyarakat didesain sepraktis mungkin untuk merespon tuntutan ini. Munculnya media-media cetak dan elektronik yang berkembang pesat dewasa ini juga merupakan respon terhadap perkembangan masyarakat tersebut. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media-media cetak yang sekitar tahun 70-an lalu hanya dapat ditemukan di kota-kota besar kini sudah menjamah pelosok-pelosok perkampungan. Sehingga informasi-informasi dapat diakses masyarakat luas dengan sangat cepat dan mudah. &lt;br /&gt;Dengan canggihnya teknologi saat ini, berbagai informasi, akses keilmuan dan sebagainya mudah didapat, sehingga hampir tidak ada alasan bagi orang-orang saat ini untuk tidak tahu dan ketinggalan informasi karena faktor tempat yang ia diami. Media informasi telah ada di mana-mana. Dunia saat ini seperti perkampungan kecil yang dapat dipantau semua orang. Kejadian-kejadian  yang dulunya hanya dapat di ketahui oleh beberapa orang yang berdekatan dengan tempat kejadian itu secara geografis, kini dapat diketahui hampir semua penduduk dunia dalam satu waktu.Globalisasi  yang menjadi agenda dunia saat ini menghilangkan sekat antara negara satu dengan negara lainnya sebagaimana kata Mohammad Asad “salah satu jargon Dunia saat ini adalah menaklukkan ruang”.&lt;br /&gt;Dunia dengan tatanan barunya seperti ini memberi kesempatan sebesar-besarnya bagi setiap orang untuk unjuk gigi, menunjukkan ide-ide dan gagasannya untuk didengar dan di baca orang lain kapanpun dan dimanapun. Polemik antara pemikiran satu dengan pemikiran lainnya menjadi hal yang sering kita dengar dan kita baca di berbagai media seperti koran, majalah, buku, televisi radio dan sebagainya. Masing-masing membawa gagasan dan ide-idenya untuk ikut memberikan kontribusi pemikiran demi sebuah perubahan. Tinggal kemana perubahan tersebut diarahkan, tergantung misi dari masing-masing penggagas yang mereka propagandakan setiap saat dan dikonsumsi bermilyard-milyard manusia dari berbagai penjuru dunia. &lt;br /&gt;Dewasa ini, dunia pers didominasi oleh orang-orang di luar golongan kita. Arah perubahan yang diharapkannya pun cenderung berbeda dan bahkan sebagian bertentangan dengan perubahan yang kita inginkan. Meskipun mereka relatif sedikit dibanding kita, namun sebagaimana yang dikatakan DR. Alwi Shihab “mereka kelihatan lebih banyak karena mereka lebih vokal”. Dengan kevokalan mereka ini, tidak sulit bagi mereka untuk mencapai perubahan yang terus mereka propagandakan di berbagai media, karena propaganda melalui tulisan tersebut merupakan kecenderungan tersendiri dewasa ini, mengingat efektifitas, efisiensi dan daya jangkaunya yang luas.&lt;br /&gt;Dalam konteks ini, akhirnya budaya tulis menulis mutlak diperlukan sebagai media untuk berjuang yang sangat efektif, efisien dan praktis memenuhi kebutuhan masyarakat dewasa ini. Sehingga melalui tulisan-tulisan tersebut masyarakat dapat membacanya kapanpun dan dimanapun. Apalagi bagi masyarakat perkotaan yang relatif padat kesibukannya dan hampir tak memiliki waktu untuk berkunjung ke majlis-majlis pengajian dan sebagainya. Selain untuk mengimbangi propaganda-propaganda yang dilancarkan para musuh dalam medan perang pemikiran. &lt;br /&gt;Akhirnya, melalui mading ini kita tumbuh kembangkan budaya tulis menulis di lingkungan kampus kita sebagai batu loncatan untuk ikut serta meramaikan gegap gempita pemikiran saat ini. Sekaligus sebagai progressifitas dan upaya menjawab tuntutan masyarakat kita yang selalu menuntut kepraktisan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  * Penulis adalah mahasiswa tingkat III syariah wal qonun &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-4845737838752153461?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/4845737838752153461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/memajukan-peran-mading-dalam-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4845737838752153461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4845737838752153461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/10/memajukan-peran-mading-dalam-budaya.html' title='MEMAJUKAN PERAN MADING DALAM BUDAYA TULIS-MENULIS'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-895501292836296256</id><published>2009-08-16T09:07:00.001-07:00</published><updated>2009-08-16T09:11:02.089-07:00</updated><title type='text'>LOGO BARU</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_wqjTU-tbJL4/Sogva50n56I/AAAAAAAAAA0/uSOlSf1JFGU/s1600-h/siap.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 169px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wqjTU-tbJL4/Sogva50n56I/AAAAAAAAAA0/uSOlSf1JFGU/s320/siap.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370594694883960738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-895501292836296256?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/895501292836296256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/logo-baru.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/895501292836296256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/895501292836296256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/logo-baru.html' title='LOGO BARU'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wqjTU-tbJL4/Sogva50n56I/AAAAAAAAAA0/uSOlSf1JFGU/s72-c/siap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-3330153635246193041</id><published>2009-08-16T08:46:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T08:54:21.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UPMB'/><title type='text'>JERITAN HATI</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_wqjTU-tbJL4/Sogrfwd8VdI/AAAAAAAAAAs/2VOLaE_CTD8/s1600-h/%D8%A8%D9%8A.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370590380225746386" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 314px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_wqjTU-tbJL4/Sogrfwd8VdI/AAAAAAAAAAs/2VOLaE_CTD8/s320/%D8%A8%D9%8A.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-3330153635246193041?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/3330153635246193041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/jeritan-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/3330153635246193041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/3330153635246193041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/jeritan-hati.html' title='JERITAN HATI'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wqjTU-tbJL4/Sogrfwd8VdI/AAAAAAAAAAs/2VOLaE_CTD8/s72-c/%D8%A8%D9%8A.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-955174006143704931</id><published>2009-08-16T08:45:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T08:46:30.300-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UPMB'/><title type='text'>Petunjuk Praktis Perkuliahan Fakultas Syari`ah &amp; Qanun Universitas Al Ahgaff  Republik Yaman</title><content type='html'>Rabbi Yassir  Wa `Ain, Ya Karim.&lt;br /&gt;Addalilul Hayyin, sebuah buku petunjuk praktis yang didesain sangat sederhana oleh Unit Penyambutan Mahasiswa Baru (UPMB) Indonesia di fakultas syari`ah &amp; qanun Universitas Al Ahgaff  Yaman, sebagai kado "istimewa" &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum Mahasiswa Indonesia Al Ahgaff (FORMIL) masa khidmah 2008-2009 M.  Selamat membaca, Semoga bermanfa`at. Amin.!&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;1. Pendaftaran &lt;br /&gt;Setiap pendaftar yang sudah dinyatakan lulus test oleh fakultas syari`ah dan qanun universitas Al Ahgaff, maka yang bersangkutan secara otomatis menjadi mahasiswa di fakultas ini, dan kepadanya diberikan hak dan diwajibkan sebagaimana yang telah ditentukan oleh majelis umana` universitas Al Ahgaff  Yaman.&lt;br /&gt;2. Registrasi Mahasiswa Baru&lt;br /&gt;Setelah pendaftar diterima di fakultas ini, maka yang bersangkutan akan didaftar oleh mudir idarah wa tasjil (kepala administrasi dan tata usaha fakultas), pada proses ini khusus mahasiswa baru asal indonesia akan diregistrasi langsung secara bersama oleh penanggungjawab administrasi asal Indonesia.&lt;br /&gt;3. Biaya Kemahasiswaan&lt;br /&gt;Semua mahasiswa yang telah resmi terdaftar di fakultas ini, bebas bayar biaya kuliah, asrama dan makan. Kecuali biaya proses pendaftaran awal, registrasi, tajdid iqamah (pembaruan izin bertempat tinggal, ± 4000 RY. / = Rp. 200.000,- pertahun), pembuatan kartu mahasiswa, pembuatan kartu perpustakaan, pengajuan nota koreksi nilai (taqdim), biaya rosib dan istinhaj, semua itu wajib dibayar sendiri.&lt;br /&gt;4. Kartu Mahasiswa &lt;br /&gt;Setiap mahasiswa di fakultas ini wajib membuat kartu mahasiswa, kartu tersebut berguna sebagai identitas kemahasiswaan dan syarat untuk bisa mengikuti segala macam ujian yang dilaksanakan oleh fakultas. Adapun tahapan pembuatannya, sebagai berikut: mahasiswa langsung datang ke kantor administrasi dan tata usaha fakultas dengan membawa 2 foto warna ukuran 2X4 serta membayar biaya pembuatan  sebesar 500 RY. kartu tersebut akan diberikan kepada yang bersangkutan setelah seminggu atau lebih, kartu tersebut hanya berlaku satu tahun akademi saja, dan harus membuat lagi pada semester tahun akademi selanjutnya, dengan prosedur seperti pembuatan semula.&lt;br /&gt;5. Kartu Perpustakaan  &lt;br /&gt;Bagi mahasiswa yang ingin menggunakan fasilitas perpustakaan fakultas, diwajibkan juga untuk membuat kartu perpustakaan, proses pembuatannya cukup sederhana, yaitu mahasiswa yang bersangkutan datang langsung ke kepala perpustakaan di dalam ruang perpus, kemudian memohon untuk dibuatkan kartu perpustakaan dengan mengganti biaya 50 RY. dan menyertakan 1 foto berwarna ukuran 2X4. selanjutnya, kartu tersebut bisa diminta tiga hari kemudian dan mahasiswa yang sudah memiliki kartu perpus bisa langsung menggunakan fasilitas pinjam kitab milik perpustakaan fakultas, adapun daftar katalog kitab dan  ketentuan lainnya bisa langsung dibaca pada laihah (peraturan) peminjaman kitab perpustakaan di ruang perpustakaan. &lt;br /&gt;6. Seragam Resmi &lt;br /&gt;Baju seragam resmi fakultas syari`ah dan qanun adalah gamis putih dan peci putih, seragam resmi tersebut dipakai setiap proses perkuliahan dan pelaksanaan ujian yang diadakan fakultas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Waktu Kuliah&lt;br /&gt;Waktu kuliah fakultas syari`ah secara umum dilaksanakan setiap hari kecuali hari Jum’at, mulai pukul 08.00 WY. sampai pukul 13.00 WY., adapun jadwal mata kuliah, bersifat elastis sesuai ketentuan pihak fakultas,  terkadang fakultas memasang jadwal kuliah sore hari atau malam hari sesuai kondisi dan dzuruf .&lt;br /&gt;8. Bahasa Pengantar Kuliah&lt;br /&gt;Secara umum bahasa pengantar kuliah di setiap fakultas adalah bahasa Arab. Tetapi, majelis universitas sebagai dewan tertinggi di al Ahgaff memperkenankan penggunaan bahasa non Arab pada sebagian mata kuliah selain ilmu agama, pada mata kuliah tertentu sebagian  fakultas ada yang menggunakan bahasa Inggris. Namun untuk fakultas syari`ah dan qanun hanya menggunakan bahasa Arab saja.&lt;br /&gt;9. Tahapan Ujian: Tahapan ujian di fakultas syari`ah dan qanun dalam satu semester di bagi menjadi tiga kali, dua kali ujian syahr (syahr awwal dan tsani, mid semester). dan satu kali ujian semester (imtihan niha`i ).&lt;br /&gt;10. Pra Syarat Ujian: Untuk bisa mengikuti ujian yang dilaksanakan oleh fakultas, setiap mahasiswa harus memenuhi pra syarat ujian sebagaiman berikut ini:&lt;br /&gt;• Pra Syarat Konversi Nilai: mahasiswa dapat mengikuti ujian syahar awwal tanpa ketentuan konversi nilai, begitu juga pada ujian syahar tsani. Namun, untuk ujian nihai, mahasiswa harus telah mendapatkan simpanan nilai tidak kurang dari 20 point dari dua kali ujian syahar.&lt;br /&gt;• Pra Syarat Prosentase Absen: setiap mahasiswa diperkenankan mengikuti ujian yang dilaksanakan fakultas, kecuali bagi mahasiswa yang melampaui batas ambang minimal prosentase absen dari bobot per mata kuliah selama satu semester, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan mengikuti ujian, dan langsung terdaftar sebagi peserta ujian daur takmili (ujian susulan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Syarat Umum Ujian: Setiap mahasiswa yang sudah memenuhi pra syarat tersebut, dapat langsung mengikuti ujian yang dilaksanakan fakultas dengan ketentuan umum sebagai berikut: peserta ujian menempati ruang ujian yang telah ditetapkan pihak kuliah, peserta ujian memakai seragam resmi (gamis putih &amp; peci putih), peserta ujian telah hadir ditempat 5 menit sebelum ujian dimulai, peserta ujian harus menunjukkan kartu mahasiswa setiap kali masuk ruang ujian, peserta ujian dapat mengumpulkan lembar ujian secepat mungkin, setelah 30 menit terhitung sejak waktu dimulai, jika ada soal yang kurang jelas peserta ujian dapat meminta penjelasan pada penjaga ujian sewaktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Larangan dalam Ujian: Peserta ujian dilarang membawa diktat, ataupun catatan lain yang mencurigakan ke dalam ruang ujian, peserta ujian dilarang menyontek, dengan segala macam cara, peserta dilarang bertanya kepada mahasiswa lain, peserta dilarang membawa hand phone ke dalam ruangan ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Sanksi Pelanggaran: Bagi mahasiswa peserta ujian yang tidak mengindahkan aturan sebagaimana tersebut, maka yang bersangkutan akan dikeluarkan dari ruang ujian seketika, serta  hasil ujiannya akan di ilgha`  total (dinegasikan) selama dua kali tahun akademi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Komposisi Nilai: Penilaian di fakultas ini mengacu pada kontinuitas value (nilai kesinambungan). Komposisi penilaian dalam setiap ujian syahar (awwal dan tsani) sebagai berikut: &lt;br /&gt;Nilai maksimal ujian syahar adalah 20 point. Contoh: jika seorang mahasiswa pada syahar awwal mengumpulkan nilai 20 dan pada syahar tsani mengumpulkan nilai 20 juga, maka mahasiswa tersebut mendapatkan simpanan nilai 40 point. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nilai ini, mahasiswa diperkenankan mengikuti ujian semester, adapun simpanan nilai tersebut akan ditambahkan pada nilai ujian semester nanti, jika nilai ujian semester yang didapatkan tidak kurang dari 50 point., bila kurang dari batas minimal nilai ujian semester (50 point), maka secara otomatis nilai dari dua kali hasil ujian syahar akan di ilgha` (dinegasikan).&lt;br /&gt;15. Nilai Ambang Batas : Untuk dapat mengikuti ujian semester, seorang mahasiswa harus mengumpulkan separuh jumlah nilai maksimal dari dua kali ujian syahar, yaitu 20 point (syahar awwal 10 point dan syahar tsani 10 point) untuk setiap mata kuliah, jika seorang mahasiswa tidak dapat mengumpulkan nilai ambang batas pada mata kuliah tertentu, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan mengikuti ujian semester pada mata kuliah tersebut, dengan sebab terganjal konversi nilai, namun demikian yang bersangkutan masih ada kesempatan untuk mengikuti ujian susulan (takmili) dengan maksimal nilai 50 point (nilai D), mahasiswa yang mengikuti ujian takmili, wajib membayar biaya setiap satu mata kuliah 500 RY. Bila pada daur takmili (ujian susulan) tersebut masih tidak lulus juga, maka yang bersangkutan bisa mengajukan taqdim (nota koreksi ulang) dengan membayar biaya lagi 500 RY., dan jika pada tahapan taqdim, natijah (nilai) yang didapat tidak mencapai nilai minimal (50 point) maka yang bersangkutan dinyatakan rosib (tidak lulus), dan harus mengulang materi kuliah itu pada tahun berikutnya (istinhaj).&lt;br /&gt;16. Rosib &amp; Istinhaj: Mahasiswa yang rosib (tidak lulus ujian) dan istinhaj (mengulang), wajib membayar biaya bertempat tinggal di asrama dan biaya makan selama satu tahun, dengan perincian, bayar asrama &amp; makan dalam sebulan ( 2500 RY. X 1 tahun akademi /= 30.000 RY. /= RP. 1.500.000) dari jumlah tersebut. Mahasiswa yang rosib dan istinhaj masih mempunyai tanggungan membayar biaya mata kuliah yang gagal, yaitu setiap satu madah (per mata kuliah) harus membayar (+ 50 $./= 10.000 RY./= RP. 500.000.), jika di total secara keseluruhan,  berjumlah (+ 200 $./= 40.000 RY./= RP. 2.000.000) &lt;br /&gt;17. Proses Taqdim (Nota Koreksi Ulang): Bagi mahasiswa yang dinyatakan gagal (rosib) dalam madah (mata kuliah) tertentu, maka yang bersangkutan dapat menempuh proses taqdim (mengajukan nota koreksi ulang) sebagai berikut: mahasiswa yang dinyatakan rosib hendaknya mempertimbangkan terlebih dahulu kemungkinan bisa lulus atau tidaknya, karena proses taqdim membutuhkan biaya, 500 RY. per madah (mata kuliah). Jika setelah melalui pertimbangan seksama, ada kemungkinan untuk lulus, maka yang bersangkutan bisa memohon surat taqdim ke  FORMIL melalui sekretaris umum, atau bisa menulis taqdim sendiri, surat taqdim tersebut ditujukan ke majlis kuliah, dengan membayar biaya 500 RY., selanjutnya yang bersangkutan menunggu waktu pengumuman natijah (nilai koreksi ulang), jika dinyatakan lulus, maka proses taqdim berhasil dan biaya taqdim sejumlah  500 RY. akan dikembalikan, namun jika dinyatakan tidak lulus, maka biaya tersebut tidak dapat diambil kembali., proses taqdim ini berlaku umum untuk setiap bentuk ujian yang diadakan fakultas (syahar awwal, tsani, niha`i dan daur takmili).&lt;br /&gt;18. Prosentase Absensi Kuliah: Sistem absensi yang dipraktikkan di fakultas ini adalah prosentatif absent, artinya ketidak-hadiran seorang mahasiswa dalam proses perkuliahan terkait dengan bobot kredit mata kuliah tertentu dalam satu semester, namun sekedar informasi awal, prosentase minimal untuk absent per mata kuliah hendaknya tidak lebih dari 10 % dalam satu semester (atau sebanding tiga kali absent untuk setiap mata kuliah).  Jika mahasiswa tidak hadir dalam proses perkuliahan melebihi hitungan prosentase bobot per mata kuliah, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan mengikuti ujian semester, dengan sebab terganjal prosestase ghaib bighairi udzur (absent tanpa alasan), namun mahasiswa yang bersangkutan masih bisa taqdim jika ketidak-hadirannya masih dapat dipertimbangkan oleh pihak idaroh. &lt;br /&gt;19. Konversi Nilai Syahar dan Semester: Setelah mahasiswa dapat mengikuti dua kali ujian syahar dan berhasil mengumpulkan nilai ambang batas (20 point) maka yang bersangkutan berhak mengikuti ujian semester (imtihan niha`i) dengan proses penilaian sebagai berikut; dalam ujian semester jumlah nilai maksimal adalah 60 point, dari jumlah maksimal tersebut, mahasiswa harus dapat mengumpulkan jumlah nilai separuh (30 point), nilai 30 tersebut selanjutnya ditambahkan ke nilai hasil syahar awwal dan tsani (minimal 20 point), maka jumlah total minimal, nilai yang harus didapat oleh mahasiswa untuk bisa lulus ujian semester adalah 50 point (separuh dari jumlah maksimal konversi nilai, 100 point) dengan memperoleh nilai 50 point saja, maka mahasiswa sudah dapat bernafas lega, karena bisa lulus ujian semester, walaupun hanya dengan predikat maqbul (nilai D). adapun tingkatan predikat lainnya bisa dikalkulasi sendiri dengan menggunakan konversi nilai sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Predikat Martabah Syaraf Ula, Cumlaude &lt;br /&gt;      (nilai 90-100+Hifdz Qur`an 30 Juz =A+Cumlaude) &lt;br /&gt; Predikat Mumtaz, Sangat Baik Sekali (nilai 90-100=A/أ) &lt;br /&gt; Predikat Jayyid Jiddan, Baik Sekali &lt;br /&gt;      (nilai 80- kurang dari 90=B/ب) &lt;br /&gt; Predikat Jayyid, Baik (nilai 65- kurang dari 80= C/ج)&lt;br /&gt; Predikat Maqbul, Cukup (nilai 50- kurang dari 65=D/د)&lt;br /&gt; Predikat Rasib, Tidak Lulus (nilai 0- kurang dari 50=E/هـ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Nilai Hifdz al Qur`an 30 Juz: Bagi mahasiswa yang lulus ujian menghafal al Qur`an 30 juz, maka yang bersangkutan akan mendapatkan nilai plus satu predikat dari setiap predikat nilai, jika sebelumnya mendapatkan nilai jayyid maka menjadi jayyid jiddan, dan begitu seterusnya. Bagi mahasiswa yang telah mendapatkan predikat mumtaz, maka menjadi mumtaz plus martabah syaraf  atau syaraf ula (nilai A+ Cumlaude ). Predikat mumtaz plus martabah syaraf atau syaraf ula ini hanya dikhususkan untuk mahasiswa semester akhir dalam setiap tahun akademik, sementara predikat lainnya berlaku untuk semua tingkatan semester dalam setiap tahun akademi. &lt;br /&gt;21. Masa Perkuliahan: Masa normal kuliah di universitas al Ahqaff untuk fakultas ini, selama 10 semester (5 tahun) dan maksimal 14 semester (7 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Peraturan dalam Asrama (Sakan Dakhili): Banyak sekali peraturan yang terkait dengan keberadaan kita di asrama yang pada dasarnya terkait pula dengan kenyamanan kita dalam menunaikan kuliah di fakultas syari`ah. Peraturan tersebut pada intinya adalah upaya  penertiban mahasiswa serta pengondisian asrama yang memungkinkan belajar lebih tenang, hampir semua peraturan tersebut mengarah pada hal-hal tekhnis, seperti absensi, ketentuan waktu diperkenankan mengoperasikan jihaz komputer, waktu keluar dan masuk area sakan, ketentuan waktu makan dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa peraturan kadang bersifat fluktuatif dan berubah sesuai kondisi, tetapi peraturan yang sudah baku dan dapat dipastikan menjadi bagian tak terpisahkan dari universitas al Ahgaff adalah larangan merokok, larangan ini berlaku umum untuk semua mahasiswa fakultas syari`ah universitas al Ahgaff (asal Indonesia atau lainnya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Forum mahasiswa melalui media ini, menganjurkan kepada setiap mahasiswa asal Indonesia untuk berhati-hati, mawas diri serta selalu memperhatikan larangan-larangan prinsip yang jika dilanggar akan berakibat fatal secara personal maupun global, seperti dimafshul (darop out) dari universitas dan dipulangkan secara tidak terhormat serta sanksi lain yang akan berakibat menodai kemashlahatan kita bersama, nama baik organisasi, pribadi dan mahasiswa asal Indonesia secara keseluruhan. Selanjutnya, setiap mahasiswa bisa membaca langsung laihah tartib di sakan dakhili yang sudah dikeluarkan penanggungjawab asrama (dhabit sakan dakhili).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;23. Penutup: Hal-hal lain yang kurang jelas atau tidak termaktub dalam buku petunjuk praktis ini dapat dikonfirmasi langsung secara personal kepada yang bersangkutan. Demikian, mohom maaf atas segala khilaf. Akhir kata, "in uridu illal ishlaha mastatha`tu, wama taufiqi illa billahi `alihi tawakkaltu wailaihi unib". Terimakasih. Do`akan kami, Semoga Allah Swt. memberi kemudahan dalam menunaikan amanat organisasi Forum Mahasiswa Indonesia al Ahgaff ini, demi kelancaran khidmah kami pada thalib ilmi di fakultas syari`ah universitas Al Ahgaff Yaman, Amin, Ya Mujibas Sa`ilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan Tambahan:&lt;br /&gt;• Informasi lebih lanjut seputar Universitas Al Ahgaff, Perwakilan Indonesia, Hubungi: &lt;br /&gt;      HABIB HASAN AL JUFRI&lt;br /&gt;PP.  Jaga Satru Cirebon 45115 Jawa Barat Indonesia&lt;br /&gt;• Telp     : (0062) (231) 237620    &lt;br /&gt;• Fax:: (0062) (231) 237620    &lt;br /&gt;• HP.: (0062) 8122212000&lt;br /&gt;• E-mail : hasanaljufri@yahoo.com           hasanaljufri@maktoob.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• PUSAT REKTORAT &lt;br /&gt;      UNIVERSITAS AL AHGAFF YAMAN&lt;br /&gt;      Fuah Mukalla Hadramout Yemen P.o. Box: 50341&lt;br /&gt;• Telp    : (00967) (5) 304145 &lt;br /&gt;• Fax     : (00967) (5) 305881 / 354342&lt;br /&gt;• Web Site : www.ahgaff.edu &lt;br /&gt;• E-mail     : ahgaff @ ahgaff.edu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-955174006143704931?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/955174006143704931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/petunjuk-praktis-perkuliahan-fakultas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/955174006143704931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/955174006143704931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/petunjuk-praktis-perkuliahan-fakultas.html' title='Petunjuk Praktis Perkuliahan Fakultas Syari`ah &amp; Qanun Universitas Al Ahgaff  Republik Yaman'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-550549064554090178</id><published>2009-08-16T08:42:00.001-07:00</published><updated>2009-08-16T09:03:33.310-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UPMB'/><title type='text'>KOMPOSISI MATA KULIAH FAKULTAS SYARI`AH &amp; QANUN</title><content type='html'>Secara umum mata kuliah fakultas ini terdiri dari materi keagamaan dan disiplin ilmu-ilmu hukum ketata-negaraan yang berlaku dan diterapkan di Republik Yaman, namun perimbangan prosestasenya kurang signifikan. Berikut ini diantara disiplin ilmu syari’ah yang menjadi mata kuliah di fakultas ini adalah: Fiqh Madzhabi&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;, Fiqh Perbandingan Madzhab, Ushul Fiqh, Tarikh Tasyri’, Ahwal Syahsiyyah, Ulumul Qur’an, Maqashid Syari’ah, Ayat Ahkam, Hadist Ahkam, Nahwu, Lughat Arabiah, Mantiq, Balaghah dan lain sebagainya. Sementar kajian fan hukum ketata-negaraan yang memiliki substansi syariat adalah: Madkhal Qanun, Qanun Madany, Qanun Uqubat, Qanun Iltizamat, Qanun Dustury, Qanun Dauly, Qanun Murafa’at dan lain sebagainya. Selain itu, fakultas ini juga mengakomodir beberapa disiplin ilmu yang erat hubungannya dengan keilmuan yang telah disebutkan, diantaranya: Iqtishod Islami (ekonomi islam), al Uqud al Musamma, al Maliyyah al Ammah dan Ilmu Ushul Bahats.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-550549064554090178?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/550549064554090178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/komposisi-mata-kuliah-fakultas-syariah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/550549064554090178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/550549064554090178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/komposisi-mata-kuliah-fakultas-syariah.html' title='KOMPOSISI MATA KULIAH FAKULTAS SYARI`AH &amp; QANUN'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-3267608345439528517</id><published>2009-08-16T08:42:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T08:44:27.697-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UPMB'/><title type='text'>DAFTAR SILABUS (MUQARRAR) PER SEMESTER</title><content type='html'>• Semester I.&lt;br /&gt;Ru'us Masa'il (Yaqut al Nafis, Ibadat dan Mu'amalat), Nahwu (Mutammimah), Aqidah (Durus Tauhid), Qur'an (Syafawi Qira'at Abi a`Amar riwayat Duriy) Ilmu Mantiq (Idhahul Mubham), Lughah Arabiyah (Imla' dan Tarqim), &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madkhal Qanun Yamani (Pengantar Dasar Perundang-undangan Yaman), Tarikh Tasyri' (karya, Dr. Ali Thaha Rayyan). &lt;br /&gt;• Semester II.&lt;br /&gt;Ru'us Masa'il (Yaqut al Nafis, Munakahat dan Jinayat), Fiqih Madzhabi (Minhaj al Thalibin, Ibadat), Nahwu (Syarh Ibnu Aqil), Qur'an dan Tajwid, Ulum Qur'an (Mabahits fii Ulum Qur'an karya Manna' al Qatthan), Musthalah Hadits ( Attaqrib,  karya Imam Nawawi).&lt;br /&gt;• Semester III.&lt;br /&gt;Fiqih Madzhabi (Minhaaj al Thalibin, Mu'amalat), Usul Fiqih (Madkhal fii Usul Fiqh, karya Abdullah Aslam al Syinqithi), Nahwu (Syarh Ibnu Aqil, bab Ibtida'), Qur'an dan Ulum Qira'at (Raudhah al Jannat fii Ulum al Qira'at), Fiqih Sirah Nabawi (karya, Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan al Buthi)&lt;br /&gt;• Semester IV.&lt;br /&gt;Fiqih Madzhabi (Minhaaj al Thalibin, Munakahat), Usul Fiqih (Lubbul Usul, Muqaddimah), Nahu (Syarh Ibnu Aqil, Maf'uul Bihi), Ayat Ahkam (Ayat al Ahkam, karya al Sayis), Ahadits Ahkam (Subulus Salam, karya Shan`ani Syarh Bulughul Maraam), Qanun pidana (Syarh Qanuun  al Jara'im wa al Uqubaat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Semester V&lt;br /&gt;Fiqih madzhabi (Minhaaj al Thalibin, Jinayat), Usul Fiqih (Lubbul Ushul, kitab awal), Faraidh (Takmilah Zubdah al Hadits fii Fiqh al Mawaarits), Nahwu (Syarh Ibnu Aqil, Shifat Musyabbahah bil Fi'li), Ayat Ahkam (Ayat al Ahkam, surat Ali Imran), Ahadits Ahkam (Subulus Salam, kitab Syarat Shalat).&lt;br /&gt;• Semester VI.&lt;br /&gt;Fiqih Muqaran (karya dosen), Usul Fiqih (Lubbul Usul, bab al-Am), Nahu (Syarh Ibnu Aqil, bab Nun Taukid), Ayat Ahkam (Ayat al Ahkam), Ahadits Ahkam (Subulus Salam, bab Jum'at), Qanun Iltizamat. &lt;br /&gt;• Semester VII&lt;br /&gt;Fiqih Muqaran, Usul Fiqih (Lubbul Usul, bab Qiyas), Nahwu dan Sharaf (Syarh Ibnu Aqil), Ayat Ahkam, Ahadits Ahkam, Qanun Maliah, Haasuub, Usul Bahst.  &lt;br /&gt;• Semester VIII-X&lt;br /&gt;Balagah (karya dosen), Qawa'id Fiqhiyah (karya dosen), Maqasid Syari`ah (karya dosen), Ahwal Syahsiyah, Uquud Musammah, Qanun Murafa'at, Qanun Dustur, Nidzam Siyaasi, Ekonomi Islam (al Nidzam fii al Iqtishad al Islami). Bahst Takharruj (Skripsi), Hifdz Qur`an 10 Juz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: Daftar silabus ini, bukan ketentuan pasti, tetapi hanya sebagai acuan awal sebagaimana yang telah digunakan fakultas ini dalam proses perkuliah selama beberapa tahun sebelumnya. Dalam setiap semester sangat mungkin adanya perubahan penempatan, penambahan atau pengurangan mata kuliah tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-3267608345439528517?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/3267608345439528517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/daftar-silabus-muqarrar-per-semester.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/3267608345439528517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/3267608345439528517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/daftar-silabus-muqarrar-per-semester.html' title='DAFTAR SILABUS (MUQARRAR) PER SEMESTER'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-1844198499513318685</id><published>2009-08-16T08:37:00.002-07:00</published><updated>2009-08-16T08:42:04.119-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UPMB'/><title type='text'>DAFTAR DOSEN TETAP FAKULTAS SYARI`AH &amp; QANUN</title><content type='html'>1. Dr. Muhammad Abdul Qadir al Aidrus, MA.&lt;br /&gt;2. Dr.Izzuddin Assudani&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. Sayyid Muhammad bin Bashri Assegaf&lt;br /&gt;4. Syaikh Muhammad Ali Baaudhan&lt;br /&gt;5. Dr. Amjad Rosyid al Maqdisi&lt;br /&gt;6. Syaikh Muhammad Ali al Khotib&lt;br /&gt;7. Dr. Abdurrahman Asseggaf&lt;br /&gt;8. Sayyid Ahmad bin Salim bin `Aqil&lt;br /&gt;9. Dr. Abdullah bin Muhammad bin Syihab&lt;br /&gt;10. Sayyid Alwi Abdul Qadir al Aidrus, MA.&lt;br /&gt;11. Sayyid Awad bin Smith, MA.&lt;br /&gt;12. Sayyid Musthafa bin Smith, MA.&lt;br /&gt;13. Sayyid Abdullah Abdul Qadir al Aidrus, MA.&lt;br /&gt;14. Sayyid Abdurrahman Thoha al Habsy, MA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-1844198499513318685?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/1844198499513318685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/daftar-dosen-tetap-fakultas-syariah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/1844198499513318685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/1844198499513318685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/daftar-dosen-tetap-fakultas-syariah.html' title='DAFTAR DOSEN TETAP FAKULTAS SYARI`AH &amp; QANUN'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-4216638635244998692</id><published>2009-08-16T08:37:00.001-07:00</published><updated>2009-08-16T08:40:40.826-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UPMB'/><title type='text'>PROFIL SINGKAT FAKULTAS SYARI`AH &amp; QANUN UNIVERSITAS AL AHGAFF</title><content type='html'>Fakultas: Fakultas syari`ah &amp; qanun adalah fakultas favorit yang dimiliki universitas al Ahgaff yang berkantor pusat di  Mukalla, ibu kota propinsi Hadhramaut  Yaman. Walaupun jarak tempuh dari kantor pusat ke kota Tarim, tempat fakultas ini berada berjarak ± 350 km. namun para pendiri &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;universitas bernomor SK menteri pendidikan Yaman; 05/1994 yang dikeluarkan pada tanggal 27 Sya`ban 1414 H./08 Pebruari 1994 M. telah bersepakat mendirikan gedung fakultas yang satu ini di lingkungan masyakat yang memiliki karakteristik khusus, kota Tarim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan Tarim tersebut terkait erat dengan posisi geografisnya yang cukup kondusif untuk mewujudkan tujuan para penggagas fakultas yang  bertempat di kota asal muasal "wali songo" itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan: Fakultas yang mayoritas mahasiswanya berasal dari Indonesia ini, bertujuan memadukan sistem pendidikan salaf, layaknya pondok pesantren di Indonesia yang merupakan ciri khas kota berjuluk "seribu wali" tersebut dengan sistem pendidikan kampus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya tersebut diperkuat dengan proses suiteble (kompromisasi) materi kuliah yang ditetapkan dalam silabus fakultas syari`ah, serta penggunaan metode pengajaran dan selektifitas para dosennya. Secara global, fakultas ini dapat didiskripsikan ke dalam dua orientasi sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Salafis Oriented&lt;br /&gt;• Materi  yang digunakan : Kitab-kitab karangan ulama salafus sahalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Target Pengajaran : Mengupayakan setiap maha-siswa dapat menguasai materi yang diajarkan serta memahaminya secara kalimat per kalimat (tekstual-skriptual, dirosah nashshiyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dosen Pengajar : Para dosen difakultas ini terdiri dari Masyayikh Tarim dan sekitar, diantara beliau ada yang menjabat sebagai mufti dan sebagian besar merangkap sebagai pengajar di Ribath Tarim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi-materi yang termasuk dalam salafis oriented ini, adalah materi-materi yang harus betul-betul dipahami secara mendetail oleh mahasiswa fakultas syariah, penekanan materi salafi ini bertumpu pada ushul fiqh dan fiqh madzhab Imam Syafi`i r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen unggulan yang berhaluan salafis oriented ini adalah Syekh Muhammad bin  Ali al-Khothib, gurunya para guru di Ribath Tarim. diantara keunggulan beliau adalah, ketika ditanya suatu hukum, beliau menjawab secara spontan seraya menyebutkan referensi jawabannya dikitab tertentu, juz sekian, halaman sekian, ketika dicek pada kitab yang beliau sebutkan, jawaban tersebut cocok secara tekstual sebagaimana  yang termaktub, tanpa ada bias dan perbedaan mendasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mu`ashirah Oriented&lt;br /&gt;• Materi yang digunakan : Kitab ulama kontemporer (Mu`ashirin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Target Pengajaran : Dosen hanya menjelaskan kesimpulan suatu judul tertentu yang ada dalam buku, tanpa mengulas secara mendetail kalimat per kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dosen Pengajar : Terdiri dari insan akademis strata magister dan doktoral kualifikasi dalam dan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi-materi yang termasuk dalam mu`ashirah oriented ini, adalah materi skunder yang bersifat pengenalan atau sebagai materi penyempurna wawasan keilmuan yang termasuk kategori salafis oriented, seperti: Tafsir Ayat Ahkam, Hadits Ahkam, Fiqh Lintas Madzhab (Muqoron), Maqashid Syari`ah, Iqtishad Islami (Perekonomian Islam) dan Qanun Yamani (undang-undang negara Yaman). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas al Ahgaff yang kini dipimpin al`Allamah al Mufakkir al Islami  Prof. Dr. Habib Abdullah Baharun, alumni Universitas al Azhar, Mesir dan Universitas Antar Bangsa, Malaysia itu, mempercayakan kepemimpinan fakultas syariah dan qanunnya kepada Dr. Muhammad Abdul Qadir al Idrus sebagai Amid Kuliyah Syari`ah (Dekan Fakultas Syari`ah), Doktor muda alumni Universitas Baghdad Irak yang sempat menjadi Na`ib Amid itu, adalah putra asli kelahiran kota Tarim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-4216638635244998692?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/4216638635244998692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/profil-singkat-fakultas-syariah-qanun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4216638635244998692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4216638635244998692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/profil-singkat-fakultas-syariah-qanun.html' title='PROFIL SINGKAT FAKULTAS SYARI`AH &amp; QANUN UNIVERSITAS AL AHGAFF'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-4685533495225167277</id><published>2009-08-16T08:37:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T08:38:57.932-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UPMB'/><title type='text'>PROFIL SINGKAT UNIVERSITAS AL AHGAFF</title><content type='html'>Peresmian: Universitas al Ahqaff didirikan oleh al `Alim Habib Mahfudz bin Abdullah al Haddad, prosesi akademisnya resmi dimulai setelah mendapatkan surat keputusan menteri pendidikan Yaman nomor: 05/1994. Diusianya yang &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih cukup muda, universitas ini telah diakui keberadaannya oleh persatuan universitas arab (al Ittihad al Jami’at al Arabiyyah) sebagai bagian dari keanggotaannya.&lt;br /&gt;Tujuan: Didirikannya universitas ini sebagai langkah nyata dari ide-ide cemerlang yang mengkristal dalam satu tujuan utama, yaitu membangun sarana pendidikan islam yang bonafid dan berkualitas bagi masyarakat muslim dunia dengan pola pendidikan yang mampu mencetak kader insan yang prospektif dan mempuni dalam segala aspek kehidupan berasaskan ruh islami serta penyebarluasan faham keagamaan berhaluan ahlus sunnah wal jama`ah.&lt;br /&gt;Kantor Pusat : Universitas al Ahqaff berkantor pusat di kota Mukalla ibu kota propinsi Hadhramaut Republik Yaman. Segenap komponen yang dimilikinya, seperti gedung fakultas, language center atau gedung persiapan mahasiswa baru dan gedung rektorat, semuanya berada di kota yang terletak diujung semenanjung Arab tersebut. Hanya gedung fakultas syari’ah wal qanun saja yang berada di kota Tarim, hal ini sengaja dilakukan demi terwujudnya pendidikan syari’ah yang tidak berpusat di bangku kuliah belaka, namun langsung bersentuhan sacara alamiah dengan bi’ah (lingkungan) yang mendukung kearah kesempurnaan hasil pendidikannya, mengingat kemasyhuran kota Tarim sebagai kota ilmu dan ulama. Alasan lain ditempatkannya fakultas syari’ah wal qonun terpisah dengan induknya, diantarnya, karena faktor kultur sosial masyarakatnya yang sangat mendukung sekali untuk dijadikan tempat tafaqquh fid din, pun juga kerena faktor sejarah, yang telah memotivasi ditempatkannya fakulas ini di kota Tarim. Sebagaimana yang telah kita ketahui  bersama, bahwa dari kota Tarim inilah, Islam diberbagai belahan dunia, seperti Asia dan Afrika  bisa menyebar dan berkembang dengan pesat, berkat kegigihan dan keikhlasan para tokohnya dalam berdakwah menyebarkan agama Islam.&lt;br /&gt;Fakultas &amp; Masa Perkuliahan: Masa kuliah di universitas al Ahqaff secara umum dapat ditempuh normal selama sepuluh semester  (lima tahun) dan maksimal tujuh tahun, hal ini berlaku untuk fakultas sya’riah wal qonun, fakultas sastra dan fakultas kajian islam. Adapun fakultas tekhnik, fakultas ekonomi, serta fakultas ilmu dan teknologi maksimal delapan tahun. &lt;br /&gt;Waktu Kuliah: Waktu kuliah dilaksanakan setiap hari kecuali hari Jum’at, mulai pukul 08.00 WY. sampai pukul 13.00 WY., adapun jadwal mata kuliah, bersifat kondisional sesuai ketentuan pihak fakultas masing-masing,  terkadang fakultas tertentu memasang jadwal kuliah sore hari atau malam hari sesuai kondisi dan dzuruf  tertentu.&lt;br /&gt;Bahasa Pengantar Kuliah: Secara umum bahasa pengantar kuliah adalah bahasa arab, tetapi bukan satu-satunya bahasa yang digunakan universitas ini. Dalam ketetapannya, majelis universitas sebagai dewan tertinggi universitas al Ahgaff memperkenankan penggunaan bahasa non Arab pada sebagian mata kuliah selain ilmu agama, sebagian mata kuliah fakultas tertentu menggunakan pengantar bahasa Inggris.&lt;br /&gt;Program Magister &amp; Doktoral: Untuk melengkapi jenjang strata akademisnya, universitas al Ahgaff telah membuka program magister (pasca sarjana/S2) dan program doktoral (S3) dengan konsentrasi Dirosat Islamiyah, bertempat di kota Mukalla. Namun demikian, program ini masih dalam proses penyempurnaan akreditasi oleh Pemerintah Republik Yaman. Semoga Allah Swt. mempermudah tahapan akreditasnya. Amin, Ya Rabbal  `Alamin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-4685533495225167277?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/4685533495225167277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/profil-singkat-universitas-al-ahgaff.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4685533495225167277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4685533495225167277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/profil-singkat-universitas-al-ahgaff.html' title='PROFIL SINGKAT UNIVERSITAS AL AHGAFF'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-4995939405140824694</id><published>2009-08-16T08:33:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T08:36:34.125-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UPMB'/><title type='text'>Kata Pengantar</title><content type='html'>Bismillah wal Hamdulillah..., Amma Ba`du.&lt;br /&gt;Ketegasan informasi bagi mahasiswa baru Indonesia yang telah memilih fakultas Syari`ah &amp; Qanun Universitas Al Ahgaff sebagai wadah menempa dan&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; mengasah kecerdasan untuk mengaktualisasikan pengalaman demi kesempurnaan pengabdian kita selaku insan akademis, sangat penting diperhatikan. Kehadiran buku sederhana yang berisikan beberapa informasi dan petunjuk peraktis ini, insya`Allah sangat bermanfa`at bagi mahasiswa baru sebagai wawasan dasar seputar aktifitas kemahasiswaan di universitas ini, walaupun format dan materi yang ada dalam buku ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, namun buku ini cukup bernilai "istimewa", karena sepanjang sejarah, baru kali ini FORMIL dapat memberi kado penyambutan mahasiswa baru Indonesia dalam bentuk informasi tertulis yang sudah dibukukan. Informasi bagi mahasiswa baru adalah kunci, sehingga semenjak dini, setiap person sudah dapat membuka babak baru secara pasti, menentukan arah konsentrasi diri dan secepat mungkin bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru pula, dengan tetap menjaga kesucian niat belajar kita. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Predikat mahasiswa sebagai elite masyarakat kampus yang keberadaannya diharapkan mampu membawa angin segar perubahan ke arah positif  di tengah-tengah  kecamuk pemikiran bias masyarakat manusia yang kadang tak menentu arah, perlu dipertegas kesejatian maknanya, minimal melalui proses pencerahan pemikiran positif dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, ide gemilang dan gerakan taktis-praktis, garapan tersebut adalah tugas utama setiap mahasiswa untuk segera diselesaikan, sebagai ejawantah tri dharma kampus; Pendidikan, Pengalaman dan Pengabdian kepada masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa atau thalib mustawa jami`i adalah generasi muda harapan bangsa pada zamannya, " inna fi aydis syubban amrul ummah, wafi aqdamihi hayatuha", dari titik simpul inilah, kita selaku duta mahasiswa Indonesia yang sedang mengemban amanat suci menuntut ilmu syari`ah di kota Tarim, harus sigap dan segera menata diri untuk menjawab secara pasti dalam bentuk aksi nyata, artikulasi Firman Allah swt. "Falaula nafara min kulli firqatin thaifatun minhum liyatafaqqahu fiddini wa liyundziru qaumahum idza raja`u ilaihim, la`allahum yahdzarun".&lt;br /&gt;Selamat Belajar ..... Semoga Sukses, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UPMB FORMIL 2008-2009 M &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-4995939405140824694?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/4995939405140824694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/kata-pengantar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4995939405140824694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/4995939405140824694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/kata-pengantar.html' title='Kata Pengantar'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-6065158561677675332</id><published>2009-08-16T08:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T08:10:35.368-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LPJ FORMIL 2008-2009'/><title type='text'>Lembar Penutup</title><content type='html'>Sahabat Mahasiswa, peserta MAK yang terhormat&lt;br /&gt;Alhamdulillah ala kulli hal, inilah ungkapan penutup lembar- perlembar  laporan pertanggungjawaban kami, sebagai generasi penerus perjuangan khidmah, kami menyampaikan estafet organisasi ini kepada&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; seluruh sahabat mahasiswa aktifis FORMIL, semoga ke depan organisasi ini bisa lebih maju dan lebih baik, sebagai pribadi biasa, kami menitipkan arti kata, seperti Ibn Malik memuji sahabatnya dengan penuh cinta; Wahwa bisabqin haizun tafdlila, mustaujibun tsanaiyal jamila, Wallahu yaqdli bihibatin wafirah, li walahu fi darajatil akhirah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalamuhum lafdzun mufidun kastaqim, kasatria, walau kadang tidak kasat mata, namun semua koordinator departemen, telah dengan baik melaporkan hasil kinerjanya penuh tanggungjawab, sebuah apresiasi tinggi untuk mereka, dari kiprahnyalah ungkapan puji ini sebgai bahasa budi pekerti akan bukti kesungguhannya dalam bekerja, mereka berkata dan berkarya nyata untuk kita, sungguh rasa haru dalam hati tak dapat kami ingkari, setelah dengan penuh sabar  dalam melaksanakan khidmah yang cukup beresiko tapi berpotensi sosial plus ini, akhirnya kami dapat menyelesaikan pula dengan baik dan semoga tidak menyisakan isykal, kami telah berupaya maksimal dalam menyukseskan setip proja dengan semangat hidmah, melalui jalan berliku, menatap dinding-dinding berbackround acara kelabu, berhadapan dengan kasus panjang mija hijau pengadilan, berurusan dengan keselamatan nyawa dan ancaman jeruji besi, bahkan rela bersitegang dengan sebagian pihak yang kurang memahami realitas dan kenyamanan kita (bukan keYamanan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Mahasiswa, peserta MAK yang terhormat&lt;br /&gt;Sering terbesit keluh kesah dihati, tapi pada siapakah kami harus mencuahkan kesumpekan ini, sesekali ada perasaan senang tapi kami sulit tenang, ada gaduh dan gundah gulana di sana, menjadikan kami sering gregetan menyaksikan kenyataan-kenyataan penuh isykal berikut setumpuk perasaan lain yang terus membayangi kami, namun kini semua telah kami alami selama setahun khidmah, semoga pesan moral dan kesan alamiyah yang telah kmi rasakan ini dapat menjadi materi ekstra khusus dalam proses penempaan karakter, atau semacam obat pendewasaan mental menuju titel umat Muhammad yang mulia, kami harus merasakan rasa pahit dan getirnya perjuangan khidmat ini, sebelum akhirnya kami dapat merasakan setetes manisnya menjadi mahasiswa yang berharga bagi kemulyaan agama, berjuang menjadi manusia mulia yang dimuliakan Allah dan rasulNya, menjadi pemimpin yang  dibanggakan mitra, kolega dan anggotanya, berhati abdi dalam berkarya, serta tulus membangun karakter, pekerti yang berbudi abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sahabat Mahasiswa, peserta MAK yang terhormat&lt;br /&gt;Akhirnya, terimakasih atas segala loyalitas aktifis FORMIL, wajazakumullah ahsanal jaza`, ma`afkan khilaf kami, "in uridu illal ishlaha mastatha`tu, wama taufiqi illa billah, alaihi tawakkaltu wa ilaihi unib".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aidid, Merdeka : 17 Agustus 2009 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-6065158561677675332?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/6065158561677675332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/lembar-penutup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/6065158561677675332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/6065158561677675332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/lembar-penutup.html' title='Lembar Penutup'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-2745154050945055249</id><published>2009-08-16T07:58:00.003-07:00</published><updated>2009-08-16T08:09:22.928-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LPJ FORMIL 2008-2009'/><title type='text'>LPJ DEPARTEMEN PENGEMBANGAN BAHASA</title><content type='html'>PROGRAM KERJA&lt;br /&gt; JANGKA PENDEK&lt;br /&gt;1. Menerjemahkan karya – karya ilmiah&lt;br /&gt;2. Alih bahasa, Kosa kata Arab dan istilah – istilah Qanun &lt;br /&gt;3. Mengadakan kegiatan Tarqiyah Lughah Arabiyah&lt;br /&gt;4. Mengisi Rubrik bahasa di alfateh dan aqwammedia&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGKA PANJANG&lt;br /&gt;1. Mengadakan pelatihan bahasa ( kelompok bahasa )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN PROGRAM KERJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGKA PENDEK&lt;br /&gt;1. Menerjemahkan karya – karya ilmiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini direalisasikan dengan menterjemahkan kitab " Sirah Hadraa" dan progam ini belum berjalan sebagaimana mestinya, dikarenakan tidak memadainya personil editor. Insya Allah akan tetap kami upayakan bias terealisasi maksimal dengan berkoordinasi bersama pengurus selanjutnya dalam waktu dekat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Alih bahasa, Kosa kata Arab dan istilah – istilah Qanun &lt;br /&gt;Program ini terlaksana beberapa kali dalam bentuk menterjemahkan dan menyempurnakan kosa kata modern dan keseharian serta amiyah bahasa arab. Adapun pelaksanaan program ini umumnya terbagi dalam 4 klasifikasi, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengisi kolom terjemahan kosa kata modern dan keseharian bagi mahasiswa di aqwammedia.&lt;br /&gt;2. Menampilkan terjemahan istilah-istilah "Madkhol Qonun" bagi mahasiswa tingkat satu setelah direvisi.&lt;br /&gt;3. Menyediakan terjemah  syair-syair Abi Dzuaib bagi mahasiswa tingkat satu.&lt;br /&gt;4. Mengisi rubric kosa kata menurut permintaan mahasiswa di aqwammedia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengadakan kegiatan  Tarqiyah Lughoh Arabiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini terlaksana dengan diselenggarakannya acara muntada fusha yang kami laksanakan setiap malam Sabtu jam 20.30. Adapun pelaksanaan program ini umumnya terbagi dalam 6 klasifikasi, yaitu :&lt;br /&gt;1. Khitobah (4 peserta setiap pertemuan. Adapun judulnya terserah peserta)&lt;br /&gt;2. Debat kelompok (pada periode ini kita mengetengahkan judul poligami dan alhamdulilah terlaksana dengan baik dan sukses)&lt;br /&gt;3. Hikayah&lt;br /&gt;4. Nonton film Arab (Nonton film Omar Mohtar)&lt;br /&gt;5. Hiwar (bincang-bincang arabi)&lt;br /&gt;6. Nadwah (dengan judul albidayah wan nihaayah oleh sdr. Buhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Mengisi Rubrik bahasa di alfateh dan aqwammedia&lt;br /&gt;Program ini telah kami lakukan dengan mengisi kolom rubric bahasa di alfateh maupun diaqwammedia secara berkala, proja ini dapat terlaksana dengan baik berkat hasil kerjasama yang intensif antara departemen pengembangan bahasa dan departemen seni dan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan kami untuk kepengurusan selanjutnya agar lebih banyak mengadakan acara - acara yang menunjang tarqiyah lughah seperti kuis, lomba bahasa, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGKA PANJANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengadakan pelatihan bahasa (klub bahasa)&lt;br /&gt;Alhamdulillah pada tahun ini klub bahasa dapat kami laksanakan ditengah padatnya aktifitas kuliah, dengan membentuk kelompok khusus muntada fusha yang mempunyai kewajiban untuk hadir dalam setiap kegiatan tarqiyah lughah. saran  kami untuk kepengurusan yang akan datang agar dapat mengoptimalkan klub bahasa ini dengan memilih peserta yang benar-benar memiliki konsistensi tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aidid, 17 Agustus 2009 M&lt;br /&gt;&lt;P ALIGN=CENTER&gt;&lt;br /&gt;Moh. Syafa`at Habib&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Koordinator&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota : Bukhori bin Amsi, Ufi Isbar, Muzammil dan Muhsin Hamidi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-2745154050945055249?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/2745154050945055249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/lpj-departemen-pengembangan-bahasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2745154050945055249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2745154050945055249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/lpj-departemen-pengembangan-bahasa.html' title='LPJ DEPARTEMEN PENGEMBANGAN BAHASA'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-2163994465725043536</id><published>2009-08-16T07:58:00.002-07:00</published><updated>2009-08-16T09:05:20.476-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LPJ FORMIL 2008-2009'/><title type='text'>LPJ DEPARTEMEN PERINGATAN HARI BESAR ISLAM (PHBI)</title><content type='html'>PROGRAM KERJA&lt;br /&gt;• JANGKA PENDEK&lt;br /&gt;1. Memperingati Nuzulul Qur'an 1429 H. &lt;br /&gt;2. Memperingati Idul Fitri 1429 H. &lt;br /&gt;3. Memperingati  Idul Adha 1429 H. &lt;br /&gt;4. Memperingati Tahun Baru Hijriyah 1430 H. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memperingati Maulid Nabi Saw. 1430 H. &lt;br /&gt;6. Memperingati Isara' Mi'raj 1430 H.&lt;br /&gt;7. Memperingati HUT RI Ke-64 Thn. 2009 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• JANGKA PANJANG&lt;br /&gt; Mengadakan Haul Bersama Masyayikh Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REALISASI PROGRAM KERJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• JANGKA PENDEK&lt;br /&gt;September 2008&lt;br /&gt;Nama Kegiatan : Nuzulul Quran 1429 H.&lt;br /&gt;Pelaksanaan : Kamis, 18 Ramadlan 1429 H./18 september 2008 M&lt;br /&gt;Laporan singkat : Terlaksana dengan sukses dan lancar.&lt;br /&gt;Deskripsi kegiatan : Kegiatan ini diadakan bersama pelantikan pengurus baru FORMIL 2008-2009 bertempat di Auditorium Universitas Al Ahgaff, hadir pada kesempatan itu Musyrif Am Idarah Kulliyah Syari`ah, Habib Idrus Bin Umar Al Kaff, Rais Syu`unul Wafidin, Habib Zain Bin Aqil, Amid Kulliyah, Dr. Muhammad Abdul Qadir Al Idrus, Dr. Amjad Rasyid, Dr. Izzudin, dan beberapa dosen fakultas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oktober 2008&lt;br /&gt;Nama Kegiatan : Gebyar Idul Fitri 1429 H.&lt;br /&gt;Pelaksanaan : Rabu-Kamis, 1-2 Syawal 1429 H /1-2 Oktober 2008 M&lt;br /&gt;Laporan singkat : Terlaksana dengan sukses dan lancer. &lt;br /&gt;Deskripsi kegiatan : Kegiatan bertajuk gebyar idul fithri 1429 H. ini diadakan selama dua hari berturutan dalam bentuk takbir lesehan dan gelar kesenian bertempat di depan sakan dakhili bekerja sama dengan departemen seni dan budaya dalam rangka menyemarakkan malam lebaran, acara dikemas santai, tapi khidmat, acara dimulai sejak sore hari sampai dengan larut malam, pada tanggal  1 Syawwal 1429 H. dan di isi dengan penampilan pencak silat, drama, pembacaan puisi serta di akhiri dengan pembagian 20 door prize bagi para peserta takbiran lesehan pada malam kedua, hadir dan ikut menyaksikan acara pada kesempatan itu, ketua umum FORMIL, ketua dewan konsultan dan syuunul wafidin kulliyah, habib Muhammad bin syihab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember 2008&lt;br /&gt;Nama Kegiatan  : Idul Adha 1429H.&lt;br /&gt;Pelaksanaan  : Senin-Kamis, 10-13 Idul Adha 1429 H/8-11 Desember2008 M&lt;br /&gt;Laporan singkat : Terlaksana dengan sukses dan lancar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi kegiatan : Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pembagian penyembelihan hewan kurban dan distribusi daging ke setiap sakan (sakan dakhili, rahbah dan sakan syaikh ba`udlon), kegiatan ini juga menyediakan masakan khas Indonesia untuk seluruh mahasiswa kuliyah syariah, sebagai hidangan makan bersama pada hari pertama idul adha di masbah mahsun dan makan bersama hari kedua di sakan dakhili serta acara masak bareng di dapur Indonesia pada hari ketiga.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Januari 2008&lt;br /&gt;Nama Kegiatan  : Tahun Baru Hijriyah 1430 H. &lt;br /&gt;Pelaksanaan  : Kamis, 18 Muharram 1430 H./15 Januari 2009 M&lt;br /&gt;Laporan singkat  : Terlaksana dengan sukses dan lancar. Deskripsi kegiatan :&lt;br /&gt;Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan walimah safar hajj mahsiswa Indonesia kulliyah syariah dan Nushroh Ghazza, bertempat di auditorium universitas al Ahgaff , hadir pada kesempatan itu Musyrif Am Idarah Kulliyah Syari`ah, Habib Idrus Bin Umar Al Kaff, Amid Kulliyah, Dr. Muhammad Abdul Qadir Al Idrus, Dr. Amjad Rasyid, Dr. Izzudin, serta Habib Abu Bakar Al Idrus sebagai pengisi acara inti dan beberapa dosen fakultas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret 2009&lt;br /&gt;Nama Kegiatan : Maulid Nabi Muhammad SAW 1430 H.&lt;br /&gt;Pelaksanaan  : Kamis, 30 R. Awwal 1430/26 Maret 2009 M&lt;br /&gt;Laporan singkat : Terlaksana dengan sukses dan lancar.&lt;br /&gt;Deskripsi kegiatan :Kegiatan ini diadakan dalam bentuk pembacaan Maulid Simtuddurar, bekerja sama dengan panitia pekan seni dan budaya Mahasiswa Fakults Syariah bertitel ma'an naltaqi linartaqi bertempat di Auditorium Kulliyah, serta bekerja sama dengan departemen seni dan budaya dalam rangka menyemarakkan malam maulid tersebut, acara berjalan dengan khidmat yang dilaksanakan sejak sore hari sampai larut malam. Mauidlah hasanah disampaikan langsung oleh Rais Jami`ah Universitas Al-Ahgaff  Prof. Dr. Habib Abdullah Baharun, dan di selingi dengan penampilan marawis el Muhibbin voice serta beberapa firqoh Nasyid undangan, hadir dan ikut menyaksikan acara pada kesempatan itu, Ketua umum FORMIL, Ketua dewan konsultan dan Syuunul wafidin kulliyah, Habib Muhammad bin Syihab, Amid kulliyah Dr. Muhammad Abdul Qodir Al-Idrus, Dr. Izzudin Ahmad dan beberapa dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juli 2009&lt;br /&gt;Nama Kegiatan  : Isra' Mi'raj 1430 H&lt;br /&gt;Pelaksanaan   : Tidak terlaksana&lt;br /&gt;Kendala tidak terlaksananya kegiatan : karena dalam proses ujian akhir semester genap, sebagaimana sran Amid dalam beberapa kali permohonan bimbingan, FORMIL diminta untuk tidak mengadakan kegiatan apapun ketika berhadapan dengan kegiatan kuliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustus 2009&lt;br /&gt;Nama Kegiatan  : HUT RI ke-64 tahun 2009 M.&lt;br /&gt;Pelaksanaan   : 3-15 Agustus 2009&lt;br /&gt;Laporan singkat  : Terlaksana dengan lancar dan sukses.&lt;br /&gt;Deskripsi kegiatan :Kegiatan ini diisi dengan berbagai perlombaan dan diakhiri dengan pembagian hadiah, gelar doa dan makan malam bersama di Masbah Mahsun. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan awal persiapan LPJ yang diisi dengan pengenalan 10 bakal calon ketua umum FORMIL 2009-2010. bekerjasama dengan ORKES. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGKA PANJANG&lt;br /&gt;Nama kegiatan  : Mengadakan Haul Bersama Masyayikh Indonesia &lt;br /&gt;pelaksanaan  : Tidak terlaksana&lt;br /&gt;Kendala tidak terlaksananya kegiatan : Karena belum mendapat idzin dari Amid, serta sulitnya koordinasi waktu pelaksanaan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Idaroh Kulliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aidid, 17 Agustus 2009 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P ALIGN=CENTER&gt;Mu`arifin&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Kooordinator&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota; Abdul Adzim, Muhammad A`lam, Asnari dan Adnan Kasogi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-2163994465725043536?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/2163994465725043536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/lpj-departemen-peringatan-hari-besar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2163994465725043536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2163994465725043536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/lpj-departemen-peringatan-hari-besar.html' title='LPJ DEPARTEMEN PERINGATAN HARI BESAR ISLAM (PHBI)'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-8707640755934208034</id><published>2009-08-16T07:58:00.001-07:00</published><updated>2009-08-16T08:06:28.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LPJ FORMIL 2008-2009'/><title type='text'>LPJ DEPARTEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT</title><content type='html'>PROGRAM KERJA&lt;br /&gt;• JANGKA PENDEK&lt;br /&gt;1. Mengurusi segala hal yang berkenaan dengan Iqomah 2008 M.&lt;br /&gt;2. Menjadi Panitia Zakat Fithrah (Idul Fithri 1429 H.)&lt;br /&gt;3. Mengadakan pendataan mahasiswa baru dan penarikan iuran wajib organisasi&lt;br /&gt;4.  Menjadi Panitia Idul Adha (Qurban 1429 H.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mencari tambahan dana kegiatan FORMIL&lt;br /&gt;6. Membantu terealisasinya acara PHBI dan rapat resmi FORMIL&lt;br /&gt;7. Mempermudah proses Rihlah Ilmiah&lt;br /&gt;• JANGKA PANJANG&lt;br /&gt;Membantu proses pembayaran Iqomah bagi mahasiswa yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REALISASI PROGRAM KERJA&lt;br /&gt;• JANGKA PENDEK&lt;br /&gt;September 2008&lt;br /&gt;Nama Kegiatan  : Mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan iqomah.&lt;br /&gt;Pelaksanaan  : Selama bulan September 2008 dan bulan Juni 2009.&lt;br /&gt;Laporan singkat  : Terlaksana dengan baik dan lancar.    &lt;br /&gt;Deskripsi kegiatan  :Humasy FORMIL membuat pengumuman, menyebutkan nama-nama mahasiswa yang sudah jatuh tempo untuk membayar biaya tamdid iqomah sesuai tanggal habis iqomah dilanjutkan dengan menerima uang pembayaran serta foto untuk segera disetorkan ke Syu`unul wafidin bagian jawaz dan iqamah. Sebagai organisasi yang telah mempermudah proses pengurusan tamdid iqomah tersebut, setiap anggota FORMIL diwajibkan berinfaq RY 200 untuk kas organisasi.&lt;br /&gt;Oktober 2008&lt;br /&gt;Nama Kegiatan  : Panitia Zakat Fitrah (Idul Fithri 1429 H.)&lt;br /&gt;Pelaksanaan  : Rabu, 1 Syawal 1429 H/ 1 Oktober 2008 M&lt;br /&gt;Laporan singkat : Terlaksana dengan sukses dan lancar.&lt;br /&gt;Deskripsi kegiatan :Penyaluran zakat fitrah melalui FORMIL yang langsung ddistribusikan kepad Bpk Abu Na'im untuk diberikan kepada mustahiqquzzakah di daerah setepat. Dalam kesempatan itu  terkumpul Bur dalam bentuk karung kecil ukuran 3kg sebanyak kurang lebih 300 karung.&lt;br /&gt;Panitia zakat fitrah juga mengambil infaq setiap satu karungnya RY. 50 untuk keperluan operasional zakat fitrah dan kas FORMIL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama kegiatan  : Penerimaan Mahasiswa Baru dan Pendataannya&lt;br /&gt;pelaksanaan  : 17, 21 dan 22 Oktober 2008 M &lt;br /&gt;Laporan singkat : Terlaksana dengan sukses.&lt;br /&gt;Deskripsi kegiatan  :Humasy FORMIL secara keseluruhan bahu membahu mengurusi penyambutan mahasiswa baru yang secara institusi dihandle langsung oleh DPH dengan membentuk unit penyambutan mahasiswa baru (UPMB) yang dipimpin langsung oleh ketua umum FORMIL 2008-2009 dengan agenda utama menyelesaikan  peroses pendaftaran, cek darah untuk pengeluaran iqomah dan beberapa hal tekhnis yang berkaitan langsung dengan administrasi perkuliahan. Kegiatan ini didukung penuh oleh Idarah Tasjil wal Qabul, Dhabit sakan dakili, Syu`un Wafidin, dan Idarat Kulliyah.&lt;br /&gt;Desember 2008&lt;br /&gt;Nama Kegiatan  : Panitia Qurban (Idul Adha 1429 H.)&lt;br /&gt;Pelaksanaan  : Senin-Kamis, 10-13 Dzul Hijjah 1429 H/8-11 Des 2008 M&lt;br /&gt;Laporan singkat : Terlaksana dengan baik dan sukses.&lt;br /&gt;Deskripsi kegiatan :Dalam kegitan ini panitia menerima 19 ekor kambing dengan perincian : Dari Ri'ayatuttholib : 7 ekor kambing, Idarah kuliah : 5 ekor kambing, Habib Salim Syathiri : 2 ekor kambing dan Anggota FORMIL : 5 ekor kambing. &lt;br /&gt;Dari jumlah yang ada, kemudian dialokasikan untuk kebutuhan makan siang selama tiga hari sejumlah 6 ekor, untuk dibagi-bagikan keseluruh anggota FORMIL dalam bentuk daging mentah sejumlah 11 ekor, sisanya dialokasikan untuk mahasiswa Afrika (2 ekor dari 5 ekor jatah yang telah diterim panitia dari idarah kuliah).&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;Untuk program :&lt;br /&gt;1. Mencari Tambahan Dana Kegiatan FORMIL : telah terlaksana bersamaan dengan pengurusan Iqomah, Zakat Fitrah dan pendataan mahasiswa baru.&lt;br /&gt;2. Membantu Setiap Kegitan PHBI dan Setiap Rapat FORMIL : telah terlaksana bersamaan dengan terlaksananya program kerja PHBI dan beberapa event rapat FORMIL selama dalam setahun khidmah.&lt;br /&gt;3. Membantu Kelancaran Rihlah Ilmiah : terlaksana bersamaan dengan terlaksananya program kerja rihlah yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan dan Dakwah.&lt;br /&gt;• JANGKA PANJANG&lt;br /&gt;Membantu proses pembayaran iqomah bagi mahasiswa yang membutuhkan &lt;br /&gt; Program ini terlaksana dengan baik terbukti dengan terlaksananya pembayaran iqomah setiap anggota FORMIL yang membutuhkan bantuan FORMIL. Termasuk pula dalam lingkup program ini, adalah melunasi beban pembayaran ghoromah iqomah mahasiswa baru sebanyak seratus sembilan orang, yang dalam hal ini FORMIL menanggung biaya sejumlah RY. 38.100 takhfifan lahum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aidid, 17 Agustus 2009 M.&lt;br /&gt;&lt;P ALIGN=CENTER&gt;Muhammad Haikal Abdun&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Koordinator&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota; Najih Baihaqi,Muhammad Arif, Iftkhor Hafidz dan Rifqi Tamimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-8707640755934208034?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/8707640755934208034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/lpj-departemen-hubungan-masyarakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/8707640755934208034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/8707640755934208034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/lpj-departemen-hubungan-masyarakat.html' title='LPJ DEPARTEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-2307633675340727076</id><published>2009-08-16T07:58:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T08:04:07.498-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LPJ FORMIL 2008-2009'/><title type='text'>LPJ DEPARTEMEN OLAH RAGA DAN KESEHATAN</title><content type='html'>• JANGKA PENDEK&lt;br /&gt;1. Mengadakan kegiatan olah raga&lt;br /&gt;2. Mengadakan pertandingan persahabatan&lt;br /&gt;3. Menyediakan tempat obat-obatan dan mengoperasikannya.&lt;br /&gt;4. Menyediakan dan Mengusahakaan prasana olah raga.&lt;br /&gt;5. Membantu perawatan mahasiswa yang sedang sakit.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;PROGRAM KERJA&lt;br /&gt;• JANGKA PANJANG&lt;br /&gt;1. Menyediakan obat-obatan lengkap.&lt;br /&gt;2. Membentuk tim olah raga FORMIL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REALISASI PROGRAM KERJA&lt;br /&gt;Oktober 2008&lt;br /&gt;Nama Kegiatan  : Sepak Bola.&lt;br /&gt;Pelaksanaan  : Kamis, 23 Oktober 2008 M.&lt;br /&gt;Laporan singkat  : Pertandingan persahabatan antara Tim FORMIL melawan Tim Tanzania.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nama Kegiatan  : Sepak bola (pertandingan dengan mahasiswa baru).&lt;br /&gt;pelaksanaan  : Jum'at, 31 oktober 2008.&lt;br /&gt;Laporan singkat : terlaksana dengan baik.&lt;br /&gt;November 2008&lt;br /&gt;Nama Kegiatan  : Bola Voley&lt;br /&gt;Pelaksanaan  : Sabtu, 8 November 2008&lt;br /&gt;Laporan singkat : &lt;br /&gt;• Pertandingan persahabatan antara Tim FORMIL melawan Tim Bola Volly Aidid.&lt;br /&gt;• Tim bola Voly FORMIL telah berusaha semaksimal mungkin. Akan tetapi kalah tipis dengan skor akhir 2-1.&lt;br /&gt;Kendala yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan:&lt;br /&gt;• Kekurangan pemain handal.&lt;br /&gt;Nama Kegiatan  : Sepak bola (pertandingan persahabatan dengan mahasiswa Yaman yang berdomisili di Jami'atul  Ahgaff).&lt;br /&gt;Pelaksanaan : Kamis, 13 November 2008.&lt;br /&gt;Laporan singkat : Terlaksana dengan baik dan sukses, dengan pemenang tim INDONESIA (skor 3 – 2.)&lt;br /&gt;Februari 2009&lt;br /&gt;Nama Kegiatan  : Sepak Bola (Pertandingan persahabatan melawan Tim Rubat).&lt;br /&gt;Pelaksanaan  : Rabu, 18 Februari 2009.&lt;br /&gt;Laporan singkat : Terlaksana dengan baik dengan pemenang  tim FORMIL 2-0.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nama Kegiatan  : Sepak Bola (Liga FORMIL)&lt;br /&gt;Pelaksanaan  : Selasa, 24 Februari 2009 – Selasa, 3 Maret 2009.&lt;br /&gt;Laporan singkat : Terlaksana dengan baik.&lt;br /&gt;Maret 2009&lt;br /&gt;Nama Kegiatan  : Sepak bola (pertandingan persahabatan dengan pengurus   PPI Yaman).&lt;br /&gt;Pelaksanaan  : Senin, 9 Maret 2009. &lt;br /&gt;Laporan singkat : Terlaksana dengan baik dengan skor imbang 1-1.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nama Kegiatan : Sepak bola ( footsal ) melawan tim Darul Mustofa.&lt;br /&gt;Pelaksanaan : Jum'at, 13 maret 2009.&lt;br /&gt;Laporan singkat :Terlaksana dengan baik, pemenang tim FORMIL dengan skor 13 – 5.                        &lt;br /&gt;Agustus 2009&lt;br /&gt;Nama Kegiatan : Peringatan HUT RI 64&lt;br /&gt;Pelaksanaan   : 3-15 Agustus 2009&lt;br /&gt;Laporan singkat  : Terlaksana dengan lancar dan sukses.&lt;br /&gt;Deskripsi kegiatan  :Kegiatan ini diisi dengan berbagai perlombaan dan diakhiri dengan pembagian hadiah, gelar doa dan makan malam bersama di Masbah Mahsun. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan awal persiapan LPJ yang diisi dengan pengenalan 10 bakal calon ketua umum FORMIL 2009-2010. bekerjasama dengan departemen olah raga dan kesehatan. &lt;br /&gt;Aidid, Merdeka: 17 Agustus 2009 M&lt;br /&gt;&lt;P ALIGN=CENTER&gt;Muhammad Rifa`i&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Koordinator&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota : Zaki Yamani, Aris Fadillah, Asep Habibullah, Eko Prayitno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-2307633675340727076?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/2307633675340727076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/lpj-departemen-olah-raga-dan-kesehatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2307633675340727076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2307633675340727076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/lpj-departemen-olah-raga-dan-kesehatan.html' title='LPJ DEPARTEMEN OLAH RAGA DAN KESEHATAN'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-2127326782256425543</id><published>2009-08-16T07:55:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T07:57:09.135-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LPJ FORMIL 2008-2009'/><title type='text'>LPJ DEPARTEMEN SENI DAN BUDAYA</title><content type='html'>JANGKA PENDEK&lt;br /&gt;1. Pembuatan Kartu Lebaran&lt;br /&gt;2. Mengembangkan Wacana Dalam Kreasi Tulis Menulis di Kalangan Mahasiswa Diantaranya Dengan Menerbitkan Majalah / Buletin Al Fateh ( edisi Indonesia / Arab )&lt;br /&gt;3.  Optimalisasi Aqwam Media&lt;br /&gt;4. Mengadakan kursus Marawis, Nasyid, Zafin, dan Hadrah&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGKA PANJANG&lt;br /&gt;1. Latihan Praktis penulisan karya ilmiyah (Jurnalistik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REALISASI PROGRAM KERJA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembuatan Kartu Lebaran :&lt;br /&gt;Kartu lebaran pada tahun ini tidak dibuat seperti karleb-karleb sebelumnya  akan tetapi berbentuk surat resmi dari FORMIL. Surat tersebut berisi tahniah / ucapan selamat hari raya kepada para masyayikh dan habaib. Dalam hal  ini surat tahniah kami berikan bersamaan dengan realisasi progam kerja departemen pendidikan &amp; da'wah yang belangsung pada hari raya idul fitri yaitu silaturahmi kepada para masyayikh &amp; habaib, akan tetapi  karena beberapa hal surat yang kami buat tidak sampai kepada alamat yang  dituju. Surat itu hanya kami buat pada hari raya idul fitri 14230 H. saja, sedangkan pada hari raya idul adha 1430 H. dan hari-hari besar islam lainnya tidak kami buat.&lt;br /&gt;Saran : Untuk masa – masa mendatang format surat tahniah ini bias lebih diperbaiki lagi, sehingga ada nilai lebih, seperti diantarkan bersamaan dengan acara silaturrahim bersama, sebagaimana yang telah digagas pada tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengembangkan Wacana Dalam Kreasi Tulis Menulis di Kalangan Mahasiswa dengan menerbitkan majalah/buletin Al Fateh edisi Indonesia/Arab.&lt;br /&gt;Progam kerja ini terealisasi dengan suksesnya penerbitan majalah al-Fateh dua kali. Edisi pertama terbit pada bulan Januari dan di cetak sebanyak 18 eksemplar. kemudian edisi kedua terbit dengan kontain lebih baik dari pada edisi pertama, pada bulan Mei dan di cetak sebanyak 22 eksemplar. Dalam penerbitan majalah kali ini bekerjasama dengan departemen pengembangan bahasa.&lt;br /&gt;Dalam merealisasikan proja ini, kami menemui beberapa kendala:&lt;br /&gt;Diantaranya, Kurangnya animo / minat sahabat mahasiswa untuk berkarya tulis serta masih lemahnya proses pendistribusian majalah, hal itu karena terbentur agenda ujian dan kendala tekhnis lainnya yang menyita waktu cukup banyak dan biaya mahal.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Optimalisasi aqwammedia&lt;br /&gt;Tentang Aqwam, adalah media lama yang coba dipoles sedemikian rupa untuk mengembalikan ruh dan eksistensinya di hadapan setiap pribadi yang masih punya loyalitas dakwah bil qalam. aqwaMMedia merupakan sebuah media berbentuk majalah milik mahasiswa Indonesia Fakultas Syari'ah Wal Qonun Universitas Al Ahgaff yang didindingkan setiap separuh bulan. Dunia jurnalistik bagi kalangan akademikus khususnya, sudah menjadi kebutuhan pokok yang tak bisa dipungkiri urgensinya dan kontribusinya dalam menjaga dan melestarikan khazanah setiap disiplin ilmu, pembentengan suatu ideologi sekaligus penyebarannya kepada khalayak umum dari satu generasi menuju generasi berikutnya. Untuk itu, aqwaMMedia hadir dalam sela-sela padatnya aktivitas kuliyah, mencoba menghidupkan tradisi diskusi, pengkajian, pendalaman literatur berbagai fan ilmu dan amar ma'ruf nahi mungkar via kertas dan pena. Mencoba membawakan kunci pintu gerbang wacana dan menyuntikkan stimulus sekaligus menyediakan infrastruktur yang menjembatani terciptanya interaksi timbal-balik antara penulis dan pembaca di komunitas kita, mahasiswa Islam Indonesia.   &lt;br /&gt;Walaupun media ini terkesan tidak tampak manfa`atnya, terlebih bagi mereka yang anti karya tulis dalam berbagai bentuk dan kategori lainnya, namun kami dari Tim Redaksi masih memiliki ghirah yang sangat kuat sekali menghadapi gersangnya budaya tulis-menulis di komunitas kita, di tengah terus melemahnya tradisi mengkaji dan mendalami literatur berbagai fan ilmu secara terorganisir yang semestinya menjadi tuntutan dunia mahasiswa. Di sini, aqwaMMedia berusaha tegar menggagas sisa asa, mengumpulkan puing reruntuhan tradisi tulis-menulis di kalangan mahasiswa Indonesia, memoles rasa kecewa sebagian kita, menghadirkan kembali lambaian tangan damai, mengucapkan dengan bahasa lisan sarat kesan, mewujudkan tulisan penuh arti dan mutiara pesan "al ilmu shaidun wal kitabatu qayyiduhu, qayyid shuyudaka bil hibalil watsiqi"&lt;br /&gt;Dalam usaha menyukseskan penerbitan madding ini, departemen seni dan budaya menjalin kerjasama dengan departemen pengembangan bahasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Eksistensi aqwam, al-Hamdulillah selama setahun kontain Aqwammedia dapat berganti tepat waktu dengan berhasil terbit sebanyak 19 edisi dari 24 edisi yang kami agendakan. Namun disela-sela edisi tersebut kami juga menayangkan edisi-edisi khusus, Meskipun begitu keberadaan aqwam tahun ini merupakan prestasi sangat besar dan perlu mendapatkan penghargaan dan apresiasi tinggi. Untuk penerbitan aqwam ini, awalnya kami menemuai kesulitan dalam hal kontein, tapi alhahamdulillah, berkat kesigapan tim redaksi, dalam tahapan selanjutnya sedikit tumbuh minat dan animo dari sahabat mahasiswa untuk ikut serta mengisi aqwammedia melaui akses personal atau lewat kotak mading yang tersedia. Bahkan setelah edisi ke-19 (edisi penutup) masih tersisa beberapa karya tulis yang belum dipublikasikan, rencananya akan kami limpahkan pada tim redaksi aqwammedia mendatang untuk dipublikasikan.&lt;br /&gt;Di samping itu, aqwam media juga telah mempunyai halaman website sendiri di www.aqwammedia.blogspot.com dan email artculture.FORMIL@gmail.com. Tentang tulisan dan isi yang ada di website aqwammedi, mayoritas berasal dari kontein data yang pernah terpampang di mading tercinta kita.&lt;br /&gt;Dari kesuksesan besar yang kami capai, ternyata juga masih menemui kendala yang perlu diperhatikan, yaitu minimnya kreatifitas karya dan minat tulis menulis di lingkungan kita. Dari 19 edisi yang telah terbit semuanya didominasi nama sama dan minim sekali partisipasi dari sahabat yang lain.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;4. Mengadakan kursus Marawis, Nasyid, Zafin, dan Hadrah&lt;br /&gt;Realisasi latihan marawis, nasyid, zafin dan hadrah dipandu  langsung oleh group El-Muhibbin. Pelaksanaannya kondisional atau ketika akan menghadiri acara / undangan.&lt;br /&gt;Secara umum program ini terealisasi dengan cukup baik dan lancer, akan tetapi kendala besar yang terjadi adalah kurangnya regenerasi, hal ini dapat dilihat dari sedikitnya sahabat mahasiswa yang memiliki potensi namun tidak tampak bergabung dalam beberapa latihan yang digelar oleh el Muhibbin Voice.&lt;br /&gt;Saran kami, group el Muhibbin pada tahun berikutnya dapat mengagendakan latihan secara rutin sebagai modal regenerasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGAM JANGKA PANJANG&lt;br /&gt;Latihan Praktis penulisan karya ilmiyah (Jurnalistik)&lt;br /&gt;Untuk pelaksanaan progam jangka panjang yaitu; pelatihan praktis penulisan karya ilmiyah (jurnalistik) belum dapat terlaksana pada tahun ini, karena mahalnya biaya, sulitnya koordinasi waktu dan kurang aktifnya sahabat mahasiswa dalam proses kejurnalistikan, hal itu terlihat dari minimnya respon dibidang karya tulis yang bersifat kritik konstruktif. &lt;br /&gt;Saran: Progam ini hendaknya tetap dipertahankan meskipun  belum bisa terealisasi, karena pentingnya substansi program yang terkait langsung dengan proses pengembangan wacana, wawasan dan nalar, sehingga bersamaan dengan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya kemampuan jurnalistik bagi mahasiswa, proja ini diharapkan dapat terealisasi pada tahun berikutnya, walaupun harus dalam bentuk sederhana atau bekerjasama dengan organisasi lain seperti PPI Yaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aidid, Merdeka: 17 Agustus 2009 M.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P align=center&gt;Ali Candra Kusuma&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Koordinator &lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota : Khoiruddin wardana, Chandra Masyriqi, Muhammad Shofi dan Luthfiyadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-2127326782256425543?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/2127326782256425543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/lpj-departemen-seni-dan-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2127326782256425543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/2127326782256425543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/lpj-departemen-seni-dan-budaya.html' title='LPJ DEPARTEMEN SENI DAN BUDAYA'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-5701457614822144437</id><published>2009-08-16T07:40:00.002-07:00</published><updated>2009-08-16T07:54:37.515-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LPJ FORMIL 2008-2009'/><title type='text'>LPJ DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN DAKWAH</title><content type='html'>I. PROGRAM KERJA:&lt;br /&gt;Jangka Pendek:&lt;br /&gt;1. Rohah Ilmiyah&lt;br /&gt;2. Rihlah Ilmiyah :&lt;br /&gt;• Mengadakan Ziaroh Wali Dan Habaib&lt;br /&gt;• Mengadakan Ziaroh Nabiyullah Hud A.S.&lt;br /&gt;• Silaturahim Idul Fitri ( Awwad )&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kajian Ilmiyah :&lt;br /&gt;• Revitalisasi FORDIS&lt;br /&gt;• Mengadakan Kursus Dan Kajian Extra Yang Menunjang Pelajaran Kuliah&lt;br /&gt;4. Bahtsul Masail Maudluiyah / Waqiiyah&lt;br /&gt;Jangka Panjang:&lt;br /&gt;1. mewujudkan Perpustakaan FORMIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. PELAKSANAAN PROGRAM KERJA:&lt;br /&gt;1. Rouhah Ilmiyah&lt;br /&gt;Alhamdulillah kegiatan Rouhah berjalan lancar selama setengah tahun. Namun setelah itu kegiatan terhenti sampai sekarang karena Habib Husain Bilfaqih sebagai pemateri Rouhah sering dalam kondisi kurang sehat dan tidak ada penggantinya.&lt;br /&gt;Saran : untuk pengurus mendatang agar mencari pengganti Habib Husain Bilfaqih, karena beliau sudah udzur dan tidak bisa datang lagi ke kuliah.&lt;br /&gt;2. Rihlah Ilmiyah&lt;br /&gt;Rihlah Ilmiyah merupakan kegiatan rutin departemen pendidikan dan da'wah yang berupa ziarah ke makam para Anbiya', Auliya', Masyasikh dan Habaib serta mengadakan silaturahmi ke kediaman para masyayikh dan habaib pada bulan idul fitri (awwad) ataupun pada bulan yang lain. Progam kerja ini terlaksana dalam 4 kali kegiatan, yaitu:&lt;br /&gt;• Ziarah `Ienat&lt;br /&gt;Ziarah tersebut kami laksanakan pada hari Jum`at 26 September 2008 M. tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, rihlah kali ini mencakup daerah-daerah lain selain `Ienat, diantaranya Qosam dan Mistoh.&lt;br /&gt;Selama dalam pelaksanaan, ziarah ini dapat dikatagorikan sukses walaupun banyak peserta yang tidak ingin melanjutkan perjalanan karena cuaca panas dan bertepatan dengan bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;Saran: untuk pengurus mendatang supaya lebih mempertimbangkan lagi efektifitas waktu, bila ingin menambah rute rihlah seperti yang kami lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Rihlatas Syita`&lt;br /&gt;Rihlah ini dilaksanakan selama dua hari pada waktu liburan semester I dengan rute Seiyoon, Hauthoh, Syibam, Huroidhoh, Dou`an dan beberapa tempat searah rute.&lt;br /&gt;Rihlah ini dapat dikategorikan kurang sukses karena banyak target rihlah yang tidak sempat dikunjungi. Terdapat dua kendala utama yang mangakibatkan hal ini terjadi, yaitu:&lt;br /&gt;Pertama :Kelambanan peserta rihlah untuk kembali ke kendaraan setiap kali singgah di tempat tujuan rihlah, karena terlalu asyik mengabadikan fitur alam setempat melalui aksi foto ria.&lt;br /&gt;Kedua : Gangguan teknis pada alat masak, sehingga memperlambat proses persiapan masak yang terjadi pada hari kedua tepatnya di Huraidloh.&lt;br /&gt;• Ziarah makam Nabi Hud `Ala Nabiyyina wa `alaihis sholatu wassalam.&lt;br /&gt;Kegiatan ini kami laksanakan pada hari Kamis-Sabtu, tanggal 30 Juli 2009 – 01 Agustus 2009 M.&lt;br /&gt;Alhamdulillah acara berjalan lancar &amp;amp; sukses. Hanya saja terdapat beberapa anggota rombongan yang pulang sebelum waktunya karena tidak tahan dengan cuaca alam yang cukup panas di daerah Saum.&lt;br /&gt;• Silaturrahim Iedul Fithri 1429 H. (Awwad)&lt;br /&gt;Program ini tidak terlaksana, karena acara awwad berlangsung bertepatan dengan kalender aktif akademi.&lt;br /&gt;Selain keempat program kerja sebagaimana telah diuraikan, kami juga telah menyelenggarakan dua kegiatan serupa lainnya yang tidak masuk dalam list agenda departemen pendidikan dan da'wah, Yaitu:&lt;br /&gt; Tasyabbuh bi al-waqififin (Mi`rafah) pada tanggal 09 Dz. Hijjah 1429 H. di Kheilah.&lt;br /&gt; Rihlah mengahadiri Haul Akbar Al-Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir Ilallah, pada bulan Muharram 1430 H.di Husaisah.&lt;br /&gt;Kami sengaja tidak melaporkan dua kegiatan ini secara lengkap, karena bukan merupakan agenda program kerja.&lt;br /&gt;3. Kajian Ilmiyah&lt;br /&gt; Revitalisasi FORDIS (Forum Diskusi)&lt;br /&gt;Program ini kami jadwalkan setiap bulan sekali atau sekitar delapan kali dalam setahun.&lt;br /&gt;Realita pelaksanaan:&lt;br /&gt;Program ini hanya terlaksana empat kali sebagaimana penjelasan dalam tabel berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;No &lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tanggal &lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tema &lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tutor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td&gt;5 Nopember 2008 &lt;/td&gt;&lt;td&gt;Simplifikasi Syari`at &lt;/td&gt;&lt;td&gt;Ahsanul Milal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;2 &lt;/td&gt;&lt;td&gt; Maret 2009 &lt;/td&gt;&lt;td&gt;Kritik Nalar Kajian Hadits &lt;/td&gt;&lt;td&gt;M. Birrul Alim&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;3 &lt;/td&gt;&lt;td&gt;8 April 2009 &lt;/td&gt;&lt;td&gt;Dispensasi Syari`at &lt;/td&gt;&lt;td&gt;Abd. Mu`iz&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;4 &lt;/td&gt;&lt;td&gt;19 Juni 2009 &lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jihad &amp;amp; Politik Pesantren &lt;/td&gt;&lt;td&gt;Zuhairuz Zaman&lt;/td&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala:&lt;br /&gt;• Minimnya anggota / peserta sehingga menyebabkan lesunya aktifitas FORDIS (setiap acara hanya dihadiri sekitar 10-30 peserta).&lt;br /&gt;• Minimnya perhatian, partisipasi dan peran serta anggota.&lt;br /&gt;• Kres waktu dengan aktifitas-aktifitas penting dan mendadak lainnya seperti tahlil dan aktifitas kuliah yang diadakan mendesak.&lt;br /&gt;Harapan:&lt;br /&gt;Semoga tahun depan bisa dikembangkan lebih maksimal lagi dengan dihadiri oleh mayoritas warga FORMIL yang terdaftar dengan wajah-wajah baru dan semangat baru.&lt;br /&gt; Kursus Ekstra Materi Kuliah&lt;br /&gt;Program ini dimaksudkan untuk membantu pemahaman atas materi-materi kuliah yang dianggap sulit, secara lebih mendalam, terutama bagi para mahasiswa baru yang pengetahuan bahasa arabnya masih sangat rendah. Alhamdulillah program ini dapat terlaksana beberapa kali walaupun tidak terlalu sukses.&lt;br /&gt;Diantara kursus yang pernah kami adakan adalah:&lt;br /&gt;1) Kursus Tarikh Tasyri` untuk mahasiswa mustawa satu pada awal semester I.&lt;br /&gt;2) Kursus Aqidah untuk mahasiswa mustawa satu pada awal semester I.&lt;br /&gt;3) Kursus Madkhol Qonun bagi mahasiswa mustawa satu pada awal semester I.&lt;br /&gt;4) Kursus Mantiq untuk mahasiswa mustawa satu pada awal semester I.&lt;br /&gt;5) Kursus Fiqh Siroh untuk mahasiswa mustawa dua pada awal semester I.&lt;br /&gt;6) Kursus istilah-istilah kitab Minhaj al-Tholibien untuk seluruh mahasiswa mencakup mahasiswa non Indonesia. Acara yang berjalan sukses selama ± 10 hari pada waktu liburan semester I ini adalah hasil kerjasama Dept. Pendidikan &amp;amp; Dakwah dengan Qismul Fiqh wa Ushulih dan di bimbing oleh Ust. Arafat Al-Maqdi Lc.&lt;br /&gt;7) Kursus Fiqh Mawarits untuk seluruh mahasiswa Indonesia pada awal liburan semester II. Acara ini di bimbing oleh Sdr. Ulil Azmi Lc.&lt;br /&gt;4. Bahtsul Masail&lt;br /&gt;Kegiatan ini terbagi menjadi tiga. Yaitu:&lt;br /&gt; Bahtsul masail Waqi'iyyah&lt;br /&gt;Adalah sebuah wahana untuk melatih diri dalam menjawab seputar masalah atau kasus yang sedang terjadi dimasyarakat melalui beberapa reverensi dan literatur dari kitab-kitab fiqh `ala madzahib al-arba`ah dengan memperioritaskan madzhab Syafi`i. Program ini kami agendakan terselenggara tiap akhir bulan&lt;br /&gt;Realita pelaksanaan:&lt;br /&gt;Program ini hanya terlaksana dua kali, yang pertama membahas tentang bab thoharoh yang kedua membahas tentang hak cipta.&lt;br /&gt;Kendala:&lt;br /&gt;• Problem internal pada Dept. Pendidikan.&lt;br /&gt;• Minimnya peminat terutama ketika pra atau pasca ujian.&lt;br /&gt;• Kres waktu dengan aktifitas-aktifitas lainnya seperti tahlil dan agenda kuliah yang sering diadakan secara mendesak.&lt;br /&gt; Bahtsul masail Maudlu'iyyah&lt;br /&gt;Adalah sebuah forum Bahtsul Masail yang membahas permasalahan fiqhiyyah waqi'yyah secara menyeluruh oleh seorang pemakalah.&lt;br /&gt;Program ini kami agendakan terselenggara tiap akhir semester.&lt;br /&gt;Realita pelaksanaan:&lt;br /&gt;Program ini tidak terlaksana sama sekali.&lt;br /&gt;Kendala:&lt;br /&gt;• Problem internal pada Dept. Pendidikan.&lt;br /&gt;• Kesulitan mencari pemakalah.&lt;br /&gt; Musyawaroh Fathul Qorib&lt;br /&gt;Adalah sebuah forum yang mengkaji lebih dalam dan cermat kitab Fathul Qorib, program ini merupakan program yang pertama kali kami lakukan sebagai tanggapan atas saran dari pengurus BM FORMIL periode lalu dan beberapa person yang menginginkan untuk terwujudnya pengkajian sebuah kitab fiqh secara mendalam sebagaimana yang diterapkan oleh berbagai pondok pesantren di Indonesia.&lt;br /&gt;Program ini kami agendakan terselenggara tiap bulan dua kali&lt;br /&gt;Realita pelaksanaan :&lt;br /&gt;Program ini terlaksana tujuh kali, hingga sampai pada pembahasan isti'mal alat al-siwak untuk bab ubudiyyah dan bab riba untuk muamalah.&lt;br /&gt;Kendala :&lt;br /&gt;• Problem internal pada Dept. Pendidikan.&lt;br /&gt;• Minimnya peminat terutama ketika pra atau pasca ujian.&lt;br /&gt;• Kres waktu dengan aktifitas-aktifitas lainnya seperti tahlil dan agenda kuliah yang sering diadakan secara mendesak.&lt;br /&gt;5. Perpustakaan FORMIL&lt;br /&gt;Program ini adalah satu-satunya program jangka panjang yang kami rencanakan. Alhamdulillah telah tercapai dan kami telah memiliki beberapa koleksi kitab dan buku walaupun tidak banyak yang kesemuanya adalah hasil sumbangan dari warga FORMIL yang ikut peduli atas terwujudnya program ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aidid, Merdeka: 17 Agustus 2009 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=center&gt;Ahmad Badruttamam&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Koordinator&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota : Abdul Muiz, Aidin, Birrul Alim, Imam Nawawi dan Muhammad Kholil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-5701457614822144437?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/5701457614822144437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/lpj-departemen-pendidikan-dan-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/5701457614822144437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/5701457614822144437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/lpj-departemen-pendidikan-dan-dakwah.html' title='LPJ DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN DAKWAH'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-7641071115093510372</id><published>2009-08-16T07:40:00.001-07:00</published><updated>2009-08-16T07:46:12.853-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LPJ FORMIL 2008-2009'/><title type='text'>LPJ DPH 2008-2009</title><content type='html'>PROGRAM KERJA &lt;br /&gt;1. Melaksanakan Rapat Konsultatif (RAKONS)&lt;br /&gt;2. Melaksanakan Rapat Pimpinan (RAPIM)&lt;br /&gt;3. melaksanakan Rapat Koordinasi (RAKOORD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;4. Mengumpulkan BLKD (Buku Laporan Kegiatan Departemen) untuk dipertanggungjawabkan dalam Musyawarah Anggota Komplit (MAK) di akhir masa kepengurusan.&lt;br /&gt;5. Membentuk Unit Penyambutan Mahasiswa Baru (UPMB)&lt;br /&gt;6. Memediasi proses administrasi akademik mahasiswa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REALISASI PROGRAM KERJA&lt;br /&gt;Melaksanakan Rapat Konsultatif (RAKONS)&lt;br /&gt;Rapat ini dilaksanakan empat belas kali dalam masa kepengurusan, yaitu :&lt;br /&gt;RK, 1  : 9  September  2008 di Ruang Makan Kuliah, dengan agenda:&lt;br /&gt;Menetapkan pelindung dan penasehat FORMIL 2008 – 2009.&lt;br /&gt;Menyusun formasi DK, DPH dan koordinator depatemen FORMIL.&lt;br /&gt;Menetapkan format acara pelantikan pengurus FORMIL 2008– 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RK, 2 : 28 Oktober 2008 di kantor FORMIL, koordinasi dengan dhobit tentang persiapan penempatan mahasiswa baru di sakan rahbah, masjid sahal dan sakan syaikh ba`udhon, dalam rapat ini, selain ketua umum FORMIL sebagai pemimpin rapat, hadir pula ketua dan sekretaris DK, Ahsan Milal dan Andri Pratama, anggota DK, ustadz Oming Ratnawijaya Lc., dan pengurus lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RK, 3 : 9 November 2008, di kantor FORMIL, konsultasi seputar proses pembayaran denda iqamah mahasiswa baru tahun akademi 2008-2009. setelah sebelumnya disepakati penetapan hitungan hari dan kalkulasi denda bersama Ali Musaiba bagian jawaz dan iqamah mahasiswa manca Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RK, 4 : 14 November 2008 di kantor FORMIL, rencana pelaporan kasus pelecehan (intihak `ard) mahasiswa baru Indonesia ke idarah syurthah amni mudiriyah Tarim, rapat di pimpin langsung ketua umum, didampingi seluruh DK dan dihadiri dhobit sakan dakhili sebagai pihak pelapor atasnama FORMIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RK, 5  : 16 November 2008 di kantor FORMIL, konsultasi kelanjutan kasus untuk dimeja hijaukan di mahkamah ibtida`I mudiriyah Tarim, setelah mendapat perintah dari rais jami`ah, melalui habib zain bin aqiel ke dhabit untuk dewan pengurus harian FORMIL dalam rangka menyepakati dan menandatangani proses hukum (ijra`at qanun  murafa`at). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RK, 6  : 11  Desember  2008, di kantor FORMIL, konsultasi seputar mahasiswa baru tahun akademi 200-2009 yang dinyatakan istinhaj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RK, 7 : 17 Desember 2008, di kantor FORMIL, persiapan rapat di rumah habib Syarif bin Aqil, dan konsultasi dengan idarah, dhobit, syu`un wafidin, konsuler KBRI Yaman serta beberapa pihak terkait seputar peroses ishlah yang diajukan Habib Syarif bin `Aqil (atas nama keluarga Majid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RK, 8  : 25 Januari 2009 di kantor FORMIL, konsultasi dengan konsuler KBRI Yaman Bapak W. Sunani Asrari dan Badrul Munir MA, tentang persiapan penunjukan pengacara tetap (muhami dari pihak universitas; ustadz Idhoh MA.) terkait proses ishlah dan penangguhan penahanan di penjara Syiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RK, 9  : 28 Januari 2009 di kantor FORMIL, konsultasi proses pelimpahan kasus hukum secara total ke pengacara resmi (muhami yang ditunjuk universitas al Ahgaff) melalui kantor pengacara cabang Mukalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RK, 10  : 15 Pebruari 2009 di kantor Amid kulliyah Syari`ah, konsultasi seputar penangguhan proses naik banding ke mahkamah isti`naf Syiun, dan proses menghadirkan pihak KBRI Yaman mewakili Negara Indonesia untuk melindungi hak dan menjamin keamanan selama proses hukum banding. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RK, 11 : 12 Maret 2009 di syuqah ba Hani, konsultasi tentang kelanjutan putusan sidang mahkamah ibtida`I Tarim, dalam sidang akhir di mahkamah isti`naf Syiun, menyepakati pengacara resmi yang ditunjuk universitas, setelah mendapat kepastian keamanan dan jaminan hak hukum dari pihak KBRI Yaman yang diwakili Bapak Badrul Munir MA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RK, 12 : 15 Maret 2009 di kantor Amid kulliyah Syari`ah, konsultasi seputar perlindungan keamanan mahasiswa indonesia secara umum di Yaman, dan mahasiswa baru tahun akademi 2008-2009 di fakultas syari`ah Tarim Hadhramaut pada khususnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RK, 13  : 20 Juli 2009, di kamar Masya Allah, konsultasi penentuan nama bakal calon ketua umum FORMIL 2009-2010 dan penetapan hari musyawarah anggota komplit (MAK) serta agenda acara laporan pertanggungjawaban DPH FORMIL 2008-2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RK, 14  : 8 Agustus 2009, di kantor Syu`un Wafidin kuliyyah Syari`ah, konsultasi tarhil mu`aqqat (deportasi sementara) mahasiswa tahun akademi 2008-2009 (Usman bin Maksuni, Indramayu Cirebon) yang dinyatakan sakit kritis oleh dokter mustasyfa Tarim.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Melaksanakan Rapat Pimpinan (RAPIM)&lt;br /&gt;Rapat ini dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam masa kepengurusan yaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAPIM I  : Rabu 12 November 2008  di kantor FORMIL&lt;br /&gt;Rapat ini digelar untuk memutuskan pembagian tugas Dewan Pengurus Harian, kesekretariatan, penentuan jadwal tugas jaga kantor, pembatasan alokasi pengeluaran keuangan bendahara umum, serta persiapan ekstra penyambutan dua tahap kedatangan mahasiswa baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAPIM II : Jum`at 12 Juni  2009. di kantor FORMIL&lt;br /&gt;Rapat ini digelar untuk menyepakati tehnis dan penentuan kualifikasi temus dari universitas al Ahgaff. Menaikkan infaq temus dari 50 ke 60 dollar. Menyepakati temus hanya diprioritaskan bagi S2, dan mustawa akhir atau mustawa tiga, empat dan lima yang sedang dalam istinhaj, sebagaimana petunjuk Amid kulliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAPIM  III : Jumat 14 Agustus 2009. di Masbah Mahsun&lt;br /&gt;Rapat ini digelar sebagai persiapan akhir menjelang MAK dan  LPJ, serta evaluasi akhir proja perdepartemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaksanakan RAKOORD&lt;br /&gt;Rapat ini dilaksanakan sebanyak enam kali dalam masa kepengurusan sesuai jumlah departemen FORMIL, sebagai proses awal dan pengarahan umum dari dewan pengurus harian, pelaksanaannya dilakukan bertahap sesuai urutan departemen dan dilaksaakan di tiga tempat pada waktu yang berbeda, yaitu;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Bertempat di Kantor FORMIL untuk departemen pendidikan, 20 September 2008. departemen seni dan budaya, 25 September 2008 dan depat. pengembangan bahasa, 28 September 2008. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bertempat di Kamar Masya` Allah untuk departemen Humasy, 15 September 2008 dan dept. Olahraga dan kesehatan, 15 Oktober 2008. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bertempat di Ruang makan kuliyah untuk departemen PHBI, 25 Oktober 2008. pada umumnya rapat tersebut membahas Pointer &amp; Tekhnis Program Kerja Departemen yang dihadiri ketua umum, selanjutnya setiap departemenmelaksanakan rapat koordinasi lanjutan sesuai kebutuhan masing-masing dalam menyukseskan proja sebagaimana yang telah ditetapkan dalam list BLKD.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengumpulkan BLKD &lt;br /&gt;Program ini terlaksana dengan meminta buku laporan kegiatan tiap departemen (BLKD) untuk melaporkan hasil kerjanya selama satu tahun khidmah ( sejak tgl 1 s/d 10, Agustus 2009 ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membentuk unit penyambutan mahasiswa baru (UPMB): &lt;br /&gt;Kegiatan ini dihandle lansung oleh DPH, proja rancangan baru FORMIL 2008-2009 ini tergolong baru dan membutuhkan spesifikasi tim kerja, akses koordinasi langsung ke idarah tasjil wa qabul, idarah syu`un wafidin dan maktab amid, sehingga mengharuskan ketua umum bersangkutan yang melaksanakannya, bentuk nyata dari realisasi proja DPH tentang UPMB ini, adalah menerbitkan buku panduan praktis UPMB (Addalilul Hayyin), pelayanan penyambutan kedatangan di Auditorium kulliyah, pengumpulan passport, kolektifitas proses fahas dam, tasbit iqamah, negosiasi pembayaran denda iqamah, dan tindakan percepatan penempatan mahasiswa baru disetiap sakan dalam waktu 2x24 jam ke sakan rahbah, masjid sahal dan sakan syaikh ba`udlon serta kolektifitas pengisian formulir anggota baru FORMIL, istimarat kuliah, istimarat wizarat ta`lim ali, wizarat dakhili dan syurtah amni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memediasi proses administrasi akademik mahasiswa: &lt;br /&gt;Program ini terealisasi dalam bentuk memediasi kebutuhan administrasi mahasiswa dalam bentuk surat menyurat, membuat tashrih, rekomendasi dan surat keterangan lainnya yang dibutuhkan mahasiswa atasnama FORMIL selama setahun masa khidmah.&lt;br /&gt;Sementara mediasi dalam bentuk terbuka dan bersifat publik, DPH melaksanakannya dengan menggelar pertemuan langsung di auditorium kuliyah syari`ah ataupun pertemuan tertutup dan terbatas ditempat berbeda dengan beberapa pihak penting seperti petinggi universitas, dewan rektorat, dekanat, idariyat, syuun wafidin, dan bagian administrasi idarah kuliyah, dhabit sakan dakhili, perwakilan universitas al Ahgaff  di Indonesia, dan KBRI Yaman yang dilaksaakan pada waktu yang berbeda, berikut ini jejak rekam pertemuan penting dan darurat yang telah kami lakukan sebagai proses mediasi antara mahasiswa Indonesia dan berbagai pihak, institusi ataupun instansi terkait lainnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Agenda acara: &lt;br /&gt;Pertemuan langsung terbuka Habib Hasan Jufri dengan anggota FORMIL&lt;br /&gt;Jabatan: Wakil resmi universitas al Ahgaff di Indonesia&lt;br /&gt;Moderator: Ketua umum FORMIL 2008-2009&lt;br /&gt;Pendamping: Bendahara Umum FORMIL dan Ustadz Oming Ratna Wijaya Lc.&lt;br /&gt;Tempat : Auditorium kulliyah syari`ah&lt;br /&gt;Pelaksanaan   :  22 Oktober  2008&lt;br /&gt;Materi acara: Pengarahan, penyelesaian sisa keuangan mahasiswa baru 2008-2009 dan ucapan selamat datang di kulliyah syari`ah serta permohonan ma`af atas segala kekurang nyamanan fasilitas dan dialog terbuka.&lt;br /&gt;2) Agenda acara: &lt;br /&gt;Pertemuan langsung terbuka Habib Muhammad bin Syihab dengan anggota FORMIL&lt;br /&gt;Jabatan: Syu`un wafidin kulliyah Syari`ah universitas al Ahgaff  Yaman&lt;br /&gt;Moderator: Ketua umum FORMIL 2008-2009&lt;br /&gt;Tempat : Auditorium kulliyah syari`ah&lt;br /&gt;Pelaksanaan   :  27 Oktober  2008&lt;br /&gt;Materi acara: Pengarahan, penjelasan proses fahs dam kolektif, tasbit iqamah, dan penjelasan internal seputar pembayaran denda iqamah mahasiswa baru dan dialog.&lt;br /&gt;3) Agenda acara: &lt;br /&gt;Pertemuan langsung terbuka Bapak Drs. Nur Aulia dengan anggota FORMIL&lt;br /&gt;Jabatan: Duta Besar RI untuk Yaman &lt;br /&gt;Moderator: Ketua umum FORMIL 2008-2009&lt;br /&gt;Pendamping: Bapak Dekrit MA., Staff Dubes RI untuk Yaman&lt;br /&gt;Tempat : Auditorium kulliyah syari`ah&lt;br /&gt;Pelaksanaan   :  27 November  2008&lt;br /&gt;Materi acara: Perkenalan, pengarahan, penguatan mental mahasiswa Indonesia dalam menghadapi kasus pelecehan, penjelasan internal proses kelanjutan pelaporan kasus, penegasan perlindungan hukum dan jaminan keamanan, dan dialog terbuka. &lt;br /&gt;4) Agenda acara: &lt;br /&gt;Pertemuan langsung terbuka Dr. Muhammad bin Abdul Qadir al Idrus dengan anggota FORMIL&lt;br /&gt;Jabatan: Dekan Fakultas syari`ah dan qanun universitas al Ahgaff  Yaman&lt;br /&gt;Moderator: Ketua umum FORMIL 2008-2009&lt;br /&gt;Pendamping: Ustadz Sholeh Faqihan, Mudir tasjil wa qabul kulliyah syari`ah Tempat : Auditorium kulliyah syari`ah&lt;br /&gt;Pelaksanaan   :  13 Desember  2008&lt;br /&gt;Materi acara: Pengarahan, penyampaian pesan Rector universitas, penguatan mental mahasiswa Indonesia dalam menghadapi kasus pelecehan, penjelasan internal kefakultasan untuk mahasiswa mustawa awwal tentang pengisian istimarat serta kelengkapan berkas pendaftaran dan dialog terbuka. &lt;br /&gt;5) Agenda acara: &lt;br /&gt;Pertemuan langsung terbuka Ustadz Najib dan Ustadz Faiz dengan anggota FORMIL&lt;br /&gt;Jabatan: Delegasi universitas, Dosen kulliyah dirasat islamiyah lil banat dan Peserta Program Magister universitas al Ahgaff  Yaman&lt;br /&gt;Moderator: Ketua umum FORMIL 2008-2009&lt;br /&gt;Tempat : Auditorium kulliyah syari`ah&lt;br /&gt;Pelaksanaan   :  14 Desember  2008&lt;br /&gt;Materi acara: Penyampaian pesan Habib Abdullah Baharun, pengarahan, penguatan mental mahasiswa Indonesia dalam menghadapi kasus pelecehan, penjelasan internal proses kelanjutan pelaporan kasus, pengalihan atasnama kasus dari FORMIL ke universitas, penjelasan internal seputar mahasiswa baru dan dialog.&lt;br /&gt;6) Agenda acara: &lt;br /&gt;Pertemuan langsung terbuka Sayyid Abu Ja`far  Wasyli dengan anggota FORMIL&lt;br /&gt;Jabatan: Dhobit Sakan Dakhili Kulliyah Syari`ah universitas al Ahgaff  Yaman&lt;br /&gt;Moderator: Ketua umum FORMIL 2008-2009&lt;br /&gt;Tempat : Auditorium kulliyah syari`ah&lt;br /&gt;Pelaksanaan   :  15 Desember    2008&lt;br /&gt;Materi acara: Pengarahan, penjelasan seputar tata tertib sakan dakhili, penjelasan internal proses kelanjutan pelaporan kasus, penegasan pengalihan atasnama kasus dari FORMIL ke universitas, penjelasan internal seputar mahasiswa baru dan dialog.&lt;br /&gt;7) Agenda acara: &lt;br /&gt;Pertemuan terbatas tertutup Habib Zain bin Aqil dengan Ketua umum FORMIL&lt;br /&gt;Jabatan: Mudir syu`un wafidin universitas al Ahgaff  Yaman&lt;br /&gt;Moderator:Habib Muhammad bin Syihab, wihdat syu`un wafidin kulliyah syari`ah&lt;br /&gt;Tempat : Auditorium kulliyah syari`ah&lt;br /&gt;Pelaksanaan   : 6 Januari  2009&lt;br /&gt;Materi acara: Pengarahan untuk mahasiswa Indonesia, penjelasan internal proses kelanjutan pelaporan kasus, pengalihan atasnama kasus dari FORMIL ke universitas, penjelasan internal seputar mahasiswa baru dan dialog. &lt;br /&gt;8) Agenda acara: &lt;br /&gt;Pertemuan terbatas Ustadz Ja`far dan Ustadz Ikrom dengan DK, DPH dan perwakilan anggota FORMIL&lt;br /&gt;Jabatan: Delegasi universitas dan Peserta Program Magister universitas al Ahgaff  Yaman&lt;br /&gt;Moderator: Ketua umum FORMIL 2008-2009&lt;br /&gt;Tempat : Kantor FORMIL&lt;br /&gt;Pelaksanaan   : 21 Januari 2009&lt;br /&gt;Materi acara: Penyampaian pesan Habib Abdullah Baharun, pengarahan, penguatan mental mahasiswa Indonesia, koordinasi pelaksanaan daurah khusus mustawa lima di Mukalla dan dialog terbuka. &lt;br /&gt;9) Agenda acara: &lt;br /&gt;Pertemuan tertutup terbatas bapak Badrul Munir MA. dengan anggota konsultan dan ketua umum FORMIL&lt;br /&gt;Jabatan: Delegasi resmi dan staff KBRI Yaman  &lt;br /&gt;Moderator: Ketua umum FORMIL 2008-2009&lt;br /&gt;Tempat : Syuqah ba Hani&lt;br /&gt;Pelaksanaan   :   5 Maret  2009&lt;br /&gt;Materi acara: Pengarahan, penguatan mental, pembacaan deskripsi kasus, persetujuan pihak KBRI Yaman atas penunjukan pengacara resmi universitas, penegasan perlindungan keamanan bagi setiap warga Indonesia di Yaman atas nama Negara.&lt;br /&gt;10) Agenda acara: &lt;br /&gt;Pertemuan tertutup terbatas Dr. Shodiq dengan ketua konsultan dan ketua umum FORMIL&lt;br /&gt;Jabatan: Wakil Rektor universitas al Ahgaff  Yaman, &lt;br /&gt;Moderator: Dr. Muhammad Abdul Qadir, Dekan Fakultas Kuliyah Syari`ah&lt;br /&gt;Pendamping: Ustadz Idoh MA. Pengacara resmi universitas al Ahgaff&lt;br /&gt;Tempat : Kantor `Amid kulliyah syari`ah&lt;br /&gt;Pelaksanaan   :  8 Maret  2009&lt;br /&gt;Materi acara: Pengarahan, penandatanganan pengalihan atasnama kasus dan penandatanganan surat taukil anggota FORMIL (mahasiswa universitas al Ahgaff) ke pengacara resmi untuk  kelengkapan berkas administrasi proses naik banding ke pengadilan isti`naf  Syi`un (register, RY. No. 195235/ amar putusan mahkamah ibtida`I muiriyah Tarim, No. 104/tgl. 4/12/1429 H., 2/12/2008 M.) &lt;br /&gt;11) Agenda acara: &lt;br /&gt;Pertemuan terbatas Ustadz Asfiya dan Ustadz Sa`dul Khalqi dengan DK, DPH dan perwakilan anggota FORMIL&lt;br /&gt;Jabatan: Delegasi universitas, wakil syu`un wafidin universits dan Peserta Program Magister universitas al Ahgaff  Yaman&lt;br /&gt;Moderator: Ketua umum FORMIL 2008-2009&lt;br /&gt;Tempat : Kantor FORMIL &lt;br /&gt;Pelaksanaan   :  30 Maret  2009&lt;br /&gt;Materi acara: Penyampaian pesan Habib Abdullah Baharun, pengarahan, penjelasan internal hubungan structural FORMIL-kuliyah dan universitas, kunjungan ke setiap kamar mahasiswa Indonesia di sakan dakhili dan dialog&lt;br /&gt;12) Agenda acara: &lt;br /&gt;Pertemuan langsung terbuka Prof. Dr. Habib Abdullah Baharun dengan seluruh anggota FORMIL&lt;br /&gt;Jabatan: Rektor  universitas al Ahgaff  Yaman&lt;br /&gt;Moderator: Ketua umum FORMIL 2008-2009&lt;br /&gt;Pendamping: Dr. Muhammad Abdul Qadir, Dekan Fakultas Kuliyah Syari`ah&lt;br /&gt;Tempat : Auditorium kulliyah syari`ah&lt;br /&gt;Pelaksanaan   :  24 April  2009&lt;br /&gt;Materi acara: Pengarahan, penguatan mental, pemantapan wacana dan wawasan kemahasiswaan seputar trend aqidah kontemporer, fiqh dakwah, penjelasan internal kefakultasan, keuniversitasan dan dialog terbuka. &lt;br /&gt;13) Agenda acara: &lt;br /&gt;Pertemuan terbatas Ustadz Abdul Aziz dan Ustadz Faiz dengan anggota FORMIL&lt;br /&gt;Jabatan: Delegasi resmi universitas dan Peserta Program Magister universitas al Ahgaff  Yaman&lt;br /&gt;Moderator: Ketua umum FORMIL 2008-2009&lt;br /&gt;Tempat : Sakan dakhili kulliyah syari`ah&lt;br /&gt;Pelaksanaan   :  11 Agustus  2009&lt;br /&gt;Materi acara: Penyampaian pesan Habib Abdullah Baharun, pengarahan, penguatan mental mahasiswa Indonesia, penjelasan seputar kiprah alumni universitas al Ahgaff, upaya pemberdayaan media dakwah universitas al Ahgaff melalui perangkat tekhnologi dan dialog terbuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aidid, Merdeka: 17 Agustus 2009 M. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;table&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt; Ketua Umum &lt;/td&gt; &lt;td with=100&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sekretaris Umum&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt; M. Chotibul Umam &lt;/td&gt; &lt;td with=100&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Muhamad Sae&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Harian &lt;br /&gt;1. Ahmad Zuhairuz Zaman ( Ketua I ),    2. Dhofirul Yahya ( Ketua II )&lt;br /&gt;3. Madahus Shobah ( Sekretaris I ),          4. Najmuddin ( Sekretaris II )&lt;br /&gt;5. Shodiqin ( Bendahara Umum ),            6. Thariqul watsiq ( Bendahara I )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-7641071115093510372?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/7641071115093510372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/lpj-dph-2008-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/7641071115093510372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/7641071115093510372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/lpj-dph-2008-2009.html' title='LPJ DPH 2008-2009'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-143128750855952294</id><published>2009-08-16T07:40:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T07:41:23.098-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LPJ FORMIL 2008-2009'/><title type='text'>JOB DESCRIPTION DPH FORMIL 2008-2009</title><content type='html'>KETUA UMUM&lt;br /&gt;1. Bertanggung jawab atas keberadaan organisasi.&lt;br /&gt;2. Bertanggung jawab atas kelangsungan aktivitas organisasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. &lt;br /&gt;3. Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan setiap departemen.&lt;br /&gt;4. Menandatangani surat-surat bersama sekretaris umum.&lt;br /&gt;5. Mengambil uang subsidi organisasi ke idaroh bersama bendahara umum.&lt;br /&gt;6. Menjadwal aktivitas organisasi bersama sekretaris umum.&lt;br /&gt;II. KETUA SATU&lt;br /&gt;1. Membantu dan mewakili ketua umum dalam segala bidang bila berhalangan atau dibutuhkan.&lt;br /&gt;2. Bertanggung jawab atas departemen : &lt;br /&gt;    Pendidikan dan da'wah, Seni Budaya dan PHBI &lt;br /&gt;3. Mempertimbangkan atau menyetujui segala bentuk kegiatan yang diajukan oleh departemen bawahannya.&lt;br /&gt;III. KETUA DUA&lt;br /&gt;1. Membantu ketua umum dan ketua satu dalam segala bidang bila berhalangan atau dibutuhkan.&lt;br /&gt;2. Bertanggung jawab  atas departemen: Pengembangan Bahasa, Hubungan masyarakat dan Olahraga dan Kesehatan&lt;br /&gt;3. Mempertimbangkan atau menyetujui segala bentuk kegiatan yang diajukan oleh departemen bawahannya.&lt;br /&gt;IV. SEKRETARIS UMUM&lt;br /&gt;1. Mendokumentasikan arsip-arsip.&lt;br /&gt;2. Menandatangani surat-surat bersama ketua umum.&lt;br /&gt;3. Menjadwal aktivitas organisasi bersama ketua umum.&lt;br /&gt;4. Memonitoring kegiatan departemen bersama ketua umum.&lt;br /&gt;V. SEKRETARIS SATU&lt;br /&gt;1. Membantu atau mewakili sekretaris umum bila berhalangan atau dibutuhkan.&lt;br /&gt;2. Bekerjasama dengan ketua dalam mengkoordinir tiap departemen.&lt;br /&gt;VI. SEKRETARIS DUA&lt;br /&gt;1. Membantu atau mewakili sekretaris umum dan sekretaris satu bila  berhalangan atau dibutuhkan.&lt;br /&gt;2. Bekerjasama dengan ketua dalam mengkoordinir tiap departemen.&lt;br /&gt;VII. BENDAHARA UMUM&lt;br /&gt;1. Menyimpan uang organisasi.&lt;br /&gt;2. Mengatur keluar masuknya keuangan organisasi.&lt;br /&gt;3. Mengambil uang subsidi organisasi ke idaroh bersama ketua umum&lt;br /&gt;VIII. BENDAHARA SATU&lt;br /&gt;1. Membantu atau mewakili bendahara umum bila berhalangan atau dibutuhkan.&lt;br /&gt;2. Mengusahakan tambahan dana dari anggota atau melalui sumbangan halal yang tidak mengikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di Tarim: Ramadlan 1429 H./September 2008 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8540962694910781354-143128750855952294?l=aqwammedia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aqwammedia.blogspot.com/feeds/143128750855952294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/job-description-dph-formil-2008-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/143128750855952294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8540962694910781354/posts/default/143128750855952294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aqwammedia.blogspot.com/2009/08/job-description-dph-formil-2008-2009.html' title='JOB DESCRIPTION DPH FORMIL 2008-2009'/><author><name>aqwammedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16949433780465456927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8540962694910781354.post-5299208058141568521</id><published>2009-08-16T07:30:00.003-07:00</published><updated>2009-08-16T07:40:03.995-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LPJ FORMIL 2008-2009'/><title type='text'>Deskripsi Aktifitas FORMIL 2008-2009</title><content type='html'>Wacana Akademi&lt;br /&gt;Dalam Rangka mengembangkan wacana keilmuan berbasis akademi di fakultas syari`ah dan qanun universitas al Ahgaff, Forum Mahasiswa Indonesia al Ahgaff mencanangkan program diskusi ilmiah yang di handle oleh FORDIS (Forum Diskusi Ilmiyah FORMIL). Aktifitas forum ini, untuk tahun ini dipercayakan pada saudara &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.        Abdul Muiz Ali, alumni pondok pesantren Hidayatul Mubtadi`ien Lirboyo Mojoroto Kota Kediri Jawa Timur . Program ini adalah bagian dari program kerja (proja) departemen pendidikan dan dakwah, stressing pembahasan materi yang akan diwacanakan, insya`allah seputar pemahaman ushul al fiqh, sebagai balancing aktualisasi problematika fiqh kontemporer, sementara di sisi lain bahtsul masa`il maudlu`i dan waqi`I masih tetap menjadi bagian pula dari proja departemen pendidikan dan dakwah FORMIL masa khidmah 2008-2009 M. Adapun proja lain dari departemen yang kini dikoordinatori oleh saudara Ahmad Badruttamam, alumni pondok pesantren Raudlatul Ulum Besuk Kejayan Pasuruan Jawa Timur, adalah Rahah ilmiyah, program ini dimaksudkan untuk menambah wawasan dan pengetahuan keilmuan secara langsung dari Habib Husain Bilfaqih yang insya`allah akan diadakan sekali dalam seminggu.&lt;br /&gt;2.        Wadah Karya Mahasiswa&lt;br /&gt;Usaha merevitalisis kegiatan tulis menulis dikalangan mahasiswa fakultas syariah universitas al Ahgaff masih terus dimaksimalisasikan dalam berbagai upaya, diantaranya dengan cara mengaktifkan kembali penerbitan karya-karya tulis mahasiswa yang kini dimotori aqwam media, dan majalah (hitam putih) al Fateh, proja tersebut secara tekhnis menjadi bagian dari departemen seni dan budaya, yang kini dikoordinatori saudara Ali Candra Kusuma, alumni pondok pesantren Darul Ulum Rejoso Paterongan Jombang Jawa Timur.&lt;br /&gt;3.        Izin Bertempat Tinggal&lt;br /&gt;Untuk hal ihwal yang berkenaan dengan kenyamanan hidup di negeri Yaman, departemen hubungan masyarakat FORMIL telah lama membangun kerjasama dengan bagian administrasi universitas al Ahgaff di fakultas Syari`ah, hal itu untuk memudahkan berbagai proses terkait dengan iqamah (izin bertempat tinggal). Secara tekhnis, masalah ini ditangani departemen Humasy, yang kini dikoordinatori oleh alumni pondok pesantren Darut Tauhid Malang Jawa Timur, saudara Muhammad Haikal Abdun.  Adapun praktiknya adalah dengan membayar  uang iqamah kepada koordinator humasy sesuai ketentuan pada tahun tersebut (sekarang  + 8000 RY. + 2 lembar pas foto warna ukuran 4x6), uang iqamah ini, wajib dibayar secara pribadi oleh setiap mahasiswa, sekali dalam setahun, tepatnya pada bulan September. Keterlambatan administrasi dalam hal ini akan dikenakan gharamah (denda) + 300 RY. per hari, terhitung dari hari keterlambatan, sesuai peraturan di Yaman.&lt;br /&gt;4.        Pendataan Mahasiswa Baru Indonesia&lt;br /&gt;Humasy juga memiliki agenda pendataan jumlah mahasiswa baru indonesia, proses ini ditandai dengan penyebaran formulir anggota baru FORMIL sekaligus menarik biaya pokok bagi setiap mahasiswa baru indonesia sebesar 500 RY. Plus foto warna ukuran 4X6. Penarikan uang pangkal ini, telah diatur dalam AD dan ART FORMIL tentang keanggotaan dan keuangan Organisasi.&lt;br /&gt;5.        Kesehatan Jasmani&lt;br /&gt;Setiap mahasiswa (baru) akan mengalami fluktuatif kondisi kesehatan jasmani, hal itu terjadi karena pengaruh cuaca yang amat panas diluar kebiasaan yang pernah dialami di Indonesia atau pula karena musim dingin yang melebihi batas normal, ditambah dengan aktifitas kuliyah yang cukup memforsir  tenaga, dan perubahan pola makan secara drastis. jika kurang berhati-hati menghadapi berbagai hal berkenaan dengan kesehatan jasmani, maka kesehatan dan ketahanan tubuh akan menjadi korban pertama bagi setiap pendatang baru yang lalai akan kondisi kesehatannya. Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk (operasi) yang sudah berulang kali menimpa mahasiswa baru asal Indonesia di bumi Tarim ini (seperti usus buntu, mag, demam, batuk dan alergi),  maka FORMIL menyarankan beberapa tips mujarrab berikut ini: Kenali kondisi kesehatan jasmani dengan cermat. Jagalah pola makan teratur. Hindari mengkonsumsi air dingin (baradah) melebihi batas normal. Jika  ada kemungkinan terserang penyakit , sesegera mungkin berobat sebelum terlambat (FORMIL telah menyediakan beberapa obat berbentuk tablet untuk sekedar antisipasi awal). Bagi yang senang berolah raga, lebih baik jika sewaktu-waktu ikut turun lapangan untuk bermain bola bersama. Selanjutnya hal lain yang  bersifat tekhnis dapat dikonfirmasi ke koordinator olah raga dan kesehatan, saudara Ahmad Rifa`I, alumni pondok pesantren Darullughah Wadda`wah Raci Bangil Pasuruan Jawa Timur.   &lt;br /&gt;6.        Bahasa Komunikasi&lt;br /&gt;Proses mengasah kemampuan berbahasa Arab masih menjadi kendala sebagian mahasiswa asal Indonesia, walaupun sudah ada departemen pengembangan bahasa, namun pada kenyataannya masih sangat jauh untuk bisa mewujudkan target proja secara maksimal. Beberapa kendala yang perlu diketahui dan diperhatikan sedini mungkin oleh mahasiswa baru adalah: masalah pergaulan, untuk hal ini, setiap person berhak menentukan dirinya, dengan siapa ia akan berintraksi sosial secara kontinyu, dan dengan bahasa pengantar apa pula ia akan berkomunikasi, semua itu akan kembali pada setiap masing-masing person, namun demikian FORMIL masih tetap memperjuangkan keberadaan departemen pengembangan bahasa ini, walaupun dengan keterbatasan sarana dan prasarana, usaha yang kini digagas oleh departemen yang dikoordinatori saudara Syafa`at Habib, alumni pesantren Kajen Margoyoso Pati Jawa Tengah itu, adalah dengan upaya menerjemahkan karya berbahasa Arab ke bahasa Indonesia secara kelompok, memasang daftar mufradat di aqwam media dan dengan mengadakan beberapa proses silang komunikasi antar personal dari berbagai latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda. Komunikasi mahasiswa Indonesia di universitas al Ahgaff fakultas syari`ah ini kental aroma budaya negeri sendiri, Indonesia. Hal itu terjadi karena banyaknya mahasiswa Indonesia di fakultas ini,serta  belum adanya ketentuan wajib dari kuliyah untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Karena sejatinya, setiap mahasiswa di bumi Arab, akan terbentur sendiri secara alamiyah dengan berbagai situasi dan kondisi yang memaksa dirinya berbahasa Arab, tanpa harus diwajibkan, hanya saja kwalitasnya kadang kurang bisa diandalkan.&lt;br /&gt;7.        Peringatan Hari Besar Islam&lt;br /&gt;Sebagai rasa cinta terhadap agama islam, berbagai peristiwa penting keagamaan menjadi agenda kerja FORMIL, ada beberapa kegiatan keagamaan yang insya`allah akan diperingati atas nama FORMIL, seperti Haflah Nuzulul Qur`an, Tahun Baru Hijriyah, Maulid Nabi Muhammad Saw
